Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Konsinyasi? Definisi Konsinyasi

Sistem perekonomian mengalami perkembangan yang signifikan. Perubahan pola konsumsi, perilaku pasar, dan tingkat permintaan disinyalir menjadi beberapa faktor yang mendorong perkembangan tersebut. Dahulu, jika ingin menjalankan suatu bisnis, sang pelaku usaha harus mempersiapkan dan memiliki segala sumber dayanya, mulai dari modal, produk, tempat usaha, hingga strategi pemasarannya. Kini tak perlu lagi. Seorang pelaku usaha bisa hanya menyiapkan produknya saja, tanpa dipusingkan dengan penyediaan tempat usaha guna men-display produk-produknya. Demikian pula sebaliknya. Sebab, antara pengusaha yang satu dengan yang lain bisa menjalin kerjasama dalam penjualan produk dengan sistem konsinyasi.

Apa itu konsinyasi?

Konsinyasi merupakan suatu bentuk kerjasama dalam penjualan produk yang dilakukan oleh pemilik barang dengan penyalur, pedagang, atau pemilik toko. Dalam sistem kerjasama penjualan ini, pemilik barang menitipkan barang dagangannya kepada penyalur, pedagang, atau pemilik toko untuk dijual. Sederhananya, konsinyasi dipahami sebagai jual titip.

Sistem kerjasama konsinyasi dalam dunia bisnis sudah sangat umum digunakan. Konsinyasi melibatkan dua belah pihak yang saling mengikatkan diri dalam perjanjian penjualan barang, di mana salah satu pihak merupakan pemilik barang dan pihak lainnya adalah penjual. Dalam perjanjian konsinyasi, pihak pemilik barang yang menitipkan barang dagangannya disebut dengan konsinyor (consignor), sedangkan pihak pedagang yang menerima barang titipan untuk dijual disebut dengan konsinyi (consignee). Sementara barang yang dititipkan untuk diperdagangkan sebagai objek dalam perjanjian konsinyasi ini disebut dengan barang konsinyasi.

Dalam implementasinya, sistem penjualan konsinyasi mengikat kedua belah pihak yakni pemilik barang dan pedagang dalam perjanjian yang isinya disepakati keduanya, mulai dari syarat jual titip hingga penentuan harga penjualan. Kedua belah pihak harus mendapatkan keuntungan yang proporsional dan tidak merugikan salah satu pihak.

Keuntungan dan kerugian sistem konsinyasi

Sistem penjualan konsinyasi bisa menjadi strategi yang efektif untuk memaksimalkan keuntungan. Baik bagi pemilik barang maupun penjual, sistem konsinyasi mampu memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Adapun keuntungan bagi pemilik barang atau konsinyor yakni sebagai berikut.

  • Mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan menghemat biaya promosi

Barang dari konsinyor bisa menjangkau pasar yang lebih luas di toko-toko yang sudah memiliki pelanggan. Untungnya lagi, konsinyor tak perlu menanggung biaya promosi untuk mengenalkan produknya kepada pasar sasaran.

  • Menghemat biaya pelayanan

Pemilik barang tidak direpotkan dengan pemberian pelayanan kepada konsumen atau pelanggan secara langsung dalam proses penjualan produknya. Berkenaan dengan itu, konsinyor bisa menghemat biaya pelayanan, sebab tak perlu merekrut karyawan untuk melakukan pemasaran dan memberikan pelayanan kepada konsumen atau pelanggan.

  • Lebih fokus dalam meningkatkan kualitas barang

Sebab tak disibukkan dengan urusan pemasaran, promosi, dan pelayanan langsung, konsinyor dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas barang. Selain itu, konsinyor juga bisa mengembangkan produk dan melakukan inovasi baru sehingga produknya lebih menarik dan memiliki manfaat lebih bagi konsumen atau pelanggan.

Sementara keuntungan bagi penjual atau konsinyi dari sistem penjualan konsinyasi ini adalah sebagai berikut.

  • Memperoleh keuntungan tanpa modal

Konsinyi hanya menyediakan tempat untuk mendisplay barang titipan dari konsinyor. Meski demikian, konsinyi tetap memperoleh keuntungan dari penjualan barang titipan tersebut entah berupa komisi penjualan dari konsinyor atau penambahan harga jual barang yang dititipkan. Dengan demikian konsinyi memperoleh keuntungan tanpa mengeluarkan modal.

  • Tingkat risiko rendah

Risiko yang ditanggung oleh konsinyi selaku penjual barang titipan tergolong rendah. Jika barang tidak laku atau rusak, maka konsinyi tidak menanggung kerugian. Hanya saja, keuntungan yang mungkin diperoleh menjadi berkurang.

