Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Strategi Penetapan Harga Limit (Limit Pricing Strategy)

Dalam menentukan harga suatu produk barang atau jasa, ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi. Penentuan harga diperhitungkan sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan keuntungan bagi penjualnya. Dalam bisnis hal ini dikenal dengan istilah penetapan harga limit atau limit pricing.

Definisi Limit Pricing

Strategi penetapan harga limit atau limit pricing merupakan strategi penentuan harga yang biasanya terjadi dalam strategi bisnis monopoli. Dalam praktek ini, suatu penjual atau distributor menetapkan harga yang sangat rendah hingga mencapai di bawah harga pasar.

Harga yang sangat rendah ini bisa mengakibatkan potensial kompetitor kehilangan kemampuannya untuk ikut memasuki pasar karena tidak bisa memberikan harga yang lebih rendah lagi.

Dalam strategi limit pricing ini memang perusahaan tersebut tidak mendapatkan keuntungan yang maksimal. Namun, hal ini dilakukan untuk bisa menyingkirkan kompetitornya dari pasar sehingga mereka tetap bisa meraup banyak keuntungan. Strategi ini juga bisa menyebabkan perusahaan lain enggan untuk memasuki kompetisi ini. Meskipun begitu, hal ini termasuk ilegal di beberapa negara.

Contoh Limit Pricing

Untuk lebih memahami mengenai limit pricing, berikut adalah salah satu contoh dari limit pricing yang bisa terjadi di kehidupan sehari-hari.

Misalnya dalam suatu negara, perusahaan A dan perusahaan B merupakan dua perusahaan yang memproduksi produk yang sama. Perusahaan A sudah terlebih dahulu masuk ke dalam pasar penjualan produknya.

Setelah beberapa waktu, perusahaan B siap untuk mengeluarkan produknya yang sejenis dengan produk dari perusahaan A. Namun, rupanya perusahaan B menjual produk tersebut dengan harga yang sangat rendah dan memiliki margin keuntungan sangat rendah. Akibatnya, perusahaan B akan kesulitan memasuki pasar apabila mengeluarkan produk yang lebih mahal daripada perusahaan A.

Hal ini menyebabkan perusahaan B menjadi ragu-ragu untuk meluncurkan produk tersebut. Perusahaan A akan terus mendapatkan pelanggan dan keuntungan karena tidak ada pesaing dalam bidang tersebut. Konsumen atau pembeli produk perusahaan A juga tidak memiliki pilihan lain karena tidak ada perusahaan lain yang menjual produk tersebut.

Keuntungan Limit Pricing

Sebagai salah satu strategi yang bisa diterapkan dalam menentukan harga suatu barang atau jasa, limit pricing memang memiliki keuntungan. Bagi pelaku limit pricing, praktek ini bisa mengurangi kompetisi. Jika kompetitor bisa berkurang, maka perusahaan tersebut bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan dan tentunya akan mendapatkan lebih banyak lagi keuntungan atau profit.

Adanya harga barang atau jasa yang terlalu murah akan mengakibatkan adanya monopoli. Hal ini karena tidak semua perusahaan bisa menyediakan harga yang sangat murah. Hal ini tentu menyebabkan sebagian besar kompetitor akan tersingkirkan dari permainan pasar.

Bagi konsumen, adanya limit pricing terkadang juga bisa menguntungkan. Konsumen tentunya bisa mendapatkan barang dengan harga yang sangat murah, bahkan lebih murah daripada harga pasar yang normal. Dalam hal ini, konsumen termasuk pihak yang sangat diuntungkan.

