Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perbedaan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) vs Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Istilah pensiun tentunya sudah tak asing di telinga. Pensiun umumnya dipahami sebagai masa dimana seseorang tak lagi memiliki kewajiban dan tanggung jawab melaksanakan pekerjaan karena periode tugasnya telah selesai. Kapan seorang pekerja memasuki masa pensiun?

Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tidak ada aturan batas usia pensiun untuk pekerja sektor swasta. Meski demikian, masa pensiun yang berlaku umumnya dimulai ketika pekerja telah berusia 55 tahun, di mana usia tersebut dikategorikan sebagai usia non-produktif. Namun untuk jenis pekerjaan atau profesi tertentu seperti dosen (guru besar) dan dokter, usia pensiun bisa lebih dari 55 tahun jika memang keahliannya masih dibutuhkan.

Definisi dana pensiun

Bicara tentang pensiun, tak lepas dari dana pensiun. Apa itu dana pensiun? Banyak yang memahaminya sebagai uang tunjangan yang diterima oleh pekerja setelah berhenti bekerja. Uang tunjangan ini menjadi hak pekerja dan keluarganya. Artinya, meski pekerja yang bersangkutan telah meninggal dunia, uang tunjangan tetap diberikan kepada istri dan anak-anaknya yang belum dewasa.

Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992, dana pensiun diartikan sebagai badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Berdasarkan UU tersebut, dana pensiun lebih merujuk pada badan hukum atau lembaga yang bertanggung jawab menyelenggarakan dan mengelola program pensiun guna memberikan kesejahteraan kepada pekerja dan keluarganya. Dalam kategorinya, dana pensiun merupakan lembaga keuangan bukan bank.

UU No. 11 Tahun 1992 merupakan payung hukum dalam penyelenggaraan dan pengelolaan program pensiun yang bersifat sukarela tetapi tetap ada kewajiban untuk menjamin manfaatnya. Adapun manfaat dari program pensiun tak hanya sekadar memberikan kepastian pendapatan yang diperoleh di masa mendatang, tetapi juga memotivasi sekaligus memberikan semangat kepada pekerja untuk lebih giat bekerja. Tak hanya itu, program pensiun juga memberikan rasa aman kepada pekerja terkait dengan jaminan kesehatan, jaminan hari tua, bahkan kepemilikan rumah.

Sebagai suatu lembaga atau organisasi, dana pensiun harus memiliki struktur organisasi yang jelas hierarki dan garis komandonya. Penyelenggaraan dana pensiun harus dilakukan secara terorganisir, di mana ada pihak yang bertindak sebagai pelaksana, penanggung jawab, dan juga pengawas pengelolaan dana.

Ragam dana pensiun

Apakah penyelengara program pensiun harus instansi pemerintah? Tidak juga, program pensiun bisa juga diselenggarakan oleh instansi swasta. Berkenaan dengan hal tersebut, ragam atau jenis dana pensiun di Indonesia secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) merupakan lembaga atau organisasi penyelenggara program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran pasti yang dibentuk oleh perseorangan atau badan yang mempekerjakan karyawan atau selaku pendiri bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawan sebagai peserta, dan menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja.

Pendiri DPPK haruslah pemberi kerja, baik untuk sebagian maupun seluruh karyawannya. Pemberi kerja yang mendirikan dana pensiun disebut sebagai Pendiri. Kepesertaan dana pensiun tak hanya dari karyawannya sendiri, tetapi bisa juga terbuka untuk karyawan pemberi kerja lain. Pemberi kerja yang mengikutsertakan karyawannya pada dana pensiun yang didirikan oleh pemberi kerja lain disebut sebagai Mitra Pendiri. Dengan demikian, kepesertaan DPPK tak hanya karyawan dari lingkup internal Pendiri saja, tetapi juga karyawan dari lingkup eksternal pemberi kerja lainnya.

  • Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah suatu badan atau lembaga penyelenggara program pensiun iuran pasti bagi masyarakat umum, baik perseorangan, karyawan, maupun pekerja mandiri yang didirikan oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa. Keberadaan DPLK dapat memudahkan pemberi kerja dalam mengelola asetnya sendiri. Dengan mengikutsertakan karyawannya ke DPLK, pemberi kerja dapat menghindari masalah cash flow perusahaan di kemudian hari. Sementara bagi karyawan, keuntungan mengikuti DPLK adalah memperoleh jaminan penghasilan di masa tua secara berkesinambungan.

  • Dana Pensiun Berdasarkan Keuntungan (DPBK)

Dana Pensiun Berdasarkan Keuntungan (DPBK) merupakan DPPK yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti, di mana iuran hanya bersumber dari pemberi kerja yang didasarkan pada formulasi rumus tertentu yang dikaitkan dengan keuntungan yang diperoleh pemberi kerja.