  • Mampu men-display produk yang banyak dan beragam tanpa modal

Konsinyi dapat menerima beraneka ragam produk dari banyak konsinyor. Dengan produk yang lebih beragam, maka potensi konsinyi untuk mendapatkan keuntungan tanpa modal lebih besar.

Di balik keuntungan yang cukup menggiurkan dari sistem penjualan konsinyasi, terdapat pula risiko kerugiannya. Namun, risiko kerugian ini hanya berlaku bagi konsinyor selaku pemilik barang. Sementara konsinyi tidak memiliki risiko kerugian sama sekali. Berikut kerugian yang mungkin ditanggung oleh konsinyor dalam sistem penjualan konsinyasi.

  • Salah memilih tenaga penjual atau konsinyi

Jika konsinyor salah dalam memilih konsinyi, risikonya jelas pada penjualan barang yang kurang maksimal. Hal ini menyebabkan perputaran barang tersendat sehingga stok barang menumpuk. Akibatnya, proses produksi terhambat sehingga konsinyor bisa mengalami kerugian.

  • Tidak dipromosikan secara maksimal

Konsinyi yang pasif tentu berimbas pada promosi barang yang tidak maksimal. Akibatnya, konsumen atau pelanggan tidak mengetahui fungsi dan manfaat produk secara jelas.

  • Hasil penjualan barang tidak langsung diterima

Konsiyor umumnya harus mengikuti ketentuan dari konsinyi terkait dengan sistem pembayaran hasil penjualan barang titipan, apakah per minggu atau per bulan. Hal ini yang menyebabkan hasil penjualan barang tidak dapat diterima langsung oleh konsinyor. Penundaan penerimaan hasil penjualan ini akan berpengaruh pada proses produksi, di mana konsinyor harus memiliki modal lebih agar bisa terus berproduksi.

Tips memaksimalkan keuntungan dari sistem konsinyasi

Tujuan dilakukannya konsinyasi tentu untuk menghasilkan tingkat keuntungan yang maksimal. Mungkinkah? Mungkin saja, jika sistem penjualan ini dilakukan dengan strategi yang benar. Berikut tips untuk melakukan konsinyasi agar keuntungan yang diperoleh bisa maksimal.

  • Lakukan survei sebelum menentukan pilihan konsinyi

Memilih konsinyi yang tepat merupakan ujung tombak bisnis Anda karena menentukan mampu tidaknya menunjang penjualan barang Anda. Meski banyak pilihan konsinyi untuk menitipkan barang, namun masing-masing tentu memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri baik dari aturan, lokasi, dan kredibilitasnya. Untuk itu, Anda perlu melakukan survei terlebih dahulu sebelum mempercayakan barang dagangan pada konsinyi tertentu. Pertimbangkanlah, lokasi konsinyi apakah strategis atau tidak, ramai dikunjungi konsumen atau pelanggan atau tidak, penjagaan barang aman atau tidak, pelayanannya baik atau tidak, dan sebagainya.

  • Kenali konsinyi dengan baik

Jika sudah menentukan pilihan konsinyi, maka kenalilah dengan baik. Jalin komunikasi yang intensif dengan pemilik toko tempat Anda menitipkan barang dagangan. Jika pemilik toko sulit untuk ditemui secara langsung, maka Anda bisa menjalin komunikasi secara pribadi melalui telepon, email, media sosial, dan lainnya. Intinya kenali konsinyi dan bangun kesan yang baik.

  • Lakukan pengecekan barang secara rutin

Meski konsinyi yang dipilih dapat dipercaya dan mampu memberikan jaminan keamanan pada barang titipan, ada baiknya jika Anda tetap melakukan pengecekan barang secara rutin mulai dari jumlah, kualitas, dan juga tanggal kadaluarsanya. Dengan mengecek barang secara rutin, Anda sekaligus melakukan quality control terhadap barang-barang yang dititipkan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu konsinyasi dan definisi konsinyasi, semoga bermanfaat  bagi Anda semua.



Pertanyaan yang Sering Diajukan dalam Wawancara Kerja
Apa itu Cost Benefit Analysis (Analisis Biaya Manfaat)?
Hal-Hal yang Menyebabkan Orang “Gagal Kaya”
Perbedaan EBIT vs EBITDA
Hobi dan Aktivitas yang Masih Bisa Dilakukan Dengan Menjaga Jarak Selama Pandemi
Apa itu Economic Order of Quantity (EOQ)
Perbedaan Costs (Biaya) dan Expenses (Beban)
Aplikasi Untuk Kasir di Android
Perbedaan Economic Vs Finance (Ekonomi vs Keuangan)
Apa itu Middle Income Trap?


Bagikan Ke Teman Anda