Alasan Mengapa Deflasi Pada Akhirnya Akan Menyebabkan Terjadinya Inflasi

Inflasi masih menjadi momok yang menakutkan bagi negara. Karenanya, negara berusaha menjaga harga barang dan jasa tetap terkendali. Perlu dipahami, tetap terkendali berarti tidak terlalu rendah dan juga tidak terlalu tinggi. Sebab jika harga barang terlalu rendah, maka akan menyebabkan deflasi yang pada akhirnya akan berakhir dengan inflasi.

Walau merupakan 2 hal yang berbeda dan bertolak belakang, namun sebenarnya deflasi dan inflasi bisa saling terhubung. Bahkan deflasi bisa merupakan langkah awal terjadinya hiperinflasi di masa depan. Tentunya apabila tidak bisa ditangani dengan baik oleh pemerintah negara yang mengalaminya. Bagaimana sebenarnya deflasi dan inflasi bisa saling terhubung?

Apa Itu Deflasi dan Inflasi?

Deflasi adalah penurunan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu negara. Penurunan haruslah terjadi di banyak sektor, bukan hanya 1 atau 2 barang saja. Penurunan harga ini pun harus memiliki dampak yang besar, baru bisa dikatakan sebagai deflasi.

Contohnya berakibat pada menurunnya upah pekerja. Deflasi bisa disebabkan karena pemerintah menurunkan nilai mata uang. Bisa juga karena kurangnya jumlah uang yang beredar.

Sedangkan, inflasi adalah peningkatan harga barang secara signifikan. Inflasi bisa disebabkan karena banyak faktor. Salah satunya adalah jumlah uang yang beredar terlalu banyak. Hal ini akan langsung berakibat pada harga barang.

Akibatnya, lama-kelamaan nilai uang pun seperti tidak terlalu berarti. Karena harga terus naik, nilai uang yang awalnya dianggap cukup besar menjadi tidak terlalu berarti.

Jika dilihat dari penyebabnya saja, deflasi dan inflasi justru berbanding terbalik. Lalu bagaimana keduanya bisa saling berhubungan?

Dari Deflasi Hingga ke Inflasi

Jika sebuah negara mengalami deflasi dan tidak bisa ditangani dalam jangka waktu yang cukup lama, maka sebenarnya deflasi mengarah pada hiperinflasi. Berikut kira-kira gambaran mengapa deflasi justru bisa menyebabkan inflasi:

Jadi kesimpulannya:

Rakyat Kehilangan harga beli –> menyebabkan deflasi –> harga barang-barang turun –> ekonomi tidak berputar & produksi barang berhenti –> karena produksi berhenti, barang menjadi langka & mahal –> pemerintah mencetak uang –> uang dibagi-bagikan kepada rakyat supaya mampu beli –> terjadilah inflasi.

Penyebab Lain dari Deflasi dan Hiperinflasi

Salah satu penyebab lain dari deflasi adalah besarnya hutang negara. Untuk bisa membayar hutang, pemerintah mencoba menanggulanginya dengan mencetak uang yang banyak. Bukannya mengatasi masalah, jumlah uang yang banyak inilah yang kemudian menyebabkan harga barang langsung naik secara tajam.

Penyebab lainnya adalah pemerintah yang dengan sengaja menurunkan nilai mata uang. Tujuannya untuk meningkatkan nilai ekpor negara dan menaikkan jumlah produksi negara tersebut. Namun jika hal ini tidak dikontrol dengan baik, maka akan berdampak buruk ke depannya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Bagaimana Masyarakat Harus Menyikapinya?

Baik deflasi maupun inflasi, biasanya masyarakat lah yang akan merasakan dampak buruknya secara langsung. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah bersiap.

Memiliki investasi, apapun bentuknya dan seberapa pun jumlahnya, menjadi sangat penting. Karena hanya investasi lah yang bisa membantu di saat keadaan ekonomi sedang tak menentu.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang alasan mengapa deflasi pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya inflasi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.