Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengenal Tentang Uniswap

Bagi Anda yang bermain dalam dunia cryptocurrency, apalagi aktif dalam pertukaran mata uang kripto pasti sudah tidak asing lagi dengan Uniswap. Cryptocurrency meski tidak memiliki wujud fisik dalam diperdagangkan dalam bursa. Kehadiran cryptocurrency di sektor finansial masih menjadi perdebatan hingga saat ini, karena belum semua negara mengakui dan menerimanya sebagai alat pembayaran transaksi. Meski demikian, di negara-negara yang telah mengakui cryptocurrency dan melegalkannya seperti Amerika Serikat, Jepang, Denmark, Korea Selatan, Finlandia, Nigeria, Cina, Ukraina, dan juga Rusia telah aktif memperdagangkan mata uang tersebut.

Terkait dengan pertukaran atau perdagangan cryptocurrency, sebagian besar perdagangan kripto terjadi di bursa terpusat atau tersentralisasi seperti Coinbase dan Binance. Dalam pertukaran tersentralisasi, semua aktivitas perdagangan diatur dan dikendalikan oleh otoritas tunggal, yaitu perusahaan yang mengoperasikan bursa. Namun dengan hadirnya Uniswap, memberi alternatif baru dalam melakukan pertukaran atau perdagangan mata uang kripto.

Apa itu Uniswap?

Uniswap adalah pertukaran mata uang kripto yang sepenuhnya bersifat terdesentralisasi, dimana tidak dimiliki dan dioperasional oleh otoritas tunggal atau satu entitas tertentu. Uniswap menggunakan model perdagangan yang relatif baru yang disebut dengan protokol likuiditas otomatis.

Platform Uniswap dibangun pada blockchain Ethereum pada tahun 2018 oleh Hayden Adams, sebagai protokol keuangan terdesentralisasi yang digunakan untuk menukar mata uang kripto dan token. Uniswap merupakan platform bersifat open source, yang artinya siapa pun dapat menyalin kode untuk membuat pertukaran terdesentralisasinya sendiri. Bahkan, Uniswap juga memungkinkan pengguna untuk membuat daftar token di bursa secara gratis.

Pertukaran yang terdesentralisasi memungkinkan pengguna untuk mempertahankan kendali atas dana mereka setiap saat. Lain halnya dengan pertukaran terpusat yang mengharuskan pedagang atau pengguna menyerahkan kendali atas kunci pribadinya agar pesanan dapat dicatat di basis data internal. Sebab itulah, pertukaran terpusat biayanya cenderung lebih mahal dan memakan waktu lebih lama. Selain itu juga lebih berisiko, karena kendali kunci pribadi tidak lagi menjadi rahasia pribadi, sehingga risiko kehilangan aset ketika pertukaran penuh diretas lebih besar.

Cara kerja Uniswap

Secara garis besar, Uniswap bekerja pada dua kontrak pintar, yakni kontrak pertukaran dan pabrik. Ini merupakan program komputer otomatis yang dirancang untuk melakukan fungsi tertentu ketika kondisi tertentu terpenuhi. Kontrak pintar pabrik digunakan untuk menambahkan token baru ke platform, sedangkan kontrak pertukaran memfasilitasi semua pertukaran token atau perdagangan. Token berbasis ERC20 dapat ditukarkan dengan yang lainnya di platform.

Sebagai protokol pembuat pasar otomatis, Uniswap mengandalkan serangkaian kontrak pintar yang mengotomatiskan proses pencocokan atau penemuan harga. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menukar satu token dengan yang lain melalui interaksi langsung dengan kontrak pintar, dan tidak diperlukan adanya perantara.

