Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Paylater?

Buat yang sering belanja online pasti sudah tak asing lagi dengan istilah paylater. Ini adalah istilah yang diambil dari bahasa Inggris. Sebenarnya istilah lengkapnya adalah “Buy Now, Pay Later” yang biasa disingkat dengan BNPL. Ini adalah salah satu layanan kredit jangka pendek yang belakangan makin populer di kalangan para penggemar belanja online.

Lalu apakah fitur paylater ini benar-benar menguntungkan? Bagaimana cara menggunakan layanan ini? Yuk cari tahu info lengkap tentang paylater di sini.

Memahami Apa Itu Paylater

Paylater adalah layanan pembiayaan jangka pendek di mana konsumen bisa membeli produk tertentu dan membayarnya belakangan pada tanggal yang telah ditentukan. Tentu saja ada bunganya. Jumlah bunga biasanya tergantung dari tenor yang dipilih. Kalau pilih tenor pendek, bunganya rendah. Sebaliknya kalau pilih tenor panjang, maka bunganya lebih tinggi.

Sejarah Paylater

Konsep paylater sebenarnya sudah dikembangkan sejak abad ke-19. Di mana pembeli dianggap seperti menyewa barang, karena belum sepenuhnya dibayar lunas. Kemudian ketika teknologi sudah mulai berkembang dan tercipta produk elektronik rumah tangga seperti mesin cuci, kompor, dan lain-lain, cara pembelian ini makin populer.

Sistem paylater pun dikenal untuk membeli “white goods”, dinamakan demikian karena dulu alat elektronik di atas kebanyakan berwarna putih. Jadi paylater dilakukan langsung di toko yang bersangkutan, tidak seperti sekarang.

Baru di masa kini di mana toko online sangat berkembang, maka bermunculan perusahaan fintech yang menawarkan layanan paylater. Biasanya besarnya pembelian tergantung dari skor kredit tiap konsumen. Bagi konsumen yang terbukti selalu tepat waktu, limit belanjanya akan dinaikkan. Sebaliknya bagi konsumen yang sering telat, limitnya rendah dan akan dikenakan penalti.

Cara Kerja Paylater

Sebenarnya cara kerja paylater bisa berbeda-beda, tergantung dari layanan pembiayaan yang dipilih. Perbedaan bisa dilihat dari tenor yang tersedia. Ada perusahaan yang hanya menyediakan tenor hingga 6 bulan saja, sementara ada juga yang tenor paling panjangnya mencapai 12 bulan.

Selain itu, perbedaan bisa juga terletak pada adanya uang muka atau tidak. Di Indonesia, layanan paylater yang populer adalah yang tanpa uang muka. Jadi saat membeli barang di awal, konsumen benar-benar tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali.

Kira-kira demikian cara menggunakan fitur paylater:

  • Konsumen melakukan pembelian di sebuah aplikasi toko online
  • Masuk ke metode pembayaran, konsumen pilih paylater
  • Pilih tenor yang tersedia, misalnya 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. Biasanya di aplikasi tersebut sudah dijelaskan berapa jumlah cicilan per bulannya. Jadi konsumen lebih mudah melakukan perhitungan
  • Di layanan yang mengharuskan ada uang muka, maka konsumen harus membayar uang muka, misalnya sebesar 10% – 25%. Tapi untuk layanan yang tidak pakai uang muka, maka langkah ini tidak ada
  • Pembayaran selesai, konsumen tinggal menyelesaikan cicilan per bulan selama tenor yang telah dipilih sebelumnya sesuai tanggal jatuh tempo
  • Jika konsumen tidak melakukan pembayaran hingga lewat tanggal jatuh tempo, biasanya akan dikenakan denda.

Apakah Kredit dengan Paylater Sama Saja dengan Kartu Kredit?

