Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Junk Bond?

Investasi menjadi salah satu cara untuk memelihara dan mengembangkan aset agar tercapai kemandirian finansial di masa depan. Ada baiknya investasi dilakukan sejak dini dalam arti saat usia masih muda dan produktif, sehingga masih banyak kesempatan untuk meraup keuntungan atau bahkan bersiap secara mental dan finansial menghadapi risiko kerugian. Beragam jenis investasi yang bisa dipilih, sebut saja saham, reksa dana, dan obligasi sampah. Apa itu obligasi sampah?

Pengertian junk bond

Junk bond yang diterjemahkan sebagai obligasi sampah merupakan obligasi yang memiliki risiko gagal bayar lebih tinggi dibandingkan kebanyakan obligasi yang diterbitkan baik oleh perusahaan maupun pemerintah. Obligasi sendiri diartikan sebagai surat utang atau surat pengakuan utang atau janji pengembalian pokok investasi bekerja pembayaran bunga sebagai imbalan atas pembelian obligasi oleh investor.

Obligasi bisa diterbitkan oleh perusahaan maupun pemerintah yang membutuhkan dana untuk membiayai suatu proyek seperti ekspansi perusahaan, pembangunan infrastruktur, dan lain sebagainya. Seperti halnya obligasi pada umumnya, obligasi sampah juga diterbitkan oleh perusahaan. Hanya saja, perusahaan tersebut sedang mengalami masalah secara finansial atau sedang dalam kondisi finansial yang kurang sehat, sehingga risiko gagal bayar terhadap pokok investasi dan imbal hasilnya cenderung tinggi.

Meski risiko gagal bayar tinggi, namun obligasi sampah menjanjikan tingkat pengembalian yang tinggi dibandingkan dengan obligasi pada umumnya. Ironis, tapi demikianlah faktanya. Tingkat pengembalian tinggi ini sebagai penyeimbang risiko yang tinggi. Oleh sebab itu, obligasi sampah disebut juga sebagai obligasi hasil tinggi. Meskipun demikian, menurut Moody’s dan Standard & Poor’s sebagai lembaga analis investasi internasional, obligasi sampah bukanlah peringkat investasi, karena perusahaan yang menerbitkannya tidak sehat secara finansial.

Siapa juga yang mau membeli obligasi sampah? Faktanya ada pasar yang menawarkannya dan ada pula investor yang berani membelinya. Hal ini bagian dari spekulasi, di mana keputusan membeli obligasi sampah menunjukkan optimisme dan kepercayaan diri terhadap perbaikan ekonomi, sehingga bersedia mengambil risiko lebih besar.

Peringkat junk bond

Untuk memudahkan mengenal jenis obligasi yang diperdagangkan di pasar modal, terdapat peringkat investasi yang menunjukkan kualitas dari jenis investasi tersebut. Obligasi yang berasal dari perusahaan dengan probabilitas tinggi untuk membayar kupon reguler dan mengembalikan pokok kepada investor, oleh Moody’s dan Standard & Poor’s diberikan peringkat sebagai berikut.

  • AAA, artinya bagus sekali (excellent)
  • AA, artinya sangat bagus (very good)
  • A, artinya baik (good)
  • BBB, artinya memadai (adequate)

Sementara obligasi sampah dinilai sebagai spekulatif. Artinya, kemampuan perusahaan untuk menghindari gagal bayar lebih besar daripada ketidakpastian. Sebagian besar obligasi sampah memiliki peringkat B. Moody’s dan Standard & Poor’s memiliki peringkat yang berbeda untuk obligasi sampah.

  • Risiko tinggi (high risk)

Obligasi sampah berisiko tinggi oleh Moody’s dinilai Ba atau B, sedangkan Standard & Poor’s menilainya BB atau B. Pada peringkat ini perusahaan kemungkinan masih dapat memenuhi pembayaran, namun jika kondisi ekonomi atau bisnis memburuk, maka risiko gagal bayar bisa saja terjadi.

  • Risiko paling tinggi (highest risk)

Obligasi sampah berisiko paling tinggi dinilai Caa, Ca, atau C oleh Moody’s, sedangkan Standard & Poor’s menilainya CCC, CC, atau C. Pada peringkat ini, kondisi bisnis dan ekonomi harus menguntungkan bagi perusahaan untuk menghindari default.

  • Dalam kelalaian (in default)

Pada status in default, obligasi sampah dinilai C Moody’s dan D oleh Standard & Poor’s. Pada status ini, perusahaan gagal membayar kewajibannya kepada investor berupa kupon dan pokok obligasi.

