Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Cara Melunasi Utang Menggunakan Strategi Debt Stacking

Sebenarnya, ada banyak metode dalam dunia finansial yang biasa digunakan sebagai bagian dari strategi supaya bisa terbebas dari jeratan utang yang menyiksa. Salah satu yang paling populer dan cukup digemari oleh masyarakat urban adalah debt stacking.

Debt stacking yang juga dikenal dengan istilah debt avalanche ini seringkali dianggap sebagai salah satu strategi paling masuk akal dan tepat dalam melunasi utang-utang yang ada. Kendati demikian, ada pun metode lain yang bisa digunakan sesuai kebutuhan guna memperoleh tujuan yang diharapkan.

Apa Itu Debt Stacking

Definisi debt stacking secara matematis adalah suatu metode pelunasan utang dengan cara mengurutkan prioritas berdasarkan nominal bunga pinjaman tertinggi hingga terendah.

Misalnya, jika kamu memiliki utang dari dua sumber yang berbeda, maka yang harus dilakukan adalah mengurutkan utang tersebut berdasarkan besaran bunganya. Kamu perlu mengurutkan bunga pinjamannya mulai dari yang paling tinggi sampai paling rendah, setelah itu prioritaskan pelunasan utang-utang tersebut sesuai urutan masing-masing.

Melalui definisi tersebut, sebagian orang pun bertanya-tanya mengapa hal seperti ini terbilang efektif untuk dilakukan? Tentu jawabannya cukup mudah.

Jika kamu tidak menggunakan strategi khusus tanpa menentukan prioritas mana yang harus segera dilunasi, maka utang dengan bunga tinggi bakal semakin mempersulit hidupmu. Pastinya, hal semacam ini bisa mengganggu keuanganmu sehingga memengaruhi usaha pelunasan utang lainnya.

Pun sebaliknya, apabila kamu segera melunasi utang dengan bunga paling tinggi, maka kamu bisa segera fokus untuk melunasi utang dengan bunga tertinggi berikutnya. Begitu seterusnya hingga semua utang yang dimiliki benar-benar lunas sepenuhnya.

Namun perlu kamu pahami, kunci utama dari metode debt stacking ini adalah mengulang proses pembayaran bunga pinjaman tertinggi hingga semua utang terbayar lunas. Metode ini terbukti cukup membantu para korban utang dalam menghemat uangnya dengan menyingkirkan utang paling mencekik terlebih dulu.

Cara Penerapan Metode Debt Stacking

Apabila kamu tertarik menggunakan metode semacam ini demi terbebas dari jeratan utang yang semakin menyiksa, maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah meninjau anggaran yang dimiliki. Hal ini bertujuan untuk mencari tahu seberapa banyak uang tunai yang bisa kamu gunakan untuk melunasi semua utang tersebut.

Setelah kamu tahu berapa banyak jumlah uang yang bisa digunakan untuk melunasi sisa utang yang ada, selanjutnya adalah membuat rincian seluruh utang beserta bunga pinjamannya. Urutkan setiap besaran pinjaman dengan tingkat bunga paling tinggi sampai paling rendah. Jangan lupa juga untuk memberi keterangan berapa besaran pembayaran minimum yang harus dilakukan pada tiap-tiap pinjaman.

Lalu, lakukan sistem pembayaran minimum pada tiap-tiap pinjaman yang kamu miliki. Apabila ada uang tersisa, sebaiknya gunakan untuk membayar sisa utang dengan tingkat bunga tertinggi berikutnya.

Setelah semua pinjaman dengan tingkat bunga paling tinggi lunas, segera beralih ke pinjaman lain dengan bunga paling tinggi berikutnya dan begitu seterusnya. Kamu sangat disarankan menggunakan semua uang yang dimiliki untuk membayar bunga sampai benar-benar tak tersisa lagi.

Contoh Debt Stacking dengan Penghitungan Sederhana

Berikut ini contoh penerapan metode debt stacking dengan penghitungan sederhana.

Misalnya kamu memiliki utang di beberapa sumber dengan rincian sebagai berikut:

  • Utang A sebesar Rp 250.000.000 dengan cicilan minimum Rp 6.500.000 per bulan, bunga 2% dan sisa utang adalah Rp 65.000.000
  • Utang B sebesar Rp 12.000.000 dengan cicilan minimum Rp 1.500.000 per bulan, bunga 5% dan sisa utang adalah Rp 5.500.000
  • Utang C sebesar Rp 85.000.000 dengan cicilan minimum Rp 3.500.000 per bulan, bunga 2,5% dan sisa utang adalah Rp 21.000.000

Berdasarkan rincian uang di atas, apabila kamu menggunakan metode debt stacking, maka urutan yang harus dibayar terlebih dulu adalah sebagai berikut:

