Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Tips Keuangan Ala Orang Tiongha

Tahukah anda bahwa salah satu stigma yang melekat pada orang Tionghoa adalah kemampuan mereka mengatur uang?. Bahkan stigma ini tidak hanya melekat pada orang Tionghoa yang tinggal di Indonesia tetapi juga orang Tionghoa yang tinggal di Luar Negeri.

Meskipun bisa jadi anda pernah jengkel menghadapi orang Tionghoa yang kadang ‘pelit’, ada baiknya juga anda mengetahui alasan mengapa mereka seperti itu dan belajar dari alasan tersebut ya. Mari kita bahas satu persatu.

Tips mengatur keuangan

  • Hidup sederhana lebih baik daripada hidup berlebih lebihan.

Jangankan kepada anda yang mungkin hanya orang lain yang kebetulan bertransaksi dengan orang Tionghoa. Bahkan orang Tionghoa akan berlaku pelit kepada diri sendiri,anak dan keluarga mereka. Tujuan orang Tionghoa berperilaku seperti ini adalah untuk memastikan bahwa uang yang mereka keluarkan memang digunakan untuk hal hal yang memang kebutuhan primer.

Contohnya adalah banyak orang Tionghoa yang berprinsip beli rumah dulu baru kendaraan baru. Sebab mempunyai rumah akan awet hingga masa tua. Contoh lainnya adalah tidak membeli baju kecuali memang butuh. Karena baju adalah komoditas yang mudah rusak.

Menurut salah satu pendapat dari pengguna forum Quora.com, kebiasaan ini tak lepas dari kebijakan Price Scissors Movement yang diterapkan di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada periode tahun 1950 hingga 1980an. Adapun  untuk orang keturunan Tionghoa yang tinggal di negara lain terutama diAsia Tenggara, kemungkinan kebiasaan ini disebabkan karena mereka merantau dari tanah kelahiran dan terpaksa untuk menghemat bahkan untuk hal hal kecil.

  • Menabung untuk hari tua, anak anak dan kebutuhan tidak terduga.

Salah satu kebiasaan yang paling menonjol dari suku Tionghoa baik yang tinggal di RRT atau negara lain adalah kebiasaan menabung mereka. Apabila kita biasanya mengalokasikan 20% hingga 30% gaji kita untuk kita tabung, orang Tionghoa akan menabung sebesar 50% atau lebih.

Tabungan ini umumnya dialokasikan untuk persiapan hari tua dan kebutuhan anak mereka. Tentu kita tahu bahwasanya di RRT dulu terdapat kebijakan one child policy. Padahal secara tradisi orang orang berusia lanjut diChina akan tinggal bersama anaknya dihari tua. Maka tidak mengherankan jika mereka menabung banyak penghasilan mereka demi hari tua dan anaknya.

  • Mengerti nilai sebuah barang.

Penulis secara pribadi adalah orang yang tidak berani melakukan tawar menawar dengan orang suku Tionghoa. Alasannya adalah penulis tidak mengerti nilai sebuah barang dari berbagai sisi (penjual dan pembeli) serta memiliki keahlian tawar menawar yang buruk.

Orang tionghoa memiliki kedua skill tersebut diatas. Oleh karena itu tidak heran jika mereka mampu menawar harga barang dengan ulet. Mungkin anda sebagai pedagang yang kadang berhadapan dengan orang seperti ini akan sebal. Namun ketahuilah anda akan dapat mengimbangi mereka jika anda melatih skill tawar menawar anda.

  • Mengajarkan aspek aspek keuangan kepada anak mereka sedari anak tersebut masih kecil.

Aspek aspek tersebut ialah cara mendapatkan uang dan cara membelanjakan uang. Orang Tionghoa membiarkan anak mereka berusaha untuk mendapatkan uang mereka sendiri, dengan demikian anak anak tersebut akan lebih bijak dalam hal membelanjakan uang mereka. Sehingga mereka tidak akan membelanjakan uang tersebut untuk hal hal yang mungkin tidak perlu.

Hal ini juga berlaku untuk uang yang diperoleh dari saudara saat Imlek. Mereka akan mengajari anak tersebut mengenai bagaimana harusnya membagi uang tersebut seperti berapa yang harus ditabung dan berapa yang dapat anak tersebut belanjakan.

Ini juga berarti mereka mendidik anak mereka untuk tidak takut atau sungkan untuk membicarakan keuangan. Jadi saat dewasa mereka terbiasa untuk terbuka saat membahas hal hal berbau keuangan.

  • Menggunakan uang cash untuk membeli sesuatu.

Mungkin ini terdengar kolot tetapi percayalah membeli sesuatu dengan sejumlah uang yang ada di dompet anda dapat membantu anda menghemat pengeluaran. Sebab anda akan merasa sedikit lebih sakit hati ketika anda menyadari uang dalam dompet anda berkurang.

Lain halnya jika anda membayar dengan kartu kredit atau debit. Karena anda tidak memegang uang anda secara fisik,  anda tidak akan merasakan sakit hati atau bahkan menyadari penuh bahwa uang anda berkurang. Hal ini menyebabkan anda bisa membeli barang barang yang sebenarnya tidak butuh butuh amat untuk dibeli.

  • Bijaksana dalam menggunakan kartu kredit atau berhutang.

Bijaksana disini termasuk menggunakan fasilitas kredit dan hutang untuk kebutuhan yang memang benar benar butuh dan sesuai dengan kapabilitas keuangan mereka. Hutang dan tagihan ini akan mereka bayar lunas secepat mungkin. Karena tagihan kartu kredit yang tidak segera dibayar akan menunggak beserta bunga bunganya. Ini tentu tidak sehat untuk keuangan di masa depan.

  • Mengurangi biaya biaya yang tidak perlu.

Biaya biaya tidak perlu disini termasuk biaya makan di luar, beli barang barang yang tidak memiliki kegunaan secara fungsional serta menggunakan barang lama jika memang masih bisa diperbaiki.

Orang China cenderung memasak sendiri di rumah bahkan untuk makan siang saat hari kerja. Selain itu mereka juga seringkali memperbaiki barang barang lama yang bisa diperbaiki untuk digunakan kembali.

Kebiasaan kebiasaan diatas adalah kebiasaan masyarakat Tionghoa dalam mengelola keuangan. Mungkin kebiasaan tersebut terdengar ketat dan kolot untuk anda. Akan tetapi kebiasaan tersebut terbukti mampu menjaga kesehatan keuangan anda sekarang dan di masa depan. Selamat Mencoba!

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tips keuangan ala orang tiongha, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



9 Tips Keuangan untuk Keluarga Kecil Berbahagia
15 Cara Jadi Miliarder Sukses di Usia Muda
Kekurangan dan Bahaya Cashless Society
Strategi Menabung Sesuai dengan Kondisi Ekonomi
Daftar Persiapan Menghadapi Masa Pensiun
7 Contoh Penggunaan Uang Secara Sia-sia
7 Tip Menghemat Biaya Tiket Pesawat
Tips Keuangan untuk Anak Muda
Ini Dia Alasan-alasan Mengapa Anda Tidak Kunjung Menjadi Milyuner
Mengapa WeChat & AliPay Popular di China?


Bagikan Ke Teman Anda