Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengapa Apartemen Mahal?

Dibandingkan dengan jenis hunian lainya, apartemen memiliki harga yang lebih mahal. Untuk memiliki apartemen tipe studio saja yang luasnya paling-paling hanya 18-20 meter persegi, setidaknya kamu perlu mengeluarkan uang 400 jutaan. Padahal itu bukan apartemen mewah dengan lokasi super strategis seperti di SCBD atau CBD.

Bayangkan kalau kamu ingin punya apartemen mewah berlokasi strategis yang harganya bisa menyentuh 150 jutaan permeter persegi. Maka siap-siap merogok kocek miliaran rupiah.

Mengapa Apartemen Mahal?

Yang menarik sekaligus membuat kita perlu bertanya adalah apa yang membuat harga apartemen itu mahal? Inilah yang akan kita jawab dalam tulisan kali ini.

  1. Harga Apartemen Ditentukan dari Ukuran Unit

Alasan ini cukup jelas jika menyangkut harga. Setiap unit dibandrol dengan harga berbeda tergantung pada ukurannya. Hampir tidak ada unit dalam satu gedung berukuran sama, pasti memiliki ukuran berbeda disesuaikan dengan kebutuhan konsumen saat ini. Setiap hunian memiliki tipe dan jenis yang beragam.

Dalam satu gedung apartemen biasanya terdapat beberapa tipe hunian, satu kamar tidur dengan satu kamar mandi (1BR), dua kamar tidur (2BR) atau dengan banyak kamar lengkap dengan dapur dan kamar mandi.

Ada juga tipe studio yang lebih sering digunakan oleh mahasiswa, yaitu ruangan terbuka dengan satu kamar tidur. Masing-masing punya harga yang berbeda. Semakin luas, tentu semakin mahal harga permeternya.

  1. Lokasi yang Strategis

Lokasi apartemen juga menjadi penentu harga, biasanya lantai atas dibandrol dengan harga yang lebih mahal. Hal ini karena view yang dilihat lebih bagus dan nyaman. Penghuni menjadi lebih betah tinggal dan beraktivitas di rumah. Selain itu, untuk naik turun gedung memberikan fasilitas lift.

Sebagian besar apartemen dibangun di pusat kota, dimana akses menuju fasilitas umum lebih mudah dijangkau. Harga hunian akan lebih mahal jika berdekatan dengan sarana transportasi seperti jalan tol, bandara, terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, dan lainnya. Dalam hal ini, harga sebanding dengan kenyamanan yang didapat.

  1. Fasilitas yang Ditawarkan oleh Setiap Apartemen

Saat ini, hunian lengkap dengan fasilitas yang dibutuhkan lebih banyak diminati. Misalnya, apartemen sudut dibandrol dengan harga mahal karena lebih banyak jendela dan area terbuka. Selain itu, balkon dan pemandangan yang sajikan termasuk dalam fasilitas hunian.

Fasilitas lainnya termasuk perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti  mesin cuci, peralatan memasak, atau alat kebersihan lainnya. Sementara yang lebih mewah menyediakan spot untuk olahraga, misalnya taman untuk lari, tempat gym, kolam renang, dan masih banyak lagi.

  1. Beberapa Apartemen Menyertakan Utilitas

Pengembang menawarkan hunian pada calon konsumen dengan marketing yang berbeda. Tidak jarang ditemukan apartemen dengan tawaran biaya utilitas bersifat flat, yaitu untuk keperluan listrik, pemanas, dan air. Jadi, harga hunian mahal tergantung dari penggunaannya.

Misalnya, biaya tambahan dari utilitas bisa lebih besar dilihat dari penggunaan listrik setiap harinya. Penghuni bisa menghemat pengeluaran dengan mengontrol keperluan air, listrik, maupun pemanas. Tapi, jika memang membutuhkan untuk keperluan kerja harga mahal tersebut dapat dikatakan sebanding.

  1. Kondisi Lingkungan di Sekitar Apartemen

Satu lagi yang banyak diperhitungkan oleh pasangan muda dalam mencari hunian baru. Kondisi lingkungan sekitar, baik dari fisik maupun sosial. Hal ini memberikan pengaruh terhadap nilai jual suatu apartemen. Oleh karena itu, kondisi lingkungan sekitar dapat mempengaruhi harga.

Sebagian besar hunian vertikal di Jakarta berdiri di lingkungan yang rawan bencana, terutama banjir. Di kota besar, bencana ini hampir setiap tahun melanda dan tentu mengganggu aktivitas. Hunian yang jauh dari Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi, Tempat Pembuangan Akhir, dan aman dari bencana pasti harganya jauh lebih mahal.