Secara sekilas, paylater sepertinya sama saja dengan kartu kredit. Tapi sebenarnya keduanya berbeda. Paylater lebih simpel, karena konsumen bisa menggunakan layanan ini tanpa perlu repot mengajuka kartu kredit ke bank. Ada banyak syarat dalam pengajuan kartu kredit yang belum tentu bisa dipenuhi oleh semua orang. Layanan paylater jauh lebih simpel.

Perbedaan lain antara keduanya adalah dari limit belanja. Kalau belanja dengan kartu kredit tentunya tergantung dari limit kartu milik tiap pemegangnya. Misalnya limit kartu hanya Rp 10 juta, maka tidak bisa mencicil barang seharga Rp 11 juta. Sementara paylater batasnya akan bertambah sesuai dengan skor kredit konsumen. Walaupun ada batasnya juga, biasanya maksimal sampai Rp 20 juta.

Untuk fleksibilitas, jelas kartu kredit lebih fleksibel. Pada umumnya, kartu kredit bisa digunakan untuk berbagai macam pembayaran. Dari belanja yang sifatnya konsumtif, sampai biaya rumah sakit, bengkel, dan lain sebagainya. Sementara paylater hanya bisa digunakan untuk belanja di toko online.

Meski penggunaannya terbatas, tapi adanya fitur paylater sangat membantu konsumen. Untuk pembelian produk yang jumlahnya kecil dan tidak terlalu besar biayanya, paylater bisa sangat membantu. Sejak tahun 2020, metode pembayaran ini semakin populer seiring dengan makin meningkatnya belanja online.

Keuntungan Paylater

Ini dia beberapa keuntungan yang bisa didapat dari belanja dengan sistem paylater:

  1. Tak Ada Pengecekan yang Rumit

Pada umumnya, aplikasi belanja online tidak akan melakukan pengecekan dengan cara yang rumit. Biasanya bagi pemula, limit belanjanya sangat rendah. Nantinya setelah terbukti pembayarannya lancar dan tidak pernah telat, maka limit belanja akan naik pelan-pelan.

Dengan cara ini, pihak toko online tak perlu melakukan pengecekan yang rumit. Limit belanja yang dimiliki konsumen tergantung dari mereka sendiri. Karena itu, cara ini dianggap jauh lebih simpel bagi konsumen.

  1. Nyaman dan Cepat

Kenyamanan sistem bayar paylater ini memang tak diragukan lagi. Apalagi sekarang banyak toko online yang sudah punya layanan paylater sendiri. Jadi kita tidak perlu lagi terhubung dengan aplikasi lain. Tinggal klik-klik, sesuaikan tenor dan cicilan sesuai kemampuan, selesai sudah.

Kekurangan Paylater

Meski tampaknya super nyaman, tapi paylater juga punya beberapa kekurangan. Di antaranya adalah:

  1. Ada Denda Telat

Sejak awal biasanya sudah dijelaskan dengan jelas soal jumlah cicilan dan tanggal pembayaran yang harus ditepati. Kalau sampai telat, dendanya cukup besar. Tapi ini sebenarnya wajar. Konsumen sudah diberi kemudahan, tinggal dipenuhi saja.

  1. Limit Terbatas

Beda dengan kartu kredit yang limitnya bisa hingga puluhan bahkan ratusan juta, limit paylater biasanya tidak terlalu tinggi. Jadi produk yang bisa dibeli dengan layanan ini pun terbatas.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu paylater, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Traveloka PayLater (Pinjaman dari Traveloka)?
Apa Itu Culture of Innovation?
Apa Itu Jurnal Khusus?
Mengenal Minyak Canola Dan Manfaatnya Untuk Kesehatan
Asal Usul Lele Dumbo
Asal Usul Ikan Mujair Di Indonesia
Apa itu Struktur Biaya (Cost Structure)?
Pengertian Pelaku Ekonomi
Apa itu Inquiry Letter?
Dampak Kemiskinan terhadap Kehidupan Masyarakat


Bagikan Ke Teman Anda