Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengenal Hukum Dasar Yang Berlaku Universal

Alam semesta menyimpan banyak rahasia. Sedikit demi sedikit rahasia tersebut terkuak seiring dengan berkembangnya peradaban manusia. Namun, itu hanya sebagian kecil saja, dan sebagian besar lainnya masih menjadi rahasia Sang Pencipta alam semesta itu sendiri.

Kehidupan di alam semesta ini begitu unik dan kompleks. Meski demikian, ada semacam kekuatan yang menjaga keseimbangan agar kehidupan makhluk hidup di semesta ini dapat berjalan sebagaimana mestinya. Tentu akan ada dampak yang ditimbulkan ketika keseimbangan alam terganggu, seperti bencana alam, kerusakan, bahkan kepunahan.

Disadari atau tidak, segala sesuatu yang terdapat di alam semesta ini bermuara pada energi, frekuensi, dan getaran. Alam semesta menciptakan harmoni yang sempurna berdasarkan hukum universal yang mengatur segala sesuatu yang ada di dalamnya. Jika ditarik ke belakang pada sejarah perkembangan peradaban manusia mulai dari tradisi Mesir Kuno, Yunani Kuno, dan India Kuni ribuan tahun yang lalu, ada benang merah peran dari hukum spiritual alam semesta.

Begitu kompleks untuk dipahami. Namun, ketika Anda mulai memahami, mencoba menerapkan, dan menyelaraskan diri dengan hukum universal ini, Anda akan mengalami transformasi di setiap bidang kehidupan Anda, bahkan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Apa itu hukum universal dasar?

Hukum universal dasar merupakan kaidah-kaidah yang timbul dari suatu sistem yang mengakomodir setiap kehidupan yang ada di alam semesta, termasuk manusia. Hukum alam semesta ini menjadi hukum dasar yang melandasi segenap peristiwa yang terjadi, di mana dapat dijelaskan baik dari perspektif agama maupun ilmu pengetahuan.

Sesama makhluk hidup di alam semesta ini memiliki hubungan atau keterkaitan yang erat. Hal ini disebabkan oleh adanya energi yang tertaut antara manusia dengan alam, termasuk dengan makhluk hidup lainnya. Maka dari itu, energi yang dikeluarkan manusia akan berpengaruh pada alam dan makhluk hidup lain di dalamnya.

Menurut hukum kekekalan energi, jumlah energi di alam semesta ini bersifat tetap. Artinya, tidak akan ada penciptaan energi baru. Meski demikian, keberadaan energi itu sendiri di alam semesta tidak akan pernah hilang. Secara kuantitas, energi di alam semesta ini akan tetap sama, hanya saja bisa mengalami perubahan bentuk.

Banyak fenomena alam yang unik dan sering kali menimbulkan decak kagum. Dari yang paling sederhana misalnya air yang berubah menjadi uap, kayu berubah menjadi arang, es menjadi air, dan masih banyak lagi lainnya. Bahkan mungkin tanpa disadari, selama beraktivitas sehari-hari, tubuh kita mengubah energi menjadi bentuk lain. Hal ini berarti bahwa hukum alam pun dapat kita rasakan langsung pada tubuh kita.

Ragam hukum universal dasar

Seiring dengan perkembangan peradaban manusia dan teknologi yang semakin canggih, hukum alam semesta kini lebih mudah untuk diketahui dan dipahami cara kerjanya. Namun pada zaman budaya kuno, hukum alam semesta atau universal dasar ini dianggap sebagai hukum intrinsik, karena dapat diketahui secara intuitif.

Setidaknya ada 12 hukum universal dasar yang menjadi pedoman dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Hukum universal dasar ini memiliki sifat kekal atau abadi, dan sementara. Sifat hukum universal dasar yang kekal dan abadi artinya hukum tersebut mutlak, sehingga tidak pernah dapat diubah dan dilampaui, karena akan selalu ada sepanjang kehidupan alam semesta ini ada. Sementara sifat yang sementara, artinya bisa berubah dan dapat dilampaui. Apapun sifat hukum universal dasar, pada prinsipnya semuanya mengatur keberadaan makhluk hidup di alam semesta, tak terkecuali Anda sebagai manusia.

