Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengenal Gaya Hidup Minimalis

Anda tentu pernah mendengar istilah minimalis. Istilah tersebut sering kali disematkan pada properti dan kelengkapannya seperti rumah minimalis, perabot atau furnitur minimalis, dan lain sebagainya. Bahkan saat ini, istilah minimalis pun digunakan dalam ranah gaya hidup yang dikenal dengan gaya hidup minimalis (minimalist lifestyle).

Apa itu gaya hidup minimalis?

Secara sederhana gaya hidup minimalis dapat diartikan sebagai hidup sederhana, yakni kehidupan yang dijalani dengan merujuk pada praktik-praktik keikhlasan untuk menyederhanakan hidup, baik secara materi maupun non-materi. Dalam praktiknya, ketika seseorang dengan sukarela mengurangi jumlah dan jenis harta yang dimilikinya dan meningkatkan kemandiriannya, maka ia telah dianggap menerapkan gaya hidup minimalis.

Gaya hidup minimalis menekankan pada ‘apa yang dibutuhkan’, bukannya ‘apa yang diinginkan’. Berkenaan dengan hal tersebut, gaya hidup ini memiliki ciri berupa adanya kepuasan dalam diri saat menjalankan hidup sederhana, hanya memenuhi segala sesuatu yang dibutuhkan, dan tidak terjebak pada segala sesuatu yang diinginkan.

Meski menitikberatkan pada kesederhanaan hidup, namun gaya hidup minimalis berbeda dengan kemiskinan akibat situasi eksternal. Gaya hidup minimalis lebih pada dorongan dalam diri untuk menjalani kehidupan yang sederhana, menghindari kemewahan, dan foya-foya, walaupun memiliki kemampuan secara finansial. Penerapan gaya hidup minimalis mensyaratkan adanya keikhlasan dalam diri, sedangkan kemiskinan merupakan kondisi yang ‘memaksa’ untuk ikhlas menjalaninya.

Gaya hidup minimalis umumnya diterapkan karena adanya dorongan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dengan cukup banyak alasan yang mendasarinya. Sebut saja demi spiritualitas, kesehatan, meningkatkan kualitas dan kuantitas waktu untuk keluarga juga sahabat, menyeimbangan waktu bekerja, menikmati hidup, selera pribadi, berhemat, dan mencegah stres.

Sebab itu, gaya hidup minimalis bersifat sangat pribadi, karena merupakan representasi dari nilai-nilai individual masing-masing. Gaya hidup minimalis adalah tentang intensionalitas, di mana segala sesuatu dalam hidup individu mulai dari harta fisik hingga hubungan bahkan gagasan mampu menambah nilai kehidupannya.

Maka dari itu, setiap individu tentu akan memiliki pandangan yang berbeda tentang gaya hidup minimalis ini. Sebab, hal-hal yang dianggap penting oleh seseorang belum tentu dianggap penting juga oleh orang lain. Demikian pula dengan kebutuhan, apa yang dibutuhkan oleh masing-masing individu akan berbeda.

Meski demikian, tidak bisa dibuat ukuran bahwa seseorang lebih minimalis dibandingkan dengan orang lainnya. Sebab versi minimalisme setiap orang berbeda-beda. Lagi-lagi kembali pada preferensi pribadi.


Elemen penting dalam gaya hidup minimalis

Gaya hidup minimalis pada prinsipnya adalah menyederhanakan hidup. Keberhasilan penerapan gaya hidup minimalis dipengaruhi oleh beberapa elemen penting. Apa saja itu?

  • Pola pikir

Anda bisa saja mengaku sebagai penganut gaya hidup minimalis, tetapi jika Anda masih berpikir tentang bagaimana menjadi kaya yang bisa menikmati kemewahan dan berfoya-foya, maka Anda bukanlah orang yang minimalis. Pola pikir menjadi bagian terpenting dalam menciptakan dan menerapkan gaya hidup minimalis.

