Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Beda Revenue dan Income?

Keuangan sarat akan beragam istilah yang terkadang membingungkan. Beberapa di antaranya adalah arti kata revenue dan income. Memang tak bisa dipungkiri jika kedua istilah tersebut memang sering muncul dan digunakan oleh para pelaku bisnis, termasuk investor masa kini.

Namun sayangnya, istilah revenue dan income ini sering digunakan secara kurang tepat sehingga menimbulkan kebingungan di antara pelaku bisnis yang bersangkutan. Bukan tidak mungkin, jika kebingungan ini bisa menyebabkan kerugian finansial atau kesalahan penyampaian pada laporan keuangan yang dibuat.

Definisi Revenue dan Income

Istilah revenue menjadi kata yang paling pertama disebutkan dalam pembuatan setiap laporan keuntungan perusahaan. Penjelasan tentang revenue ditulis melalui jumlah total kas yang didapat dari hasil penjualan barang ataupun jasa perusahaan yang bersangkutan. Diketahui, revenue adalah hasil dari tindakan operasional pokok perusahaan.

Bisa diartikan pula, revenue merupakan pendapatan yang berhasil diterima oleh suatu perusahaan melalui kegiatan operasional utamanya. Jumlah revenue ini belum termasuk penanaman modal dari para investor, tapi tetap akan dikurangi dengan besaran nilai retur atau pemberian diskon jika memang ada.

Tak sedikit pula yang mengartikan revenue sebagai laba bersih dari segala kegiatan berbisnis dalam suatu periode tertentu.

Sementara income atau profit adalah sejumlah keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Apabila revenue mengacu pada pendapatan yang berhasil diterima oleh perusahaan, maka income cenderung mengarah ke jumlah keuntungan bersih yang didapatkan.

Income bisa dikatakan juga sebagai laba bersih. Sebab, jumlahnya merupakan hasil dari total pendapatan yang dikurangi dengan seluruh biaya produksi perusahaan tersebut. Nah, biaya produksi ini meliputi biaya operasional, pajak, pokok penjualan, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, income juga memperhitungkan semua pemasukan tambahan yang didapatkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Pemasukan ini bisa berupa bunga akumulasi dari investasi ataupun dana dari penjualan aset fisik ataupun yang tidak berwujud. Jadi bisa disimpulkan, penghitungan income memang terkesan lebih rumit ketimbang revenue itu sendiri.

Beda Revenue dan Income Secara Keseluruhan

Ada dua poin penting yang bisa dijadikan pembeda antara revenue dan income, di antaranya adalah:

  • Perbedaan berdasarkan sumbernya

Revenue bukan hanya didapatkan melalui hasil penjualan perusahaan saja, tapi juga imbal hasil atau bunga dari deposito dan investasi. Semua itu termasuk sebagai sumber pendapatan atau revenue perusahaan.

Sementara itu, income bersumber dari hasil bisnisnya saja. Hasil penjualan perusahaan berupa produk ataupun jasa akan dihitung secara keseluruhan dan nilai itulah yang menjadi income perusahaan tersebut.

  • Perbedaan berdasarkan cara menghitungnya

Untuk menghitung revenue, suatu perusahaan hanya perlu menjumlahkan seluruh komponen biaya atau komponen penerimaannya saja. Berbeda dengan menghitung income yang memiliki dua metode, yaitu gross profit dan net profit.

Cara menghitung gross profit adalah mengurangi pendapatan dengan HPP atau Harga Pokok Penjualan. Untuk net profit, penghitungannya mengurangi jumlah gross profit dengan biaya tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan produksi. Secara umum, biaya tidak langsung ini meliputi biaya promosi, pajak, dan biaya lain-lain supaya barang atau jasa tersebut bisa diterima oleh konsumen secara luas.

Cara Menghitung Revenue Perusahaan

Pada dasarnya, ada tiga cara menghitung revenue perusahaan. Di antaranya sebagai berikut:

  1. Penghitungan Total Revenue atau total pendapatan

Cara yang pertama ini merupakan cara paling mendasar karena jumlah revenue jenis ini akan menjadi dasar perhitungan revenue jenis lainnya. Adapun rumusnya seperti di bawah ini.

