Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Cara Mempersiapkan Dana Pendidikan Untuk Anak

Pendidikan anak merupakan kebutuhan pokok yang mesti dipenuhi orang tua. Mempersiapkan dana agar tidak kekurangan nantinya harus dilakukan jauh-jauh hari. Mengingat biaya pendidikan setiap tahunnya selalu naik.

Salah satu lembaga peneliti AIA-Financial Indonesia bahkan tak segan menyebut kalau rata-rata kenaikan biaya pendidikan di Indonesia mencapai 20% tiap tahun. Lebih tinggi lagi, biaya pendidikan perguruan tinggi swasta yang mengalami kenaikan mencapai 40%.

Padahal kita sebagai orang tua, mau semahal apapun biaya pendidikan pasti berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi anak. Karena itu, mulailah untuk mempersiapkan dana pendidikan untuk anak.

Kapan Sebaiknya Mempersiapkan Dana Pendidikan Untuk Anak?

Sebagai orang tua tentu terbesit di dalam pikiran kapan seharusnya dana pendidikan untuk anak mulai dipersiapkan. Krizia Maulana selaku Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia memberikan info terkait persiapan dana pendidikan untuk anak. Yakni:

  1. Persiapkan Sejak Hari Ini

Kenaikan biaya pendidikan tiap tahunnya terbilang tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kalau inflasi yang timbul dari sektor pendidikan mencapai 3,81%.

Karena itu, orang tua seharusnya mulai memikirkan dana pendidikan anak secepat mungkin. Dengan semakin ketatnya seleksi masuk sekolah negeri, dana pendidikan mesti benar-benar dipersiapkan orang tua sejak hari ini.

Jika tidak dipersiapkan sejak awal, maka beban bunga utang untuk sekolah akan semakin besar. Alokasikan dalam arus kas rumah tangga untuk tabungan pendidikan. Pastikan pos tersebut tiap bulannya terpenuhi sehingga pada saatnya anak membutuhkan, kita tidak lagi pusing memikirkan cara meng-covernya.

  1. Hitung Dana Pendidikan yang Harus Disisihkan Tiap Bulan

Besaran biaya masuk sekolah dari TK sampai perguruan tinggi sangat beragam. Untuk masuk sekolah yang bagus setidaknya kita memerlukan biaya antara Rp 10 juta sampai Rp 50 juta. Sementara iuran per bulannya bisa mencapai Rp 1,5 juta. Belum lagi ada biaya inflasi sampai 15 persen. Tentu saja biaya yang mesti kita siapkan lebih besar lagi.

Tulis rencana pendidikan anak terlebih dahulu. Cari tahu informasi biaya dan perkiraan kenaikannya. Kemudian kita dapat menghitung besaran dana yang mesti disisihkan setiap bulannya.

  1. Tentukan Instrument Investasi yang Tepat

Langkah berikutnya adalah menentukan instrumen investasi yang tepat. Investasi bertujuan untuk menyimpan dana yang kita miliki. Pada saat hendak membayar sekolah pun kita sudah tenang karena dana tersedia.

Biaya sekolah sifatnya tidak dapat diganggu gugat. Kebutuhannya mesti dipenuhi sesegera mungkin. Oleh sebab itu, kita mesti menempatkan dana pendidikan pada instrumen investasi yang tepat.

Reksa dana pasar uang dapat menjadi pilihan. Investasi satu ini memiliki fluktuasi harga yang sangat rendah. Selain itu imbal hasilnya juga cukup kompetitif. Krizia juga menambahkan bahwa reksa dana juga merupakan pasar uang yang likuid, bukan objek pajak, serta tanpa biaya.

Tetapi jika kita menginginkan investasi di sektor lainnya juga sah-sah saja. Yang terpenting kita paham betul segala risiko dan cara kerjanya. Uang yang kita investasikan pun akan aman sampai digunakan untuk biaya pendidikan nantinya.

  1. Manfaatkan Keringanan dari Sekolah

Asumsikan biaya pendidikan anak tahun depan sebesar Rp 24 juta. Berarti kita mesti menyisihkan Rp 2 juta per bulan. Jumlah tersebut tentu sangat besar jika disiapkan secara mendadak.

Meski tahun ajaran baru berlangsung tahun depan, sekolah favorit biasaya mulai membuka pendaftaran di awal-awal. Orang tua mesti membayar uang pangkal setidaknya dua minggu setelah anak diterima. Ada pula sekolah yang memberikan keringanan uang pangkal dengan skema cicilan. Jangan malu-malu untuk memanfaatkan tawaran tersebut.

  1. Disiplin dengan Tujuan

Krizia Maulana mengatakan bahwa kunci sukses dalam mempersiapkan dana pendidikan adalah perencanaan cash flow yang tepat. Selain itu juga mesti tepat membagi dana pada instrumen yang sanggup melawan inflasi. Tentu saja semakin dini dipersiapkan akan semakin baik. Tujuannya agar dana dapat dikembangkan seoptimal mungkin.

