Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Pengaruh Infrastruktur, Tingkat Pendidikan, dan Kesehatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi menjadi standar ukuran dari kekuatan perekonomian suatu negara. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonominya, artinya negara memiliki perekonomian yang kuat. Demikian pula sebaliknya. Ekonomi yang kuat akan diikuti dengan peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan penduduk, serta berbagai perbaikan fasilitas umum dan sarana prasarananya.

Tingginya pertumbuhan ekonomi suatu negara mengindikasikan bahwa negara tersebut memiliki daya saing tinggi di kancah perdagangan internasional. Sebab, mampu memproduksi barang dan jasa dengan tingkat volume tinggi dan kualitasnya pun dapat memenuhi standar internasional. Artinya, negara tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat internasional dengan barang dan jasa produksinya.

Tingkat pertumbuhan ekonomi merepresentasikan pendapatan nasional yang mengacu pada Produk Domestik Bruto (PDB). Semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi mengindikasikan bahwa proses pertambahan output semakin cepat, sehingga prospek perkembangan wilayah negara semakin baik.

Memahami pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi dapat dipahami sebagai persentase dari peningkatan produksi barang dan jasa ekonomi dari satu periode waktu dengan periode waktu lainnya. Pertumbuhan ekonomi secara sederhana mengacu pada peningkatan produksi agregat dalam suatu perekonomian. Meski tidak selalu terjadi, namun sering kali perolehan agregat dalam produksi berkorelasi dengan peningkatan produktivitas marjinal rata-rata. Artinya, tingkat pendapatan masyarakat meningkat, sehingga mendorong mereka untuk membeli barang dan jasa lebih banyak guna mencapai kualitas atau standar hidup yang lebih tinggi.

Dalam ilmu ekonomi, pertumbuhan ekonomi merupakan fungsi dari modal fisik, sumber daya manusia, angkatan kerja, dan teknologi. Perpaduan dari berbagai fungsi tersebut mampu meningkatkan output ekonomi, apabila kuantitas dan kualitas penduduk usia kerja, peralatan yang dimiliki, serta keterampilan, modal, dan material juga mengalami peningkatan.

Pertumbuhan ekonomi dapat dicapai setidaknya dengan dua cara. Pertama, meningkatkan volume barang dan jasa dalam perekonomian. Penambahan modal dalam proses produksi dapat mendorong peningkatan produktivitas tenaga kerja. Apalagi jika didukung dengan peralatan produksi baru dan lebih baik teknologinya serta mudah dioperasikan, sehingga mempermudah tenaga kerja dalam menghasilkan output yang lebih banyak setiap periodenya. Sebagai contoh seorang nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan jala akan mendapatkan hasil lebih banyak, dibandingkan dengan nelayan yang menggunakan kail atau tongkat runcing.

Kedua, melakukan perbaikan teknologi. Pekerjaan yang dilakukan dengan bantuan peralatan berteknologi canggih tentu akan berbeda hasilnya jika dilakukan secara manual. Misalnya, dulu sebelum teknologi digital berkembang pesat seperti sekarang, pencatatan keuangan dilakukan secara manual. Namun kini, setelah teknologi berkembang di mana tersedia komputer dan aplikasi atau program akuntansi, pencatatan dan pelaporan keuangan dapat dikerjakan dengan lebih mudah, cepat, efektif, dan efisien.

Contoh lain adalah penemuan fungsi dari bahan bakar bensin. Sebelum ditemukan tenaga penghasil energi bensin, minyak bumi memiliki nilai ekonomi yang relatif rendah. Namun, lihatlah sekarang. Minyak bumi merupakan komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Tak heran jika negara-negara penghasil minyak bumi seperti Arab Saudi, Qatar, dan lainnya mengalami lonjakan pertumbuhan ekonomi yang fantastis dan menjadi negara kaya raya.

