Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perbedaan Antara Fixed Expenses Dengan Variable Expenses

Kegiatan ekonomi tentu tak bisa lepas dari produksi barang dan jasa. Ketersediaan barang dan jasa sangatlah penting karena senantiasa dibutuhkan konsumen guna memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Bicara tentang produksi barang dan jasa, akan sangat erat kaitannya dengan biaya-biaya, di mana biaya-biaya tersebut secara garis besar dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu biaya tetap (fixed expenses) dan biaya variabel (variable expenses).

Apa itu biaya tetap (fixed expenses) dan biaya variabel (variable expenses)?

Biaya tetap (fixed expenses) adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam jumlah yang sama setiap bulan. Jenis biaya ini umumnya tidak dapat diubah dengan mudah, dan harus dibayarkan secara  teratur, seperti mingguan, bulanan, triwulanan, atau tahunan.

Sesuai dengan namanya, biaya tetap perusahaan tidak dipengaruhi oleh jumlah volume produksi atau output. Biaya tetap akan tetap sama terlepas kegiatan produksi barang atau jasa dilakukan atau tidak. Maka dari itu, keberadaan biaya tetap ini tidak bisa dihindari oleh perusahaan. Biaya tetap perusahaan mencakup biaya sewa, telepon dan internet, asuransi, gaji karyawan, angsuran pinjaman, dan biaya overhead lainnya.

Biaya tetap tidak hanya terjadi dalam lingkup produksi barang dan jasa di perusahaan saja, tetapi juga rumah tangga. Meski demikian, definisi biaya tetap dalam lingkup rumah tangga pun sama. Adapun biaya tetap dalam rumah tangga meliputi premi asuransi, sewa rumah, pajak bumi dan bangunan, dan lain sebagainya.

Sementara biaya variabel adalah biaya-biaya yang besar kecilnya tergantung pada jumlah barang dan jasa yang dihasilkan. Artinya, biaya variabel akan naik seiring dengan meningkatnya volume produksi. Demikian sebaliknya. Jumlah biaya variabel setiap industri berbeda-beda. Biaya variabel dari perusahaan yang memproduksi mobil tentu akan berbeda dengan perusahaan yang memproduksi manufaktur.

Biaya variabel dihitung dengan mengalikan jumlah output dengan biaya variabel per unit output. Pada prinsipnya perhitungan biaya variabel sangatlah sederhana, karena tidak memperhitungkan biaya-biaya lain seperti tenaga kerja atau bahan baku.

Dalam lingkup rumah tangga pun, biaya variabel yang dikeluarkan oleh setiap keluarga pun berbeda-beda, karena akan sangat tergantung pada tingkat konsumsi masing-masing. Keputusan pengeluaran harian seperti makan di restoran, membeli pakaian, minum kopi di kafe, dan lainnya tentu akan berpengaruh pada besar kecilnya biaya variabel yang dikeluarkan.

Manfaat menyimpan uang untuk biaya tetap

Menyimpan uang untuk biaya tetap menjadi salah satu tips merencanakan anggaran, agar kondisi keuangan senantiasa sehat dan tidak terjebak dalam pemborosan. Ketika Anda memperoleh penghasilan, segera sisihkan sebagian untuk biaya tetap. Hal ini penting dilakukan, karena biaya tetap umumnya merepresentasikan bagian terbesar dari anggaran.

Tahukah Anda bahwa menghemat uang untuk biaya tetap memiliki manfaat dan keuntungan? Anda tidak akan merasa membatasi gaya hidup Anda. Carilah berbagai opsi berbelanja untuk menemukan premi asuransi kesehatan atau paket data internet yang lebih murah. Ketika Anda berhasil menemukannya, Anda harus mengotomatiskan pilihan hemat dalam anggaran bulanan Anda.

