Ketahui Keuntungan dan Kerugian Tarik Tunai
Seperti kita ketahui, penggunaan kartu kredit secara membabi buta dapat menyebabkan tagihan kartu kredit Anda semakin hari semakin membengkak. Belum lagi godaan berbelanja, godaan discount menarik, hingga permasalahan financial yang memaksa Anda menggunakan kartu kredit. Kenapa kartu kredit dapat dijadikan solusi untuk mengatasi permasalahan financial? Memang sejatinya kartu kredit adalah alat pembayaran, namun sering kali disalah artikan sebagai hartu hutang dan menggunakan kartu kredit untuk tarik tunai di ATM (Anjungan Tunai mandiri).
Mindset tersebut sudah jelas menyalahi aturan secara fungsi kartu kredit itu sendiri. Bunga yang dikeluarkan bank penerbit sudah jelas berlipat lipat, bunga tersebut terdiri dari bunga tarik tunai dan biaya tarik tunai yang rata rata bunga nya sebesar 4% atau Rp 50.000, biasanya bank akan menentukan mana yang lebih besar. Jika Anda memang terpaksa menggunakan kartu kredit untuk tarik tunai, perhatikan keuntungan dan kerugian yang dapat Anda peroleh seperti yang akan Kita bahas dalam artikel kali ini. Langsung saja, berikut ini adalah ulasannya :
Keuntungan Tarik Tunai
- Tarik tunai pada saat keadaan darurat adalah hal yang tak bisa dipungkiri. Keadaan darurat disini yang dimaksud semisal, anggota keluarga Anda ada yang mengalami musibah dan membutuhkan cash untuk pembiayaan. Namun kembali lagi, untuk saat ini rumah sakit pun telah menyediakan fasilitas swipe kartu kredit maupun debit, sehingga dapat meminimalisir tarik tunai dari kartu kredit Anda. Namun lain halnya jika musibah yang dialami tersebut berada di daerah terpencil yang rumah sakitnya tidak menyediakan EDC sebagai sarana pembayaran. Lebih parahnya lagi jika tak memiliki asuransi, maka tarik tunai menggunakan kartu kredit dapat menjadi salah satu solusi mengatasi masalah tersebut.
- Case selanjutnya adalah ketika Anda membutuhkan dana untuk keperluan bisnis. Perhitungan untung rugi tentu saja bisa jadi alasan anda memilih tarik tunai menggunakan kartu kredit. Yang harus menjadi perhitungan adalah selisih antara bunga tarik tunai dan biaya tarik tunai dibanding untung yang Anda dapatkan.
Berikut ini adalah contoh simulasi perhitungan bisnis menggunakan tarik tunai kartu kredit :
Andi memiliki sebuah toko elektronik, diakhir bulan yang sepi pemasukan, tiba-tiba ada seorang bapak ingin membeli televisi, namun karena Andi tidak memiliki stock dirinya harus mengorder terlebih dahulu ke supplier. Harga televisi yang dikeluarkan supplier adalah Rp 3 juta, dengan penjualan tersebut Andi dapat meraup untung sebesar Rp 500 ribu.
Namun Andi tidak memiliki uang tunai untuk membeli barang di supplier, maka Andi pun memutuskan untuk tarik tunai menggunakan kartu kredit sebesar Rp 3 juta dan dikenakan biaya tarik tunai sebesar Rp 120.000, jika Andi langsung membayar tagihan tersebut tentu saja Andi tak mendapatkan bunga kartu kredit sebesar 2,95%. Berdasarkan simulasi tersebut, Andi masih mendapatkan keuntungan sebesar Rp 380.000, hal tersebut dihitung dari:
(Rp 3.000.000 + Rp 500.000) – (Rp 3.000.000 + Rp 120.000) = Rp 380.000
Cukup menguntungkan bukan?
Kerugian Tarik Tunai
Kerugian dari tarik tunai menggunakan kartu kredit tentu saja cukup banyak. Pertama yang harus menjadi perhatian adalah besaran bunga dan biaya yang dikenakan oleh bank penerbit kartu kredit. Seperti telah disampaikan sebelumnya, rata rata bank penerbit kartu kredit mengeluarkan bunga tarik tunai dan biaya tarik tunai sebesar 4% atau Rp 50.000, mana yang lebih besar itulah yang akan menjadi acuan. Belum lagi ditambah bunga kartu kredit sebesar maksimal 2,95% dari total tagihan (dalam case ini setiap bank penerbit mengeluarkan besaran bunga berbeda beda, namun menurut peraturan Bank Indonesia, bunga kartu kredit paling besar adalah 2,95%). Bunga sebesar 2,95% tersebut akan terus berkembang jika tidak segera Anda lunasi total tagihannya.
Simulasi Perhitungan Bunga :
Jika dibuat simulasi, berikut ini adalah perhitungan bunga tarik tunai menggunakan kartu kredit secara global (asumsi dasar bunga kredit terbesar):
Misal, Anda mempunya kartu kredit Mandiri dan melakukan tarik tunai menggunakan kartu kredit Anda sebesar Rp 1.500.000. Maka tagihan selanjutnya adalah Rp 1.560.000, jika anda melunasi tagihan Rp 1.560.000 sebelum keluar billing tagihan Anda bulan berikutnya, maka aman bagi Anda karena tidak dikenakan bunga kartu kredit sebesar 2,95%.
Namun jika Anda membiarkan hingga billing tagihan Anda bulan berikutnya keluar, berikut adalah simulasinya :
Rp 1.500.000 + 60 ribu + 2,95% dari Rp 1.500.000 = Rp 1.604.250
Rp 1.310.000 + (2,95% x 1.310.000) = Rp 1.348.645
Bagaimana? Masih berfikir untuk tarik tunai menggunakan kartu kredit diluar keadaan darurat? Sepertinya Anda harus berfikir berulang kali. Bunga yang semakin membesar tentu saja akan mempengaruhi tagihan kartu kredit Anda di bulan bulan berikutnya.
Demikianlah ulasan mengenai keuntungan dan kerugian melakukan tarik tunai menggunakan kartu kredit. Selalu pikirkan jangka panjang sebelum melangkah dan selalu hindari gaya hidup konsumtif denga begitu pengeluaran Anda dapat lebih terkontrol dengan baik.
Artikel Terkait
- Kapan Melakukan Tarik Tunai Kartu Kredit?
- Dampak Negatif Penggunaan Kartu Kredit Berlebihan
- Bijak dalam Menggunakan Kartu Kredit
- Tiga Keuntungan Memiliki Kartu Kredit Lebih Dari Satu
Demikianlah artikel tentang keuntungan dan kerugian tarik tunai, semoga bermanfaat bagi anda semua.