Peningkatan teknologi memungkinkan pekerja untuk menghasilkan output lebih banyak dengan stok barang modal yang sama melalui penerapan cara baru yang lebih produktif. Sama halnya dengan pertumbuhan modal, tingkat pertumbuhan teknis akan sangat tergantung pada tingkat tabungan dan investasi, di mana keduanya dibutuhkan untuk melakukan penelitian dan pengembangan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi di setiap negara tidak dapat diprediksi secara pasti. Laju pertumbuhannya tidak selalu positif dan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Ada kalanya pertumbuhan ekonomi mengalami stagnan, bahkan mundur atau menurun, di mana ekonomi bertumbuh secara negatif. Kondisi ini merupakan hal yang wajar, karena pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh banyak faktor.

  • Sumber daya manusia

Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sebab, kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang memadai secara langsung dapat mempengaruhi perekonomian suatu negara.

Kualitas sumber daya manusia mengacu pada keterampilan, kemampuan kreatif, pelatihan, dan pendidikan. Apabila suatu negara memiliki sumber daya manusia yang terampil dan terlatih, maka bisa dipastikan bahwa pembangunan manusia di negara tersebut berhasil, karena mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.

Sementara jika kuantitas sumber daya manusia terampil yang dimiliki suatu negara kurang memadai, maka dapat berisiko pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Kondisi ekonomi tidak akan membaik meskipun kuantitas sumber daya manusia mengalami surplus tanpa didukung keterampilan yang unggul. Sebab itu, agar pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat dicapai, sumber daya manusianya harus memadai secara kuantitas maupun keterampilan dan kemampuannya.

  • Sumber daya alam

Sumber daya alam dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara secara luas. Faktor ini mencakup segala sumber kekayaan alam baik darat, laut, maupun bawah tanah. Sumber daya alam yang berada di darat meliputi hutan atau tumbuhan, mata air, dan lanskap. Sumber daya laut tentu saja berupa ikan dan biota laut lainnya. Sementara sumber daya alam bawah tanah meliputi minyak, gas bumi, logam, non-logam, dan mineral.

Setiap negara tentu memiliki sumber daya alam yang berbeda. Sebab, sumber daya alam dipengaruhi oleh kondisi iklim dan lingkungan di masing-masing negara. Negara yang kaya akan sumber daya alam, umumnya memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik dibandingkan dengan negara yang sumber daya alamnya terbatas.

Sumber daya alam yang melimpah tidak menjamin perekonomiannya bertumbuh, apabila tidak didukung dengan teknologi, keterampilan sumber daya manusia, dan ketersediaan dana. Ketiga hal tersebut memungkinkan untuk pemanfaatan atau eksploitasi sumber daya alam secara efektif dan efisien, sehingga mendorong ekonomi berada pada jalur pertumbuhan.

Contoh terbaik dari pertumbuhan ekonomi yang dipengaruhi sumber daya alam adalah negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. Meskipun demikian, ada pula negara yang sumber daya alamnya terbatas, namun pendapatan per kapitanya tinggi, sehingga pertumbuhan ekonominya pun tinggi, misalnya Arab Saudi. Demikian pula dengan Jepang, meski sumber daya alamnya terbatas, namun negara ini memiliki teknologi canggih dan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

  • Sumber daya modal

Sumber daya modal mengacu pada tanah, bangunan, mesin, tenaga, transportasi, dan media komunikasi. Proses memproduksi dan memperoleh barang buatan manusia disebut dengan pembentukan modal. Proses ini meningkatkan ketersediaan modal per pekerja, yang selanjutnya meningkatkan rasio modal atau tenaga kerja. Konsekuensinya, produktivitas tenaga kerja mengalami peningkatan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan output dan pertumbuhan ekonomi.

  • Perkembangan teknologi

Teknologi mengacu pada penerapan metode ilmiah dan teknik produksi. Teknologi dapat diartikan sebagai perubahan sifat dan jenis instrumen teknis yang digunakan oleh sejumlah tenaga kerja.