Sementara kontrak pabrik Uniswap dapat dimanfaatkan oleh penyedia likuiditas untuk menciptakan pasar atau kumpulan dan menyebarkannya. Setelah pasar atau kumpulan terbangun, siapa pun dalam ekosistem dapat menyediakan likuiditas tersebut. Dalam proses ini, penyedia likuiditas akan mendapatkan biaya persentase tetap sesuai dengan kepemilikan mereka dalam kolam total likuiditas. Bagian dari likuiditas yang dikumpulkan dicatat menggunakan token likuiditas, yang umumnya dikenal sebagai token LP.

Dalam pertukaran terdesentralisasi, harga ditetapkan berdasarkan rumus matematika, bukan oleh perantara, sehingga lebih fair. Dalam platform Uniswap, penentuan harga menggunakan model XYK yang dinotasikan dengan persamaan berikut.

x * y = k

dimana:

x: jumlah satu token (sebut saja Token X)
y: jumlah token lainnya (sebut saja Token Y)
k: produk atau konstanta

Contohnya kumpulan dibuat dengan 1.000 unit Token X dan 1.000 unit Token Y. Berdasarkan rumus matematika di atas, nilai konstanta (k) sama dengan 1.000.000, dan rasio harga awal antara token adalah 1:1. Harus diingat bahwa nilai k akan tetap konstan. Dengan demikian, apabila pengguna atau pedagang ingin menyetor 10 Token X, maka jumlah Token Y baru yang harus dimiliki pool sebagai berikut:

new_y = k/new_x

= 1.000.000/1.010

= 990,1

Hal ini berarti bahwa terdapat surplus 9,9 Token Y untuk menjaga agar pool tetap seimbang. Nilai ini dikirim ke pengguna yang menyetor 10 Token X, sehingga mendapatkan harga 0,99 Token Y per Token X. Semakin tinggi jumlah token yang ditukarkan atau diperdagangkan, maka semakin rendah harga satuannya. Demikian pula sebaliknya.

Formula di atas mampu menyediakan pembuatan pasar otomatis. Bagaimana caranya? Rumus matematika di atas dijadikan sebagai dasar untuk menentukan harga perdagangan, sehingga bisa jadi menciptakan peluang arbitrase. Pengguna bisa memanfaatkan ketidakseimbangan rasio Token X dengan Token Y untuk mendapatkan salah satu token dengan harga diskon. Prinsipnya, keseimbangan pool harus senantiasa terjaga dengan cara ‘otomatis’.

Cara menggunakan Uniswap

Untuk melakukan pertukaran melalui Uniswap, setiap pengguna atau pedagang harus memiliki dompet crypto yang didukung ERC-20 seperti MetaMask, WalletConnect, Coinbase, dan lainnya. Dengan dompet crypto tersebut, pengguna perlu menambahkan eter atau mata uang kripto lainnya untuk ditukarkan atau diperdagangkan di Uniswap dan membayar biaya transaksi Ethereum. Biaya transaksi ini tergantung pada banyak sedikitnya pengguna yang menggunakan jaringan.

Kebanyakan layanan dompet crypto memberikan tiga pilihan kepada pengguna atau pedagang, terkait dengan kecepatan pembayaran melalui blockchain Ethereum, yakni lambat, sedang, dan cepat. Opsi lambat adalah pilihan dengan biaya transaksi paling murah, sedangkan opsi cepat tentu berbiaya paling mahal. Opsi mana yang dipilih akan menentukan kecepatan transaksi diproses oleh penambang jaringan Ethereum.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang uniswap, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Mengenal Analisis Lima Kekuatan Porter (Porter Five Force)
Market Cap (Kapitalisasi Pasar) dalam Cryptocurrency
Mengenal Seluk-Beluk Dompet Digital
Apa Itu Double Spending?
Apa Itu Hardware Wallet?
Istilah-Istilah Umum Dalam Cryptocurrency
Apa itu Airdrop dalam Crypto?
Mengenal Sejarah Ethereum
Ini Dia Ancaman yang Mungkin Terjadi Dalam Cryptocurrency
Mengenal Tugas dan Wewenang Otoritas Jasa Keuangan (OJK)


Bagikan Ke Teman Anda