Kerugian Limit Pricing

Meskipun bisa memberikan keuntungan bagi pelakunya, limit pricing ternyata memang bisa juga memberikan beberapa kerugian. Kerugian-kerugian ini terutama dirasakan oleh pihak lain seperti komptetitor atau konsumen. Berikut adalah beberapa kerugian yang bisa timbul akibat adanya limit pricing:

  1. Timbulnya kepuasan diri yang berlebihan

Limit pricing yang sukses dalam menghasilkan keuntungan dan menyingkirkan kompetitor bisa jadi menimbulkan kepuasan diri yang berlebihan bagi perusahan pelaku. Perusahaan tersebut bisa jadi tidak terlalu lagi memperhatikan biayanya karena merasa telah mendapatkan keuntungan yang cukup besar.

Namun, perusahan tersebut juga tidak bisa bersiap apabila suatu saat perusahaan kompetitor bisa menawarkan produk yang lebih baik atau bahkan mengeluarkan produk dengan harga yang lebih murah. Saat hal ini terjadi, perusahaan tersebut akan kesulitan lagi untuk menjaga pendapatannya. Karena faktor ini lah limit pricing dianggap lebih menguntungkan apabila dilakukan untuk jangka waktu yang pendek.

  1. Limit pricing bisa dikategorikan sebagai perbuatan yang ilegal

Adanya praktek limit pricing bisa menghilangkan adanya kompetisi dan menyebabkan terjadinya monopoli. Di beberapa negara, hal ini merupakan suatu perbuatan yang ilegal.

Beberapa negara memiliki aturan hukum tertentu dalam penentuan harga barang sehingga bisa menghindari adanya praktek limit pricing. Di negara-negara tersebut, perusahana yang ketahuan melakukan limit pricing bisa dituntut secara hukum.

  1. Mengurangi margin keuntungan perusahaan

Perusahaan yang menerapkan strategi limit pricing tentu akan memiliki margin keuntungan yang lebih rendah. Biaya produksi dan modal yang diperlukan tentu akan sama. Jika harga jual diturunkan, maka margin keuntungan perusahaan juga akan berkurang. Keuntungan yang seharusnya didapat perusahaan juga akhirnya tidak menjadi maksimal.

  1. Konsumen memiliki pilihan yang terbatas

Bagi konsumen, meskipun limit pricing memungkinkan mereka bisa mendapatkan barang dengan harga yang murah, hal ini juga bisa menimbulkan kerugian. Konsumen ternyata bisa jadi memiliki pilihan yang terbatas.

Karena tidak ada saingan, konsumen terpaksa untuk menggunakan produk tersebut meskipun tidak terlalu sesuai. Berbeda dengan apabila persaingan dilakukan secara wajar, maka konsumen akan memiliki banyak pilihan terhadap suatu produk yang sama.

  1. Persaingan pasar yang kurang sehat

Bagi perusahaan kompetitor, adanya limit pricing bisa menyebabkan persaingan pasar yang kurang sehat. Mereka akan kesulitan untuk menembus pasar karena tidak bisa menyediakan produk dengan harga yang lebih murah.

Hal ini juga berpotensi mengakibatkan perusahaan tersebut akan menggunakan bahan-bahan atau membayar gaji karyawan di bawah standar agar bisa mengurangi biaya produksi.

Demikianlah penjelasan mengenai strategi penetapan harga limit atau limit pricing. Semoga bisa memberikan gambaran lengkap sekaligus menambah wawasan yang bermanfaat untuk kita semua.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang strategi penetapan harga limit (limit pricing strategy), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Pertanyaan yang Sering Diajukan dalam Wawancara Kerja
Apa itu Cost Benefit Analysis (Analisis Biaya Manfaat)?
Hal-Hal yang Menyebabkan Orang “Gagal Kaya”
Perbedaan EBIT vs EBITDA
Hobi dan Aktivitas yang Masih Bisa Dilakukan Dengan Menjaga Jarak Selama Pandemi
Apa itu Economic Order of Quantity (EOQ)
Perbedaan Costs (Biaya) dan Expenses (Beban)
Aplikasi Untuk Kasir di Android
Perbedaan Economic Vs Finance (Ekonomi vs Keuangan)
Apa itu Middle Income Trap?


Bagikan Ke Teman Anda