Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Bagaimana Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Sebagai badan pemerintah yang memberikan jaminan sosial, BPJS Ketenagakerjaan memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan perlindungan sosial bagi warga negara, khususnya para pekerja. Setidaknya dalam program BPJS ketenagakerjaan terdapat 4 program jaminan perlindungan, yakni JKM (Jaminan Kematian), JKK (jaminan kecelakaan kerja), JPK (jaminan pemeliharaan kesehatan), serta JHT (jaminan hari tua).

Semua prgram tersebut diberikan untuk pekerja yang terdaftar melalui perusahaan atau pekerja yang secara mandiri bergabung dalam program tersebut. Dahulu, BPJS Ketenagakerjaan dikenal dengan nama Jamsostek dan kini selalu memperbarui kebijakannya agar bisa memberikan layanan yang terbaik untuk semua masyarakat.

Salah satu dari pembaruan tersebut ialah kemudahan dalam klaim dana BPJS Ketenagakerjaan yang tak serumit dulu. Terutama untuk klaim BPJS Ketenagakerjaan program JHT atau Jaminan Hari Tua. Jika dulu, klaim baru bisa dilakukan ketika peserta sudah berusia minimal 56 tahun atau telah menjadi peserta selama 10.

Namun, sejak tahun 2015, dalam PP no 60 tahun 2015, peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat mengklaim dana JHT miliknya dengan nilai 10 %, 30 % atau bahkan 100%, tanpa perlu menunggu usia 56 tahun atau keikutsertaan minimal 10 tahun seperti yang tertuang dalam  PP No 46 tahun 2015.

Lantas bagaimana cara klaim BPJS Ketenagakerjaan untuk program JHT tersebut? Simak ulasan berikut selengkapnya.

Klaim Bpjs Ketenagakerjaan

Untuk klaim dana BPJS Ketenagakerjaan dalam program JHT ada beberapa pilihan pencairan klaim. Dari mulai 10% – 30%, atau 100% dari nilai total klaim program JHT yang akan diterima. Semuanya memiliki prosedur dan syaat yang harus dilengkapi agar klaim yang diajukan bisa disetujui.

Berikut persyaratan dalam mengajukan klaim BPJS Ketenagakerjaan program JHT, untuk pencairan klaim dengan nilai 10% atau 30 % dari total keseluruhan nilai klaim.

  1. Peserta sudah bergabung dalam BPJS Ketenagakerjaan minimal 10 tahun keikutsertaan, dan hingga saat ini peserta masih bekerja secara aktif di perusahaan.
  2. Melampirkan fotokopi kartu anggota BPJS Ketenagakerjaan atau kartu Jamsostek disertai dengan kartu keanggotaan yang yang asli.
  3. Melampirkan fotokopi kartu identitas diri, bisa dengan KTP ataupun Paspor dengan tetap menunjukkan kartu identitas yang asli.
  4. Melampirkan fotokopi Kartu Keluarga (KK) dengan tetap menunjukkan yang asli.
  5. Melampirkan surat keterangan yang menyatakan jika pemohon masih bekerja secara aktif dari sebuah perusahaan.
  6. Melampirkan buku Rekening Tabungan.
  7. Sedangkan untuk pengajuan klaim JHT dengan nilai 30%, peserta BPJS Ketenagakerjaan cukup melampirkan dokumen perumahan sebagai tambahan.

Sedangkan untuk mengajukan klaim 100 persen dari JHT BPJS Ketenagakerjaan, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuh. Tak rumit, berikut beberapa syarat yang harus dilengkapi dalam proses pengajuan klaimnya.

  1. Peserta yang mengajukan klaim, memang sudah benar-benar berhenti bekerja baik karena PHK ataupun resign dari perusahaan atau tempat bekerja.
  2. Membawa serta kartu Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan.
  3. Melampirkan paklaring atau surat pengalaman kerja maupun surat keterangan yang menyatakan sudah berhenti dari pekerjaan sebelumnya.
  4. Melampirkan kartu identitas baik KTP, SIM atau paspor.
  5. Melampirkan Kartu Keluarga atau KK.
  6. Melampirkan buku tabungan yang nantinya digunakan untuk pencairan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan.
  7. Setiap dokumen tersebut minimal dilampirkan foto kopiannya masing-masing 1 lembar.
  8. Selanjutnya menyertakan pas foto berukuran 3×4 serta 4×6, masing-masing foto melampirkan 4 rangkap.