Perbedaan DPPK dengan DPLK

Meski sama-sama bertindak sebagai penyelenggara program pensiun, DPPK memiliki perbedaan yang signifikan dari DPLK. Berikut perbedaannya.

  • Pendiri atau penyelenggara

DPPK didirikan oleh perorangan atau perusahaan yang mempekerjakan karyawan (Pemberi Kerja). Sementara DPLK didirikan oleh bank umum atau perusahaan asuransi jiwa. Bank atau perusahaan asuransi jiwa dimungkinkan untuk mendirikan DPLK sekaligus DPPK, dengan catatan manajemen, kegiatan operasional, dan pengelolaannya dilakukan secara terpisah.

  • Jenis program pensiun

Pendirian DPPK guna menyelenggarakan program pensiun untuk para pekerja atau karyawan sifatnya tidaklah wajib. Meski demikian, pendiriannya dianjurkan oleh pemerintah mengingat manfaat positif yang bisa diperoleh karyawan atau pekerja dari program pensiun tersebut.

Berkenaan dengan hal itu, DPPK dapat menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti dan iuran pasti, tergantung pada kemampuan pemberi kerja terhadap dana pensiun. Artinya, DPPK dapat memilih jenis program pensiun yang akan diselenggarakannya, apakah program manfaat pasti atau iuran pasti.

Berbeda dengan DPPK, DPLK hanya dapat menyelenggarakan program pensiun iuran pasti saja. Program pensiun iuran pasti merupakan program pensiun yang besar iuran karyawan dan perusahaan pemberi kerja sudah ditetapkan. Keuntungan dari program pensiun ini yaitu adanya hasil pengembangan dana atau investasi yang dikelola untuk kemudian ditambahkan pada dana peserta.

  • Kepesertaan

Peserta DPPK adalah karyawan atau pekerja dari pemberi kerja yang menyelenggarakan program pensiun. Meski demikian tak menutup kemungkinan karyawan atau pekerja dari perusahaan lain juga bisa menjadi peserta DPPK yang diselenggarakan pemberi kerja tertentu. Sementara peserta DPLK lebih beragam yakni perorangan, karyawan, dan pekerja mandiri.

  • Pembayar iuran

Dalam operasionalnya, dana pensiun baik DPPK maupun DPLK menetapkan sejumlah iuran yang harus dibayarkan setiap bulannya. Namun, pembayaran iuran ini dibebankan kepada siapa? Pada DPPK, iuran dibayarkan oleh karyawan dan pemberi kerja. Artinya, beban pembayaran iuran program pensiun sebagian ditanggung oleh karyawan, sebagian lainnya ditanggung oleh pemberi kerja atau perusahaan.

Berbeda dengan DPLK, iuran program pensiun sepenuhnya menjadi tanggungan peserta baik perorangan, karyawan, maupun pekerja mandiri. Pemberi kerja sama sekali tidak dibebani tanggung jawab untuk membayar iuran program pensiun karyawannya.

Dari poin-poin perbedaan antara DPPK dengan DPLK di atas dapat direkapitulasi dalam tabel sebagai berikut.

Keterangan Jenis Dana Pensiun
DPPK DPLK
Pendiri/penyelenggara
  • Perorangan/Badan Pemberi Kerja
  • Bank
  • Perusahaan Asuransi Jiwa
  • Bank
  • Perusahaan Asuransi Jiwa
Jenis program pensiun
  • Manfaat pasti
  • Iuran pasti
Iuran pasti
Kepesertaan
  • Karyawan internal
  • Karyawan eksternal
  • Perorangan
  • Karyawan
  • Pekerja mandiri
Pembayar iuran
  • Pemberi kerja/perusahaan
  • Karyawan
  • Perorangan
  • Karyawan
  • Pekerja mandiri

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang perbedaan dana pensiun pemberi kerja (DPPK) vs dana pensiun lembaga keuangan (DPLK), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Tip Mempersiapkan Pensiun Dini
Perbedaan Program Pensiun Manfaat Pasti vs Iuran Pasti
13 Tip Meningkatkan Tabungan Pensiun
15 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Menyiapkan Tabungan Pensiun
Masuk Masa Pensiun? Perhatikan Beberapa Hal Ini!
Hindari Pemborosan Berikut Ini Ketika Mempersiapkan Pensiun
Apa itu DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan)?
Tips Jitu Cara Mempersiapkan Tabungan Pensiun
Apa itu Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)?
Sejarah Munculnya Uang


Bagikan Ke Teman Anda