Apa Itu Indirect Sales?

Berbagai macam metode pemasaran akan dilakukan oleh para penjual agar produk yang mereka buat laku keras. Salah satunya adalah dengan menggunakan jasa pihak ketiga untuk meraih para konsumen. Anda bisa saja menjual produk bikinan Anda secara langsung atau bisa juga menjualnya kepada pihak kedua, kemudian meneruskan produk Anda agar sampai ke tangan konsumen.

Cara penjualan tidak langsung ini disebut dengan indirect sales. Indirect sales adalah penjualan barang atau jasa oleh pihak ketiga, seperti rekan atau affiliate. Kini indirect sales banyak dilakukan melalui reseller, mulai dari perorangan, agen, hingga retailer besar.

Tipe Indirect Sales

Ada empat tipe indirect sales yang banyak digunakan oleh perusahaan manufaktur besar dalam memasarkan produk mereka.

Mereka menjual produk secara tatap muka langsung dengan konsumen, contohnya melalui toko retail, grosir, atau agen, dan bertindak sebagai wakil dari produsen barang tersebut. Ini merupakan praktik indirect sales yang banyak dilakukan dalam industri perangkat keras dan perangkat lunak. Misalnya seperti konsumen yang membeli produk smartphone dari reseller resmi, bukannya dari pembuatnya langsung.

Merupakan perusahaan yang menjual barang atau jasa dengan imbalan komisi. Ini meliputi pihak ketiga yang bekerja sebagai penghubung perusahaan manufaktur dan affiliate. Mereka hanya akan dibayar jika mampu melakukan menjualan. Affiliate juga bisa diberi fasilitas pemasaran untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan bisnis.

Individu yang dipekerjakan atau dikontrak secara khusus untuk menjual barang dan jasa dari sebuah perusahaan. Mereka bisa diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga sekaligus meringankan beban finansial perusahaan itu sendiri. Salah satu contoh umum adalah agen asuransi yang dibayar sesuai dengan kemampuan mereka untuk menarik dan mempertahankan klien.

Adalah perusahaan yang mempromosikan “solusi” pada para pelanggan, biasanya dalam format B2B (business to business). Format seperti ini sangat umum di bidang teknologi, dimana penyedia jasa akan memasukkan produk perangkat keras dan perangkat lunak dari perusahaan tertentu ke dalam portofolio mereka. Contohnya seperti IBM, konsultan bisnis yang juga merekomendasikan solusi teknologi kepada para pelanggan mereka. Tidak jarang mereka memasukkan komponen perangkat keras dan perangkat ke dalam solusi teknologi mereka.

Kekurangan dan Kelebihan Indirect Sales

Bagi perusahaan besar, metode indirect sales akan memudahkan mereka untuk menjangkau konsumen secara langsung. Sehingga mereka bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas barang dan jasa yang diproduksi. Namun indirect sales juga punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan Indirect Sales

Dari segi biaya, indirect sales bisa menghemat anggaran perusahaan karena mereka bisa menambah dan mengurangi jumlah sales representative sesuai kebutuhan. Dengan metode outsourcing, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memberikan pelatihan dan gaji tetap kepada mereka.

Dengan indirect sales, perusahaan bisa memperhitungkan penjualan dengan lebih mudah. Misalnya saat akan memasuki pasar baru atau meningkatkan penjualan di pasar lama. Selain itu, dari perhitungan penjualan yang diperoleh perusahaan juga bisa memutuskan untuk menambah atau mengurangi mitra penjual tidak langsung mereka.

Indirect sales memberikan kenyamanan tersendiri pada pihak perusahaan. Kehadiran mereka sebagai pihak ketiga yang menangani segala masalah terkait penjualan membuat perusahaan bisa lebih fokus pada area bisnis mereka. Misalnya saja seperti pengembangan produk, peningkatan kualitas produk, pelatihan karyawan, kegiatan operasional, hingga pemasaran. Sumber daya yang tadinya akan digunakan untuk penjualan bisa dialihkan ke bidang bisnis lain yang membutuhkan dukungan.

Menjual produk melalui penjualan tidak langsung adalah cara yang tidak terlalu beresiko untuk mengevaluasi produk yang dijual di pasaran. Anda bisa melakukan uji coba barang, jasa, kemasan, dan promosi baru melalui pihak ketiga tanpa harus menanggung resikonya sendiri.

Pihak-pihak yang melakukan penjualan tidak langsung sudah memiliki rasa saling percaya dengan pihak pasar dan konsumen. Dengan cara ini, perusahaan dapat lebih menghemat waktu karena mereka-lah yang melakukan tugas membangun brand awareness dan brand presence dari perusahaan.

Kekurangan indirect sales

Menggunakan jasa pihak ketiga untuk menjual produk sama dengan membangun batas antara perusahaan dan konsumen. Mereka bisa dengan mudah menutup akses Anda dalam proses penjualan. Di satu sisi, ini akan menurunkan resiko perusahaan, namun di sisi lain pihak ketiga ini juga bisa menjadi penyebab lamanya waktu yang dibutuhkan produk Anda untuk menjangkau konsumen.

 Menyerahkan penjualan pada pihak ketiga mengandung resiko perusahaan akan kehilangan kendali atas citra dari merek mereka sendiri. Perusahaan tidak bisa mengontrol bagaimana pihak ketiga menciptakan citra perusahaan di mata konsumen. Hal ini bisa menyebabkan sulitnya menggaet konsumen yang setia. Selain itu, perusahaan mungkin juga akan kesulitan untuk mencari tahu keinginan dan kebutuhan konsumen.

Masih berkaitan dengan kedua poin di atas, kehilangan kendali atas citra perusahaan dan proses penjualan menyebabkan pendapatan menjadi tidak menentu. Akan sulit bagi perusahaan untuk memprediksikan hasil penjualan mereka, yang nantinya bisa mempengaruhi target yang ingin diraih oleh perusahaan.

Selain pendapatan yang tidak menentu, hasilnya pun harus dibagi dengan pihak ketiga yang sudah berjasa dalam menjual produk perusahaan. Dalam hal ini, hubungan dengan pihak ketiga sangat menentukan pembagian pendapatan ini.

Jika sebuah perusahaan ingin melakukan indirect sales untuk menjual produk-produk mereka, maka harus dipertimbangkan dari segi keuntungan dan kerugian yang bisa didapatkan perusahaan. Pertimbangkan tipe bisnis yang dijalankan karena tidak semua bisnis bisa berhasil dengan metode indirect sales.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu indirect sales, semoga bermanfaat bagi Anda semua.