Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Cara Mengatasi Sikap Penunda (Procrastinator)

Hampir semua orang pernah menunda melakukan pekerjaan. Tentu ada banyak alasan yang melatarbelakanginya. Namun, penting untuk diketahui bahwa menunda pekerjaan bukan berarti malas. Menunda merupakan proses aktif, di mana seseorang memilih untuk melakukan sesuatu yang lain. Sebaliknya, malas merujuk pada sikap apatis, tidak aktif, dan keengganan untuk bertindak atau melakukan sesuatu.

Meski merupakan proses aktif, namun sikap menunda-nunda bisa menimbulkan dampak yang kurang baik. Bahkan tidak menutup kemungkinan menghasilkan kinerja yang buruk, karena tugas dikerjakan secara dadakan, sehingga hasilnya menjadi tidak maksimal. Akibatnya, hilangnya motivasi, timbul kekecewaan, bahkan bisa sampai depresi dan kehilangan pekerjaan.

Lantas, bagaimana caranya mengatasi sikap menunda-nunda suatu pekerjaan yang mungkin bahkan telah menjadi kebiasaan? Berikut tip yang dapat dilakukan untuk mengatasi penundaan.

  • Kenali awal penundaan

Penundaan terjadi dikarenakan banyak hal. Kebanyakan orang melakukan penundaan karena munculnya pikiran bahwa mereka belum ingin melakukan pekerjaan sekarang atau merasa masih memiliki waktu untuk mengerjakannya nanti. Jika pikiran tersebut muncul dalam diri Anda, maka artinya Anda telah terbelenggu dalam keinginan untuk menunda-nunda.

Ketika Anda merasa tergoda untuk menunda-nunda, tetaplah sadar dan jangan mudah menyerah pada dorongan tersebut. Meski memulai suatu pekerjaan sering kali dirasa berat, namun paksakan diri Anda untuk meluangkan waktu, setidaknya beberapa menit guna mengerjakan tugas. Sebab, tugas atau pekerjaan akan lebih mudah diselesaikan jika Anda telah memulainya.

  • Lakukan tugas berat dan penting terlebih dahulu

Anda mungkin pernah mendengar nasihat, kerjakanlah tugas yang berat lebih dulu. Ada benarnya, sebab pekerjaan yang berat akan banyak menyita pikiran, waktu, dan tenaga. Dengan memprioritaskan pekerjaan yang berat diharapkan tugas-tugas ringan lainnya bisa dikerjakan lebih mudah dan cepat.

Hal ini berkaitan dengan jam biologis manusia, di mana kondisi fisik manusia cenderung lebih segar di pagi hari, di mana tingkat konsentrasi dan kewaspadaannya masih tinggi. Sementara ketika sore hari, kondisi tubuh secara fisik telah mengalami penurunan. Oleh sebab itu, sangat masuk akal untuk melakukan tugas yang paling sulit dan penting terlebih dahulu.

Memulai pekerjaan berat di saat kondisi tubuh lelah dan konsentrasi menurun tentu akan sangat sulit. Hal inilah yang sering kali mengakibatkan penundaan pekerjaan di lain waktu, karena tak lagi memiliki energi yang cukup untuk menyelesaikannya.

  • Meningkatkan kemampuan dan keyakinan

Secara psikologis, orang yang suka menunda-nunda melakukan suatu pekerjaan memiliki pengaturan diri yang rendah, bahkan dianggap gagal untuk mengatur diri sendiri. Pengaturan diri merepresentasikan kemampuan untuk memilih strategi yang tepat dan mengoreksinya selama mengerjakan suatu tugas pekerjaan.

Pada prinsipnya, pengaturan diri merupakan salah satu strategi yang cukup efektif dan efisien untuk mengatasi penundaan. Orang yang mampu mengatur dirinya sendiri, cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi akan kemampuan dirinya. Oleh sebab itu, tingkatkan kemampuan dan keyakinan diri Anda bahwa Anda dapat mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan hasil yang memuaskan.

  • Mengelola lingkungan

Tak bisa dipungkiri bahwa banyak hal yang menyebabkan seseorang menunda-nunda melakukan pekerjaannya. Salah satunya adalah lingkungan, yaitu segala sesuatu yang ada di sekitar Anda. Misalnya saja kehadiran smartphone. Kebanyakan orang tak kuasa untuk menolak ‘pesona’ dari fungsi smartphone ini.

