Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Hukum Penawaran dan Permintaan

Ekonomi memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari lingkup mikro hingga makro. Kedua lingkup tersebut pada prinsipnya tak lepas dari kegiatan jual beli barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan. Kegiatan jual beli itu sendiri didasarkan pada hubungan timbal-balik antara produsen dengan konsumen, di mana produsen memproduksi barang atau jasa untuk ditawarkan kepada konsumen, sedangkan konsumen menginginkan atau meminta barang dan jasa guna memenuhi kebutuhannya. Sebab itulah, kegiatan ekonomi mengacu pada hukum penawaran dan permintaan.

Apa itu hukum penawaran dan permintaan?

Hukum penawaran dan permintaan merupakan teori dasar ekonomi yang menjelaskan tentang interaksi antara penjual dengan pembeli suatu sumber daya. Teori ini mendefinisikan tentang hubungan antara harga barang tertentu dengan kesediaan orang untuk membeli atau menjualnya. Berkenaan dengan hal tersebut, dalam teori ini berlaku bahwa ketika harga barang naik, produsen atau penjual akan bersedia untuk memasok barang lebih banyak. Sebaliknya, saat harga barang turun produsen atau penjual cenderung akan membatasi atau menurunkan pasokan barangnya.

Teori dasar ekonomi tentang penawaran dan permintaan ini didasarkan pada dua hukum yang terpisah, yakni hukum penawaran dan permintaan. Keduanya berinteraksi untuk menentukan harga pasar aktual dan tingkat volume barang di pasar.

Harga suatu barang ditentukan oleh interaksi antara penawaran dan permintaan di pasar. Harga yang dihasilkan disebut sebagai harga keseimbangan, yang merupakan kesepakatan antara produsen atau penjual dengan konsumen atau pembeli barang. Dalam pencapaian keseimbangan, jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen akan sama dengan jumlah barang yang diminta oleh konsumen.

Hukum permintaan vs hukum penawaran

Seperti telah disinggung di atas bahwa hukum permintaan dan penawaran didasarkan pada dua hukum yang terpisah. Dalam hukum permintaan dinyatakan bahwa semakin tinggi harga barang, maka semakin rendah jumlah barang yang diminta, dengan asumsi jika faktor lain tetap sama. Artinya, ketika tingkat harga suatu barang melonjak tinggi, akibatnya jumlah permintaan terhadap barang tersebut justru akan semakin rendah atau menurun.

Jumlah barang yang dibeli konsumen dengan harga lebih tinggi akan lebih sedikit, karena harga barang naik. Demikian pula dengan biaya peluang untuk membeli barang tersebut. Hal ini mengakibatkan konsumen akan menghindari membeli barang tersebut yang harganya tinggi, dan beralih ke barang substitusi yang harganya lebih rendah. Bahkan, apabila tingkat harga barang tidak terjangkau dan tidak terdapat barang substitusinya, maka konsumen akan lebih memilih untuk tidak mengonsumsi barang tersebut.

Sementara hukum penawaran mengacu pada jumlah barang yang akan dijual pada tingkat harga tertentu. Namun tak seperti hukum permintaan, dalam hukum penawaran semakin tinggi harga barang, maka semakin tinggi kuantitas barang yang ditawarkan. Sebab, dari perspektif produsen atau penjual, biaya peluang dari setiap unit tambahan yang dijual cenderung lebih tinggi. Produsen akan memasok lebih banyak barang ketika harga naik, karena harga jual yang tinggi memunculkan biaya peluang yang lebih tinggi dari setiap unit tambahan yang dijual.

Hubungan antara penawaran dan permintaan digambarkan dalam suatu kurva, di mana kuantitas atau volume barang yang ditawarkan direpresentasikan pada sumbu horizontal, dan tingkat harga direpresentasikan pada sumbu vertikal. Bentuk kurva penawaran dan permintaan dapat dipengaruhi oleh interval waktu.

Pada titik waktu tertentu, kuantitas atau volume barang adalah tetap. Artinya, kurva penawaran dalam hal ini adalah garis vertikal, sedangkan kurva permintaan selalu miring ke bawah, karena hukum utilitas marjinal yang semakin berkurang. Produsen atau penjual dapat mengenakan biaya berdasarkan permintaan konsumen pada saat itu. Namun, dalam interval waktu yang lebih lama, pemasok dapat menambah atau bahkan mengurangi jumlah barang yang disuplai berdasarkan harga yang diharapkan.

Pentingnya hukum penawaran dan permintaan

Sebagai hukum dasar ekonomi, hukum penawaran dan permintaan sangat penting untuk dipahami. Data dan informasi terkait dengan hubungan antara tingkat harga dengan tingkat volume barang akan membantu para investor, pengusaha, dan ekonomi untuk memahami dan memprediksi kondisi pasar.

Misalnya, suatu perusahaan akan meluncurkan produk baru bisa saja mencoba menaikkan harga produknya dengan menarik permintaan konsumen melalui iklan. Pada saat yang sama, mereka bisa jadi mencoba untuk meningkatkan harga produknya sehingga lebih tinggi dengan cara membatasi jumlah unit atau kuantitas produk yang dijual, sehingga pasokan berkurang. Dalam skenario ini, pasokan akan diminimalkan, sedangkan permintaan akan dimaksimalkan. Akibatnya, tingkat harga produk akan melonjak lebih tinggi.

Mekanisme penawaran dan permintaan dalam menciptakan harga keseimbangan

Harga keseimbangan terjadi ketika produsen dapat menjual semua unit barang yang diproduksinya dan konsumen dapat membeli semua unit barang yang diinginkannya. Hal ini terjadi ketika kurva penawaran yang miring ke atas dan kurva permintaan yang miring ke bawah saling bertemu, dan titik perpotongan kedua kurva inilah yang merepresentasikan harga keseimbangan.

Pada titik perpotongan kurva penawaran dan permintaan, harga barang yang tercipta mampu mendorong pemasok untuk menyediakan pasokan barang dengan jumlah yang sama dengan kesediaan konsumen membayar pada harga tersebut. Artinya, penawaran dan permintaan seimbang. Terjadinya harga keseimbangan tergantung pada bentuk dan posisi masing-masing kurva penawaran dan permintaan, di mana keduanya dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berbeda.

Penawaran dipengaruhi oleh biaya produksi, teknologi yang digunakan untuk menggabungkan input produksi, total kapasitas produksi dalam jangka waktu tertentu, pajak, peraturan pemerintah, dan lain sebagainya. Sementara permintaan dipengaruhi oleh preferensi konsumen terhadap suatu barang. Adanya barang substitusi atau komplementer dengan harga yang lebih terjangkau dapat mengubah tingkat permintaan akan suatu barang. Preferensi konsumen ini bisa dipengaruhi oleh banyak hal, seperti perubahan musim, efek iklan, dan juga pendapatan atau daya beli.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang hukum penawaran dan permintaan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Hukum Permintaan?
Apa itu Elastisitas Penawaran?
Apa Itu Aggregate Demand (AD)?
Contoh Surat Penawaran Harga
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan
Apa itu Elastisitas Permintaan?
Mengenal Hukum Dasar Yang Berlaku Universal
Apa itu Hukum Penawaran?
Apa itu Elastisitas Permintaan dan Penawaran?


Bagikan Ke Teman Anda