Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Opportunity Cost? Definisi Opportunity Cost

Opportunity cost bisa dikatakan sebagai perwakilan manfaat yang kerap dilewatkan oleh individu hingga investor dalam memilih suatu alternatif. Sedangkan pada laporan keuangan tidak tertulis adanya biaya peluang (opportunity cost). Namun pemilik bisnis dapat menggunakannya sebagai patokan dalam membuat keputusan.

Maka memahami potensi peluang yang hilang dan menguntungkan dengan merujuk pada biaya peluang tentu sangat penting. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai definisi opportunity cost.

Definisi Opportunity Cost

Opportunity cost atau biaya peluang merupakan salah satu istilah ekonomi. Istilah tersebut mengacu kepada nilai dari apa yang harus anda keluarkan untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Singkatnya, biaya peluang merupakan konsep kunci dalam ekonomi yang menyatakan adanya hubungan dasar antara pilihan dan kelangkaan.

Istilah opportunity cost pertamakali digunakan oleh David L Green pada tahun 1894. Istilah tersebut digunakan pada sebuah artikel di Quarterly Journal of Economics dengan judul “Pain Cost and Opportunity Cost”. Gagasan tentang opportunity cost juga memainkan peran penting dalam upaya memastikan sumber daya yang langka digunakan se-efisien mungkin.

Biaya peluang sifatnya tak sebatas pada uang. Kehilangan waktu, kesenangan, atau manfaat lain yang menyediakan utilitas juga dianggap sebagai biaya peluang.

Arti konsep opportunity cost bisa dijelaskan dengan contoh-contoh berikut:

  • Biaya peluang berbentuk uang yang terikat dalam bisnisnya sendiri merupakan bunga. Yang mana bisa diperoleh dalam usaha lain.
  • Biaya peluang ketika seseorang terlibat ke dalam bisnisnya sendiri merupakan gaji yang diperoleh dalam pekerjaan lain.
  • Biaya peluang menggunakan mesin untuk menghasilkan suatu produk merupakan pendapatan yang mungkin dari produk lain.
  • Biaya peluang dengan mesin yang tidak berguna untuk tujuan lain dinilai nol. Sebab penggunaannya tidak memerlukan pengorbanan peluang lain.

Dari contoh di atas, bisa disimpulkan bahwa opportunity cost membutuhkan pengorbanan. Jika tidak ada pengorbanan yang terlibat dalam suatu keputusan, maka tidak akan ada biaya peluang. Dalam hal ini, biaya peluang tidak masuk arus kas serta tidak dicatat dalam pembukuan. Namun perannya tetap penting dalam memberikan pertimbangan untuk mengambil keputusan.

Opportunity Cost dalam Produksi

  1. Biaya Eksplisit

Biaya eksplisit merupakan salah satu biaya peluang yang melibatkan pembayaran langsung oleh produsen. Misalnya jika perusahaan menghabiskan $100 untuk konsumsi daya listrik, maka biaya peluang eksplisitnya $100.

  1. Biaya Implisit

Merupakan salah satu biaya peluang yang tidak tertulis dalam arus kas keluar. Namun tetap dialokasikan oleh perusahaan. Misalnya sebuah pabrik membeli 1.000 ton baja serta mesin untuk menghasilkan sebuah produk. Maka bagian tersirat dari biaya peluang tersebut adalah produk dari olahan tersebut.

Dengan tidak menjual baja serta tidak menyewakan mesinnya, maka hal tersebut termasuk dalam biaya implisit untuk opportunity cost dalam produksi.

Risiko vs Biaya Peluang

Biaya peluang menyangkut kemungkinan pengembalian investasi yang dipilih lebih rendah daripada pengembalian investasi yang hilang. Risiko membandingkan kinerja aktual investasi dengan kinerja yang diproyeksikan dari investasi yang sama. Sedangkan peluang membandingkan kinerja aktual investasi dengan kinerja aktual investasi yang berbeda.