Dalam peringkat obligasi sampah dikenal pula istilah Fallen Angels dan Rising Stars. Fallen Angels merepresentasikan obligasi yang awalnya memiliki peringkat investasi, kemudian mengalami penurunan peringkat akibat kredit perusahaan memburuk. Sementara Rising Stars menggambarkan obligasi sampah yang peringkatnya mengalami kenaikan karena kredit perusahaan membaik.

Junk bond sebagai indikator pasar

Tak selamanya sampah tidak berguna. Ada kalanya sampah menghasilkan sesuatu yang berharga. Inilah gambaran obligasi sampah. Sebab itu, tak sedikit investor yang menjadikan obligasi sampah sebagai indikator pasar.

Investor berani berspekulasi dan menanggung risiko tinggi dengan membeli obligasi sampah, harapannya mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga potensial sebagai akibat dari membaiknya kondisi finansial perusahaan yang menerbitkannya. Seiring dengan membaiknya finansial perusahaan, minat beli obligasi dengan imbal hasil tinggi juga akan mengalami peningkatan. Secara lebih lanjut, kinerja finansial perusahaan yang membaik akan berpengaruh pada peringkat obligasi yang diterbitkannya, sehingga sentimen risiko pasar berubah.

Tidak menutup kemungkinan, obligasi sampah naik peringkatnya dari sampah menjadi investasi. Hal ini tentu mendorong minat beli obligasi yang semakin tinggi. Akibatnya, obligasi sampah berfungsi sebagai indikator risiko pasar bagi para investor. Ketika investor membeli obligasi sampah, artinya pelaku pasar bersedia mengambil risiko besar dengan harapan ekonomi akan membaik. Sebaliknya, apabila obligasi sampah dijual dengan harga jatuh, artinya investor menolak untuk mengambil risiko dan memilih investasi yang lebih aman dan stabil.

Penting diketahui dan dicatat bahwa optimisme pasar bisa saja berpengaruh terhadap lonjakan obligasi sampah. Hal ini berdampak pada perubahan harga, di mana harga obligasi sampah bisa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi dengan kualitas tinggi sekalipun. Inilah fenomena di mana sampah menjadi begitu berharga.

Keuntungan dan kerugian junk bond

Sampah tak selamanya merugikan, bahkan ada kalanya menguntungkan. Demikian pula dengan obligasi sampah. Adapun keuntungan dari obligasi sampah, yaitu:

  • Dapat meningkatkan hasil secara keseluruhan dalam portofolio investasi dan menghindari volatilitas yang lebih tinggi dari saham.
  • Obligasi sampah menawarkan imbal hasil yang tinggi dibandingkan dengan obligasi peringkat investasi.
  • Obligasi sampah memiliki peluang menghasilkan kinerja yang lebih baik ketika kondisi bisnis dan ekonomi membaik.
  • Jika perusahaan mengalami kebangkrutan, maka pemegang obligasi lebih diutamakan pembayarannya dibandingkan pemegang saham.

Di balik keuntungan obligasi sampah, terselip pula kerugian yang harus siap ditanggung oleh investor. Adapun kerugian sebagai berikut.

  • Jika bisnis default, maka investor terancam kehilangan dana investasinya 100%. Untuk menghindari kerugian tersebut, investor harus menganalisis risiko kredit pada masing-masing perusahaan sebelum memutuskan untuk membeli obligasi sampah.
  • Obligasi sampah rentan terhadap kenaikan suku bunga. Perusahaan yang layak kredit bisa saja terjebak dalam tren ekonomi negatif. Ketika perusahaan memiliki arus kas untuk membayar utangnya dengan tingkat bunga yang ada, tetapi beberapa perusahaan sejenis mengalami default pada obligasinya. Hal ini menyebabkan lonjakan suku bunga pada semua obligasi di industri mereka. Akibatnya, mereka tidak mampu membayar ketika jatuh tempo.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu junk bond, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Waspada Investasi Bodong GCG Asia
Apa itu Capital Loss? Definisi Capital Loss
Apa itu Reksadana Pasar Uang?
Perbedaan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) vs Surat Utang Negara (SUN)
Apa Itu Reksadana Campuran?
Perbedaan antara Dividen dengan Capital Gain
Cara Menghitung Weighted Average
Investasi Apa yang Cocok Saat Rededominasi?
Untung Rugi Investasi Emas
Apa Perbedaan Sukuk Ritel Vs Saving Bond Ritel?


Bagikan Ke Teman Anda