Total Revenue = Harga jual barang atau Jasa per unit x Jumlah yang diproduksi

  1. Penghitungan Average Revenue atau pendapatan rata-rata

Cara berikutnya yang bisa dilakukan setelah mengetahui nilai total revenue adalah mengetahui pendapatan rata-rata. Seluruh total pendapatan akan dibagi dengan jumlah produk yang berhasil terjual. Adapun rumusnya seperti di bawah ini.

Average Revenue = Total Revenue : Jumlah produk yang berhasil dijual

  1. Penghitungan Marginal Revenue atau pendapatan marginal

Cara yang terakhir, nilai pada total revenue bisa juga digunakan untuk menghitung marginal revenue yang merupakan pendapatan tambahan dari setiap unit barang yang terjual. Rumusnya sebagai berikut.

Marginal Revenue = Tambahan Total Revenue : Tambahan jumlah barang yang terjual

Cara Menghitung Income Perusahaan

Seperti yang telah disebutkan di atas, income memiliki dua cara hitung yang disebut dengan gross profit dan net profit. Nah, berikut ini merupakan langkah tepat menghitung income berdasarkan kedua cara tersebut.

  1. Gross Profit

Cara menghitung keuntungan kotor atau gross profit adalah membagi total keuntungan bruto dengan total penjualan atau pendapatan. Jika dijelaskan dalam bentuk rumus, maka penghitungan gross profit perusahaan adalah sebagai berikut:

Gross Profit = Jumlah laba bruto : Total penjualan atau pendapatan

  1. Net Profit

Sementara itu, untuk menghitung net profit atau keuntungan bersih perusahaan cukup membagi total keuntungan bersih dengan jumlah penjualan atau pendapatan. Adapun rumusnya sebagai berikut.

Net Profit = Total keuntungan bersih : Total penjualan atan pendapatan perusahaan

Jadi bisa disimpulkan, bahwa cara menghitung antara gross profit dan net profit ini sebenarnya memiliki rumus yang sama. Perbedaannya hanya ada pada pemilihan total keuntungan, yaitu laba bersih atau laba kotor.

Tips Meningkatkan Revenue Perusahaan

Tak bisa dipungkiri, setiap pebisnis sudah pasti mendambakan jumlah revenue yang bertambah seiring berjalannya waktu. Namun hal tersebut tidak akan bisa terjadi, jika tidak ada strategi bisnis yang tepat. Selain mempraktekkan tiga aspek di atas, seorang pebisnis juga harus mampu menyeimbangkan antara nilai revenue dan income tersebut.

Cara paling mudah dengan mengontrol arus kas perusahaan, baik itu pendapatan ataupun pengeluarannya. Di samping itu, pebisnis juga harus bisa dan konsisten mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran perusahaan secara detail. Tak hanya itu saja, kegiatan promosi dan marketing pun harus bisa dioptimalkan biayanya supaya tidak melebihi budget yang tersedia.

Kendati demikian, ada saatnya di mana penjualan perusahaan tak sesuai dengan target sehingga menghasilkan profit yang tidak terlalu besar. Namun, asalkan biaya modal untuk produksi tersebut tertutupi, maka pebisnis bisa bersikap lebih bijak dan mencari trik jitu lainnya untuk meningkatkan penjualan.

Dan yang terakhir, nilai revenue tak akan ada artinya apabila proses kerja perusahaan tidak optimal. Jadi sebaiknya pastikan juga bahwa jumlah revenue berbanding lurus dengan setiap keuntungan yang ada dan pastikan, operasional perusahaan berjalan dengan efisien.

Demikian sekilas perbedaan antara revenue dan income perusahaan yang wajib diketahui agar tidak salah persepsi. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang beda revenue dan income, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perbedaan Costs (Biaya) dan Expenses (Beban)
Perbedaan Opportunity Cost vs Real Cost
Perbedaan Fixed VS Growth Mindset
Perbedaan KPR dengan Akad Murabahah, Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT), Musyarakah Mutanaqishah (MMQ), dan Istishna
Apa Perbedaan Entrepreneur dengan Intrapreneur?
Perbedaan KlikBCA Individual Vs KlikBCA Bisnis
Apa Perbedaan MBA vs Eksekutif MBA?
Apa Perbedaan Sukuk Ritel Vs Saving Bond Ritel?
Perbedaan Transfer Uang Via LLG, RTGS, dan ATM Bersama
Perbedaan Barang Inferior dengan Esensial


Bagikan Ke Teman Anda