  • Utang B sebesar Rp 12.000.000 dengan cicilan minimum Rp 1.500.000 per bulan, bunga 5% dan sisa utang adalah Rp 5.500.000
  • Utang C sebesar Rp 85.000.000 dengan cicilan minimum Rp 3.500.000 per bulan, bunga 2,5% dan sisa utang adalah Rp 21.000.000
  • Utang A sebesar Rp 250.000.000 dengan cicilan minimum Rp 6.500.000 per bulan, bunga 2% dan sisa utang adalah Rp 65.000.000

Utang B harus menjadi prioritas utama penyelesaian utang karena memiliki prosentase bunga paling tinggi. Baru setelah itu menyusul utang C dan A. Berapapun sisa uang yang kamu miliki setelah mengalokasikan pendapatan untuk semua utang tersebut, kamu wajib menambahkan sisanya yang bisa digunakan ke cicilan untuk utang B.

Misalnya, jika setelah menyisihkan pendapatan untuk mencicil seluruh utang dan uang kamu masih tersisa sekitar Rp 2.000.000, maka sebaiknya alokasikan uang tersebut untuk cicilan utang B.

Jadi, Rp 2.000.000 dari sisa uang pendapatan + 1.500.000 cicilan per bulan utang B = Rp 3.500.000 yang kamu bayar sebagai cicilan untuk utang B. Jika misalnya di bulan ke-8 sisa pokok dari hutang B tersebut adalah Rp 5.500.000 dan di bulan tersebut kamu mencicil sebesar Rp 3.500.000, maka di bulan berikutnya sisa pokok utang B adalah Rp 5.500.000 – Rp 3.500.000 = Rp 2.000.000.

Sementara untuk utang C dan A, kamu hanya perlu membayar sesuai jumlah cicilan minimum per bulannya. Setelah utang B lunas, maka berikutnya kamu harus fokus untuk melunasi utang C menggunakan teknik atau metode yang sama. Begitu seterusnya hingga semua utang tersebut terbayar lunas.

Alternatif Selain Debt Stacking

Memang jika dipikir secara logis, akan jauh lebih masuk akal untuk memilih strategi pelunasan utang yang bisa menghemat lebih banyak uang. Namun, terkadang persoalan melunasi utang ini tak sekadar hitungan seperti halnya matematika. Ada beberapa faktor psikologi yang bisa sangat memengaruhi keberhasilan metode pelunasan utang apapun.

Fakta menunjukkan, bahwa beberapa orang berhasil melunasi utang-utangnya ketika mereka lebih fokus melunasi sisa pinjaman dengan nominal yang lebih kecil. Tentu, setiap orang pasti akan merasakan kepuasan dan kebanggaan setiap kali berhasil melunasi utang ataupun pinjaman yang selama ini menjeratnya.

Hal ini pula yang kemudian membantu memotivasi mereka supaya tetap berpegang pada strategi pelunasan utang tersebut. Ketahuilah, melunasi utang dengan sisa pinjaman terkecil justru memicu komitmen baru untuk mempertahankan sumber pendapatan dengan baik. Jika kamu adalah tipe orang yang lebih mudah termotivasi dengan cara ini, maka metode debt snowball bisa dibilang lebih tepat untukmu.

Debt snowball jadi salah satu cara pelunasan utang terfavorit karena metode ini tidak terlalu menekan. Jadi, pembayaran untuk pelunasan utang tersebut bisa dilakukan dengan baik tanpa harus mengorbankan apapun juga.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, debt snowball merupakan suatu cara pelunasan utang dengan fokus hanya pada jumlah utang yang paling sedikit terlebih dulu. Dengan begitu, kamu tak perlu terlalu memikirkan utang dengan jumlah nominal besar atau menjadikannya beban.

Sebenarnya metode ini tak jauh berbeda dengan debt stacking, tapi tentu saja itu semua tergantung dari kemampuan dan kebutuhanmu dalam menyelesaikan persoalan utang yang menjerat.

Itulah metode debt stacking dan contoh penerapannya dalam kehidupan. Bisa menjadi pilihan yang menarik bukan? Tetapi tetap harus sesuaikan dengan  kondisi dan kenyamanan kamu.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara melunasi utang menggunakan strategi debt stacking, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



10 Cara Berhemat yang Salah
Apa Itu Profit Perusahaan dan Cara Menghitungnya
Apa Itu PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang)?
15 Tip Bagaimana Cara Menjadi Pemimpin yang Baik
Ini Dia Cara Pelunasan KPR Bank BTN
Terjebak Utang? Coba Metode Debt Stacking untuk Melunasinya
Cara Mengatur Uang Ala Dave Ramsey
Cara Investasi Emas
Cara Menghindari Gali Lubang Tutup Lubang
Cara Mempersiapkan Emergency Fund atau Dana Darurat


Bagikan Ke Teman Anda