Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perbedaan Book Value dan Market Value

Investasi saham kini menjadi investasi yang diminati oleh semua kalangan, tidak terkecuali anak-anak muda. Salah satu tahapan terpenting dalam investasi saham adalah memilih perusahaan manakah yang sahamnya akan dibeli. Ini nantinya berkaitan dengan dividen atau keuntungan yang akan diperoleh. Perusahaan yang punya progres menjanjikan layak kamu perhitungkan untuk dibeli sahamnya.

Namun bagaimana cara menganalisis saham sebuah perusahaan? Caranya adalah dengan melihat nilai pasar dan nilai buku perusahaan yang bersangkutan. Investor yang sukses dan berhasil tahu pentingnya mengamati matrik saham perusahaan. Nilai buku (book value) dan nilai pasar (market value) adalah kedua jenis matrik yang banyak digunakan untuk menentukan nilai sahan sebuah perusahaan.

Tentu kamu harus memahami perbedaan antara book value dan market value untuk bisa melakukan analisis yang menyeluruh terhadap nilai saham perusahaan. Artikel ini akan membahas tentang perbedaan book value dan market value dari berbagai aspek dan membantumu memahami kedua konsep ini secara lebih mudah.

Apa itu Book Value?

Book value atau nilai buku merujuk pada nilai sebuah perusahaan seperti yang tertera dalam laporan keuangannya. Secara teoretis, book value menunjukkan nilai sebuah perusahaan jika semua asetnya dijual dan utang-utangnya dilunasi. Book value adalah nilai yang diharapkan akan diterima oleh investor dan kreditor jika perusahaan tersebut terlikuidasi. Book value juga bisa disebut sebagai ekuitas (kekayaan bersih) para pemegang saham.

Selain itu, book value juga bisa diartikan sebagai Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV) dari sebuah perusahaan, dihutung sebagai total aset yang dimiliki setelah dikurang aset tidak berwujud dan kewajiban.

Book value juga sering digunakan sebagai alat untuk menentukan apaka sebuah aset underprice (dihargai terlalu murah) atau overprice (dihargai terlalu mahal). Bagaimana caranya? Yaitu dengan menghitung perbedaan jumlah yang book value dan market value aset yang bersangkutan.

Apa itu Market Value?

Jika book value adalah nilai yang tertera di atas buku (seperti Namanya), maka market value adalah kebalikannya. Market value adalah harga yang berlaku saat ini dari sebuat aset perusahaan di pasar.

Jika book value cenderung lebih stabil dan sangat jarang berubah, maka market value justru sangat dinamis. Dalam konteks perusahaan, market value sebuah perusahaan yang dijual ke publik dapat berfluktuasi setiap detik karena fluktuasi pada harga saham perusahaan tersebut. Market value untuk aset yang sangat likuid bisa ditentukan dengan mudah, banyak diperjualbelikan sehingga harganya pun mudah dicari tahu.

Namun menentukan market value untuk aset non-likuid adalah sesuatu yang cukup menantang. Ketiadaan pembeli yang rutin serta penjual yang tidak secara teratur menjual aset ini, belum lagi kompleksitas yang menyertainya akan memakan waktu yang cukup lama untuk menentukan market value dari aset tersebut.

Pada perusahaan yang menjual sahamnya kepada publik, istilah market value sering digunakan bersamaan dengan istilah market capitalization atau kapitalisasi pasar.

Perbedaan Book Value dan Market Value

Book value dan market value adalah dua konsep yang berbeda, namun wajib dipahami jika ingin memahami nilai sebuah perusahaan. Book value merujuk pada harga awal sebuah aset ketika dibeli dengan memperhitungkan semua aspek penyusutan aset yang mungkin terjadi dari tahun ke tahun, baik itu akibat depresiasi, inflasi, kerusakan, penurunan nilai, dan lain sebagainya.

Sementara itu, market value menunjukkan harga yang akan diperoleh penjual jika mereka ingin menjual asetnya pada pasar bebas. Seringkali terdapat perbedaan antara market value dengan book value, karena book value didasarkan pada riwayat harga aset mulai dari pertama dibeli. Sedangkan market value sifatnya lebih dinamis dan selalu berubah-ubah. Perbedaan antara book value dan market value bisa menguntungkan atau merugikan bagi sebuah perusahaan.

Sebagai contoh kecilnya, berikut adalah 2 kasus yang menunjukkan perbedaan antara book value dan market value.