Ketika Anda semakin menyederhanakan pola pikir dan menerapkannya dalam sikap dan perilaku sehari-hari di kehidupan, maka Anda adalah seorang minimalis. Anda tidak mudah tergiur dengan godaan kehidupan mewah yang menawarkan segala kenikmatan dan fasilitas lengkap yang tentu akan memudahkan hidup Anda. Anda mampu mempertahankan sikap untuk hidup sederhana yang didasarkan pemikiran yang kuat sehingga menumbuhkan keikhlasan.

Sebagai contoh Anda berpikir untuk melakukan diet ketat agar berat badan tetap ideal dan senantiasa sehat juga bugar. Atas dasar pikiran tersebut tentu akan timbul niat dalam diri Anda untuk menerapkan cara-cara diet yang sehat. Seiring dengan hal tersebut, pola pikir Anda terhadap makanan dan olahraga pun akan berubah. Anda akan mengurangi porsi makanan dan mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang. Tak hanya itu, Anda akan lebih rajin berolahraga agar proses metabolisme tubuh lancar sehingga dapat mencegah timbunan lemak dalam tubuh. Pola pikir ini akan berlaku sama untuk gaya hidup minimalis.

Anda mungkin belum memahami benar atau bahkan mengetahui cara menjalani hidup secara sederhana. Namun, jika Anda mengubah pola pikir Anda tentang kemewahan menjadi kesederhanaan, maka lambat-laun pikiran tersebut akan menuntun Anda pada upaya mencapai kesederhaan yang diinginkan. Pola pikir tersebut akan menjadi pengingat Anda. Sebab, pikiran memiliki kekuatan.

  • Deklarasikan zona bebas kekacauan

Cobalah cek rumah Anda. Di setiap ruangan kerap kali terdapat terlalu banyak barang yang sebenarnya tidak semuanya Anda butuhkan. Bahkan bisa jadi Anda hanya membutuhkan sebagian kecil dari barang-barang tersebut. Jumlah barang yang terlalu banyak ini menciptakan zona kekacauan dalam rumah. Oleh sebab itu, jika Anda ingin berhasil dengan gaya hidup minimalis, maka deklarasikan zona bebas kekacauan.

Bagaimana caranya? Mudah saja. Anda hanya cukup memilih lebih sedikit dari yang terlalu banyak. Artinya, singkirkan barang-barang yang tidak dibutuhkan dan barang-barang yang ada duplikatnya. Misalnya perabotan rumah seperti meja dapur, nakas, kursi, rak atau lainnya yang sekiranya tidak terlalu sering dimanfaatkan, maka Anda bisa menyingkirkan. Demikian pula barang-barang yang ada duplikatnya, misalnya hiasan dinding atau meja, peralatan makan, atau perlengkapan dapur yang memiliki fungsi sama dan jumlahnya banyak, sebaiknya singkirkan sebagian. Tinggalkan hanya yang sering digunakan saja. Dengan mendeklarasikan zona bebas kekacauan, rumah Anda akan tampak lebih lapang, terang, dan bersih jauh dari kesan kumuh dan berantakan.

Namun, mendeklarasikan zona bebas kekacauan tak hanya mencakup barang-barang secara fisik yang berhasil Anda singkirkan saja, tetapi juga mencakup keputusan atas pilihan dan kualitas hidup yang ingin Anda jalani. Ini tentang mengatur hidup dengan lebih selektif sehingga segala sesuatu yang tampak di luar mencerminkan keinginan dalam diri Anda.

Jika dianalogikan, mendeklarasikan zona bebas kekacauan tak ubahnya seperti perajin yang mengubah bongkahan batu atau kayu yang tampak biasa saja menjadi sebuah cipta kreasi atau mahakarya yang mempesona berupa patung, ukiran, dan lain sebagainya.

  • Melakukan aksi penting lebih banyak

Gaya hidup minimalis tak hanya sekadar mengurangi barang dan mendeklarasikan zona bebas kekacauan, tetapi juga melakukan lebih banyak aksi pada hak-hal penting. Sebab, gaya hidup minimalis bukanlah kompetisi untuk melihat dan menilai siapa yang lebih jago bertahan hidup dengan jumlah barang seminimal mungkin.

