Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Real Interest Rate aka Suku Bunga Riil?

Apakah anda merupakan nasabah perbankan? Atau anda ingin meminjam uang aka kredit di sebuah bank?. Jika demikian, kemungkinan besar anda sudah menyadari adanya istilah dalam perbankan yang berbunyi ‘suku bunga’.

Dari sisi kredit, suku bunga adalah besaran biaya yang harus anda bayarkan kepada Bank jika anda meminjam uang kepada bank tersebut. Sedangkan dari sisi debit (tabungan), suku bunga adalah besaran biaya yang harus dibayarkan oleh Bank kepada anda karena anda bersedia ‘meminjamkan uang anda’ dengan cara menabung di Bank tersebut.

Suku bunga memiliki bermacam macam jenis termasuk suku bunga kredit dan suku bunga tabungan seperti diatas. Namun yang akan kita bahas pada artikel kali ini adalah jenis suku bunga berdasarkan inflasi.

Berdasarkan inflasi, suku bunga terbagi menjadi dua yaitu suku bunga nominal (nominal interest rate) dan suku bunga riil (real interest rate). Suku bunga nominal adalah suku bunga yang belum mencakup inflasi sebagai faktor penentu penurunan daya beli.

Sedangkan suku bunga riil aka real interest rates adalah suku buga murni yang sudah memasukkan inflasi sebagai faktor penentu penurunan daya beli. Sehingga suku bunga ini menampilkan return bersih yang akan anda dapatkan setelah dikurangi inflasi.

Suku bunga nominal biasanya muncul di buku tabungan anda atau di lembar tagihan kredit anda. Di Indonesia, besaran suku bunga nominal diberi patok (benchmark) oleh Bank Indonesia melalui Bank Indonesia 7 Days Repo Rate (BI7DRR).

BI7DRR adalah kebijakan patokan suku bunga yang diterapkan oleh Bank Indonesia sejak tahun 2017. Tujuan dari penerapan kebijakan baru ini adalah agar transmisi kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia bisa lebih mudah dan cepat di aplikasikan.

Karena Bank Indonesia adalah otoritas moneter yang kebijakannya wajib dipatuhi, oleh karena itu besaran suku bunga nominal yang tertera di Bank maupun dipasar keuangan  tidak akan jauh dari BI7DRR. Walaupun demikian, ada penyesuaian tambahan untuk suku bunga kredit. Selain mencakup inflasi dan real interest rate, suku bunga kredit juga memperhitungkan faktor lain seperti laba Bank, besaran risiko kredit dan tenor kredit.

Secara garis besar, hubungan antara suku bunga nominal, inflasi dan suku bunga riil dapat dilihat dalam persamaan Fisher (Fisher Equation) sederhana berikut:

i = r +

i = Suku bunga nominal (nominal interest rate)

r = Suku bunga riil (real interest rate)

= Tingkat Inflasi (Inflation rate)

Jadi, ketika suku bunga tabungan anda sebesar  6% sementara inflasi bulanan Indonesia sebesar 5%, maka itu artinya anda hanya mendapatkan uang tambahan sebesar 1% dari total tabungan anda.

Mengapa Investor penting untuk mengetahui tingkat suku bunga riil?

Suku bunga riil yang bernilai positif menggambarkan peningkatan daya beli (purchasing power) anda akan sebuah aset dari waktu ke waktu. Sebaliknya suku bunga riil yang negatif menggambarkan penurunan  daya beli (purchasing power) yang anda miliki.

Dengan demikian ketika memutuskan untuk berinvestasi pada sebuah perusahaan, selain memperhitungkan suku bunga nominal yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut anda juga harus memperhitungkan inflasi. Agar real interest rate atau suku bunga riil yang anda dapatkan tidak bernilai negatif.

Selain itu, biasanya suku bunga nominal (nominal interest rate) juga mewakili tingkat risiko yang harus anda hadapi ketika anda membeli produk investasi tertentu. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat suku bunga, maka semakin tinggi pula risiko yang harus anda hadapi.

Contoh Indonesia saat ini memiliki inflasi bulanan sebesar 0,07% dan anda memiliki sertifikat deposito pada sebuah Bank Indonesia memublikasikan BI7DRR yang menawarkan suku bunga nominal bulanan sebesar 4%. Dengan demikian anda dapat memperoleh suku bunga riil sebesar 3,93%. Sehingga daya beli anda akan meningkat.

Sebaliknya jika Bank yang sama beberapa tahun kedepan tetap menawarkan suku bunga 5% sementara inflasi di Indonesia pada saat itu mencapai 6% artinya anda akan mengalami penurunan daya beli (purchasing power). Sebab anda akan mendapatkan real interest rate yang negatif yaitu sebesar -1%.

Mengetahui bahwasanya menyimpan uang di Bank dalam bentuk deposito di Bank kurang menguntungkan meskipun memiliki risiko yang rendah, anda lantas berpindah dan menjadikan pasar modal sebagai tempat investasi anda.

Sebab pada saat yang sama, investasi dengan membeli produk pasar modal seperti saham dan obligasi lebih memiliki tingkat return yang lebih tinggi meskipun risiko yang harus anda hadapi  lebih tinggi pula.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu real interest rate aka suku bunga riil, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Analisis CAMEL untuk Kesehatan Perbankan
Definisi Shell Bank
Apa itu Remittance?
Apa Itu Remittance? Definisi Remittance
Alasan Bank Umum Harus Menyimpan Saldo Minimal pada Bank Sentral
Perbedaan KlikBCA Individual Vs KlikBCA Bisnis
Apa itu Suku Bunga Tetap & Suku Bunga Menurun?
3 Fungsi dan Tugas Bank Umum yang Harus Anda Tahu
Pentingnya Mengenali Nasabah dalam Sektor Perbankan
Perbedaan GPN, Visa, dan Mastercard Serta Dampaknya pada Perdagangan Internasional


Bagikan Ke Teman Anda