Contoh 1

Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah yang tandus dengan harga sangat murah. Tanah tersebut tidak subur dan tidak bisa ditanami oleh tumbuhan apa saja. Ketika dibeli, tanah tersebut berharga Rp1 miliar. Menurut book value, nilai tanah tersebut setelah 5 tahun hanya meningkat sedikit menjadi Rp 1,2 miliar saja dikarenakan kondisi yang tandus.

Namun beberapa tahun setelah tanah dibeli, pemerintah membangun jalan penghubung di area tanah tersebut yang memudahkan akses dari dan ke lokasi. Karena jalan tersebut merupakan jalan strategis, nilai tanah ketika dijual adalah Rp2 miliar menurut market value.

Contoh 2

Perusahaan A membeli mesin yang canggih pada tahun 2018 seharga Rp100 juta. Dengan memperhitungkan semua penyusutan yang mungkin terjadi, nilai mesin tersebut pada tahun 2020 menjadi Rp80 juta menurut book value.

Namun ketika mesin tersebut akan dijual, ternyata harga pasarannya (market value) adalah Rp75 juta saja, karena dalam waktu 2 tahun muncul 3 mesin terbaru yang lebih canggih dari mesin tersebut. Aspek inilah yang tidak diperhitungkan di dalam book value, sehingga terjadi perbedaan harga yang signifikan.

Untuk lebih memahami konsep perbedaan book value dan market value, perhatikan tabel berikut ini.

Aspek Pembanding Book Value Market Value
Makna Nilai riil aset sebuah perusahaan, nilai aktual aset yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, tertera pada laporan keuangannya Diartikan sebagai harga maksimal sebuah aset atau sekuritas bisa dibeli atau dijual di pasar
Menunjukkan Ekuitas perusahaan setelah semua asetnya dilikuidasi dan dikurangi kewajiban serta liabilitas yang dimiliki Harga pasar yang sedang berlaku saat itu
Dasar penghitungan Book value sebuah aset atau perusahaan dihitung berdasarkan selish antara aset dan liabilitas dalam neraca sebuah perusahaan Market value atau nilai pasar perusahaan dihitung berdasarkan perkalian market price per share dengan outstanding shares (saham-saham yang beredar atau jumlah saham yang dipegang oleh investor)
Frekuensi Fluktuasi Terjadi pada interval periodik seperti 3 bulanan atau kuartal dan tahunan Sangat sering, tergantung pada perubahan nilai yang berlaku di pasar. Market value bahkan bisa berubah setiap detik
Dasar Pengukuran Book value sebuah aset dihitung dalam neraca dan laporan keuangan berdasarkan Riwayat harganya, dengan memperhitungkan penyusutan yang terjadi pada kurun waktu tertentu Market value menunjukkan nilai sebenarnya dari sebuah aset di pasaran.

Book Value vs Market Value, Mana yang Lebih Tinggi?

Hampir mustahil rasanya nominal pada book value sama dengan market value. Keduanya selalu berbeda, dan biasanya book value lebih tinggi dibandingkan market value. Jika hal ini yang terjadi, maka artinya aset yang bersangkutan harganya lebih rendah dari harga yang diharapkan (tertulis) saat dijual.

Aset-aset yang nilai bukunya lebih tinggi dari nilai pasar biasanya mengalami penyusutan yang signifikan atau nilai gunanya semakin berkurang dari tahun ke tahun. Aset yang termasuk dalam kategori ini antara lain adalah kendaraan bermotor, mesin, dan barang elektronik.

Namun hal yang sebaliknya bisa terjadi. Jika nilai buku sebuah perusahaan lebih rendah dari nilai pasarnya, maka bisa diartikan bahwa perusahaan tersebut sudah kehilangan kepercayaan para investornya. Ini akan mempengaruhi kepercayaan pasar juga, karena mereka beranggapan bahwa perusaahan tidak akan mampu mengumpulkan pendapatan di masa depan yang bisa memperbaiki nilai bukunya.

Dengan demikian, investor lama akan banyak meninggalkan perusahaan ini dan mereka akan sulit untuk mendapatkan investor baru. Dalam kasus ini, investor akan lebih memilih untuk mencari perusahaan lain yang punya book value lebih tinggi dari market value-nya dengan harapan aka nada peningkatan dalam sistem valuasi pasar di masa depan.