Meski kebanyakan orang tidak memikirkan biaya tetap yang harus dikeluarkannya setiap bulan, namun dengan menurunkan tagihan tetap bulanan akan membuat Anda merasa lebih hemat. Selain itu, Anda akan lebih bebas atau leluasa dalam memutuskan kapan harus berbelanja dan apa saja yang akan dibeli. Sebab, Anda tidak lagi merasa khawatir menggunakan uang yang sedianya untuk membayar biaya tetap secara tidak sengaja.

Perbedaan biaya tetap dengan biaya variabel

Biaya tetap dengan biaya variabel memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Adapun perbedaan dari kedua jenis biaya tersebut sebagai berikut.

  • Definisi

Ditinjau dari definisinya, biaya tetap dengan biaya variabel sangatlah berbeda. Biaya tetap diartikan sebagai biaya yang tetap konstan untuk jangka waktu tertentu, terlepas dari tingkat output yang dihasilkan. Sementara biaya variabel merupakan biaya yang mengalami perubahan secara langsung dan proporsional terhadap perubahan tingkat atau volume kegiatan usaha.

  • Waktu terjadinya

Biaya tetap akan tetap dikeluarkan oleh perusahaan, meski kegiatan produksi barang dan jasa tidak terjadi, sehingga output nihil. Bahkan ketika kegiatan operasional perusahaan libur bahkan berhenti, sehingga tidak ada proses produksi sama sekali, biaya tetap akan tetap terjadi.

Lain halnya dengan biaya variabel, yang besar kecilnya tergantung pada jumlah output yang dihasilkan. Biaya variabel akan mengalami kenaikan, ketika output meningkat jumlahnya. Sebaliknya, ketika jumlah output menurun, maka biaya variabel pun akan lebih rendah.

  • Faktor yang mempengaruhi

Biaya tetap berhubungan dengan jangka waktu. Artinya, jenis biaya ini sifatnya tetap konstan untuk jangka waktu tertentu. Biaya tetap tidak berlaku selamanya, tetapi selama jangka waktu tertentu. Jadi, bisa saja biaya tetap akan hilang apabila jangka waktunya telah berakhir. Misalnya angsuran pinjaman yang berlaku selama 3 tahun, maka dalam jangka waktu tersebut pembayaran angsuran pinjaman menjadi biaya tetap yang harus dikeluarkan setiap bulan. Ketika jangka waktu tersebut telah berakhir, maka pembayaran angsuran pinjaman itu pun tak lagi menjadi biaya tetap.

Sementara biaya variabel berkaitan erat dan dipengaruhi oleh tingkat output. Ketika tingkat output mengalami perubahan, maka biaya variabel pun akan berubah.

Baik perusahaan maupun rumah tangga atau pribadi penting untuk memahami perbedaan antara biaya tetap dengan biaya variabel. Dengan memahami kedua jenis biaya tersebut, setiap perubahan baik yang berpengaruh maupun tidak terhadap tingkat output dapat dilacak. Rincian biaya tersebut akan menentukan tingkat harga layanan dan membantu dalam banyak aspek lain dari strategi bisnis secara keseluruhan. Tak hanya itu, kedua jenis biaya ini juga digunakan sebagai dasar untuk menetapkan biaya pesanan, biaya berdasarkan aktivitas, dan biaya proses.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang perbedaan antara fixed expenses dengan variable expenses, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perbedaan Lembaga Pembiayaan dengan Perusahaan Asuransi
Perbedaan APR vs APY
Apa itu Biaya Produksi?
Apa Perbedaan Sukuk Ritel Vs Saving Bond Ritel?
Perbedaan Reksadana Terbuka vs Tertutup
Apa Perbedaan MBA vs Eksekutif MBA?
Perbedaan KlikBCA Individual Vs KlikBCA Bisnis
Perbedaan Reksadana Syariah vs Reksadana Konvesional
Negara-Negara dengan Biaya Hidup Termurah
Perbedaan KPR dengan Akad Murabahah, Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT), Musyarakah Mutanaqishah (MMQ), dan Istishna


Bagikan Ke Teman Anda