Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Currency Depreciation?

Currency depreciation atau depresiasi mata uang adalah istilah yang sangat sering didengar di dunia ekonomi. Depresiasi mata uang bisa didefinisikan sebagai penurunan nilai mata yang domestik terhadap mata yang negara lain. Negara yang mengalami depresiasi mata uang akan berdampak pada perekonomian negara tersebut, khususnya pada sektor perdagangan internasional dan transaksi keuangan dalam skala internasional.

Tentu saja, depresiasi mata uang adalah sebuah kondisi yang tidak menguntungkan bagi negara mana saja. Terjadinya penurunan terhadap nilai mata uang tentu bukan karena penyebab. Ada faktor-faktor yang mempengaruhi depresiasi mata uang, dampak penurunan mata uang tersebut, dan apa saja kerugian yang ditimbulkan dari depresiasi mata uang.

Artikel ini akan menjelaskan secara rinci tentang definisi depresiasi mata uang dan segala sesuatu yang berkaitan dengan hal tersebut.

Definisi Currency Depreciation

Depresiasi adalah kata yang banyak digunakan dalam dunia ekonomi. Menurut ilmu akuntansi, depresiasi memiliki definisi tersendiri. Dalam Akuntansi keuangan Nomor 16 oleh Ikatan Akuntansi Indonesia edisi revisi 2007, depresiasi bisa diartikan sebagai penyusutan alokasi sistematis jumlah yang dapat disesuaikan dari suatu aset selama umur manfaatnya.

Depresiasi atau penyusutan juga bisa diartikan sebagai penyisihan sejumlah biaya atas harta yang dipakai untuk menghasilkan pendapatan. Dapat juga diartikan sebagai biaya yang dikumpulkan dalam periode tertentu terhadap harta yang dipakai dalam proses untuk mendapatkan penghasilan. Namun depresiasi tidak bisa diartikan sebagai pengumpulan dana untuk mengganti aset yang digunakan.

Depresiasi mata uang juga bisa diartikan dalam konteks berikut:

  • Penurunan atau depresiasi nilai tukar mata uang sebuah negara terhadap mata uang negara lain yang terjadi di pasar uang.
  • Proses alokasi harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama masa manfaatnya secara sistematis dan rasional. Pengalokasian harga diperlukan supaya bisa dilakukan perbandingan yang akurat antara pendapatan dan biaya seperti yang diminta oleh prinsip perbandingan.
  • Pelemahan nilai tukar sebuah negara terhadap negara lain secara bertahap.

Faktor yang Mempengaruhi Currency Depreciation

Nilai tukar mata uang mengalami fluktuasi alias naik turun tergantung dari kondisi perekonomian dunia. Secara umum, ada 3 faktor yang mempengaruhi naik turunnya nilai tukar mata uang yang pada gilirannya bisa menyebabkan depresiasi.

  • Suku Bunga

Depresiasi mata uang akan terjadi apabila pemerintah menerapkan kebijakan moneter ekspansif melalui pemotongan suku bunga. Rendahnya suku bunga domestik akan mempersempit selisih spread antara suku bunga domestik dengan suku bunga internasional. Ini akan menyebabkan banyak investor keluar dari pasar domestik karena mencari keuntungan yang lebih besar dengan memasuki pasar global.

Keluarnya para investor menyebabkan lemahnya mata uang domestik atau yang disebut dengan depresiasi. Demikian pula sebaliknya, dimana angka suku bunga domestik yang tinggi dapat mendorong peningkatan aliran modal masuk atau capital inflow karena para investor bisa mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi pada pasar domestik.

  • Inflasi

Inflasi memiliki dampak langsung terhadap naik turunnya nilai mata uang. Terjadinya inflasi dalam ranah domestik membuat produk-produk dalam negeri tidak kompetitif di pasar internasional. Akibatnya terjadi penurunan terhadap permintaan akan barang-barang domestik. Itulah mengapa setelah inflasi kegiatan ekspor dan impor sebuah negara akan menurun dengan drastis.

  • Neraca Perdagangan

Depresiasi mata uang erat kaitannya dengan defisit perdagangan. Hal ini terjadi saat nilai impor melebihi nilai ekspor. Perdagangan internasional tidak hanya tentang pertukaran barang saja, tetapi juga mata uang. Transaksi jual beli yang terjadi melibatkan mata uang negara asal dan negara yang bersangkutan secara langsung.

Misalnya saja ketika Indonesia melakukan ekspor barang, maka negara asing akan meminta uang domestik untuk membayarnya. Dengan demikian, permintaan akan mata uang domestik lebih meningkat, demikian pula dengan nilainya. Ini artinya mata uang domestik mengalami apresiasi atau peningkatan.

