Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Double Spending?

Bicara tentang mata uang digital atau yang lebih dikenal dengan cryptocurrency atau mata uang kripto, tingkat keamanan transaksi memang lebih aman karena dijamin dengan teknologi blockchain.

Meski demikian, bukan berarti transaksi menggunakan mata uang digital tidak memiliki kelemahan. Salah satu kelemahan yang sering terjadi adalah double spending atau pengeluaran ganda.

Apa itu double spending?

Double spending atau pengeluaran ganda merupakan potensi kelemahan yang terjadi dalam skema kas digital, di mana token digital tunggal yang sama bisa digunakan lebih dari sekali. Jika dianalogikan dalam uang tunai fisik, pengeluaran ganda ini ibarat penggunaan uang palsu, di mana pembelanjaannya berisiko menyebabkan inflasi karena menciptakan dan meningkatkan jumlah uang yang beredar.

Dalam transaksi mata uang digital, pengeluaran ganda menjadi kelemahan sekaligus risiko yang harus diantisipasi. Pengeluaran atau pembelanjaan ganda ini terjadi karena mata uang digital dapat direproduksi dengan mudah oleh mereka yang memahami jaringan blockchain dan kekuatan komputasi untuk memanipulasinya.

Berbeda dengan uang tunai fisik yang tidak bisa digunakan secara berulang. Jika pun terjadi pembelanjaan atau pengeluaran ganda, artinya uang yang digunakan adalah palsu. Mata uang fisik tidak mudah direplikasi. Selain itu, pihak yang terlibat dalam transaksi bisa segera memverifikasi keasliannya.

Pengeluaran atau pembelanjaan ganda terjadi pada mata uang digital karena sistemnya terdesentralisasi tanpa agen pusat yang bertugas untuk memverifikasi penggunaannya, apakah sudah pernah digunakan atau belum.

Kerugian pengeluaran ganda terkait blockchain

Bitcoin memiliki mekanisme berdasarkan log transaksi, yang dikenal dengan blockchain, guna memverifikasi keaslian setiap transaksi dan mencegah terjadinya pengeluaran ganda. Mekanisme ini memastikan bahwa pihak yang bertransaksi menggunakan bitcoin benar-benar memilikinya, sehingga dapat mencegah pengeluaran ganda atau penipuan lainnya.

Blockchain dari setiap transaksi terverifikasi dibangun seiring waktu karena semakin banyaknya transaksi yang ditambahkan ke dalamnya. Transaksi bitcoin membutuhkan waktu untuk diverifikasi karena prosesnya melibatkan pengolah angka yang intensif dan algoritma kompleks yang menghabiskan banyak daya komputasi. Oleh sebab itu, tentu akan sulit untuk menduplikasi atau memalsukan blockchain, karena membutuhkan banyak daya komputasi untuk melakukannya.

Meskipun transaksi menggunakan bitcoin telah dilindungi dengan sistem dan teknologi blockchain, namun bukan tidak mungkin keamanannya diretas. Biasanya peretas mencoba menyiasati sistem verifikasi bitcoin menggunakan metode komputasi luar mekanisme keamanan blockchain atau teknik pengeluaran ganda yang melibatkan pengiriman log transaksi penipuan ke penjual dan lainnya ke seluruh jaringan bitcoin.

Risiko terbesar untuk pembelanjaan atau pengeluaran ganda muncul dalam bentuk serangan 51%. Serangan ini bisa saja terjadi apabila pengguna mengontrol lebih dari 50% daya komputasi yang memelihara buku besar yang didistribusikan dari mata uang kripto. Jika pengguna mengontrol blockchain, mereka akan dapat memproses transfer bitcoin ke dompet mereka beberapa kali dengan membalik buku besar blockchain, yang mana transaksi awal seolah-olah tidak pernah terjadi.

Cara memerangi double spending

Pembelanjaan atau pengeluaran ganda jelas harus dicegah agar tidak sampai terjadi. Pencegahan pengeluaran ganda melibatkan proses verifikasi yang cukup berat. Selain itu, juga harus dipastikan bahwa masukan yang sama tidak dapat dibagikan ke dalam beberapa transaksi. Untuk memerangi pembelanjaan atau pengeluaran ganda, ada dua cara yang bisa dilakukan.

