Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Volatility?

Kamu yang bergelut di dunia investasi saham, baik itu sebagai pemula maupun sudah cukup lama pasti banyak mendengar istilah-istilah asing yang berkaitan dengan dunia saham. Salah satunya adalah volatility.

Volatilitas atau volatility adalah kata yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi yang tidak pasti tentang pergerakan pasar saham. Tentu saja konsep volatilitas tidak sesederhana itu.

Dalam artikel ini, kami akan membahas tuntas mengenai volatilitas, sehingga kamu yang berkecimpung di investasi saham bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

Definisi Volatilitas

Volatilitas sebenarnya tidak melulu tentang saham saja, namun konsepnya bisa digunakan dalam dunia finansial secara umum. Volatilitas bisa diartikan sebagai ukuran tingkat fluktuasi harga sebuah sekuritas dari waktu ke waktu. Tingkat perubahan harga tersebut juga ikut menentukan resiko dari sebuah sekuritas.

Volatilitas adalah sesuatu yang penting bagi seorang trader dan investor saham, sehingga mereka dapat memprediksikan harga di masa depan.

Jenis-Jenis Volatilitas

Berikut 5 jenis volatilitas yang harus kamu ketahui.

  1. Volatilitas Harga

Fluktuasi harga disebabkan oleh naik turunnya harga itu sendiri. Nah, ada 3 faktor yang menyebabkan perubahan harga di masyarakat dan mempengaruhi permintaan serta penawaran secara langsung. Inilah 3 faktor yang menyebabkan perubahan harga:

    • Musim

Perubahan musim yang teratur secara langsung mempengaruhi permintaan dan penawaran di masyarakat. Sebagai contoh, ketika musim dingin, hotel dan resort di negara-negara tropis akan ramai oleh pengunjung yang ingin menjauh dari salju.

Pada gilirannya, hal ini menyebabkan meroketnya harga penginapan di masa-masa itu. Naik dan turunnya harga lebih mudah diprediksi dalam perubahan musim seperti ini.

    • Cuaca

Volatility juga sangat dipengaruhi oleh cuaca. Misalnya seperti pasokan buah dan sayur yang sangat tergantung pada petani, jika cuaca buruk dan hasil panen kurang, maka akan terjadi kelangkaan yang menyebabkan naiknya harga-harga.

    • Emosional

Terakhir adalah faktor emosi. Meski terdengar tidak relevan, emosi ternyata juga berpengaruh pada harga sebuah komoditas lho. Di saat trader merasa khawatir, maka volatilitas komoditas yang mereka beli akan memburuk.

Contohnya seperti ancaman sanksi yang diberikan oleh Amerika Serikat dan Eropa terhadap iran pada tahun 2012. Hal tersebut memicu Iran mengancam penutupan Selat Hormuz, yang artinya dapat membatasi pasokan minyak ke seluruh dunia.

Akibatnya, harga gas naik hingga 4 dolar AS per galon meskipun tidak ada kekurangan dalam pasokan. Kekhawatiran bahwa Selat Hormuz mungkin ditutup sewaktu-waktu adalah penyebab naiknya harga.

  1. Volatilitas Saham

Para investor memiliki istilah khusus bernama beta untuk mengukur volatilitas saham yang terjadi. Nilai beta dapat memberi tahu baik atau buruknya harga saham setelah dikorelasikan dengan Indeks Standard & Poor’s 500.

Jika beta dan indeks bergerak dengan selaras, maka nilai betanya akan menjadi 1.0. Jika nilai beta di atas 1.0, maka menunjukkan harga saham yang tidak stabil, sementara nilai beta di bawah 1.0 menunjukkan harga saham cenderung stabil dan tidak mudah berubah.

Alasan dikembangkannya pengukuran seperti ini adalah karena ada beberapa saham yang harganya sangat tidak stabil, sehingga memberikan resiko yang cukup besar pada para investor. Perusahaan yang harga sahamnya volatile atau sangat fluktuatif harus berusaha meningkatkan keuntungan atau jika tidak, para investor akan menuntut pengembalian yang lebih tinggi seiring dengan ketidakpastian yang meningkat.

  1. Volatilitas Pasar

Yang dimaksud pasar di sini adalah semua pasar, meliputi pasar komoditas, pasar valas, dan pasar saham. Jadi volatilitas pasar dapat diartikan sebagai kecepatan perubahan harga dalam suatu pasar.

Misalnya dalam konteks pasar saham, volatilitas yang terjadi umumnya merupakan petunjuk semakin dekatnya puncak pasar atau dasar pasar. Ketika hal ini terjadi, maka akan semakin banyak ketidakpastian yang muncul.

  1. Volatilitas Historis

Volatilitas historis juga sering disebut dengan historical volatility, menggambarkan seberapa banyak volatilitas suatu saham dalam kurun waktu 12 tahun terakhir. Apabila harga saham menunjukkan banyak variasi, artinya saham tersebut tidak stabil dan cenderung beresiko tinggi. Informasi seperti ini sangat berguna bagi para investor, untuk menghindarkan mereka dari kerugian besar.

Jika kamu terlanjur membeli saham dengan volatilitas yang bervariasi, sebaiknya tunggu sampai nilainya naik sebelum menjualnya. Untuk bisa memprediksikan kenaikan nilai suatu saham, kamu perlu melihat riwayat harga tertinggi dan harga terendah saham selama 12 bulan terakhir.

Namun kamu juga harus berjaga-jaga bahwa mungkin diperlukan waktu yang cukup lama sebelum harga saham bisa kembali normal, apalagi jika riwayat fluktuasi harganya tidak terlalu baik.

  1. Volatilitas Tersirat

Terakhir ada volatilitas tersirat atau implied volatility. Ini merupakan gambaran dari seberapa besar volatilitas sebuah saham di masa depan, menurut pendapat seorang trader. Tentu saja ada dasar yang valid dari opini tersebut, yaitu dengan melihat variasi harga saham dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.

Jika harganya meningkat, maka dianggap volatilitas tersirat juga meningkat dan hal lain juga dianggap demikian.

Penutup

Volatilitas memang menunjukkan adanya fluktuasi atau ketidakpastian dalam pasar-pasar yang ada di dunia finansial. Meskipun demikian, volatilitas tidak selalu berarti sesuatu yang buruk, karena juga bisa menjadi sebuah titik balik yang bisa dimanfaatkan oleh investor untuk meraup keuntungan.

Terutama bagi investor yang menyiapkan dana tunai dan sedang menunggu terjadinya koreksi pasar untuk membeli saham dengan harga yang rendah. Volatilitas turun juga memberikan kesempatan bagi seorang investor untuk membeli saham perusahaan yang mereka inginkan dengan harga rendah, lalu menjualnya kembali ketika harga saham mengalami peningkatan.

Oleh karena itu, penting bagi seorang investor untuk memahami konsep volatilitas agar bisa memanfaatkan kondisi ini dengan sebaik mungkin.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu volatility, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Itu Analisis Kelayakan Investasi? Berikut Penjelasannya!
Untung Rugi Investasi Emas
Definisi Nilai Wajar Saham
Investasi Bodong? Laporkan ke Satgas Waspada Investasi!
Contoh Bisnis dengan Skema Ponzi di Indonesia
7 Prinsip Investasi Jangka Panjang Bagi Calon Investor Sukses
Untung Rugi Investasi Emas
Apa Itu Divident Yield?
Apa Itu Bond Yield Formula?
Apa itu Cost of Carry?


Bagikan Ke Teman Anda