Keberhasilan menerapkan gaya hidup minimalis juga dipengaruhi oleh kemauan yang kuat untuk melakukan aksi yang penting lebih banyak guna meningkatkan kualitas hidup. Meski gaya hidup minimalis bertujuan untuk mencapai kemandirian, namun bukan berarti penganutnya harus hidup dengan dunianya sendiri dan antisosial. Sebaliknya, penganut gaya hidup minimalis harus lebih banyak menunjukkan aksi kepedulian terhadap sesama. Tak hanya penting untuk diri sendiri tetapi juga melakukan hal penting bagi lingkungan sekitar. Intinya, seberapa besar Anda bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Manfaat menerapkan gaya hidup minimalis

Bagi mereka yang telah menerapkan minimalisme dalam hidupnya, kehidupan mereka menjadi lebih berkualitas dan bermanfaat. Berikut beberapa manfaatnya.

  • Lebih merasakan kebebasan

Gaya hidup minimalis pada prinsipnya merupakan kebalikan dari hedonis. Jika hedonis menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup, maka tidak dengan minimalis. Mereka yang berpikiran hedonis akan mudah terjebak dalam perilaku konsumtif dan pemborosan. Tak jarang kaum hedonis terikat dalam utang, keserakahan, obsesi, dan kerja keras.

Lain halnya dengan minimalis, mereka justru berusaha untuk menghindari jebakan-jebakan materi dan mengalihkannya pada hal-hal yang lebih bermanfaat. Akumulasi materi berwujud aset kekayaan justru akan membelenggu kebebasan. Sebab akan memunculkan rasa takut kehilangan atas aset yang telah dimiliki tersebut.

Menerapkan gaya hidup minimalis dirasakan mampu mematahkan belenggu utang, keserakahan duniawi, kerja keras yang menyita waktu dan tenaga, sehingga penganut gaya hidup ini merasa lebih bebas. Mereka mampu bernapas dengan lega, tidur nyenyak, menikmati hidup tanpa tekanan yang berisiko mengakibatkan stres.

  • Fokus pada kesehatan dan hobi

Kebanyakan orang berpikir mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan uang agar mampu memenuhi segala kebutuhan dan segala sesuatu yang diinginkan. Pola pikir yang demikian mendorong orang untuk bekerja dan terus bekerja bahkan bisa jadi tanpa batasan waktu, hanya demi mengejar uang. Mereka seolah tidak berpikir bahwa pekerjaannya tersebut mengorbankan hak keluarga untuk berkumpul bersama, bahkan hak untuk memanjakan dirinya sendiri. Tak ubahnya robot yang melakukan pekerjaan yang sama setiap hari, bekerja, pulang, dan tidur. Mereka seolah tak memiliki waktu untuk memikirkan kesehatan apalagi hobinya.

Tidak menafikan bahwa uang juga penting. Namun bukan berarti hidup yang dijalani semata-mata hanya untuk mengejar uang. Banyak hal lain yang bisa dilakukan. Mereka yang menerapkan gaya hidup minimalis mencoba berhenti dari rutinitas kerja yang menyita banyak waktu dan monoton. Hasilnya, mereka tampak lebih bahagia dan terhindar dari stres. Mereka bisa menikmati hari bersama keluarga, berolahraga menjaga kebugaran, membaca buku, menyalurkan hobi, dan bahkan travelling. Berpikir minimalis tetapi menghasilkan lebih banyak manfaat baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

  • Tak lagi fokus pada harta benda

Tak banyak yang menyadari bahwa perangkap konsumerisme senantiasa mengintai dan menjerat pikiran setiap individu untuk berperilaku konsumtif. Hal ini didukung dengan peran media yang setiap hari membombardir pikiran melalui iklan yang menghadirkan janji-janji kebahagiaan melalui langkah-langkah materialistis.

Ingatlah bahwa uang tidak akan bisa membeli kebahagiaan, tetapi bisa membeli kenyamanan. Ketika Anda berperilaku konsumtif, sebenarnya Anda tidak merasakan kebahagiaan tetapi hanya sekadar kenyamanan saja. Dengan kata lain kebahagiaan semu. Sebab itu, Anda akan terus berusaha untuk membeli, membeli, dan terus membeli guna mendapatkan kenyamanan secara berulang. Imbasnya, Anda akan didorong untuk terobsesi terhadap uang, sehingga Anda harus bekerja dan terus bekerja untuk mendapatkannya. Bahkan tanpa disadari, Anda telah menjadi budaknya.

