Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Cara Berinvestasi Dengan Dana Yang Terbatas

Berinvestasi sejak dini penting untuk mencapai kemandirian finansial di masa depan. Sayangnya, tak semua orang menjadikan investasi sebagai ‘program’ dalam kehidupannya. Banyak orang yang menjalani hidup tanpa melakukan investasi. Penyebabnya klasik, yaitu tidak memiliki cukup uang untuk diinvestasikan.

Banyak yang beranggapan bahwa investasi membutuhkan dana yang besar. Jika pendapatan yang diperoleh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bagaimana bisa berinvestasi? Hal inilah yang menimbulkan kesalahpahaman tentang investasi. Seiring dengan berkembangnya industri keuangan, semakin banyak produk investasi yang ditawarkan kepada masyarakat. Kini, dengan dana yang terbatas pun, Anda sudah bisa berinvestasi. Berikut caranya.

  • Mengatur ulang anggaran

Jika Anda tidak memiliki uang untuk diinvestasikan, maka Anda harus mengatur ulang anggaran Anda. Cek setiap pos pengeluaran yang dianggarkan dalam satu bulan, kemudian carilah satu atau dua pengeluaran yang bisa dikurangi atau bahkan dihapus dari anggaran tersebut.

Mengatur ulang anggaran mungkin akan sedikit mengganggu gaya hidup yang Anda jalani. Meski demikian, Anda pun harus mempertimbangkan bahwa langkah memotong pengeluaran untuk pos tertentu akan memberikan Anda kebebasan finansial di masa depan. Memotong pengeluaran beberapa ratus ribu per bulan tentu bukanlah masalah yang berat. Sebab, modal pribadi merupakan alat penganggaran utama yang bisa Anda gunakan untuk memulai berinvestasi.

Jangan pernah takut untuk memulai. Secara bertahap, Anda akan menemukan cara untuk memangkas lebih banyak pengeluaran dan mengarahkan tabungan langsung ke investasi. Apabila Anda ingin mempercepat proses ‘pengumpulan dana investasi’, Anda bisa menjual barang-barang pribadi yang sudah tidak digunakan.

  • Membuka tabungan untuk pasar uang

Sebagian besar investasi memang membutuhkan sejumlah uang tunai yang harus disetorkan sebagai aksi dari penanaman modal. Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir, karena sebagai permulaan, Anda bisa mencoba berinvestasi pada produk-produk yang membutuhkan dana terbatas, seperti reksa dana atau dana indeks. Saat ini, hanya dengan uang Rp 100 ribu, Anda sudah bisa membeli reksa dana.

Untuk berinvestasi pada pasar saham, Anda memang membutuhkan dana yang cukup. Meski dana Anda terbatas, bukan tidak mungkin untuk berinvestasi saham, hanya saja Anda perlu menabung terlebih dahulu. Langkah terbaik yang bisa diambil adalah dengan membuka rekening tabungan atau dana pasar uang. Rekening tabungan ini sedianya akan digunakan untuk investasi masa depan. Anda bisa menganggapnya sebagai akun pra-investasi. Dana untuk tabungan ini bisa Anda peroleh dari pemotongan gaji reguler atau sumber pendapatan lainnya.

  • Maksimalkan pemotongan gaji

Bagaimana bisa berinvestasi jika sumber pendapatan yang dimiliki hanya dari gaji bulanan? Selama ada niat dan kemauan, segala sesuatu yang diinginkan bisa saja diwujudkan, termasuk berinvestasi dari gaji. Caranya tentu saja dengan memaksimalkan pemotongan gaji, untuk dialihkan ke rekening tabungan atau pasar uang.

Ketika Anda menerima gaji setiap bulan, langsung sisihkan sebagian untuk ditabung sebagai dana investasi masa depan. Jangan menabung dari sisa gaji Anda, tetapi lakukan pemotongan gaji di awal. Dengan begitu, Anda hanya akan menggunakan sisa gaji yang sudah dipotong tersebut untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Itulah yang membuat tabungan berbasis gaji menjadi salah satu strategi mengumpulkan modal yang paling efisien.