Kita mesti tahu dengan pasti kapan anak akan mulai bersekolah atau naik ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan anak sangat penting dipersiapkan karena dapat memengaruhi cash flow atau arus kas dalam rumah tangga.

Bagaimana Cara Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak?

Menyiapkan biaya pendidikan dapat dilakukan dengan beragam cara. Mulai dari membuka tabungan, mengikuti asuransi, memiliki tabungan berjangka, deposito, atau dengan cara investasi. Masyarakat pada umumnya lebih senang memasukan uangnya ke tabungan atau asuransi pendidikan.

Apapun itu langkah yang akan kita ambil, pastikan perencanaan dana pendidikan dilakukan dengan langkah yang tepat. Ini dia cara mempersiapkan pendidikan untuk anak yang mesti kita lakukan.

  1. Riset

Lakukan riset sederhana mengenai biaya sekolah. Riset dapat kita lakukan pasca menentukan opsi sekolah yang akan dipilih. Kita perlu mencari informasi mengenai biaya sekolah di insititusi yang dituju.

Biaya-biaya yang perlu kita ketahui antara lain; uang pangkal, uang bulanan, buku, biaya seragam, dan biaya penunjang lainnya. Setelah memperoleh riset yang akurat, bandingkan besaran biaya yang kita keluarkan dengan sarana dan prasarana yang nantinya diperoleh anak. Kita dapat mengambil keputusan dari perbandingan tersebut.

Apakah tetap menyekolahkan di institusi tersebut atau mencari sekolah lainnya. Selain itu, kita mesti mengkalkulasikan perkiraan biaya pendidikan selama bersekolah. Cobalah untuk bertanya ke pihak sekolah perkiraan kenaikan setiap tahunnya. Dengan cara ini, rencana anggaran pendidikan lebih akan lebih akurat.

  1. Evaluasi Keuangan

Tahapan selanjutnya adalah mengevaluasi keuangan rumah tangga. Hitung besaran pendapatan tiap bulan. Kemudian sisihkan secara khusus dari pendapatan untuk pendidikan. Pastikan porsi yang kita sisihkan sesuai dengan kondisi finansial. Jangan terlalu memaksakan sampai mengganggu pengeluaran pokok lainnya.

  1. Tentukan Sekolah yang Diinginkan

Cari tahu secara detail mengenai keunggulan dan kekurangan sekolah-sekolah di sekitar kita. Baik itu sekolah swasta, negeri, maupun internasional. Buatlah pertimbangan yang matang agar kita tepat dalam menyekolahkan buah hati.

Jika berencana mendaftarkan anak dengan program home schooling, kita mesti tahu sistem pendidikannya. Selain itu pertimbangkan kesanggupan dalam membiayainya karena sudah pasti lebih mahal.

Jangan lupa cari informasi pendukung lainnya. Seperti dari segi akreditasi, jarak dan waktu tempuh dari tempat tinggal, sarana dan prasarana sekolah, guru-guru, serta rekam jejak sekolah tersebut.

  1. Pilih Metode Menabung yang Tepat

Salah satu cara mempermudah lancarnya persiapan dana pendidikan anak adalah dengan mendaftarkan produk simpanan tabungan. Kita juga bisa mengikuti asuransi pendidikan. Asuransi dan tabungan merupakan dua hal yang berbeda.

Tabungan pendidikan sifatnya berjangka dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Jika memilih tabungan pendidikan, kewajiban kita adalah menyetor nominal tertentu tiap bulannya sampai tempo yang disepakati. Tidak perlu khawatir jika bank akan dilikuidasi. Sebab simpanan dengan nilai maksimal hingga Rp 2 miliar berada di bawah jaminan LPS. Dana pun akan tetap aman.

Sedangkan asuransi pendidikan merupakan gabungan dari tabungan pendidikan dan asuransi jiwa berjangka. Setoran dananya merupakan jaminan pendidikan anak. Sebenarnya keduanya sama saja. Kita tinggal menentukan lebih tertarik dan cocok menggunakan tabungan atau asuransi pendidikan.

  1. Investasikan

Ingin mempersiapkan dana pendidikan dengan cara yang tidak biasa? Cobalah berinvestasi. Produk investasi ada banyak sekali jenisnya. Bisa berupa emas, logam mulia, surat utang negara, reksa dana, dan sebagainya.

Kita akan memperoleh imbal hasil tiap bulan atau per tahun dari investasi. Tentu saja jika ingin untungnya lebih maksimal, kita bisa melakukan investasi jangka 3-5 tahun. Bahkan untuk jenis reksa dana, return nya dapat mencapai 20%. Tentu saja hal tersebut nilainya jauh melebihi inflasi yang nilainya 3-5% per tahun.

  1. Rencanakan Tiap Jenjang Pendidikan

Sebagai orang tua, kita perlu berkomunikasi secara intens dengan anak serta pasangan untuk urusan pendidikan. Diskusikan bersama keluarga bagaimana anak memperoleh pendidikan. Misalnya institusi pendidikan mana yang hendak dipilih.

Dengan perencanaan dasar seperti itu, kita akan memiliki gambaran yang jelas mengenai besarnya biaya yang akan dikelaurkan. Rencanakan pula akan sampai kapan anak dibiayai pendidikannya.