Misalnya Bank A mengalami penurunan nilai selama masa resesi, dimana market value-nya lebih rendah dari book value. Namun Bank A tetap memperoleh kepercayaan yang tinggi dari para investornya karena adanya kepercayaan bahwa kondisi ekonomi akan pulih kembali. Di masa sulit, nilai Bank A mungkin merosot drastis, namun setelah kondisinya pulih seiring dengan pulihnya kondisi perekonomian, sahamnya kembali dijual dengan harga normal.

Ada juga perusahaan yang book value-nya sama besar dengan market value, namun tentu saja hal ini cukup jarang terjadi. Namun jika perusahaan memiliki nilai book value dan market value yang sama, maka pasar melihatnya sebagai keseimbangan dan mengasumsikan bahwa nilai aset yang dimiliki oleh perusahaan sama dengan yang tertulis dalam laporan keuangan mereka.

Cara Menghitung Book Value dan Market Value

Ketika saham atau aset sebuah perusahaan dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan market value-nya, maka perusahaan tersebut akan disebut sebagai overvalued. Untuk menentukan apakah aset yang dijual itu undervalued atau overvalued diperlukan analisis dan penghitungan yang mendalam untuk menentukan book value dari perusahaan tersebut yang juga disebut dengan Net Asset Value atau Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Sementara itu, book value perusaahan ditentukan oleh Riwayat harganya yang berdasarkan pada neraca perusahaan tersebut. Book value perusahaan bisa dihitung dengan mengurangkan nilai penyusutan aset dan liabilitas dengan total aset yang dimiliki oleh perusahaan. Jumlah dari pengurangan tersebut disebut dengan book value.

Jumlah tersebut juga bisa diartikan sebagai jumlah yang dimiliki oleh para pemegang saham jika perusahaan tersebut bangkrut atau terlikuidasi. Untuk menentukan market value bagi perusahaan publik, seseorang harus melihat pada market capitalization atau kapitalisasi pasar yang dihasilkan dari harga saham yang sedang berlaku saat itu dan dikalikan dengan jumlah total outstanding shares.

Market value menunjukkan jumlah yang bersedia dibayarkan oleh investor dalam menjual dan membeli saham di pasar bebas. Karena market value sebuah perusahaan tergantung pada permintaan dan penawaran, jadi nilainya tidak selalu menunjukkan nilai sebuah perusahaan yang sebenarnya.

Kesimpulan

Penting untuk memahami market value dan book value sebuah perusahaan jika ingin memahami kondisi finansial sebuah perusahaan secara keseluruhan. Ini sangat penting bagi para investor, karena market value dan book value dapat dijadikan tolak ukur untuk banyak hal seperti kepercayaan pasar, ekspektasi kondisi keuangan perusahaan di masa mendatang dan masih banyak lagi.

Investor membandingkan market value sebuah perusahaan dengan book value-nya untuk menentukan kemampuan perusahaan dalam mengumpulkan pendapatan, mengukur valuasi asetnya, serta kemampuannya dalam membayar liabilitas dan kewajiban yang dimiliki oleg perusahaan.

Namun hal lain yang tidak kalah penting harus dimengerti oleh investor adalah bahwa book value dan market value bukanlah satu-satunya aspek untuk menentukan apakah perusahaan tersebut layak untuk dimasukkan ke dalam portofolio investasi atau tidak. Teliti juga aspek lain yang berkaitan, seperti bidang dimana perusahaan tersebut bergerak.

Terutama jika saham perusahaan yang ingin dibeli adalah saham dari sebuah perusahaan kcil atau perusahaan yang kondisinya sedang tidak stabil. Pertimbangkan dengan baik sebelum memutuskan untuk membeli saham perusahaan tertentu, jangan sampai salah menentukan langkah dalam berinvestasi dan justru menimbulkan kerugian yang tidak diharapkan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang perbedaan book value dan market value, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perbedaan Umum Cara Berpikir Orang Kaya dan Orang Miskin
Cara Investasi Emas
Apa Perbedaan Perusahaan Asuransi VS Dana Pensiun
Apa itu Bandar Saham? Definisi Bandar Saham
Keuntungan dan Cara Berinvestasi Pada Surat Utang Negara (SUN)
Apa Beda Saham dan Obligasi?
Apa itu Junk Bond?
Apa itu Basis Point?
Perbedaan Kurs Referensi JISDOR vs Kurs Tengah BI
Perbedaan Antara Investasi Aktif Dengan Pasif


Bagikan Ke Teman Anda