  • Hukum keesaan ilahi

Hukum keesaan ilahi merupakan hukum pertama dan paling mendasar dari alam semesta, yang menyoroti keterkaitan segala hal. Hukum ini menjelaskan bahwa segala sesuatu terhubung antara satu dengan yang lainnya. Apa pun yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan dipercaya akan memiliki efek atau dampak pada orang lain dan alam semesta yang ada di sekitarnya.

Harus dipahami bahwa alam semesta beserta seluruh isinya, termasuk makhluk hidup di dalamnya diciptakan dari sumber ilahi. Atas dasar tersebut, semua makhluk hidup di alam semesta ini merupakan bagian yang sama. Prinsipnya, untuk menerapkan hukum ini dalam kehidupan sehari-hari, Anda harus meyakini akan keesaan Tuhan sebagai Sang Pencipta. Selain menjaga hubungan vertikal dengan Tuhan, Anda juga harus menjaga hubungan horisontal dengan sesama makhluk lainnya yang diwujudkan melalui sikap saling mengasihi dan menyayangi.

  • Hukum getaran

Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini terdiri dari energi atau cahaya murni yang beresonansi dan hadir sebagai frekuensi atau pola getaran. Disadari atau tidak, semua materi, pikiran, dan perasaan memiliki frekuensi getaran tersendiri. Pikiran, perasaan, dan tindakan yang dipikih memiliki tingkat getaran yang berbeda. Artinya, pikiran Anda tidak dapat dipisahkan dengan alam semesta. Ketika Anda berpikiran baik atau positif, maka lebih banyak pikiran baik dari alam yang akan mengikuti Anda. Uniknya, Anda akan berada dalam lingkup harmoni getaran yang sama dengan orang-orang yang memiliki pikiran serupa.

Pikiran merupakan lokasi di mana segala sesuatunya dimulai. Pikiran sadar biasanya berdiam pada pikiran dengan kualitas tertentu, sehingga tertanam kuat dalam pikiran bawah sadar. Pikiran-pikiran tersebut menjadi getaran dominan yang membentuk resonansi dengan getaran serupa lainnya dan menariknya dalam kehidupan seseorang.

Hukum getaran ini akan lebih mudah dipahami apabila Anda menganggap bahwa dari pandangan metafisik, seluruh alam semesta adalah pikiran. Dengan begitu, getaran yang dihasilkan dari pikiran Anda akan mempengaruhi segala sesuatu yang ada di sekitar Anda, baik lingkungan, orang, maupun binatang di sekitar Anda. Hal ini termasuk pula benda-benda mati, bahkan ruangan yang tampaknya kosong, pada gilirannya akan dapat mempengaruhi Anda. Tak hanya itu, perasaan yang Anda rasakan pun menentukan getaran Anda.

  • Hukum korespondensi

Setiap makhluk memiliki dua sisi, yakni di dalam dan di luar. Sisi bagian dalam tentu tidak kelihatan secara fisik, lain halnya dengan sisi luar yang akan tampak lebih jelas dan nyata. Pada prinsipnya, apa yang tampak di luar itu merupakan cerminan dari segala sesuatu yang dirasakan di dalam.

Kehidupan Anda yang tampak dari luar adalah cerminan dari kehidupan batin yang sedang Anda rasakan. Di sini, ada hubungan langsung antara cara Anda berpikir dengan perasaan yang Anda rasakan di dalam, termasuk cara Anda bertindak yang tampak dari luar.

Sebagai contoh, jika hidup Anda kacau dan menakutkan, maka Anda merasakan kekacauan dan ketakutan di dalam. Sebaliknya, apabila kehidupan Anda tampak tenang dan membahagiakan, maka ada perasaan damai yang Anda rasakan di dalam.

Inilah hukum korespondensi. Ada suatu keterikatan yang kuat antara kehidupan di dalam yang terejawantahkan melalui tindakan fisik di kehidupan yang tampak dari luar. Apapun yang Anda tunjukkan dalam kehidupan Anda sehari-hari, mulai dari hubungan, kesehatan, finansial, dan karir Anda merupakan bayangan cermin dari dunia batin Anda.

  • Hukum tarik-menarik

Dari ragam hukum universal dasar, hukum tarik-menarik atau ketertarikan paling banyak dibicarakan. Hukum ini menunjukkan bahwa pikiran, perasaan, perkataan, dan tindakan menghasilkan energi yang pada gilirannya akan menarik energi serupa. Energi positif akan menarik energi positif. Demikian pula sebaliknya.