  1. Pisahkan Tabungan Pendidikan

Tabungan pendidikan anak mesti dipisah dengan dana lainnya. Jika dicampurkan, dikhawatirkan dana tersebut akan terpakai untuk hal-hal di luar pendidikan. Pastikan kita tidak menyimpannya di satu rekening yang sama dengan dana lainnya.

  1. Libatkan Anak

Mempersiapkan dana pendidikan tidak hanya tugas orang tua. Anak pun perlu diajak ikut serta. Tujuannya agar anak-anak memiliki peran penting untuk pendidikannya.

Jelaskan seberapa penting menabung untuk pendidikan. Anak pun akan semakin paham mengenai kondisi orang tua. Mereka juga dapat belajar mengatur pengeluaran dan tertarik turut menabung untuk membantu orang tuanya.

Instrumen Investasi Untuk Persiapan Pendidikan Anak

Setelah membahas apa saja cara mempersiapkan dana pendidikan anak, simak beberapa pilihan investasi untuk mempersiapkan dana pendidikannya.

  1. Investasi Emas

Untuk urusan jangka panjang seperti pendidikan, orang-orang lebih memilih investasi di logam mulia. Instrumen investasi ini tidak asing di masyarakat Indonesia. Bahkan akhir-akhir ini semakin banyak orang yang sudah melek logam mulia.

Menariknya, investasi ini cocok untuk berbagai kebutuhan masa depan. Baik menikah, pendidikan, bahkan naik haji di zaman dahulu. Harga emas dalam jangka panjang memang terus naik. Nilai inflasi pun mampu dikalahkan. Kenaikan harga logam mulia ini memiliki rentang 10-20 persen tiap tahunnya.

Untuk tabungan pendidikan jangka panjang, kita dapat membeli logam mulia dan mulai menyimpannya. Jual emas pada saat harganya sedang naik agar kita tidak mengalami kerugian besar. Sebenarnya ada jenis investasi lain yang juga menguntungkan. Yakni tanah.

Tetapi meskipun harga tanah tiap tahunnya mengalami kenaikan, kita perlu sedikit bersabar jika ingin menjualnya. Sebab, menjual jenis properti ini perlu waktu dan proses yang cukup lama. Berbeda dengan logam mulia yang cepat jika hendak dijual.

  1. Reksadana

Produk reksadana memiliki berbagai jenis. Kita dapat mencobanya sesuai dengan tujuan keuangan masa depan. Berikut juga durasi yang diinginkan. Ada reksadana yang dapat diikuti hingga 10 tahun. Untuk jangka lebih pendek durasinya antara 1-6 tahun.

Return yang dapat kita peroleh dari investasi ini sangat beragam. Tergantung dari peforma produk reksadana yang digunakan. Misalnya ada pendapatan reksadana yang menghasilkan return 7,95% per tahun.

Meskipun jangka waktunya lebih pendek dari investasi lainnya, kita tetap bisa memutar uang untuk terus menerus diinvestasikan di reksadana. Coba pula melakukan diversifikasi ke instrumen investasi lain agar dana yang dimiliki tidak tumpah semua ke dalam satu wadah.

  1. Saham

Meskipun sedikit lebih berisiko, investasi saham mampu menghasilkan return yang sigifikan. Jika untuk jenis investasi ini kita sudah cukup familiar dan tahu bagaimana cara mainnya yang benar, tentu saja tidak ada salahnya mencobanya untuk menambah tabungan pendidikan anak.

Pentingnya investasi untuk pendidikan anak memang perlu kita pahami. Cobalah mulai sekarang untuk rajin menyisihkan uang dan investasikan ke jalan yang tepat. Jangan lupa untuk selalu melakukan diversifikasi investasi. Ibaratnya jangan meletakkan semua telur ke dalam wadah yang sama.

Semakin beragam jenis investasi yang kita ikuti, tentu saja potensi untuk menambah biaya pendidikan akan lebih mudah kita peroleh. Jangan lupa untuk konsisten dengan rencana yang telah kita susun.

Nah itu dia beberapa cara dalam mempersiapkan dana pendidikan untuk anak. Pastikan kita tepat dalam memilih jenis investasi agar perencanaan dana pendidikan menjadi lebih lancar. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara mempersiapkan dana pendidikan untuk anak, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Hal-Hal yang Menyebabkan Orang “Gagal Kaya”
9 Cara Mengatur Keuangan dengan Hanya Satu Sumber Penghasilan
Bagaimana Cara Cek Tagihan Listrik?
Tip Menghindari Ketergantungan Memesan Makanan Secara Online
Kebiasaan Hidup untuk Mencapai Kebebasan Finansial
5 Kata-kata Bijak yang Berhubungan dengan Keuangan
Cara Menghitung Average Fixed Costs & Average Variable Costs
Bagaimana Cara Mendapatkan Pekerjaan di NASA?
Budgeting Metode Cookie Jar (Kaleng Kue)
Perbedaan Antara Tabungan dan Dana Darurat


Bagikan Ke Teman Anda