Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi Pasar Saham

Saham merupakan salah satu produk investasi yang saat ini tengah digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Mengingat semakin majunya perekonomian di negara kita ini, tak heran jika pada akhirnya saham dianggap sebagai bentuk investasi yang cukup menjanjikan.

Namun, ada satu hal yang sepertinya belum terlalu dipahami oleh para investor muda ataupun pemula, yakni harga saham memiliki sifat fluktuatif alias naik turun. Bisa dikatakan, saham tidak selamanya memiliki harga tinggi, justru ada kalanya nilai saham ini mengalami penurunan sehingga risiko kerugian yang didapat pun dalam jumlah besar.

Alasan di Balik Naik Turunnya Harga Saham

Tak sedikit orang yang kemudian bertanya-tanya, mengapa harga saham selalu naik turun seperti halnya komoditi di pasar. Sebenarnya, apabila kita melihat dari nilai ekonomi, hal semacam ini termasuk lumrah terjadi. Bahkan, jika pasar saham bersifat statis, maka tidak akan menarik perhatian para investor. Fluktuasi harga saham sendiri nyatanya dipengaruhi oleh kekuatan penawaran dan semakin banyaknya permintaan masyarakat.

Lantas, apa saja faktor yang memengaruhi fluktuasi harga saham tersebut?

  1. Suku bunga

Faktor ekonomi yang dikenal paling memengaruhi perubahan harga di pasar saham adalah suku bunga. Biasanya, tingkat suku bunga ini mengalami naik turun karena kebijakan dari Bank Sentral Amerika atau Federal Reserve.

Selain itu, ada juga beberapa faktor fundamental ekonomi makro lain yang turut mendukung fluktuasi tersebut, di antaranya perubahan suku bunga acuan BI dan nilai ekspor impor yang memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Selain itu, ada juga tingkat inflasi dan pengangguran yang cukup tinggi di masyarakat. Hal ini merupakan dampak dari pergolakan politik serta keamanan suatu negara. Segala aspek fundamental ekonomi makro tersebut bisa terjadi ketika suku bunga mengalami kenaikan, tapi para investor justru melakukan deposito karena merasa lebih untung.

Sementara itu, perusahaan lebih memilih mengurangi kerugian saat suku bunga perbankan meningkat supaya beban biaya yang ditanggung tidak mengalami peningkatan serupa.

  1. Inflasi maupun deflasi

Adanya tekanan pada harga barang dan jasa juga berpengaruh pada pasar saham. Inflasi menyebabkan barang menjadi lebih mahal sama buruknya dengan deflasi yang menyebabkan harga barang semakin rendah. Dengan inflasi yang tinggi, daya beli menurun sehingga ada kekawatiran untuk menyimpan uang. Begitu juga dengan deflasi yang menyebabkan harga barang terlalu rendah dari produksinya, juga menjadi masalah tersendiri.

  1. Kebijakan pemerintah dalam suatu negara

Salah satu faktor eksternal yang paling memengaruhi nilai saham adalah kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Meski masih dalam tahap wacana yang belum tahu kapan bakal direalisasi atau dibatalkan, kebijakan tersebut bisa memberi imbas di lantai bursa saham.

Adapun beberapa kebijakan pemerintah yang secara langsung memberi dampak ke nilai jual beli saham, seperti misalnya kebijakan utang, ekspor impor, Penanaman Modal Asing (PMA), hingga perseroan.

Apabila kamu seorang pemain saham dengan tipe trader, tentu kamu wajib peka dengan semua isu kebijakan pemerintah. Sebab, kamu bisa saja mengambil untung melalui spekulasi yang berkembang di masyarakat demi meraup untung trading harian.

  1. Pengangguran

Tak banyak yang menyadari bahwa pengangguran juga berpengaruh pada pasar saham, jadi bukan hanya pada ekonomi sebuah negara saja. Memang, pada saat tingkat pengangguran turun, kita akan melihat perekonomian yang maju. Tetapi ketika tingkat pengangguran lebih tinggi dari yang diharapkan, maka akan berdampak pada pasar saham.

Sebab pengangguran yang tinggi menunjukkan kalau banyak yang mencari pekerjaan, tetapi tidak mendapatkanya. Ketika pengangguran meningkat, kepercayaan pada ekonomi turun, dan sering kali harga saham juga menurun.

  1. Fluktuasi nilai tukar mata uang

Tak bisa dipungkiri, nilai tukar mata uang negara terhadap mata uang asing nyatanya mampu memberi dampak cukup signifikan terhadap perubahan harga di pasar saham. Seperti yang terjadi di Indonesia misalnya, lemah atau kuatnya nilai tukar rupiah mampu membuat nilai saham sebuah perusahaan mengalami perubahan yang mencengangkan. Apalagi, jika perusahaan tersebut memiliki beban utang mata uang asing dengan nilai besar.

Tentu saja, importir bakal merugi ketika rupiah melemah. Pasalnya, seluruh beban operasional perusahaan akan meningkat. Kamu bisa perhatikan ketika nilai tukar rupiah menurun terhadap dolar AS, maka saham yang terdapat pada Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pun turut melemah.

  1. Sentimen pasar

Kamu wajib tahu, bahwa pasar saham sangat mudah dipengaruhi oleh berbagai info, rumor, sampai berita ekonomi yang manipulatif meski belum jelas kebenarannya. Seperti misalnya, seorang petinggi perusahaan mengeluarkan pernyataan negatif yang tentu bisa membuat nilai saham perusahaan tersebut terkoreksi secara drastis.

Inilah faktor yang kemudian harus dijadikan bahan pertimbangan analisis saat hendak membeli saham. Sayangnya, informasi internal semacam ini terkadang kurang diwaspadai oleh para investor pemula.

  1. Faktor lainya

Ada banyak faktor lain yang dapat memengaruhi pasar saham. Pendapatan perusahaan berpengaruh pada perusahaan lainya, begitu juga dengan kerugian yang dialami perusahaan, pasti berdampak pada pasar saham. Jangan lupakan pula politik, aksi perusahaan tertentu dan bencana alam. Terkadang ada pula perusahaan besar yang sengaja melakukan manipulasi saham.

Jika kita melihat kembali ketujuh faktor ekonomi yang memengaruhi fluktuasi pasar saham di atas, tentu kamu sebagai pemain saham harus mempelajarinya dengan baik. Sebab, hal tersebut adalah satu-satunya cara yang bisa kamu lakukan demi mengurangi risiko merugi di lantai bursa. Jadi, tetap semangat ya!

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang faktor ekonomi yang mempengaruhi pasar saham, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perbedaan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) vs Surat Utang Negara (SUN)
Hal-hal yang Harus Dilakukan Ketika Krisis Ekonomi
Apa itu Reksadana Pasar Uang?
Apa itu Akad Wakalah/Sukuk Wakalah?
Apa Beda Saham dan Obligasi?
Apa itu Reksadana Saham?
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran
Tempat Investasi Emas Aman dan Terpercaya
Apa Itu Indeks Saham LQ45?


Bagikan Ke Teman Anda