Perkembangan teknologi bermanfaat dalam membantu meningkatkan produktivitas dengan jumlah sumber daya yang terbatas. Umumnya negara yang fokus pada perkembangan teknologi atau setidaknya mampu mengadopsi teknologi terkini, perekonomiannya berkembang lebih pesat dibandingkan dengan negara yang kurang fokus pada perkembangan teknologi. Namun harus pula dipahami bahwa perekonomian suatu negara dapat bertumbuh apabila teknologi yang dipilih tepat. Jika teknologi yang digunakan tidak tepat, maka risikonya adalah biaya produksi yang tinggi, sehingga menimbulkan pemborosan. Alih-alih meningkatkan produktivitas secara efektif dan efisien, justru mengalami kerugian karena biaya produksi yang tinggi.

  • Faktor sosial dan politik

Faktor sosial dan politik memainkan peran yang tak kalah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Faktor sosial mengacu pada adat istiadat, tradisi, nilai dan kepercayaan. Disadari atau tidak, elemen-elemen tersebut memiliki kontribusi yang tidak sedikit pada pertumbuhan ekonomi.

Sebagai contoh, masyarakat percaya akan hal-hal gaib dan tahayul, sehingga menolak untuk mengadopsi cara hidup modern. Kepercayaan yang demikian ini akan berakibat pada sulitnya pencapaian pertumbuhan ekonomi.

Sementara faktor politik mengacu pada partisipasi pemerintah dalam perumusan dan pelaksanaan berbagai kebijakan, sehingga memiliki andil yang besar pada pencapaian pertumbuhan ekonomi.

Pengaruh infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi

Pembangunan infrastruktur digadang-gadang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Benar saja, sebab infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Fasilitas transportasi dan sarana prasarana jalan dengan struktur yang baik memungkinkan proses pengangkutan orang, barang, dan jasa dari satu daerah ke daerah lain di seluruh penjuru dunia lebih mudah dilakukan. Tak hanya itu, infrastruktur juga memiliki peran sangat penting baik dalam proses produksi maupun menunjang distribusi komoditi ekonomi ke berbagai penjuru dunia.

Infrastruktur pada dasarnya tidak hanya berupa pembangunan jalan raya dan jalan tol saja, tetapi juga jembatan, jaringan listrik dan telekomunikasi, saluran irigasi dan air bersih, kanal, saluran air limbah, dan lain sebagainya. Berbagai elemen infrastruktur tersebut sangat penting dalam menunjang proses produksi dari berbagai sektor ekonomi, seperti pedagangan, industri dan pertanian. Ketersediaan infrastruktur yang memadai tentu akan mendorong peningkatan produktivitas dari faktor-faktor produksi.

Tak bisa dipungkiri bahwa infrastruktur sangat dibutuhkan untuk kepentingan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan struktur jalan yang memadai, mobilitas masyarakat tentu akan lebih mudah, termasuk dalam distribusi barang dan jasa ke berbagai daerah. Pembangunan infrastruktur dapat memudahkan akses ke berbagai wilayah, sehingga pemerataan pembangunan dapat tercapai, pembukaan jalur-jalur alternatif, pembukaan lapangan kerja baru, dan memudahkan akses ke tempat-tempat wisata.

Pengaruh tingkat pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi

Pendidikan merupakan proses pemberdayaan seseorang sebagai subjek sekaligus objek guna menciptakan kehidupan yang lebih baik. Bahkan pendidikan menjadi ukuran dan tolok ukur dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, kualitas pendidikan baik formal maupun non-formal harus terus ditingkatkan agar mampu menciptakan sumber daya manusia yang terampil, unggul, dan berdaya saing tinggi.

Pentingnya pendidikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi harus diwujudkan dengan penyediaan sarana prasarana pendukung yang memadai, seperti gedung sekolah, perpustakaan, termasuk kurikulum dan sistem pendidikannya.

