Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Kesalahan Umum Dalam Investasi Cryptocurrency

Investasi cryptocurrency baru-baru semakin populer sehingga banyak dilirik oleh para investor. Pasalnya, nilai cryptocurrency mengalami lonjakan yang sangat tajam sehingga membuat investor yang bermain di instrumen investasi ini mendadak kaya raya.

Meski tampak menarik, namun investasi cryptocurrency bukan berarti bebas risiko. Bahkan risikonya pun tak kalah tinggi dengan saham, karena nilai cryptocurrency juga fluktuatif. Saat ini bisa jadi melonjak, tetapi di kemudian hari tak tertutup kemungkinan merosot drastis. Jadi, Anda tertarik untuk berinvestasi dalam aset digital ini?

Dalam berinvestasi apa pun instrumennya, pastikan Anda memiliki pemahaman yang baik. Sebab jika tidak, Anda akan sering melakukan kesalahan yang justru mengakibatkan kerugian. Faktanya, masih banyak investor yang melakukan kesalahan dalam investasi cryptocurrency. Apa saja kesalahannya?

  • Berinvestasi hanya pada satu jenis crypto

Anda pasti telah sering mendengar petuah bijak dalam berinvestasi, yakni jangan meletakkan semua telur dalam satu keranjang. Petuah ini juga berlaku untuk investasi cryptocurrency.

Sayangnya, banyak investor yang bermain dalam cryptocurrency memiliki kecenderungan pada satu jenis crypto saja, misalnya Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan lain sebagainya. Dari banyaknya jenis cryptocurrency yang ada, Bitcoin merupakan yang paling populer dan diminati.

Berinvestasi hanya pada satu jenis crypto saja tentu sangat berisiko. Sebab, ketika jenis crypto tersebut jatuh, maka Anda akan kehilangan semuanya. Namun, apabila Anda berinvestasi di banyak crypto, maka Anda tidak akan mengalami banyak kerugian saat salah satunya mengalami kemerosotan nilai. Anda masih bisa mengandalkan jenis crypto lain yang dimiliki. Berinvestasi pada banyak crypto tentu akan dapat meminimalisir risiko kerugian yang diderita.

  • Minim pengetahun tentang dasar-dasar cryptocurrency

Umumnya investor pemula memiliki antusiasme dan semangat yang menggebu-gebu untuk berdagang. Hal ini sebenarnya sah-sah saja dan bisa dimaklumi. Sayangnya, antusiasme yang demikian menggelora tersebut tidak disertai dengan pengetahuan yang memadai tentang dasar-dasar cryptocurreny, sehingga cenderung terburu-buru mengambil keputusan dalam perdagangan cryptocurrency. Akibatnya, mereka kurang memiliki gambaran yang lebih luas dan jelas tentang berinvestasi cryptocurrency yang menguntungkan.

Dasar-dasar cryptocurrency penting diketahui agar investor memahami bagaimana cara kerja dari cryptocurrency itu sendiri. Misalnya mencakup tentang teknologi blockchain, dompet cryptocurrency, kunci pribadi, dan lain sebagainya. Apabila dasar-dasar mengenai cryptocurrency ini tidak Anda pahami dengan baik, maka kemungkinan besar Anda melakukan kesalahan dalam berinvestasi.

  • Kesadaran keamanan yang rendah

Penting untuk diketahui dan disadari bahwa crypto berfungsi di dunia digital. Artinya, ancaman peretasan selalu ada, dan hal ini merupakan ancaman terbesar bagi investor yang tingkat kesadaran akan keamanannya rendah.

Investor cryptocurrency sering kali mengabaikan keamanan aset digitalnya.

Mereka pikir, teknologi digitalisasi sudah benar-benar aman, sehingga mampu melindungi aset digitalnya dari ‘pencurian virtual’. Padahal sebaliknya, justru teknologi digital rentan terhadap peretasan.

Proses peretasan ini bisa jadi ditandai dengan program yang tidak terdeteksi di komputer atau smartphone Anda. Tanpa disadari, setiap tombol dalam smartphone yang Anda tekan dapat disalin oleh peretas, sehingga mereka bisa mendapatkan akses ke komputer atau smartphone Anda.

  • Terburu-buru dalam mengambil keputusan

Investasi sedianya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan sehingga bisa mencapai kemandirian finansial di masa yang akan datang.

