Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Ekonomi Tradisional?

Apakah yang anda mendengar istilah traditional economic system atau sistem ekonomi tradisional? Mungkin yang ada di benak anda adalah sistem jual beli menggunakan barter dan jawaban anda tidak sepenuhnya salah.

Barter atau transaksi jual beli dengan tukar menukar barang adalah salah satu interaksi ekonomi dalam masyarakat ekonomi tradisional. Meskipun demikian, kini berbagai lapisan masyarakat yang menganut sistem ekonomi ini juga sudah menggunakan uang sebagai alat tukar.

Lebih dari barter, masyarakat ekonomi tradisional juga berprinsip dari komunitas, untuk komunitas dan oleh komunitas. Artinya adalah kemandirian ekonomi. Komoditas komoditas ekonomi dalam masyarakat ekonomi tradisional diproduksi dan dikonsumsi oleh masyarakat dalam komunitas itu sendiri.

Oleh karena itu masyarakat atau negara yang menganut sistem ekonomi seperti ini juga disebut dengan negara yang memiliki sistem ekonomi tertutup (closed economy). Karena mereka relatif tidak pernah atau jarang bertransaksi dengan komunitas atau negara lain.

Umumnya masyarakat ekonomi tradisional menggantungkan hidupnya kepada alam dengan cara bertani, memancing atau beternak. Sehingga kondisi musim sangat berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi masyarakat ini.

Ciri ciri masyarakat ekonomi tradisional

Dari penjabaran diatas, maka masyarakat ekonomi tradisional dapat dicirikan dengan ciri sebagai berikut:

  1. Mencari nafkah dengan bertani, berternak, berburu, memancing atau berkebun;
  2. Amat jarang berinteraksi atau melakukan jual beli dengan dunia luar (closed economy). Karena komoditas yang mereka hasilkan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan tidak untuk menumpuk kekayaan;
  3. Mayoritas hasil produksi diperoleh secara mandiri oleh masyarakat dalam komunitas dan dikonsumsi sendiri oleh masyarakat tersebut;
  4. Keadaan ekonomi sangat dipengaruhi oleh musim;
  5. Nilai nilai tradisional masih sangat dipegang kuat oleh masyarakat ekonomi tradisional.;
  6. Masing masing individu dalam masyarakat memiliki peran yang menyokong ekonomi masyarakat tersebut secara keseluruhan.

Keuntungan sistem ekonomi tradisional

Meskipun tidak bertujuan mengumpulkan kekayaan, sistem ekonomi tradisional memiliki beberapa keunggulan yaitu:

  1. Lebih ramah lingkungan. Masyarakat ekonomi tradisional cenderung menggunakan bahan bahan alamiah dan non kimiawi untuk memproduksi komoditas mereka. Nilai nilai yang mereka pegang seringkali juga menganggap alam sebagai entitas yang sakral dan tidak boleh dieksploitasi. Dengan demikian produk yang mereka hasilkan cenderung lebih ramah lingkungan dibanding produk yang dihasilkan sistem ekonomi lain.
  2. Tidak ada pemborosan dalam konsumsi sebab dalam sistem ekonomi tradisional, masyarakat hanya akan mengonsumsi apa yang mereka peroleh dan dapatkan.
  3. Tidak terkena krisis ekonomi yang disebabkan oleh masyarakat lain. Dengan minimnya ekspor dan impor dari negara yang memiliki sistem ekonomi tradisional dan tertutup, maka negara atau masyarakat tersebut juga tidak akan atau minim terkena imbas akibat krisis ekonomi global. Karena semakin terbuka ekonomi suatu negara, maka semakin besar pula kemungkinan negara tersebut terkena krisis akibat contagious effect dari krisis di negara lain.

Kekurangan sistem ekonomi tradisional

  1. Sangat dipengaruhi musim. Sehingga jika terjadi musim kemarau berkepanjangan, masyarakat ekonomi tradisional akan rentan kelaparan;
  2. Masyarakat ekonomi tradisional sangat rentan di eksploitasi oleh masyarakat dengan sistem ekonomi lain. Umumnya masyarakat yang menganut sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang tinggal dipedalaman hutan. Seringkali mereka juga tidak memiliki kesempatan bersekolah karena satu dan lain hal. Oleh sebab itu tidak jarang mereka dikelabuhi oleh masyarakat yang menganut sistem ekonomi lain sehingga hutan yang mereka jaga di eksploitasi. Sebut saja yang mengalami hal ini adalah masyarakat Dayak Kinipan di Kalimantan Selatan atau Suku Indian di pedalaman hutan Amazon di Ecuador.
  3. Tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya jika kebutuhan tersebut tidak bisa diproduksi sendiri. Meskipun hutan seringkali menyediakan banyak hal untuk masyarakat pedalaman, namun tidak dipungkiri bahwasanya banyak hal juga yang tidak disediakan oleh alam. Contohnya adalah obat obatan yang seringkali perlu pengolahan berteknologi tinggi. Maka tidak mengherankan jika masyarakat pedalaman seringkali kesulitan ketika melahirkan dan balita balita di pedalaman seringkali tidak mendapat asupan gizi yang baik.
  4. Dalam masyarakat ekonomi tradisional hanya terdapat sedikit kesempatan untuk seorang individu mengembangkan diri. Karena acapkali individu tersebut mewarisi pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh ayah atau ibunya.

Contoh masyarakat ekonomi tradisional

Contoh masyarakat ekonomi tradisional di Indonesia menurut penulis adalah masyarakat suku Baduy terutama suku Baduy dalam. Suku yang tinggal di lereng gunung Kendeng Banten ini menganut kepercayaan sunda wiwitan dan sangat bergantung pada hasil hutan, hasil pertanian dan peternakan yang mereka peroleh.

Penggunaan teknologi dalam masyarakat adat ini (terutama Baduy dalam) juga dilarang. Sehingga anda tidak perlu heran jika saat anda berjalan jalan di Banten anda menemukan orang berpakaian adat berjalan kaki. Karena orang Baduy akan pergi kemana mana dengan berjalan dengan tanpa alas kaki bahkan ke Jakarta.

Anak anak Baduy juga dilarang bersekolah. Sehingga anda akan jarang menemukan orang Baduy yang mampu berbahasa Indonesia.

Meskipun demikian, saat ini masyarakat Baduy terutama Baduy luar sudah cukup beradaptasi dengan dunia luar. Terbukti kini anda bisa mengunjungi kampung Baduy luarĀ  meski dalam jumlah terbatas.

Anda juga dapat menemukan berbagai produk hasil suku Baduy dipasaran seperti madu, kain tenun dan beberapa buah buahan yang kini akan jarang anda temukan di tempat lain. Bahkan madu organik dari suku Baduy terkenal khasiatnya.

Beberapa orang Baduy (termasuk petingginya) juga sudah menguasai bahasa Indonesia. Bahkan beberapa kali perwakilan orang Baduy diundang ke istana negara untuk mengisi pameran, atau menghadiri upacara kemerdekaan. Tentu saja mereka pergi ke istana negara dengan jalan kaki.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu ekonomi tradisional, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Ekonomi Dirigisme?
Dampak Resesi Ekonomi
Pengaruh Infrastruktur, Tingkat Pendidikan, dan Kesehatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Efek Pertumbuhan Ekonomi Cina Melambat
Perbedaan Economic Vs Finance (Ekonomi vs Keuangan)
Pengaruh Inflasi Terhadap Ekonomi
Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi Pasar Saham
Apa itu Gig Economy?
Apa itu Ekonomi Perang?
Apa itu Hukum Permintaan?


Bagikan Ke Teman Anda