  • Lawan kliring sentralisasi

Sentralisasi berpotensi mengurangi risiko inheren dari pengeluaran ganda dalam bertransaksi menggunakan mata uang digital atau kripto. Hal ini dilakukan dengan menerapkan pihak ketiga yang terpusat dan terpercaya untuk memverifikasi transaksi. Sementara entitas yang ditambahkan akan menjalankan fungsi yang setara dengan kliring rekanan pusat.

Pihak rekanan pusat adalah lembaga keuangan yang mengambil risiko kredit pihak lawan antara dua pihak yang bertransaksi, dan memastikan bahwa transaksi selesai. Layanan ini umumnya digunakan untuk memfasilitasi perdagangan instrumen derivatif keuangan.

  • Blockchain

Blockchain dapat mencegah terjadinya pengeluaran ganda. Hal ini dikarenakan mata uang kripto seperti bitcoin memiliki sistem terdesentralisasi yang menggunakan mekanisme konsensus yang memverifikasi transaksi dengan pasti. Mekanisme konsensus ini dikenal sebagai proof-to-work, yang memastikan bahwa setiap node peserta memverifikasi transaksi. Sebab itu, bitcoin hadir sebagai alternatif alat pembayaran terpercaya dengan buku besar publik histori yang difasilitasi melalui blockchain, yang menyediakan verifikasi empiris dari hak dan transfer properti.

Meski aman, namun blockchain bisa saja memiliki kelemahan. Agar pelaku pasar dapat melakukan pembelanjaan atau pengeluaran ganda secara curang, mereka menggunakan sejumlah besar daya komputasi guna menghilangkan blok sebelumnya dalam rantai, sehingga secara efektif bisa melakukan pembelanjaan atau pengeluaran dalam dua kali transaksi.

Memanfaatkan pendekatan terdesentralisasi

Sebagai suatu kelemahan sekaligus risiko yang bisa saja muncul, pengeluaran ganda dengan sistem terdesentralisasi cenderung lebih menarik dan menantang untuk diselesaikan. Untuk melakukan pencegahan dan penyelesaian masalah pengeluaran ganda, perlu adanya pemeliharaan sejumlah besar server yang menyimpan salinan buku besar transaksi publik yang identik dan mutakhir.

Sayangnya, transaksi yang disiarkan tidak selalu serentak mencapai server secara bersamaan. Komponen kunci dari pendekatan sistem desentralisasi ini adalah validitas yang diberikan pada transaksi awal yang diambil atau diterima oleh masing-masing server.

Dalam kasus terjadinya pengeluaran ganda, di mana transaksi digandakan atau token yang sama digunakan untuk melakukan pembayaran, transaksi yang digandakan tersebut dianggap tidak valid. Sebab, server hanya akan memvalidasi transaksi pertama.

Meskipun demikian, bisa saja setiap server menjadi tidak cocok, sehingga mengakibatkan validasi saldo sebenarnya tidak mungkin untuk dilakukan. Meskipun demikian, kelemahan pengeluaran ganda ini dapat diatasi dengan menggunakan algoritma konsensus, yang dilakukan dengan menyinkronkan berbagai server.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu double spending, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Masa Depan Bitcoin: Akankah Menjadi Mata Uang Digital Tunggal?
Apa Itu NFT (Non Fungible Tokens)?
Ingin Investasi Bitcoin? Perhatikan Dahulu Hal-Hal Berikut Ini!
Apa Itu Rug Pull dalam Cryptocurrency?
Apa itu Bitcoin? Ini Dia Sejarah Criptocurrency Bitcoin
Apa Itu Stable Coin?
Daftar Perusahaan Pedagang Aset Kripto yang Terdaftar di Bappebti
Apa Itu Bitcoin Halving?
Apa Itu ICO (Initial Coin Offering)?
Apa Itu Mata Uang Libra Facebook?


Bagikan Ke Teman Anda