Sumber daya manusia yang terdidik dan terlatih dengan baik tentu saja akan mampu mencapai tingkat produktivitas yang tinggi. Pendidikan yang baik akan dapat mengubah pola pikir dan cara pandang terhadap sesuatu yang lebih efektif dan efisien. Artinya, pekerja yang memiliki pendidikan tinggi cenderung lebih mampu menangkap dan menerjemahkan setiap instruksi dan perintah kerja yang diberikan, dibandingkan dengan pekerja yang tingkat pendidikannya rendah.

Tingkat pendidikan yang lebih baik, diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas tenaga kerja yang ada. Dengan demikian, tingkat pendidikan menjadi salah satu variabel yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih pesat dan berkesinambungan di masa mendatang.

Harus diakui bahwa pendidikan memiliki peranan yang sangat penting bagi suatu negara. Sebab, pendidikan merupakan salah satu sarana yang digunakan sebagai indikator untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan sumber daya manusia dalam upaya peningkatan produk nasional. Perlu digarisbawahi bahwa kualitas sumber daya manusia akan sangat tergantung pada kualitas pendidikannya.

Pengaruh kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi

Kesehatan merupakan hak semua warga negara. Setiap warga negara berhak mendapatkan fasilitas dan layanan kesehatan yang layak. Peningkatan kualitas kesehatan hingga menjadi lebih baik dapat diraih dengan menerapkan dua syarat utama.

Pertama, pasokan (supply side) harus benar-benar terpenuhi karena permintaan (demand side) semakin tinggi. Demand side mengacu pada permintaan masyarakat, sedangkan supply side mengacu pada penawaran atau penyediaan layanan kesehatan dari rumah sakit dan pemerintah. Di sini, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain seperti puskesmas dan klinik harus memastikan jumlah dokter dan tenaga medis lainnya tersedia, jumlah tempat tidur cukup, dan penyediaan obat-obatan yang diperlukan dalam jumlah yang cukup.

Kedua, pengadaan alat-alat kesehatan harus dilakukan secara efisien dan transparan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindakan curang, penyimpangan, dan penyalahgunaan dana sehingga mengarah pada korupsi. Pengadaan alat kesehatan secara transparan dapat meminimalisir peluang kecurangan bahkan mencegah terjadinya tindak korupsi.

Kesehatan mengacu pada angka harapan hidup dan gizi. Semakin baik tingkat kesehatan masyarakat, maka angka harapan hidupnya semakin tinggi. Demikian pula sebaliknya. Sebagai salah satu komponen modal sumber daya manusia dalam pertumbuhan ekonomi, kesehatan tentu saja memiliki peran yang sangat penting. Status derajat kesehatan turut menentukan tinggi rendahnya kualitas sumber daya manusia.

Sumber daya manusia yang sehat baik secara fisik maupun psikis dapat mendorong peningkatan produktivitas output ekonomi. Dengan fisik dan psikis yang sehat, maka tenaga kerja dapat mengelola stres dengan lebih baik, bahkan menghindarinya dengan mudah. Alhasil, proses produksi output ekonomi dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang pengaruh infrastruktur, tingkat pendidikan, dan kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Ini Dia Cara Praktis Belajar Ekonomi yang Mudah, Efektif dan Efisien!
Pengaruh Inflasi terhadap Bunga Bank
Mana Tabungan Pendidikan Terbaik? CIMB Niaga, Danamon, atau BNI?
Cara Menghitung Pertumbuhan Penduduk
Apa Itu Pertumbuhan Ekonomi?
Pengaruh Inflasi Terhadap Uang
Apa itu Fundamental Ekonomi?
Hal-hal yang Harus Dilakukan Ketika Krisis Ekonomi
Apa Itu Ekonomi Kreatif?
Panduan Menabung untuk Pendidikan Anak di Masa Depan


Bagikan Ke Teman Anda