Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Economic Order of Quantity (EOQ)

Menjalankan dan mengelola sebuah usaha bukanlah hal yang mudah. Banyak istilah yang harus dipahami dan dimengerti oleh pelaku usaha supaya bisnisnya bisa berjalan lancar. Salah satunya adalah Economic Order of Quantity atau EOQ.

Anda yang berkecimpung di dunia usaha pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini. EOQ adalah sebuah tolak ukur yang digunakan di bidang Manajemen Operasional, Logistik, dan Persediaan. Kegunaan dari EOQ sendiri adalah untuk memnetukan volume dan dan frekuensi pemesanan barang yang diperkukan untuk memenuhi permintaan pasar dan menekan biaya setiap pemesanan.

Mengapa EOQ itu Penting?

EOQ adalah sebuah metode atau pengukuran yang didesain untuk membantu sebuah perusahaan dalam meminimalisir biaya pemesanan dan penyimpanan inventaris. Dalam skala ekonomi, biaya pemesanan inventaris akan jatuh seiring dengan meningkatkan volume pemesanan akibat pembelian yang dilakukan.

Namun, karena jumlah inventaris yang semakin membesar, biaya penyimpanan inventaris juga semakin tinggi. EOQ merupakan titik tengah untuk meminimalisir kedua biaya yang berkaitan dengan inventaris yang saling berbanding terbalik ini.

Manfaat yang Didapatkan Perusahaan dari EOQ

Dengan demikian, menghitung EOQ memberikan banyak keuntungan bagi bisnis yang dijalankan, terutama pada lini bawah atau konsumen. EOQ bisa menjadi cara yang tepat bagi sebuah perusahaan untuk mengetahui berapa banyak produk yang harus dibeli demi menjaga persediaan agar tetap efisien namun hemat dari segi biaya.

Inilah beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari EOQ:

  • Meminimalisir biaya inventaris

Menyimpan inventaris dalam jumlah besar dengan sendirinya akan meningkatkan biaya inventaris. Biaya inventaris juga bisa melesat tajam tergantung bagaimana cara Anda memesan barang, barang-barang apa yang rusak, dan produk-produk yang tidak pernah terjual. Jika Anda terus memesan barang atau produk yang tidak cepat laku, maka EOQ bisa membantu Anda menentukan berapa banyak barang yang harus dipesan dalam jangka waktu tertentu.

Cara ini akan meminimalisir biaya inventaris Anda dan mencegah Anda memiliki stok berlebih akan barang yang dinilai kurang menguntungkan. Sebaliknya, EOQ juga memberi tahu Anda berapa banyak Anda harus memiliki persediaan barang yang cepat terjual agar bisa mendapatkan keuntungan lebih besar.

  • Meminimalisir kemungkinan kehabisan stok barang

Jika Anda tidak tahu atau tidak yakin berapa banyak yang harus Anda beli dalam kurun waktu tertentu, maka disinilah peran EOQ sangat diperlukan. EOQ dapat membantu Anda memahami berapa banyak jumlah pemesanan yang harus Anda buat dan seberapa sering Anda harus melakukan pemesanan ulang.

Dengan menghitung berapa banyak yang harus Anda beli berdasarkan berapa banyak yang bisa Anda jual dalam kurun waktu tertentu, Anda bisa menghindari kehabisan stok barang karena tidak memiliki persediaan inventaris yang cukup dalam jangka panjang.

Melalui EOQ, Anda mungkin terkejut melihat bahwa memesan barang dalam jumlah yang sedikit lebih menghemat biaya perusahaan Anda, dan begitu juga sebaliknya. Anda bisa menemukan angka pasti yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda dengan cara menghitung EOQ-nya.

  • Meningkatkan efisiensi secara keseluruhan

Menyimpan dan mengelola inventaris bukanlah sesuatu hal yang mudah. Kelebihan stok bisa menimbulkan banyaknya biaya inventaris yang harus dikeluarkan, sementara kehabisan stok bisa menurunkan kepercayaan pelanggan. Jika kedua hal itu sampai terjadi, maka akan mengganggu efisiensi kegiatan bisnis secara keseluruhan.

Secara umum, menghitung EOQ bisa membantu Anda membuat keputusan yang tepat terkait dengan penyimpanan dan pengelolaan inventaris. Hingga saat ini, banyak perusahaan yang melakukan pemesanan hanya berdasarkan “insting” saja tanpa benar-benar menghitung berapa jumlah barang yang sebenarnya diperlukan. Menghitung EOQ adalah cara yang bijak untuk menentukan dengan tepat berapa banyak yang Anda perlukan berdasarkan biaya variabel yang penting.

Kapan EOQ Diperlukan?

EOQ merupakan bagian dari sistem inventaris yang ditinjau secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Cakupan EOQ tidak hanya sebatas menentukan jumlah pemesanan ulang barang yang tepat, namun juga menghitung peluangnya.