Hukum tarik-menarik menjelaskan bahwa Anda akan mendapatkan apa yang Anda fokuskan. Contoh sederhana, ketika seseorang jatuh cinta dengan orang lain, maka akan ada ketertarikan. Jika orang yang disukai memiliki perasaan dan pikiran yang sama, maka akan terjadi tarik-menarik, karena rasa suka menarik rasa suka yang sama. Lain halnya jika salah satu pihak tidak memiliki perasaan yang sama, maka tidak akan ada ketertarikan diantara keduanya.

  • Hukum tindakan

Hukum tindakan menjelaskan bahwa Anda harus melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencapai apa yang diinginkan. Ketika Anda mengambil tindakan yang selaras dengan pikiran dan impian, serta melanjutkannya hingga mencapai yang diinginkan, maka tidak akan ada hasil yang bisa diperkirakan. Artinya, Anda akan berhasil mencapai segala sesuatu yang diinginkan. Lantas, bagaimana bisa mengalami kegagalan? Bisa jadi ketakutan atau kemalasan Anda yang menyebabkan kegagalan tersebut.

Dalam praktiknya, hukum tindakan adalah tentang memperlambat, menjadi tenang, dan upaya menciptakan ruang untuk bimbingan internal. Di saat Anda melepaskan kebutuhan untuk mengatur dan mengontrol segala sesuatu bisa berjalan sesuai rencana, maka sebaliknya hal tersebut justru membuka semua kemungkinan. Artinya, akan ada ruang bagi cara-cara baru untuk mencapai tujuan yang mungkin tidak pernah terpikir dan dipertimbangkan sebelumnya.

  • Hukum transmutasi energi abadi

Semua orang memiliki potensi kekuatan dalam dirinya untuk mengubah kondisi kehidupan mereka. Getaran yang lebih tinggi akan mampu mengubah getaran yang lebih rendah. Inilah prinsip dalam penerapan hukum transmutasi energi abadi.

Perlu dipahami bahwa segala sesuatu di alam semesta ini terus berkembang dan fluktuatif. Idealnya, pikiran akan selalu mendahului tindakan, karena pikiran memiliki kekuatan yang dapat diwujudkan dalam tindakan riil sehari-hari.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa berada di kumpulan orang-orang yang berpikiran negatif, akan ‘menggerus’ aura positif dalam diri Anda, sehingga Anda pun akan terjebak di dalam pikiran yang sama. Hal ini pun bisa berlaku sebaliknya. Frekuensi pikiran positif yang lebih tinggi dapat mentransmutasikan frekuensi pikiran yang lebih rendah. Artinya, Anda bisa mempengaruhi pikiran negatif seseorang apabila frekuensi pikiran positif Anda lebih tinggi.

  • Hukum sebab dan akibat

Memahami cara kerja hukum sebab dan akibat relatif lebih mudah, sebab menyoroti langsung hubungan antara tindakan dan peristiwa. Setiap tindakan akan memiliki reaksi atau konsekuensi. Segala pikiran, perkataan, dan perbuatan manusia akan memicu gelombang energi di alam semesta, sehingga pada gilirannya menciptakan efek yang diinginkan atau tidak. Hukum ini menyatakan bahwa efek harus termanifestasi secara fisik. Sebab itu, pikiran, perkataan, emosi dan perbuatan yang baik sangat penting untuk kehidupan yang lebih baik yang semua itu menciptakan efek yang baik.

  • Hukum kompensasi

Segala upaya yang dilakukan akan kembali dalam bentuk hasil yang positif. Inilah hukum kompensasi. Hukum ini berkaitan erat dengan hukum tarik-menarik dan korespondensi. Apabila Anda mencari sesuatu, maka Anda harus berkontribusi dalam berbagai cara untuk mencapai tujuan Anda.

Keterkaitan dengan sebab dan akibat diterapkan pada keberkahan dan kelimpahan yang disediakan alam semesta. Artinya, alam semesta akan memberikan efek nyata atas setiap perbuatan yang Anda lakukan, dalam bentuk hal-hal yang positif, baik berupa limpahan materi, maupun persahabatan dan dikelilingi oleh orang-orang yang baik.