Kondisinya akan berbeda ketika Anda berpikir minimalis. Anda akan berusaha menahan setiap dorongan untuk berperilaku konsumtif. Akal sehat Anda akan terus mengingatkan bahwa konsumerisme hanya memberikan kebahagiaan semu. Anda akan secara sadar mengingat bahwa membeli barang-barang tidak akan memberikan kebahagiaan dan manfaat apapun jika Anda tidak membutuhkannya.

  • Pikiran lebih tenang

Pernahkah Anda stres dan tertekan akibat ditagih utang, pekerjaan yang menumpuk, atau takut mobil dicuri orang? Jika pernah, pasti rasanya tidak menyenangkan bukan? Apa Anda rela perasaan takut dan tertekan tersebut terus menghantui seumur hidup? Tentu tidak bukan?

Sederhanakanlah hidup Anda, maka Anda akan mampu melepaskan segala ikatan sehingga pada akhirnya dapat menciptakan pikiran yang lebih tenang dan damai. Semakin sedikit yang Anda khawatirkan, Anda akan semakin mampu merasakan kedamaian dan ketenangan dalam hidup.

Memulai gaya hidup minimalis

Kapan harus memulai gaya hidup minimalis? Sekarang. Berikut hal-hal yang harus Anda lakukan untuk memulai menerapkan gaya hidup minimalis.

  • Berhenti belanja

Apa yang mendorong Anda untuk membeli suatu barang? Diskon atau memang Anda benar-benar membutuhkannya? Jebakan konsumerisme sering kali datang tanpa disadari. Ketika berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan, Anda mungkin tidak berniat untuk berbelanja. Namun, saat melihat adanya diskon pada barang yang diinginkan, tanpa pikir panjang Anda langsung membelinya. Ini berarti Anda masuk dalam jebakannya.

Berhentilah belanja atau membeli barang-barang yang tidak perlu. Berbelanja hanya untuk barang-barang yang dibutuhkan saja. Untuk itu, Anda harus menghentikan segala sesuatu yang berkaitan dengan kebiasaan berbelanja. Ibarat memperbaiki kebocoran, matikan keran terlebih dahulu.

  • Membeli barang berkualitas tinggi

Tahukah Anda bahwa membeli barang berkualitas tinggi merupakan investasi? Ketika Anda membeli barang dengan kualitas tinggi, meski harganya lebih mahal namun sebenarnya Anda sedang menghemat uang dan waktu. Barang berkualitas tinggi tentu akan lebih awet saat digunakan sehingga tidak mudah rusak. Jadi, Anda tidak perlu melakukan pembelian ulang untuk jenis barang yang sama.

  • Bersyukur atas apa yang sudah dimiliki

Secara prinsip hidup minimalis adalah tentang pencarian kepuasan, di mana kepuasan timbul dengan adanya rasa syukur atas apa yang telah dimiliki. Kemampuan bersyukur ini akan mampu menepis keinginan untuk memiliki segala sesuatu dalam kuantitas yang lebih banyak.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang mengenal gaya hidup minimalis, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



7 Keuntungan Tak Terduga Saat Menerapkan Gaya Hidup di Bawah Kemampuan Sebenarnya
Menjalani Hidup Sesuai Kemampuan Finansial Kita
Perubahan Gaya Hidup yang Menghemat Uang
6 Tips Mengubah Gaya Hidup agar Lebih Hemat
Makan Makanan Sehat dengan Budget Rendah
Mengenal Tugas dan Wewenang Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Apa itu Lifestyle Inflation?
Apa itu Gaya Hidup “Creep” dan Bagaimana Menghindarinya
Pertanyaan yang Sering Diajukan dalam Wawancara Kerja
Apa itu Cost Benefit Analysis (Analisis Biaya Manfaat)?


Bagikan Ke Teman Anda