  1. Bahan Bangunan yang Digunakan

Selain hal-hal yang sifatnya eksternal seperti beberapa poin yang disebutkan di atas, faktor eksternal seperti bahan bangunan juga menjadi penentu harga apartemen. Hunian vertikal mewah dan mahal tentu menggunakan material kualitas nomor satu, lebih tahan lama, dan tidak mudah rusak.

Seperti contohnya, apartemen menawarkan dinding dan kaca peredam suara ditawarkan dengan harga lebih mahal. Meskipun demikian, banyak konsumen yang tertarik menempati hunian tersebut. Hal ini karena lingkungan perkotaan bising oleh kendaraan berlalu lalang. Sedangkan penghuni membutuhkan tempat tinggal nyaman.

  1. Reputasi Pengembang Apartemen

Tidak dapat dipungkiri bahwa reputasi pengembang menentukan harga suatu hunian. Apabila apartemen dibangun oleh developer profesional dan lebih lama bergelut dalam bidang tersebut, pasti gedung tersebut ditawarkan dengan harga mahal. Bandingkan dengan developer baru yang baru memasuki pasar.

  1. Pengurusan Izin Lokasi dan Pembebasan Lahan

Penerbitan izin lokasi menjadi otoritas Gubernur, peraturan ini berlaku di Jakarta. Pengembang harus mengantongi Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lahan (SP3L). Mengurus perizinan ini sangat ketat, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Setelah mendapatkan izin, penanggung jawab akan dibebani dengan berbagai tanggung jawab.

Umumnya izin lokasi hanya berlaku 6 tahun, biasanya urusan belum terselesaikan sampai mendekati batas waktu masa berlaku. Hal ini mengharuskan adanya pengeluaran biaya untuk tambahan pembebasan lahan. Belum lagi, NJOP yang berpotensi naik pada kurun waktu saat itu.

  1. Kewajiban IPPR Lumayan Memberatkan

Setelah proses pembebasan lahan mencapai 75% atau lebih, pengembang yang sudah mengantongi SP3L dapat memperoleh Izin Prinsip Penataan Ruang (IPPR). Surat ini merupakan bukti sah sebagai pemilik lahan, artinya pemegang dapat dengan bebas menggunakan lahan sesuai keperluan.

Namun, adanya IPPR ini pengembang tidak dapat mengalihkan izin dengan alasan apapun. Seiring perjalanan dalam mendirikan hunian, pengembang juga berurusan dengan rencana kota setempat. Jika berbenturan dengan aturan tata ruang, lahan dapat berkurang secara signifikan untuk dioptimalkan.

  1. Harga Ditentukan oleh Pengelola

Harga hunian sendiri ditentukan oleh pengelola berdasarkan permintaan pasar. Harga mahal tidak selalu ditentukan oleh lantai unit tersebut berada. Misal, lantai atas tidak selalu lebih mahal, beberapa apartemen berada di tengah-tengah jauh lebih mahal. Jadi, harga apartemen sendiri dapat ditentukan oleh pengelola dengan menganalisa beberapa faktor.

Apartemen yang terletak di area perkantoran, dimana penghuninya didominasi oleh para pekerja. Biasanya lantai bawah lebih banyak dicari, hal ini karena penghuni tidak mau berlama-lama mengantre lift yang dapat menyebabkan terlambat sampai tempat kerja. Oleh karen itu, hunian ini lantai bawah akan ditawarkan dengan harga yang lebih mahal.

Jadi, sudah paham kan mengapa harga apartemen itu mahal. Soalnya sebanding dengan apa yang bakal didapatkan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang alasan mengapa apartemen mahal, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Mengapa Monitor Komputer Secara Umum Lebih Mahal Dari TV?
4 Penyebab Harga Buku Teks Kuliah Lebih Mahal
Mengapa Harga Obat Bermerek Lebih Mahal?
10 Tanaman Hias yang Dulunya Pernah Mahal, Sekarang Kembali Murah
10 Ikan Hias Mahal yang Kini Bisa Dibeli dengan Harga Murah
Mengapa Internet Bisnis Lebih Mahal daripada Internet Rumahan?
Barang Mahal yang Layak Dibeli
Kenapa Makan Sehat Itu Lebih Mahal?
Mengapa Berlian Mahal?
Untung Rugi Membeli Apartemen


Bagikan Ke Teman Anda