Cara Klaim Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Setelah keseluruhan dokumen persyaratan sudah dilengkapi oleh pemohon, kemudian lanjut ke prosedur selanjutnya untuk klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan. Untuk proses pengajuan klaim dana JHT ada dua cara yang bisa dilakukan yakni secara offline dan online.

Berikut cara pengajuan langsung atau offline untuk klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan.

  1. Datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang terdekat. Sangat disarankan untuk sampai ke kantor lebih awal supaya bisa memperoleh nomor antrean yang lebih awal.
  2. Jangan sampai lupa bawa serta semua dokumen persyaratan yang sudah disiapkan untuk melakuka klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan. Selain membawa dokumen yang asli, siapkan juga fotokopi dari semua dokumen tersebut.
  3. Isi formulir pengajuan klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan dengan lengkap, jika sudah selesai segera lanjut daftarkan pengajuan tersebut ke petugas dan lampirkan dokumen yang sudah disapkan sebelumnya.
  4. Selanjutnya akan memperoleh nomor antrean, selanjutnya silakan tunggu sesuai dengan nomor antrian yang didapat.
  5. Tanda tangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa pemohon saat ini tidak sedang bekerja di industri perusahaan manapun.
  6. Lakukan ceklis dari semua kelengkapan berkas yang jadi persyaratan. Jika masih ada dokumen yang kurang lengkap, maka pemohon akan diminta segera melengkapinya.
  7. Foto serta panggilan wawancara
  8. Proses persetujuan, kemudian petugas dari BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan informasi terkait dengan waktu pencairan dana klaim JHT kepada peserta pemohon klaim.

Berikut cara pengajuan klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan secara online

  1. Unduh aplikasi BPJSTKU kemudian buka aplikasi tersebut melalui smartphone Anda, jika tidak bisa dengan megngunjungi situs resmi bpjsketenagakerjaan.go.id
  2. Selanjutnya , masuk dengan menggunakan akun BPJS Ketenagakerjaan Anda atau jika belum punya akun BPJS Anda bisa klik Daftar Pengguna dan ikuti prosedurnya. Jika sudah selesai pilih opsi “Klaim Saldo JHT“.
  3. Lanjut, isi kolom informasi yang tersedia. Di bagian kolom “KPJ“, isikan dengan nomor id kartu BPJS Ketenagakerjaan yang Anda miliki, kemudian di bagian kolom “Keperluan“, klik “Pengajuan Klaim“.
  4. Kemudian, klik “Jenis Klaim“, lalu akan muncul opsi pilihan: Mengundurkan Diri, Pemutusan Hubungan Kerja, Mencapai Usia Pensiun, klik salah satunya
  5. Jika semuanya telah terisi lengkap, lanjut klik “Kirim“.
  6. Selanjutnya, akan muncul daftar dokumen yang harus dilengkapi untuk memenuhi persyaratan pengajuan klaim. Lalu upload semua dokumen tersebut secara online.
  7. Jika proses upload dokumen telah selesai dilakukan, selanjutnya tunggu email konfirmasi yang dikirimkan pihak BPJS Ketenagakerjaan.
  8. Jika proses pengajuan klaim dana JHT disetujui, Anda akan mendapatkan balasan email secara resmi dari pihak BPJS Ketenagakerjaan. Di dalam email tersebut biasanya akan berisi informasi mengenai tanggal serta kantor cabang dari BPJS Ketenagakerjaan yang bisa Anda datangi agar bisa melanjutkan tahapan proses klaim dana JHT.
  9. Di hari yang sudah ditentukan, biasanya Anda akan diminta agar menyerahkan dokumen persyaratan yang sebelumnya diunggah untuk pengajuan klaim. Jika seluruh data yang diberikan sudah sesuai, maka petugas akan memberikan informasi secara detail mengenai waktu pencairan dari saldo JHT yang Anda ajukan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang bagaimana cara klaim BPJS Ketenagakerjaan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Cara Menyiapkan Anak Menjadi Seorang Dokter
Bagaimana Cara Dapat Uang di Twitch?
Bagaimana Cara Menghitung Profit Margin?
Bagaimana Cara Mencegah Cyber Bullying?
Cara Terbaik Untuk Memperluas Jaringan Profesional
Cara Membayar Pengeluaran Tidak Terduga
Cara Menghitung Weighted Average
Cara Mengembangkan Dan Memperluas Bisnis
Begini Cara Membuat dan Contoh Surat Jalan Lengkap
Cara Membedakan Emas Asli Atau Palsu, Nomor 3 Tanpa Alat Apapun!


Bagikan Ke Teman Anda