Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Closing Price?

Buat Anda yang sudah paham dengan seluk beluk dunia investasi, istilah closing price atau harga penutupan pasti sudah tidak asing lagi. Nah, Anda yang baru berkecimpung di dunia investasi sebaiknya juga memahami konsep tentang closing price ini.

Closing price atau harga penutupan adalah harga terakhir yang muncul pada saham sebuah perusahaan sebelum ditutupnya bursa saham. Itulah mengapa istilah ini sangat lekat dengan dunia saham. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan closing price atau harga penutupan sebagai harga surat berharga yang diperdagangkan pada akhir hari kerja perdagangan.

Ketika dalam sehari terjadi banyak transaksi jual beli saham dalam sebuah bursa, maka akan ada yang disebut dengan harga penutupan atau closing price di akhir sesi. Harga terakhir yang tercantum pada bursa sebelum penutupan inilah yang disebut dengan harga penutupan. Biasanya harga penutupan ditentukan pada akhir hari sebelum jam kerja bursa berakhir. Harga penutupan nantinya digunakan sebagai dasar penghitungan indeks saham suatu perusahaan.

Pentingnya Closing Price

Closing price atau harga penutupan sangat penting dalam sebuah bursa saham, bahkan meski kini pasar saham telah memasuki era transaksi jual beli saham salaam 24 jam tanpa henti. Selalu ada harga penutupan untuk setiap saham dan sekuritas lain. Harga penutupan yang digunakan adalah harga terakhir sebelum jam operasional bursa saham berakhir.

Harga penutupan sendiri dianggap sebagai valuasi yang paling akurat dari suatu saham atau sekuritas hingga perdagangan dilanjutkan pada hari kerja berikutnya. Sebagian besar saham dan instrumen finansial lainnya masih diperdagangkan setelah jam operasional berakhir, meski volume-nya jauh lebih sedikit dibandingkan saat jam kerja. Oleh sebab itu, harga penutupan dari sekuritas atau saham sering berbeda dengan harga saham setelah penutupan.

Memahami Closing Price Lebih Jauh

Harga penutupan atau closing price adalah penanda yang sangat berguna bagi para investor untuk mengakses perubahan yang terjadi pada harga saham dalam kurun waktu tertentu. Harga penutupan saham pada hari ini bisa dibandingkan dengan harga penutupan di hari sebelumnya atau selama 30 hari terakhir, bahkan dalam 1 tahun terakhir. Dengan demikian, investor akan bisa melakukan pengukuran terhadap perubahan sentimen pasar terhadap saham tersebut. Situs-situs harga saham modern saat ini memungkinkan para investor dan calon investor untuk melihat grafik harga saham sebuah perusahaan selama beberapa tahun, biasanya sejak hari pertama perusahaan terbuka untuk publik.

“Jebakan” Terkait Closing Price

Jika Anda saat ini sedang mempelajari seluk beluk dunia investasi saham, maka ada baiknya Anda memahami “jebakan” yang mungkin menjerumuskan Anda ketika membaca harga penutupan sebuah saham.

Satu fakta penting yang harus dipahami adalah bahwa harga penutupan saham sebuah perusahaan biasanya tidak mempengaruhi berita apapun yang dirilis oleh perusahaan bersangkutan pada hari yang sama.

Perusahaan-perusahaan besar biasanya memberikan pengumuman tentang pendapatan, pembagian saham, dan dividen saham setelah penutupan bursa saham untuk memberikan waktu bagi para trader untuk mencerna berita tersebut sebelum mengambil Tindakan apapun.

Penerbitan berita tersebut secara umum akan mengatrol harga saham secara dramatis atau justru membuat harga semakin anjlok dalam bursa setelah penutupan. Meskipun demikian, transaksi saham setelah penutupan melibatkan hanya sedikit volume saja dari total saham yang diperdagangkan sebelum penutupan, sehingga harga yang muncul setelah penutupan harus benar-benar diperhatikan.

Stock Split dan Reverse Stock Split

Perubahan yang dramatis dalam harga saham terjadi ketika sebuah perusahaan mengumumkan pemecahan saham atau stock split. Ketika perubahan ini terjadi, harga yang ditampilkan secara langsung akan mencerminkan pemecahan tersebut. Misalnya, sebuah perusahan memecah saham menjadi 2-untuk-1, maka harga penutupan terakhir akan dipangkas setengah.

Kebalikan dari stock split adalah reverse stock split, yaitu penggabungan beberapa saham menjadi satu. Sama halnya dengan stock split, kebijakan ini bisa menimbulkan perubahan harga yang juga dramatis. Ini bisa menjadi tanda bahwa sebuah perusahaan sedang bermasalah dan berupaya untuk membuat harga sahamnya tampak normal.

Fungsi Closing Price

Salah satu fungsi harga penutupan bagi sebuah perusahaan adalah dapat dijadikan acuan untuk harga pembukaan pada keesokan harinya. Meskipun demikian, belum tentu harga pembukaan (opening price) di hari berikutnya sama dengan harga penutupan di hari sebelumnya. Bisa lebih rendah, bisa lebih tinggi, dan ada kemungkinan sama.

Hal ini disebabkan banyaknya informasi yang dapat mempengaruhi keputusan investor setelah terjadi penutupan bursa saham, sehingga mempengaruhi harga pembukaan untuk hari berikutnya. Berita-berita yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan salah satu faktor penting yang bisa mempengaruhi keputusan investor dan harga saham.

Sebuah perusahaan yang sahamnya ditutup pada harga relatif rendah akan melakukan secara cara untuk menggenjot harga saham di hari selanjutnya. Mereka akan berusaha untuk memperoleh sentimen positif dari pasar sehingga bisa membuka harga yang lebih tinggi keesokan harinya.

Harga penutupan memang sangat berpengaruh untuk mengukur indeks harga saham perusahaan terkait. Namun para investor sebaiknya tidak menggunakan harga penutupan sebagai satu-satunya patokan untuk melihat harga saham pembukaan di hari selanjutnya.

Ada banyak faktor lain yang tidak kalah menentukan, terutama faktor-faktor yang muncul di luar jam perdagangan. Perusahaan akan memastikan bahwa semua informasi yang mereka keluarkan setelah penutupan bursa saham sampai ke tangan investor, sehingga mampu mempengaruhi keputusan mereka.

Untuk memastikan pemerataan informasi pada semua investor, dibentuklah sebuah pasar khusus yang bertujuan untuk menetapkan harga pembuka saham sebelum perdagangan yang sebenarnya dimulai. Pasar ini disebut dengan pre-opening.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu closing price, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Buy The Dip?
Apa itu Volatility?
Apa itu Capital Loss? Definisi Capital Loss
Cara Investasi Emas
Apa itu Binomo? Mengapa Binomo Ilegal?
Tips Menghindari Penipuan Investasi
11 Hal yang Wajib Ditanyakan Sebelum Membeli Saham
3 Contoh Investasi Syariah Bebas Riba
Apa itu Bank Investasi? Definisi Bank Investasi
Apa Itu Bond Yield Formula?


Bagikan Ke Teman Anda