Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Hukum Permintaan?

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah bisa lepas dari kegiatan ekonomi. Mereka akan melakukan transaksi jual beli untuk memenuhi kebutuhannya. Nah, adanya kebutuhan inilah yang kemudian memunculkan adanya permintaan.

Setiap hari manusia selalu melakukan permintaan, baik dalam bentuk barang dan jasa. Namun pemenuhan permintaan tidak sesederhana yang dibayangkan. Permintaan erat kaitannya dengan penawaran. Karena adanya permintaan dari pembeli, maka produsen barang memberikan penawaran.

Semakin tinggi permintaan, maka semakin mahal pula harga barang. Itulah yang disebut dengan hukum permintaan.

Definisi Hukum Permintaan

Sebelum membahas tentang hukum permintaan, ada baiknya Anda pahami dulu definisi permintaan dalam dunia ekonomi. Permintaan adalah sejumlah barang atau jasa yang diminta atau dibeli pada harga dan waktu tertentu. Permintaan sendiri berkaitan erat dengan kebutuhan konsumen akan barang dan jasa terkait. Namun secara umum, permintaan masyarakat tidak terbatas jumlahnya.

Sementara itu, hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan adanya hubungan negatif antara jumlah permintaan dan harga barang atau jasa. Jika harga naik, maka permintaan akan turun dan sebaliknya jika harga turun, maka permintaan cenderung naik.

Hukum permintaan berbunyi:

“Semakin turun harga, maka semakin tinggi barang yang diminta, dan semakin naik harga semakin sedikit barang yang diminta.”

Hukum permintaan tidak bersifat mutlak. Namun dalam konteks ceteris paribus (faktor-faktor yang dianggap tetap), sifatnya menjadi mutlak.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan.

  • Harga barang yang diminta

Harga barang yang diminta akan mempengaruhi jumlah permintaan itu sendiri. Sesuai dengan hukum permintaan, jika harga barang naik maka permintaan turun, namun jika harga barang turun maka permintaan akan naik.

  • Harga barang pengganti (substitusi)

Hampir semua kebutuhan manusia memiliki substitusi atau pengganti. Harga dari barang pengganti ini juga mempengaruhi permintaan suatu barang. Misalnya jika harga barang pengganti relatif lebih murah, maka masyarakat akan lebih memilih barang pengganti tersebut.

Contohnya seperti alas kaki. Harga sepatu kets lebih mahal dibandingkan dengan flat shoes. Maka konsumen akan memilih untuk membeli flat shoes dibandingkan sepatu kets karena keduanya memiliki fungsi yang sama.

  • Harga barang pelengkap (komplementer)

Barang pelengkap atau komplementer adalah barang yang mendukung operasional atau jalannya sebuah barang. Jika harga barang pelengkap naik, maka besar kemungkinan minat masyarakat terhadap barang utama akan menurun.

  • Tingkat pendapatan masyarakat

Daya beli masyarakat juga turut mempengaruhi permintaan akan sebuah barang. Pada gilirannya, daya beli tergantung pada tingkat pendapatan mereka. Jika tingkat pendapatan masyarakat tinggi, maka permintaan barang juga meningkat. Sebaliknya jika tingkat pendapatan masyarakat menurun, maka permintaan barang akan menurun juga.

  • Perubahan selera konsumen

Selera konsumen biasanya bergantung pada tren. Apabila selera konsumen akan barang tertentu sedang naik, maka begitu pula dengan permintaannya. Sebagai contoh adalah tren minuman boba

Ketika banyak orang mengkonsumsi boba, maka permintaan minuman ini akan semakin meningkat. Para produsen pun berusaha memenuhi permintaan masyarakat ini dengan banyaknya muncul merek-merek minuman boba yang menawarkan variasi harga dan rasa.

  • Intensitas kebutuhan barang

Semakin mendesak kebutuhan masyarakat akan suatu barang, maka semakin tinggi permintaannya. Biasanya ini terjadi pada bahan-bahan pokok yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Itulah mengapa permintaan akan bahan pokok tidak pernah turun.

Berbeda dengan barang yang sifatnya bukan kebutuhan mendesak, maka permintaannya pun sulit untuk naik dan bisa jadi cenderung menurun.

  • Prediksi harga barang di masa depan

Sebuah barang yang harganya semakin naik, namun tetap dibutuhkan, akan mendatangkan banyak permintaan. Ini karena masyarakat akan memborong barang tersebut sebelum harganya semakin naik hingga menjadi sulit dijangkau.

Elastisitas Silang Harga Permintaan

Salah satu elastisitas dalam harga permintaan adalah elastisitas silang atau cross elasticity. Elastisitas silang menunjukkan adanya hubungan antara jumlah permintaan jarang tertentu terhadap perubahan harga barang lain yang masih berhubungan.

Hubungan tersebut bisa bersifat pengganti (substitusi) atau pelengkap (komplementer). Ada tiga macam respons perubahan elastisitas silang harga barang yaitu positif, negatif, dan nol.

  • Elastisitas silang positif

Dalam konteks ini, peningkatan harga suatu barang menyebabkan permintaan harga barang lainnya. Hal ini biasanya terjadi pada dua barang yang bersifat substitutif atau bisa saling menggantikan satu sama lain.

Misalnya, kenaikan pada harga tempe menyebabkan harga tahu ikut naik. Keduanya sama-sama makanan dan bisa saling menggantikan satu sama lain.

  • Elastisitas silang negatif

Elastisitas silang negatif terjadi ketika kenaikan harga suatu barang menyebabkan turunnya permintaan terhadap barang lain. Hal ini sering terjadi pada barang yang bersifat pelengkap atau komplementer.

Sebagai contoh, kenaikan pada harga BBM menyebabkan permintaan akan kendaraan bermotor menurun.

  • Elastisitas silang nol

Dalam hal ini, kenaikan harga barang tidak mempengaruhi harga barang yang lain karena keduanya tidak saling berkaitan. Oleh karena itu disebut dengan elastisitas silang nol. Sebagai contoh, ketika harga BBM naik, harga tempe dan tahu tidak ikut naik karena dalam proses distribusinya tidak membutuhkan BBM. Maka perubahan permintaan pada satu barang tidak mempengaruhi barang yang lain.

Permintaan dan penawaran adalah dua hal yang akan terus berlangsung dalam perekonomian sehari-hari. Hukum permintaan juga bisa menjadi tidak berlaku jika permintaan (demand) masyarakat akan sebuah barang semakin tinggi, namun jumlah barang yang tersedia justru semakin sedikit. Hal ini kemudian akan menimbulkan kelangkaan.

Oleh karena itu, agar hukum permintaan dapat diterapkan, persediaan atau suplai barang harus tetap stabil, demikian pula dengan permintaan masyarakat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu hukum permintaan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Hukum Penawaran dan Permintaan
Mengenal Hukum Dasar Yang Berlaku Universal
Apa itu Hukum Permintaan?
Apa itu Hukum Penawaran?
Kalkulator ROI Ternak Akun/NFT – Aset Digital Kalkulator
Kalkulator Biaya Pernikahan: Estimasi Budget Undangan, Gedung, Souvenir, dll
Kalkulator Kopi vs Aset: Hitung Hasil Investasi Uang Jajan Kopi
Cara Menghitung AOV (Average Order Value)
Bagaimana Menghentikan Cyberbullying tanpa Menghindari Akses ke Internet
Contoh Surat Peringatan Aparat Desa


Bagikan Ke Teman Anda