Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Harga Eceran Tertinggi?

Saat ini, pemerintah melakukan kebijakan intervensi harga untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga. Adapun yang dilakukan pemerintah adalah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Adapun komoditas yang terkena dampaknya adalah komoditas gula, daging dan mnyak goreng.

Kebijakan komoditas tersebut bersifat terbatas, artinya hanya berlaku di pasar ritel modern. Meski demikian, kebijakan ini berdampak positif dan negatif. Namun, sebelum membahas lebih lanjut, tidak langkap rasanya membicarakan Harga Eceran Tertinggi (HET) tanpa mengetahui apa itu Harga Eceran Tertinggi sebenarnya. Untuk itu, berikut penjelasannya!

Pengertian Harga Eceran tertinggi

Harga Eceran Tertinggi (HET) merupakan harga tertinggi yang berlaku pada sebuah produk yang dijual dalam suatu negara. Umumnya, harga eceran ini dihitung oleh produsen. Meski demikian, pengecer juga diperbolehkan untuk menjual produk dibawah harga eceran tertinggi.

Harga Eceran Tertinggi (HET) berbeda dengan Harga Eceran Resmi. Seperti yang diketahui bahwa harga eceran tertinggi merupakan harga tertinggi yang dijual namun boleh dijual dengan harga dibawah rata-rata. Namun, harga eceran resmi harganya hanya berupa rekomendasi dan tidak dapat ditegakkan oleh undang-undang.

Dampak Positif Dan Negatif Harga Eceran Tertinggi

Perlu diketahui bahwa pemberlakuan harga eceran tertinggi memiliki dampak positif dan negatif yang perlu diketahui. Untuk itu berikut merupakan dampak positif dan negatif dari harga eceran tertinggi.

  • Dampak Positif

Dampak positif dari harga eceran tertinggi adalah masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau dan mengurangi adanya risiko kenaikan inflasi.

  • Dampak Negatif

Dampak negatif dari harga eceran tertinggi adalah adanya supply barang di pasar gelap dan lain sebagainya. Untuk itu, pemerintah sebaiknya harus bisa meminimalisir dampak negatif yang sebagian besar dialami oleh produsen dan penjual.

Adapun cara yang bisa dilakukan pemerintah antara lain adalah memasukkan biaya produksi dan biaya distribusi dalam perhitungan harga eceran tertinggi, kemudian pemerintah juga perlu menindak tegas pelaku pasar gelap dan mengupayakan pemberian subsidi pada penjual untuk meminimalisir risiko adanya kerugian.

Selain itu, penerapan HET seharusnya juga harus berlaku di pasar tradisional. Dengan demikian, dukungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui fungsi pengawasan juga perlu dilakukan agar penerapan kebijakan dari harga eceran tertinggi ini dapat berjalan sesuai dengan tujuannya.

Kasus-kasus Harga Eceran Tertinggi

Berikut merupakan beberapa Kasur harga eceran tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia.

1. Petani yang tidak setuju adanya Harga Eceran Tertinggi beras

Mentri perdagangan merencanakan penurunan harga eceran tertinggi pada poduk beras di sejumlah wilayah di Indonesia Bagian Barat. Namun, sebagian orang menolak adanya penurunan harga eceran tertinggi ini. Hal ini dikarenakan penurunan harga eceran tertinggi akan merugikan petani karena harga gabah tentu akan ikut menurun.

2. KPPU meminta pemerintah untuk tidak menaikkan harga eceran tertinggi

Komisi Pengawas Persaingan Usaha meminta pemerintah agar tidak menaikkan harga eceran tertinggi pada produk gula. Hal ini dikarenakan pandangan para pelaku usaha yang menganggap harga eceran tertinggi sebesar Rp. 12.500 per kg yang ditetapkan sebagai harga yang sangat rendah tidaklah tepat.

3. Bank Indonesia Mencatat Penjual Eceran Turun Pada Mei 2020

Pada bulan Mei 2020 silam, penjual eceran merosot. Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran, Bank Indonesia menunjukkan bahwa penjualan rill pada bulan Mei 2020 tercatat sebesar 20,6% sedangkan pada bulan April sebesar 16,9%. Penurunan ini disebabkan karena sebagian besar kota masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

4. Turunnya penjualan eceran pada September 2021

Pada bulan September 2021, penjualan eceran diperkirakan menurun. Menurut hasil Survei Penjualan Eceran, Bank Indonesia mencatat bahwa perkiraan indeks penjualan rill per bulan September turun menjadi 190,3 dari agustus sebesar 192,5.

Namun, kabar baik datang di bulan Juni 2020 dimana pertumbuhan penjualan eceran mengalami perbaikan meski masih dalam fase kontraksi yang mulai terkontraksi sebesar 14,4%.

Penurunan penjualan eceran pada bulan September 2021 silam ini tidak lepas dari perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia. Untuk itu, karena pandemi belum usai, masyarakat diharapkan sudah melakukan mobilitas normal dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan menunjukkan bukti status vaksinasi saat berkunjung ke suatu tempat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu Harga Eceran Tertinggi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Arti Harga Eceran Tertinggi (HET)
Mengapa Secara Umum Kedai Kopi Susah Untuk Survive/Bertahan?
Apa Itu Prospek?
Ini Dia Contoh Bank Digital Di Indonesia
Apa Itu Daerah Penyangga, Fungsi dan Contohnya
Arti, Fungsi, Dan Jenis-Jenis Reklame
Apa itu Globalisasi?
Alasan Dibalik Mahalnya Kain Sutra
Manfaat BEP, dari Penentu Harga Hingga Pengendali Produksi
Apa Itu Laba Ditahan?


Bagikan Ke Teman Anda