Dalam sebuah perusahaan, penghitungan EOQ menjadi tanggung jawab staf yang berada di sektor inventaris. Memantau jumlah persediaan barang yang dimiliki perusahaan adalah bagian dari tugas mereka. Pemantauan persediaan ini harus dilakukan setiap saat untuk mengantisipasi konsumen yang melakukan pembelian, terlebih dalam jumlah besar.

Penghitungan EOQ sendiri harus dilakukan dengan sangat teliti untuk menunjang keberhasilan bisnis perusahaan. Keuntungan praktis yang bisa didapatkan oleh perusahaan melalui penghitungan EOQ meliputi:

  • Pemilik usaha, terutama dalam skala kecil atau pengusaha pemula, bisa mendapatkan gambaran tentang berapa banyak persediaan barang yang harus mereka simpan tanpa menimbulkan biaya inventaris yang lebih besar namun tetap bisa memenuhi permintaan konsumen.
  • Membantu para pengusaha memahami dan lebih mudah dalam memutuskan berapa banyak jumlah barang yang harus mereka pesan.
  • Membantu para pengusaha menentukan seberapa sering mereka harus memesan barang dalam jangka waktu tertentu.
  • Membantu menekan biaya serendah mungkin dalam memesan dan menyimpan barang.

Komponen yang Diperlukan Untuk Menghitung EOQ

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, EOQ merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengukur jumlah pemesanan yang optimal sehingga bisa menekan biaya yang dikeluarkan perusahaan, baik dalam pemesanan barang maupun dalam inventarisasi atau penyimpanannya.

Namun demikian, menghitung EOQ tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada komponen-komponen penting yang diperlukan agar penghitungan EOQ bisa maksimal. Berikut 3 komponen utama yang harus diperhatikan dalam menghitung EOQ.

  • Holding cost (H) atau biaya penyimpanan

Komponen pertama yang diperlukan dalam menghitung EOQ adalah holding cost atau biaya penyimpanan. Sesuai dengan namanya, biaya penyimpanan berarti biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk menyimpan persediaan barang di gudang. Biaya ini meliputi berbagai macam biaya inventaris seperti biaya sewa, penyimpanan, asuransi, pajak, biaya penyusutan, kerusakan, hingga biaya penumpukan barang-barang yang sudah lama dan tidak laku terjual.

Total biaya penyimpanan sendiri tergantung pada besar kecilnya pemesanan yang dilakukan. Semakin besar pemesanan, maka semakin tinggi pula biaya penyimpanannya. Sebaliknya, jika pemesanan dilakukan dalam jumlah kecil, maka biaya penyimpanan juga semakin rendah.

  • Annual demand (D) atau permintaan tahunan

Aspek kedua yang sangat penting dan berpengaruh dalam penghitungan EOQ adalah annual demand atau permintaan tahunan. Untuk menemukan jumlahnya, Anda harus lebih dulu menjawab pertanyaan: berapa banyak permintaan barang yang Anda dapatkan untuk sebuah produk selama setahun?

Angka ini bisa diperoleh dengan melihat Riwayat data pemesanan, sehingga Anda bisa menentukan berapa banyak produk yang Anda jual dalam kurun waktu satu tahun.

  • Order cost (S) atau biaya pemesanan

Terakhir ada order cost atau biaya pemesanan. Biaya pemesanan adalah biaya yang harus dikeluarkan perusahaan setiap kali memesan barang atau produk. Barang-barang yang dipesan ini kemudian akan disimpan sebagai persediaan. Biaya pemesanan sendiri meliputi semua biaya yang harus dikeluarkan selama proses pemesanan barang hingga barang tersebut sampai ke tangan si pemesan. Sehingga biaya yang harus dihitung tidak hanya meliputi harga barang yang dipesan saja.

Yang termasuk ke dalam biaya pemesanan antara lain adalah:

    • Biaya persiapan yang meliputi biaya telepon saat memesan barang kepada penyedia.
    • Biaya pengiriman yang dibayarkan kepada kurir yang bertugas mengirim barang hingga sampai ke tempatnya.
    • Biaya verifikasi faktur pembelian.
    • Biaya penyelesaian pembelian dan pembayaran.

Total biaya pemesanan tidak sama, tergantung pada jumlah barang yang dipesan perusahaan kepada penyedia. Jumlah barang yang dipesan sendiri sangat dipengaruhi oleh penjualan perusahaan. Jika dalam waktu satu tahun perusahaan mengalami permintaan yang pesat untuk sebuah produk, maka jumlah pemesanan barang juga akan mengalami peningkatan. Sebaliknya, jika penjualan produk kurang memuaskan, maka angka pemesanan juga akan diturunkan untuk menekan biayanya.