Namun seseorang bisa mempertimbangkan biaya peluang ketika memutuskan antara dua profil risiko. Misalnya jika investasi A memiliki risiko cukup tinggi namun return on investment-nya 25%, maka risikonya terbilang minim. Hal ini berlaku jika dibandingkan dengan investasi B yang memiliki risiko lebih kecil namun return on investment-nya hanya 5%.

Investasi A mungkin saja berhasil. Namun tidak menutup kemungkinan gagal. Dan jika gagal, maka biaya peluang dengan opsi B akan lebih tinggi.

Opportunity Cost vs Sunk Cost

Kita juga bisa mengambil sampel pada perbedaan antara opportunity cost dengan sunk cost atau biaya yang akan hangus. Misalnya anda membeli saham sebanyak 1.000 lembar di perusahaan A dengan nilai $10 per saham. Nilai tersebut juga mewakili sunk cost sebesar $10.000.

Nilai tersebut merupakan jumlah uang yang mesti anda bayar untuk investasi di perusahaan A. Anda bisa memperoleh kembali uang saham. Namun anda memerlukan likuidasi saham diatas harga pembelian.

Dari sisi akuntansi, sunk cost juga bisa merujuk pada pengeluaran awal untuk membeli alat-alat berat atau mesin produksi. Inventaris tersebut akan mengalami penurunan nilai seiring berjalannya waktu dan anda tidak bisa mendapatkan nilai yang hilang kembali tersebut secara utuh.

Biaya peluang akan menggambarkan pengembalian yang didapatkan seseorang jika ia menginvestasikan uangnya di sektor lain. Jadi, jika anda memiliki 1.000 saham di perusahaan A dan akhirnya dijual seharga $12 per saham, maka anda akan menghasilkan laba sebesar $2.000 selama periode tersebut.

Sedangkan perusahaan B naik nilainya dari $10 per saham menjadi $15 per saham. Maka investasi di perusahaan A akan mendapatkan hasil $2.000. Sedangkan di perusahaan B menghasilkan $5.000. Perbedaan nilai $3.000 inilah yang merupakan biaya peluang untuk memilih antara perusahaan A atau B.

Maka sebagai investor yang telah menanamkan modal, kemungkinan anda akan menemukan investasi lain yang lebih menjanjikan dimana pengembaliannya lebih besar. Anda bisa menjual dan menanam modal dalam investasi yang lebih menjanjikan.

Menghitung Opportunity Cost

Untuk menghitung opportunity cost, anda hanya perlu memperhatikan perbedaan antara pengembalian yang diharapkan dari tiap opsi. Misalkan anda memiliki opsi A untuk investasi di pasar saham dengan harapan bisa menghasilkan pengembalian modal.

Sementara opsi B adalah menginvestasikan kembali uang ke bisnis. Harapan investasi tersebut untuk mendapatkan peralatan yang lebih baru agar efisiensi produksi meningkat. Tujuan akhir investasi B adalah biaya operasional lebih rendah dan margin keuntungan lebih tinggi.

Karena opportunity cost merupakan perhitungan ke depan, maka tingkat pengembalian aktual untuk kedua opsi tidak diketahui. Asumsikan perusahaan meninggalkan peralatan baru serta berinvestasi di pasar saham sebagai gantinya.

Maka jika sekuritas yang dipilih menurun nilainya, perusahaan akan kehilangan uang dibandingkan menikmati pengembalian 12% yang diharapkan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu opportunity cost dan definisi opportunity cost, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Ekuitas? Definisi Ekuitas
Definisi Reksadana Terproteksi
Apa itu Dana Hibah? Definisi Dana Hibah
Apa Itu Underwriting? Definisi Underwriting
Definisi Cost Plus Pricing (Strategi Penetapan Harga Biaya Plus)
Apa itu Paper Millionaire? Definisi Paper Millionare?
Apa itu Komoditas? Definisi Komoditas
Apa itu Pergadaian? Definisi Pergadaian
Apa itu Remunerasi? Definisi Remunerasi
Apa itu Beta Coeffecient? Definisi Beta Coefficient


Bagikan Ke Teman Anda