  • Memulai rencana pensiun

Ketika Anda tidak memiliki uang yang cukup untuk segera memulai investasi, Anda bisa melakukan investasi dengan cara lain yaitu memulai menyimpan potongan gaji ke dalam rencana pensiun. Terkait dengan rencana pensiun ini, ada produk DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), yakni program dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi.

Untuk mengikuti DPLK, Anda sebagai pekerja bisa mendaftarkan diri secara mandiri, atau didaftarkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja sebagai fasilitas kesejahteraan bagi pekerja. Setiap peserta DPLK harus menyetor iuran pensiun secara berkala, yang biasanya setiap bulan. Jangka waktu setoran iuran DPLK dilakukan selama bekerja hingga masa pensiun tiba. Sementara iuran DPLK ini bersifat fleksibel, sesuai dengan kemampuan pekerja atau perusahaan.

Dengan memulai rencana pensiun melalui program DPLK, Anda memiliki jaminan kesinambungan penghasilan di masa pensiun atau hari tua Anda. Artinya, Anda telah memiliki pendanaan yang sudah pasti untuk masa pensiun Anda.

  • Menerapkan metode stoples kue

Metode ini mungkin terdengar konyol, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Menyimpan uang dan investasi memiliki keterkaitan yang sangat erat. Untuk berinvestasi, Anda harus menabung terlebih dahulu. Meski membutuhkan waktu cukup lama agar uang bisa terkumpul, namun hal tersebut bukanlah masalah.

Mulailah langkah kecil dengan menyisihkan sebagian kecil dari pendapatan Anda, misalnya Rp 10.000 per hari. Nominal tersebut mungkin tidak terlalu banyak, tetapi dalam satu tahun, Anda bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp 3.650.000. Cobalah untuk memasukkan uang tersebut ke dalam stoples kue. Biasakan diri Anda untuk hidup dengan lebih sedikit uang dari yang Anda peroleh, dan simpan sisanya di tempat yang aman. Jika dirasa jumlahnya telah cukup untuk berinvestasi, maka Anda bisa mengalihkannya ke beberapa produk investasi secara riil.

  • Mulai berinvestasi di pasar saham

Dulu untuk berinvestasi di pasar saham, dibutuhkan biaya yang cukup besar. Adanya biaya ini sering kali menjadi penghalang bagi investor pemula untuk berinvestasi, karena keterbatasan dana. Kini, investasi tak sulit lagi.

Keberadaan internet semakin memberikan kemudahan kepada investor pemula untuk memulai berinvestasi dengan uang yang terbatas, bahkan sangat sedikit. Bagi investor pemula dengan modal yang tidak terlalu besar, investasi terjangkau ini memungkinkan mereka untuk menyisihkan sedikit uang guna membiasakan diri dengan investasi sebelum membuat komitmen yang lebih besar. Cara ini cukup bagus untuk belajar tentang investasi yang hanya mempertaruhkan sedikit uang saja.

Saat ini banyak platform yang menawarkan investasi dengan modal terbatas, seperti peer to peer landing misalnya. Namun untuk berinvestasi di platform seperti ini, Anda harus jeli dan teliti serta memastikan bahwa perusahaan tersebut terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sehingga kegiatan usahanya legal.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara berinvestasi dengan dana yang terbatas, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Cara Mengurangi Tagihan Telepon
11 Cara Cerdas Memangkas Tarif Bagasi
Apa Itu Dana Darurat?
Perbedaan Reksadana Syariah vs Reksadana Konvesional
Apa Itu Market Depth Chart?
Apa itu Savings Bond Ritel (SBR)?
Untung Rugi Investasi Emas
Cara Mempersiapkan Dana Pendidikan Untuk Anak
Apa itu ARA & ARB?
Apa Pertimbangan Sebelum Berinvestasi?


Bagikan Ke Teman Anda