Ketika Anda bekerja, Anda tetap membiarkan smartphone menyala aktif dan menempatkannya di dekat Anda sehingga mudah sekali dijangkau. Apakah Anda yakin keberadaan smartphone tersebut tidak mengganggu konsentrasi kerja Anda? Tentu akan sangat sulit untuk menahan godaan, bahkan Anda cenderung lebih tertarik untuk bermain dengan smartphone dan menunda pekerjaan Anda.

Agar konsentrasi tidak terganggu dan perhatian tetap terfokus pada pekerjaan ketika bekerja, maka kelola lingkungan di sekitar Anda. Jauhkan benda-benda yang dapat merusak perhatian Anda pada pekerjaan, seperti smartphone, televisi, game console, dan lainnya. Dengan demikian, tugas-tugas yang harus dikerjakan dapat diselesaikan dengan baik.

  • Tetapkan tenggat waktu yang singkat

Diakui atau tidak, tenggat waktu (deadline) sering kali menjadi batasan waktu seseorang dapat menunda pekerjaannya. Tenggat waktu yang semakin lama akan menghasilkan penundaan pekerjaan yang lebih lama. Sebaliknya tenggat waktu yang singkat, akan mendorong orang untuk tidak berlama-lama dalam menunda pekerjaannya.

Untuk menghindari penundaan, tetapkanlah tenggat waktu yang singkat. Meski atasan Anda memberikan tenggat waktu yang cukup lama, namun kelola sendiri waktu Anda dengan menetapkan tenggat waktu yang lebih singkat. Dengan begitu, Anda akan lebih disiplin dalam menggunakan waktu untuk melaksanakan tugas atau melakukan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan.

  • Tingkatkan kepercayaan diri

Tahukah Anda bahwa kepercayaan diri berpengaruh pada sikap menunda-nunda? Kebanyakan orang menunda pekerjaan karena merasa tidak yakin bahwa mereka akan berhasil dalam tugasnya. Tentu cara berpikir seperti ini tidaklah tepat, namun mereka tidak menyadarinya.

Orang dengan pemikiran seperti ini cenderung membutuhkan model atau contoh di mana orang lain yang pernah berada di posisi sama bisa berhasil dengan pekerjaannya. Ketika seseorang melihat bahwa orang lain dengan permasalahan yang sama dapat berhasil, maka akan termotivasi untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

  • Menjauh dari sifat perfeksionis

Orang-orang yang perfeksionis sering kali menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya dilakukan. Hal ini disebabkan oleh adanya keraguan dan ketakutan akan hasil kerja yang tidak sempurna. Mereka cenderung berpikir bahwa keterbatasan keterampilan dan sumber daya yang dimilikinya kurang mendukung untuk melakukan pekerjaan secara sempurna. Tak hanya itu, mereka juga cenderung memiliki harapan tinggi untuk membuat semua orang terkesan dengan hasil pekerjaannya. Di satu sisi, sifat perfeksionis memang bisa memotivasi agar seseorang bekerja dengan baik. Namun di sisi lain, sifat tersebut justru memicu penundaan karena menimbulkan kecemasan dan ketakutan akan kegagalan.

Jauhi sifat perfeksionis. Izinkan diri Anda menjadi manusia pada umumnya, yang menyadari ada keunggulan dan kelemahan. Biarkan diri Anda menjadi tidak sempurna, karena seiring dengan berjalannya waktu, akan ada kesempatan bagi Anda untuk menyempurnakan pekerjaan. Sadari bahwa tidak setiap langkah sempurna, karena kesempurnaan merupakan proses panjang yang membutuhkan penempaan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara mengatasi sikap penunda (procrastinator), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Bagaimana Cara Mencegah Cyber Bullying?
12 Cara Menghasilkan Uang Saat Traveling
Metode Debt Snowball: Cara Keluar dari Utang dengan Cepat
Cara-cara Menjadi Orang yang Berkarisma/Karismatik
Cara Menghitung Average Fixed Costs & Average Variable Costs
Cara Mengembangkan Dan Memperluas Bisnis
Cara Menyiapkan Anak Menjadi Seorang Dokter
Cara Anak Pemalas Menjadi Sukses
Lunasilah Hutang-Hutang Bila Kamu Masih Kerja, Begini Caranya
Bagaimana Cara Memulai Sebuah Bisnis Les Privat?


Bagikan Ke Teman Anda