  • Hukum relativitas

Kehidupan manusia tak lepas dari komparatif atau perbandingan. Manusia cenderung membandingkan berbagai hal yang ada di alam semesta, padahal sejatinya semuanya adalah netral. Relativisme ada dalam segala hal, dan pada akhirnya merasuk dalam perspektif dan persepsi manusia.

Namun, membandingkan sesuatu bukanlah hal yang buruk. Hukum relativitas justru dapat membantu kita memahami bagian yang paling sulit dari kehidupan. Misalnya, Anda mungkin merasa selalu kurang beruntung dengan kehidupan Anda, karena memiliki keterbatasan dalam banyak hal termasuk finansial, sehingga mengakibatkan kehidupan Anda seolah tidak bahagia. Perasaan tersebut bisa jadi muncul karena ketidakpandaian dalam mensyukuri segala nikmat dan situasi dalam kehidupan yang dijalani. Selain itu, adanya kecenderungan membandingkan standar hidup diri sendiri dengan orang lain yang tentu saja berbeda. Akan lebih baik, apabila Anda menghargai dan bersyukur atas segala yang dimiliki tanpa perlu membandingkan dengan yang lain.

  • Hukum polaritas

Hukum polaritas menjelaskan bahwa segala sesuatu dalam kehidupan di alam semesta ini pada pada suatu rangkaian dan berlawanan. Ada dua kutub yang berhadapan dan berlawanan, di mana keduanya memiliki perbedaan yang ekstrim. Sebut saja baik buruk, panas dingin, cinta benci, atas bawah, sukses gagal, dan lain sebagainya.

Dualitas dalam kehidupan. Meski demikian, pertentangan ini tidaklah mutlak, karena tidak ada satu titik pun yang menunjukkan bahwa satu memulai dan yang lainnya dimulai. Contohnya, panas dan dingin, tidak ada yang bisa menunjukkan bahwa dingin berhenti dan panas dimulai. Prinsipnya, untuk bisa memahami hukum polaritas harus belajar cara menjaga keseimbangan, fokus, dan keterpisahan dari gangguan dunia material.

  • Hukum irama

Segala sesuatu bergetar dan bergerak pada ritme tertentu. Ritme ini membentuk musim, siklus, tahapan perkembangan, dan pola. Siklus merupakan bagian alami dari alam semesta, yang mencerminkan keteraturan dari alam semesta itu sendiri.

Musim hujan tidak akan berlangsung sepanjang tahun. Demikian pula dengan musim kemarau dan musim-musim lainnya. Ada periode tertentu untuk terjadinya setiap musim. Semua musim tersebut berjalan melalui siklus, di mana masing-masing memiliki ritme atau pola. Tak hanya pada musim, hukum irama juga dapat diterapkan pada siklus ekonomi, di mana ada periode di mana pertumbuhan ekonomi meningkat, ada pula kalanya menurun. Demikian pula dengan kesehatan, ada kalanya sakit, ada juga kalanya sehat.

  • Hukum gender

Hukum gender berkaitan dengan energi maskulin dan feminin. Hukum ini menetapkan pada segala sesuatu di alam semesta ini tercipta dalam dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Keduanya dibutuhkan agar kehidupan tetap ada dan dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Hukum universal dasar ada di setiap ruang gerak dan kehidupan manusia. Disadari atau tidak, masing-masing individu mengintegrasikan hukum universal dasar ini ke dalam kehidupan mereka dan mengkonseptualisasikannya sesuai dengan cara yang masuk akal bagi mereka.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang mengenal hukum dasar yang berlaku universal, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Dasar-dasar Pengelolaan Finansial Pribadi
Mengenal Gaya Hidup Minimalis
Prinsip Dasar Manajemen Keuangan Pribadi
Mengenal Tugas dan Wewenang Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Untung Rugi Universal Basic Income (Pendapatan Dasar Universal)
Mengenal Seluk-Beluk Dompet Digital
Dasar-Dasar Keuangan Pribadi (Personal Finance)
Cara Membuat Anggaran Keuangan Untuk Keluarga
Modus Penipuan Nasabah Perbankan
Tips Keuangan Ala Orang Tiongha


Bagikan Ke Teman Anda