Apa Itu Rasio Elekrifikasi : Pengertian dan Data

Tahukah Anda tentang rasio elekrifikasi? Beberapa orang mungkin masih asing dengan istilah rasio yang satu ini. Dan pada pembahasan kali ini kami akan membahas dengan detail apa itu rasio elekrifikasi lengkap dengan pengertian serta data-data yang telah dikumpulkan dari sumber-sumber terpercaya.
Apa Itu Rasio Elekrifikasi
Apa itu rasio elekrifikasi? Rasio elektrifikasi merupakan perbandingan jumlah pelanggan rumah tangga, baik itu yang berlistrik dari sumber PLN ataupun yang berlistrik dari non PLN dengan jumlah rumah tangga total. Listrik PLN ini adalah rumah tangga yang menggunakan sumber listrik dari PLN sebagai penerangan untuk masyarakat. Listrik non PLN adalah sumber listrik yang berasal dari instansi atau pihak lain yang dikelola oleh badan usaha, koperasi, csr, pemda, ataupun swadaya masyarakat sebagai sumber penerangan.
Interpretasi
Untuk mengetahui jumlah rumah tangga yang belum dan telah memiliki akses listrik, hal itu digunakan sebagai indikator dari kesejahteraan masyarakat.
Rumus
Rasio Elektrifikasi = Jumlah rumah tangga berlistrik / jumlah rumah tangga total
Keterangan:
-
- RE adalah Rasio elektrifikasi
- RTPLN yaitu Jumlah pelanggan rumah tangga yang dialiri listrik bersumber dari PLN
- RTNonPLN yaitu Jumlah pelanggan rumah tangga yang dialiri dari listrik berasal dari non PLN
- RT adalah Jumlah rumah tangga
Konsep
Rasio elektrifikasi
Ukuran
Rasio
Klasifikasi
Wilayah administrasi: provinsi, kabupaten kota, nasional, daerah tempat tinggal baik itu pedesaan dan perkotaan.
Level Estimasi
Propinsi
PLN Mencatat Rasio Elektrifikasi yang Mencapai 99,30%
PT PLN (Persero) mencatat hingga Maret 2021 rasio elekrifikasi yang mencapai 99,30%. Realisasi itu naik dari yang sebelumnya posisi rasio pada Desember 2020 mencapai 99,20%. Rasio elektrifikasi ini adalah perbandingan jumlah rumah tangga yang teraliri listrik sebagai sumber penerangan dengan jumlah total rumah tangga.
Seperti yang di kutip dari Kompas.com, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI pada Selasa, 25 Mei 2021 mengatakan “Rasio elektrifikasi semakin meningkat, hingga pada Maret 2021 sudah mencapai 99,3 %.”
Diketahui dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, terdapat 30 provinsi di Indonesia sudah memiliki rasio elektrifikasi lebih dari 95%. Lalu tiga provinsi lainnya adalah dengan rasio elektrifikasi di bawah 95%. Dan satu provinsi adalah dengan memiliki rasio elektrifikasi mencapai 100%. tiga provinsi yang rasio elektrifikasi cukup rendah diantaranya adalah Papua 94,55%, Nusa tenggara timur 88,19% dan Maluku yaitu 92,03%.
Sementara itu, Bali adalah provinsi satu-satunya yang memiliki rasio elektrifikasi sebesar 100%. Zulkifli mengatakan bahwa rasio desa berlistrik, sampai dengan Maret 2021 sudah mencapai 99,59 % atau mencapai 82.630 desa di seluruh Indonesia. Jumlah desa yang sudah teraliri listrik jauh lebih bertambah dibandingkan di tahun 2020 yang hanya 82.569 desa.
Untuk diketahui, desa berlistrik ini merupakan desa yang dialiri listrik dari PLN maupun non PLN. Bisa dilihat dari per provinsi, maka dari total 34 provinsi di Indonesia, 32 provinsi diantaranya sudah teraliri listrik hingga 100%. Sementara desa berlistrik di wilayah papua barat dan papua baru mencapai 96,19 %.
Zulkifli selanjutnya mengatakan bahwa bahwa PLN akan terus berupaya maksimal untuk mencapai rasio elektrifikasi 100 %, terutama di daerah yang tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) dan akses untuk mencapai ke tempat itu masih sulit.
Diketahui belum ada yang memiliki rasio elektrifikasi mencapai 100% selain Bali, misalnya Bangka Belitung dan Banten keduanya ini hampir mencapai memenuhi rasio elektrifikasi.
Jumlah rumah tangga di Indonesia pada tahun 2016 saja adalah 66.489.409. Rumah tangga berlistrik seluruhnya adalah sebanyak 60.612.009. dan hal itu berarti, di Indonesia ada sekitar 5,8 juta rumah tangga yang belum memiliki akses listrik.
Tiga provinsi terbawah dalam rasio elektrifikasi adalah papua barat, NTT (Nusa tenggara timur), dan Kalimantan tengah. ketiganya ini disebut belum mencapai 50%. Dan sebanyak 389.000 rumah tangga di wilayah papua barat belum teraliri listrik.
Artikel Terkait
- Apa Guna PER (Price Earning Ratio)?
- Rumus Menghitung BEP (Break Even Point)
- Rumus Inventory Turnover
- Apa Itu Contribution Margin: Pengertian dan Cara Menghitungnya
Demikianlah artikel tentang apa itu rasio elekrifikasi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.