Namun jika yang terjadi adalah peningkatan impor, maka permintaan mata uang terhadap negara mitra dagang akan meningkat karena negara pembeli harus membayar dengan mata uang mereka. Apabila ini yang terjadi, maka mata uang negara pengimpor akan mengalami depresiasi.

Ini artinya, agar nilai mata uang suatu negara tidak menurun, mereka harus bisa meningkatkan kegiatan dalam bidang ekspor. Sebaliknya, jika yang meningkat adalah sektor impor, maka yang terjadi adalah depresiasi.

Dampak Currency Depreciation

Turunnya nilai mata uang sebuah negara memberi dampak yang luas pada sektor ekonomi. Beberapa aspek yang terkena dampak dari penurunan atau depresiasi mata uang antara lain adalah

  • Perdagangan Barang

Perdagangan barang yang dimaksud disini adalah kegiatan ekspor dan impor sebuah negara. Secara umum, semakin lemah nilai tukar sebuah negara maka semakin mahal pula harga impor yang harus dibayar. Kuat atau lemahnya nilai tukar sebuah negara sangat menentukan defisit atau surplus perdagangan sebuah negara seiring berjalannya waktu.

Sebaliknya, ketika mata uang menguat maka persaingan ekspor dapat dikurangi dan membuat biayanya semakin murah juga bisa menyebabkan perdagangan mengalami defisit yang lebih parah lagi, pada akhirnya melemahkan nilai mata uang. Namun sebelum hal ini terjadi, industri-industri dalam negeri yang mengandalkan ekspor bisa mengalami kerugian karena nilai mata uang yang terlalu kuat.

  • Pertumbuhan Ekonomi

Produk Domestik Bruto (PDB) adalah salah satu alat ukur paling efektif untuk melihat pertumbuhan ekonomi sebuah negara. PDB dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

PDB = C + I + G + (X − M)

Dimana:

C: Konsumsi rumah tangga negara

I: Investasi modal dari rumah tangga dan bisnis

G: Konsumsi pemerintah

X: Ekspor

I: Impor

Dari rumus di atas dapat dilihat bahwa semakin tinggi ekspor sebuah negara, maka semakin tinggi pula PDB-nya.

  • Arus Modal

Modal asing cenderung mengalir ke negara-negara yang memiliki pemerintahan kuat, ekonomi yang dinamis, dan mata uang yang stabil. Sebuah negara membutuhkan kestabilan mata uang untuk menarik modal dan para investor asing. Bila tidak deimikian, maka prospek kerugian nilai tukar yang disebabkan depresiasi mata uang akan menghalangi investor asing untuk masuk dan menanamkan modalnya.

Terdapat dua jenis arus modal asing yaitu:

    • Foreign Direct Investment (FDI). Adalah penanaman modal asing langsung kepada sektor bisnis tertentu sebuah negara dari investor asing yang biasanya berjangka panjang dan melibatkan dua negara sekaligus.
    • Foreign Portfolio Investment. Atau investasi portofolio asing merupakan investasi jangka pendek pada instrument keuangan seperti sahan dan obligasi dari suatu negara ke negara lain.

Jenis investasi yang lebih disukai adalah yang pertama, karena investasi kedua sangat beresiko dan investor bisa pergi kapan saja jika kondisi ekonomi sedang memburuk.

  • Inflasi

Menurunnya nilai mata uang bisa menyebabkan impor inflasi pada negara-negara importir besar. Misalnya, jika terjadi penurunan mata uang domestik sebesar 20% maka bisa menyebabkan naiknya biaya impor sebesar 25%, karena mereka membutuhkan margin keuntungan dari turunnya nilai mata uang.

  • Suku Bunga

Nilai tukar menjadi kunci utama hampir seluruh bank sentral yang ada sebagai dasar untuk membuat kebijakan moneter. Menguatnya mata uang domestik memberikan hambatan tersendiri pada perekonomian sehingga menimbulkan hasil yang sama dengan kebijakan moneter yang ketat, yaitu naiknya suku bunga.

Selain itu, kebijakan moneter yang ketat ketika mata uang domestik menguat akan memunculkan masalah baru ketika investor asing datang dan melakukan FPI karena ingin hasil yang lebih tinggi. hal ini akan semakin memperkuat mata uang domestik.