Namun, investor cryptocurrency agaknya justru sulit untuk mencapai tujuan tersebut, karena sering kali terburu-buru dalam mengambil keputusan. Pengambilan keputusan secara terburu-buru jelas merupakan cara berinvestasi yang buruk, karena penuh dengan risiko.

Pengambilan keputusan secara terburu-buru merupakan realisasi dari bentuk ketidaksabaran. Investor ‘kebelet’ memperoleh keuntungan dengan cepat. Tak heran, karena memang cryptocurrency sering kali memberikan keuntungan lebih cepat.

Namun, ketidaksabaran ini justru menjadi jebakan karena kondisi panik sering kali tidak dapat menghasilkan keputusan yang baik, sehingga investasi bisa saja sia-sia.

  • Berlebihan dalam berinvestasi

Seperti instrumen investasi lainnya, selalu ada batasan jumlah dalam berinvestasi. Saat ini, cryptocurrency memang dianggap sebagai instrumen investasi yang paling menguntungkan.

Sebab itu, banyak investor yang jatuh ke dalam perangkap, yakni berinvestasi lebih banyak dari yang seharusnya. Padahal, pasar tidak selalu naik, bahkan cenderung turun, sehingga investasi tersebut tentu akan sangat berisiko.

Godaan berinvestasi secara berlebihan ini sebenarnya bisa diatasi dengan menyebarkan risiko ke berbagai aset. Artinya membeli koleksi berbagai koin crypto seperti Ethereum, Litecoin, Bitcoin, atau yang lainnya secara berkala. Langkah ini bisa membantu Anda memperhitungkan variasi harga harian atau mingguan sambil mendapatkan manfaat maksimal dari investasi jangka panjang.

  • Terlalu mengikuti tren pasar

Investor melakukan perdagangan setiap harinya. Mereka membeli mata uang tertentu yang dianggap memiliki tren kenaikan yang menjanjikan keuntungan. Meski demikian, bukan berarti jika setiap investor membeli cryptocurrency, Anda juga melakukan hal yang sama. Namun faktanya, tak sedikit investor cryptocurrency yang kurang analitis dan cenderung terlalu mengikuti tren pasar.

Misalnya, banyak yang jatuh ke Initial Coin Offerings (ICOs). Sebab, saat diluncurkan nilainya dapat tumbuh dengan cepat bahkan berlipat ganda hanya dalam hitungan sebulan atau lebih. Biasanya, kenaikan nilai awal ini akan berakhir dengan cepat, dan investor yang tidak berpengalaman akan berakhir dengan koin yang nilainya sedikit atau bahkan tidak menguntungkan sama sekali. Apabila skenario ini terjadi, investor bisa memilih untuk tetap menggunakan koin yang dimiliki selama periode waktu 1 hingga 2 tahuh, karena dalam rentang periode tersebut nilainya cenderung meningkat. Oleh sebab itu, kuncinya adalah bersabar dan menjadi lebih analitis.

  • Abai terhadap keseimbangan portofolio

Keseimbangan portofolio penting untuk rebalancing. Rebalancing merupakan proses mengembalikan portofolio ke alokasi aset targetnya sebagaimana diuraikan dalam rencana investasi. Proses rebalancing atau penyeimbangan ini tidaklah mudah, karena tidak menutup kemungkinan harus memaksa investor untuk menjual aset yang kinerjanya baik dan membeli lebih banyak aset yang kinerjanya buruk. Hal inilah yang sering luput dari perhatian investor, terutama yang masih pemula.

Investor yang sukses tentu sangat memperhatikan agar portofolionya tetap seimbang. Komposisi portofolio investasi terdiri dari kepemilikan aset investasi jangka panjang, aset dalam bentuk uang tunai dan aset yang diperdagangkan. Ketika portofolio tersebut seimbang, maka kesalahan dalam berinvestasi cryptocurrency dapat dihindari, dan keuntungan maksimal yang diharapkan dapat dengan mudah dicapai.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang kesalahan umum dalam investasi cryptocurrency, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Itu Price to Book Ratio (P/B Ratio)?
10 Kesalahan saat Liburan ke Luar Negeri
3 Contoh Investasi Syariah Bebas Riba
Apa Itu NFT (Non Fungible Tokens)?
Investasi Apa yang Cocok Saat Rededominasi?
Inilah Beberapa Kesalahan UMKM yang Harus Dihindari
Mengenal Reksadana Syariah
Untung Rugi Investasi Bitcoin
Apa Itu Decentralized Exchange?
Apa Itu Rug Pull dalam Cryptocurrency?


Bagikan Ke Teman Anda