Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Bagaimana Cara agar Sukses dalam Politik Kantor (Office Politics)?

Office politics, atau politik dalam tempat kerja, masih menjadi hal yang tabu dibicarakan bagi sebagian orang. Dalam skala sederhana, office politics merupakan perbedaan orang-orang yang berada dalam organisasi atau tempat kerja. Perbedaan tersebut bisa berupa perbedaan opini, bahkan konflik kepentingan kerap kali dianggap sebagai office politics.

Apa yang dapat ditarik dari kalimat terakhir di paragraf atas? Bahwa hal-hal yang berkaitan dengan office politics akan selalu berujung pada hubungan antarmanusia dan bagaimana mereka berkomunikasi. Istilah office politics sendiri sudah memiliki konotasi negatif karenanya, sehingga mereka yang dapat “memainkan” hal tersebut dengan baik adalah mereka yang kerap mendapatkan reward, dan orang-orang tersebut tidak selalu merupakan pekerja yang paling berprestasi.

Sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan dalam office politics ini, namun tidak ada pula cara yang mudah tentang bagaimana cara agar sukses menghadapi office politics.Karenanya dalam tulisan ini kami akan mencoba paparkan beberapa cara tentang bagaimana agar sukses dalam office politics.

Hindari aktivitas yang tidak bertujuan

Melakukan hal-hal yang tidak ada gunanya akan membuat Anda nampak tidak punya kerjaan di mata orang lain. Saat di tempat kerja, selalu lakukan hal-hal yang memiki tujuan, atau setidaknya nampak memiliki tujuan.

Anda bisa duduk di depan komputer dan membaca sesuatu, lebih baik lagi bila Anda memang sedang memelajari sesuatu yang memang dapat meningkatkan personal skills atau personal value Anda. Anda tidak akan ditegur atau dipecat bila menghabiskan waktu untuk membaca sesuatu, justru Anda dapat menghindari masalah yang mungkin timbul karena menghabiskan waktu dengan melakukan hal-hal yang tidak berguna (seperti membuka Facebook atau menonton video dari Youtube di waktu senggang Anda).

Lingkungan informal adalah hal yang maya

Jujur saja, Anda mungkin akan merasa tidak nyaman bila harus berada di dalam satu tempat/rumah/retreat camp dengan seluruh rekan kerja Anda—yang notebene merupakan orang asing dalam hidup Anda. Namun mau tidak mau, pada suatu waktu, Anda harus menghadapi hal-hal semacam itu.

Kebanyakan organisasi tidak memedulikan faktor ketidaknyamanan tersebut dan menganggap karyawannya dapat bersikap rileks di luar lingkungan kerja dengan satu sama lain. Budaya atau lingkungan yang informal ini tentu bermanfaat bagi pihak manajemen, tapi tidak untuk karyawan. Sehingga jangan pernah lengah, selalu waspada untuk tetap menjaga sikap bila sedang berada dalam teritori ini. Bila Anda terdengar mengeluhkan sesuatu tentang pekerjaan pada rekan kerja dalam konteks lingkungan informal tadi, Anda masih akan mendapat konsekuensi karenanya.

Jangan acuhkan gosip

Anda memang perlu waspada dan membuka mata serta telinga lebar-lebar tentang segala sesuatu yang terjadi dalam kantor, namun jangan terlibat secara langsung di dalamnya. Anda harus bersikap seolah berada di atas segala gosip tersebut. Jangan terlibat dalam sesi bergosip yang dilakukan oleh rekan Anda, kecuali Anda mendangarnya langsung dari sumber berita. Anda pasti memiliki hal yang lebih baik untuk dilakukan ketimbang mendengarkan gosip yang sudah tersebar dan diceritakan berulang-ulang oleh orang-orang dalam kantor Anda..

Miliki arah

Selalu miliki arah dan tujuan. Targetlah sesuatu yang lebih baik tapi jangan terpaku hanya pada satu posisi. Bila tujuan Anda adalah untuk mengambil alih posisi atasan Anda, maka Anda akan berkompetisi dengannya dan kecil kemungkinan Anda akan menang.

Selalu awas akan kesempatan yang ada, baik itu untuk posisi yang mengarah vertikal atau horizontal. Bila Anda menemukan posisi di mana tidak ada saingannya, ikuti arah posisi tersebut. Dedikasikan beberapa jam per hari dalam hidup Anda untuk melatih diri agar tujuan/posisi tersebut dapat Anda capai. Anda bisa memelajari hal baru seperti networking, dsb. Namun jangan lakukan hal ini secara mencolok atau seolah mengancam posisi orang lain.

Jangan keliru menilai antusiasme sebagai dukungan

Terkadang orang akan buru-buru menunjukkan antusiasmenya terhadap ide atau hal-hal yang justru dapat memberi refleksi buruk pada diri Anda. Misal ketika Anda protes pada atasan dalam sebuah rapat tentang beratnya beban kerja dan jam lembur yang diharuskan oleh kantor, rekan-rekan Anda mungkin akan menepuk pundak dan menyelamati Anda karena telah berani menyuarakan keluhan tersebut. Mereka “menyukai” Anda karena Anda sedang memerjuangkan hak mereka, tapi belum tentu mereka akan mendukung Anda dalam perjuangan tersebut.

Beberapa orang akan lebih memilih bermain aman dalam sebuah organisasi dengan sistem yang telah bertahan lama. Sehingga ada baiknya untuk tidak menaruh diri Anda di tempat yang tidak terdapat dukungan dari sesama rekan kerja; misalnya, orang-orang yang mau mengambil risiko berhubungan dengan karirnya untuk membela Anda, atau mereka yang mau mengikuti Anda bila harus keluar dan pindah ke perusahaan lain.

Intimidasi

Sesekali jadilah sosok yang mengintimidasi orang lain. Anda pasti tidak ingin nampak lemah di hadapan orang lain, namun jangan pula mencoba terlalu keras untuk menjadi sosok yang mengintimidasi karena orang lain pasti dapat mengendus kepura-puraan Anda. Hal tersebut tentu dapat memberikan efek kebalikan dari tujuan awal.

Misalnya bila Anda bekerja di lingkungan yang cenderung informal di mana karyawannya cenderung menggunakan pakaian semiformal atau bahkan kasual (i.e. kemeja, kaus berkerah), cobalah untuk menggunakan dasi atau bahkan jas sebagai pakaian sehari-hari Anda di kantor. Perubahan kecil seperti ini pasti akan membuat cara orang lain memandang Anda turut berubah.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara agar sukses dalam politik kantor (office politics), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Kata-Kata Bijak Tentang Masa Depan
Cara Membiasakan Hidup Sederhana
Mengenal Pandemic Fatigue, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Apa Itu Buyback Dalam Saham?
Pengusaha vs Karyawan, Mana Yang Lebih Menjanjikan Masa Depan?
Contoh Depresiasi dan Rumus Perhitungannya
Contoh Nyata Penawaran Inelastis Sempurna
Contoh Surat Undangan Setengah Resmi
Contoh Laporan Keuangan untuk Semua Usaha, Kafe, Restoran dan Lainnya
Contoh Tugas Bank Umum yang Perlu Diketahui


Bagikan Ke Teman Anda