Kerugian Currency Depreciation

Berikut adalah beberapa kerugian dari depresiasi mata uang yang bisa dialami oleh sebuah negara:

  • Naiknya inflasi karena depresiasi mata uang. Depresiasi memicu kenaikan impor, dimana biaya impor juga mengalami kenaikan. Pada gilirannya, harga barang-barang yang dijual pun juga semakin mahal.
  • Instrumen keuangan menjadi semakin mahal seiring dengan depresiasi mata uang. Karena suku bunga naik, maka instrument keuangan pun harganya juga ikut naik.
  • Depresiasi mata uang bisa dapat mempengaruhi pertumbuhan negara secara keseluruhan. Termasuk pengangguran, pasar keuangan, defisit perdagangan, peningkatan FDI, dan lain sebagainya.
  • Penurunan nilai mata uang memberikan dampak pada modal internasional dan pasar industrial. Sebagian besar nilai mata uang diperdagangkan secara internasional dan memiliki nilai tukar asing. Namun depresiasi mata uang akan memberikan dampak tersendiri bagi nilai tukar dengan mata uang negara lain.
  • Depresiasi mata uang memepngaruhi keputusan dalam industri domestik dan pasar lain di masa depan. Sebagian besar akan mengalami kesulitan untuk memprediksi nasib mereka di masa depan karena kondisi yang serba tidak menentu.
  • Depresiasi yang terjadi bahkan hanya sehari saja bisa memberikan dampak besar pada pasar, terutama sektor sekuritas yang tidak terlindung nilai secara akurat dan lengkap.

Dampak Currency Depreciation

Dampak dari depresiasi mata uang bisa mencakup banyak bidang, seperti yang dijelaskan berikut:

  • Instrumen utang menjadi lebih murah karena kenaikan suku bunga. Meskipun demikian, jika depresiasi mata uang disebabkan oleh hal lain selain inflasi, suku bunga mungkin tidak terpengaruh secara negatif dan instrumen utang tidak terdampak secara keseluruhan.
  • Dalam kasus inflasi, suku bunga mungkin akan baik namun pemerintah akan melakukan pencegahan dengan menerapkan pembatasan suku bunga. Oleh karena itu, suku bunga akan mengalami pemotongan yang pada akhirnya mengembalikan kestabilan ekonomi.
  • Depresiasi mata uang bisa berdampak pada penawaran produk asing dalam pasar domestik. Idealnya, hal ini bisa meningkatkan harga-harga produk asing di pasar dalam negeri, namun juga dibarengi dengan munculnya produk-produk dalam negeri untuk bisa bersaing dengan produk asing. Dengan demikian harga produk asing akan menurun dan membantu perekonomian negara melalui dua hal penting: kenaikan pada output industrial dan kestabilan harga.
  • Meningkatnya output industrial menyebabkan kenaikan pada permintaan produk pada suatu negara. Secara perlahan-lahan, ini akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan negara tersebut.
  • Dengan kenaikan output industrial, negara mengalami kenaikan jumlah lowongan pekerjaan.

Batasan Currency Depreciation

Depresiasi mata uang dan dampaknya sangat tergantung pada situasi dan kondisi terkini perekonomian sebuah negara. Dalam kasus resesi, depresiasi terbukti mampu memicu pertumbuhan ekonomi dengan memberikan dampak positif pada peningkatan output industrial karena tingginya persaingan. Dampak yang sebaliknya bisa muncul pada cepatnya pertumbuhan, bila terjadi depresiasi, ekonomi cenderung melambat karena inflasi yang semakin naik.

Contoh Kasus Cara Kerja Currency Depreciation

Contoh kasus yang paling mudah untuk menggambarkan depresiasi nilai tukar adalah dengan perbandingan antara Rupiah dengan Dolar AS. Misalnya, nilai tukar rupiah meningkat dari Rp 14000 menjadi Rp 15000 per Dolar AS. Melihat angka ini, dapat dikatakan bahwa Rupiah terdepresiasi sementara Dolar AS terapresiasi.

Untuk mendapatkan 1 USD, orang Indonesia harus membayar Rp 15000, naik Rp 1000 dibandingkan jumlah yang harus dibayarkan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rupiah melemah terhadap dolar AS.

Sebaliknya, orang Amerika bisa mendapatkan Rp 15000 hanya dengan menukar 1 USD saja, meningkat Rp 1000 dari jumlah yang mereka dapatkan sebelumnya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu currency depreciation, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



10 Mata Uang dengan Nilai Terendah di Dunia
Apa Itu Mata Uang Libra Facebook?
Apa itu Valas? Definisi Valuta Asing
10 Mata Uang Termahal di Dunia Tahun 2019
Masalah-Masalah yang Ada pada Mata Uang Crypto, Pertimbangkan Sebelum Investasi
Apa Itu Depreciation?
Apa Itu Depresiasi? Definisi Depresiasi
Perbedaan Uang vs Mata Uang
Pengertian dan Cara Menghitung Depresiasi
Apa itu Apresiasi dan Depresiasi Mata Uang?


Bagikan Ke Teman Anda