Rumus Menghitung EOQ

EOQ sangat diperlukan oleh semua badan usaha, baik yang skalanya masih kecil maupun yang sudah berskala besar. Terutama bagi perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan perdagangan, memesan dan menyimpan stok barang merupakan bagian dari kegiatan operasional mereka.

Secara matematis, EOQ bisa dihitung dengan menggunakan rumus yang pasti. Berikut adalah rumus penghitungan EOQ yang bisa diterapkan:

Dimana

  • R: Jumlah barang yang dibutuhkan dalam kurun waktu tertentu, bisa tahunan atau bulanan
  • S: Biaya pemesanan dalam satu kali pesan
  • P: Harga beli per unit atau per satuan barang yang dibeli, bukan harga total barang yang dipesan
  • I: Biaya penyimpanan dari setiap unit barang, dapat ditulis dalam bentuk persentase.

Asumsi-Asumsi Dasar Dalam Menghitung EOQ

Tujuan utama dalam penghitungan EOQ adalah membantu para pelaku usaha mengetahui dan menentukan berapa banyak jumlah barang yang harus dipesan sehingga biaya total dapat ditekan seminimal mungkin. Biaya total yang dimaksud adalah penjumlahan antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan atau inventaris.

Penghitungan EOQ juga memiliki batasan-batasan tertentu yang harus dipahami. Untuk menemukan angka pemesanan yang tepat, maka pertambahan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan harus dilihat dengan baik.

Berikut asumsi-asumsi dasar yang perlu diperhatikan dalam penghitungan EOQ:

  • Mengetahui dengan pasti jumlah barang, produk, atau unit yang akan dijual atau dikonsumsi selama jangka waktu tertentu.
  • Total biaya pemesanan sifatnya konstan atau tetap selama periode waktu yang telah ditentukan.
  • Biaya persediaan barang juga bersifat tetap atau konstan selama jangka waktu yang telah ditentukan.
  • Perusahaan atau penyedia barang tidak memberikan diskon tunai dalam pembelian.
  • Jumlah persediaan yang dipesan oleh perusahaan dikirim secara bersamaan.
  • Tidak ada fluktuasi dalam waktu tunggu dan semua total pesanan diterima tepat waktu.

Contoh Kasus EOQ

PT ABC akan melakukan pemesanan barang dengan asumsi penjualan mereka akan sama seperti periode sebelumnya. Menurut penjualan yang berhasil mereka lakukan dalam kurun waktu tersebut, dibutuhkan 240.000 unit bahan baku dalam proses produknya.

Harga bahan baku sendiri adalah Rp 2.000 per unit, sementara biaya pemesanan yang harus dibayarkan oleh PT A adalah sebesar Rp 150.000. Dengan prediksi biaya penyimpanan sebesar 25%, maka nilai EOQ bisa dihitung sebagai berikut:

  • R (Jumlah barang): 240.000 unit
  • P (Harga beli per unit): Rp 2.000
  • S (Biaya pemesanan): Rp 150.000
  • I (Biaya penyimpanan): 25% untuk setiap unit barang

Maka penghitungan EOQ bisa dilakukan sebagai berikut:

Meski sudah ditemukan angka EOQ 12.000 unit, penghitungan belum selesai sampai di situ saja. Angka tersebut menunjukkan kebutuhan barang selama setahun. Sehingga harus dilijat lagi berapa kali jumlah pemesanan yang biasa dilakukan perusahaan selama kurun waktu satu tahun tersebut. Jika perusahaan melakukan pemesanan sebanyak 30 kali selama setahun, maka hasilnya harus dibagi dengan angka 30, agar muncul hasil jumlah barang yang harus dipesan dalam satu kali waktu.

Kesimpulan

Dari penjelasan panjang di atas, terlihat betapa pentingnya peran EOQ bagi sebuah perusahaan. Jika perusahaan Anda sering mengalami kesalahan penghitungan dalam pemesanan barang, maka saatnya Anda menggunakan EOQ untuk memperoleh penghitungan yang lebih akurat, sehingga dapat menekan biaya-biaya yang mungkin dikeluarkan seperti biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu ‘Economic Order of Quantity’ (EOQ), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Pertanyaan yang Sering Diajukan dalam Wawancara Kerja
Apa itu Cost Benefit Analysis (Analisis Biaya Manfaat)?
Hal-Hal yang Menyebabkan Orang “Gagal Kaya”
Perbedaan EBIT vs EBITDA
Hobi dan Aktivitas yang Masih Bisa Dilakukan Dengan Menjaga Jarak Selama Pandemi
Apa itu Economic Order of Quantity (EOQ)
Perbedaan Costs (Biaya) dan Expenses (Beban)
Aplikasi Untuk Kasir di Android
Perbedaan Economic Vs Finance (Ekonomi vs Keuangan)
Apa itu Middle Income Trap?


Bagikan Ke Teman Anda