Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Pencurian Identitas

Pencurian identitas merupakan sebuah modus kejahatan yang dilakukan dengan modus penggunaan identitas orang lain secara sengaja untuk mendapatkan keuntungan secara finansial dan berbagai manfaat lain dengan mengatasnamakan orang yang memiliki identitas tersebut.

Istilah pencurian identitas atau identity theft pertama kali dicetuskan pada tahun 1964. Pencurian identitas terjadi ketika seseorang menggunakan informasi personal orang lain seperti nama, nomor KTP atau identitas kependudukan lainnya, nomor kartu kredit, tanpa meminta persetujuan bagi mereka untuk melakukan penipuan atau kejahatan lainnya.

Pencurian identitas sendiri merupakan kejahatan yang sangat mengkhawatirkan di seluruh dunia. Di negara maju seperti Amerika Serikat, pencurian identitas tergolong kejahatan serius karena lebih dari USD 12.6 miliar kerugian diderita oleh para korban pencurian identitas pada tahun 2019.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai pencurian identitas, termasuk teknik-teknik yang mereka gunakan, apa yang harus Anda lakukan setelah menjadi korban pencurian identitas, hingga bagaimana cara melindungi diri Anda dari pencurian identitas.

Bagaimana pencurian identitas bisa terjadi?

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh pelaku kejahatan dalam mencuri identitas Anda. Bisa  melalui data breach atau pencurian dan penyalahgunaan data oleh para hacker atau Anda yang secara tidak sengaja mengekspos data-data pribadi di sosial media seperti tanggal lahir, nomor KTP, nama ibu kandung, dan masih banyak lagi.

Pencurian identitas juga bisa terjadi saat seseorang sengaja menguping pembicaraan Anda dengan orang lain atau meninggalkan data-data finansial di tempat yang tidak aman. Data-data pribadi yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku pencurian identitas antara lain adalah:

  • Nomor KTP
  • Nama lengkap, alamat lengkap, dan tanda lahir
  • Kartu kredit atau nomor rekening bank pribadi
  • Nomor asuransi mobil atau asuransi kesehatan
  • Informasi lain yang sering digunakan sebagai pertanyaan pengaman atas data-data penting seperti tempat lahir atau nama ibu kandung.

Jika pelaku kejahatan memiliki semua data di atas, mereka bisa menyamar sebagai Anda, menggunakan kartu kredit Anda dengan tidak bertanggung jawab, melakukan penipuan, dan mendapatkan keuntungan lain yang bisa merugikan Anda.

Apa yang bisa dilakukan dengan identitas pribadi Anda?

Pelaku kejahatan dapat mencuri identitas pribadi Anda dan menggunakannya untuk beberapa hal seperti:

  • Membuka akun bank atau rekening baru
  • Mendapatkan kartu kredit dan pinjaman
  • Memesan barang-barang dengan mengatasnamakan Anda
  • Mendapatkan dokumen-dokumen resmi, seperti paspor dan SIM, dengan mengatasnamakan Anda.

Tujuan utama dari pencurian identitas adalah untuk mendapatkan keuntungan secara finansial. Pada banyak kasus, pencurian identitas berujung pada penipuan dengan mengatasnamakan pihak yang bersangkutan.

Jenis-jenis pencurian identitas

Tindakan pencurian identitas yang sering Anda dengan mungkin adalah yang berkaitan dengan penipuan bank, pengurasan saldo ATM, hingga pemakaian kartu kredit tanpa sepengetahuan si pengguna.

Padahal jenis-jenis pencurian identitas tidak sebatas modus finansial saja, meskipun itu kerap menjadi tujuan utama para pelaku. Bentuk-bentuk pencurian identitas yang perlu kamu ketahui antara lain adalah:

  • Pencurian identitas kriminal

Hal ini terjadi ketika seseorang melakukan Tindakan kriminal dan memberikan informasi pribadi yang keliru secara sengaja pada pihak kepolisian.

  • Pencurian identitas medis

Terjadi ketika seseorang mencuri kartu asuransi kesehatan seseorang dan mendapatkan perawatan medis atau diresepkan obat-obatan tertentu dengan kartu tersebut.

  • Pencurian identitas pajak

Terjadi saat seseorang mengajukan tax return atas nama Anda dan mencuri pengembalian dana yang seharusnya Anda terima.

  • Pencurian identitas anak

Terjadi ketika seorang pencuri membuka akun menggunakan identitas seorang anak.

  • Kloning identitas

Kejahatan ini terjadi saat seseorang menggunakan informasi pribadi orang lain sebagai identitas mereka dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seroang imigran ilegal menggunakan identitas orang lain untuk menyembunyikan status mereka yang sebenarnya, seseorang yang bersembunyi dari kejaran debt collector dengan mengubah identitas mereka menjadi orang lain, dan masih banyak lagi.

Teknik-teknik pencurian identitas yang sering dilakukan

Penjahat pencurian identitas memiliki banyak cara untuk mencuri data Anda kapan saja dan dimana saja, baik itu secara online maupun offline. Agar Anda bisa menjaga diri dari pencurian identitas yang sangat merugikan ini, Anda perlu mengetahui teknik-teknik apa saja yang biasa dilakukan oleh para penjahat tersebut untuk mencuri identitas Anda.

Pencurian informasi secara offline

  • Shoulder surfing

Modus ini terjadi ketika si penjahat mengintip dari balik bahu Anda saat Anda sedang memberikan informasi sensitif pada layar komputer, layer handphone, atau mesin ATM. Mereka juga mungkin saja menguping saat Anda sedang bertelepon dengan orang lain dan membahas data-data penting Anda dengan mereka. Misalnya saat Anda sedang menerima telepon dari pihak bank atau asuransi dan mereka sedang mengajukan beberapa pertanyaan verifikasi kepada Anda.

  • Dumpster diving

Modus ini dilakukan oleh penjahat yang membongkar ini tempat sampah Anda yang ada di dalam rumah. Mereka mencari bukti-bukti transaksi yang penting seperti struk kartu kredit, yang di dalamnya mungkin mengandung informasi personal yang sangat berharga dan bisa dimanfaatkan oleh orang lain.

Pencurian informasi secara online

  • Jaringan Wi-Fi publik

Mungkin Anda termasuk orang yang sangat menikmati akses jaringan Wi-Fi di tempat umum secara gratis. Namun hal ini justru sangat berbahaya karena bisa menjadi tempat bagi penjahat untuk mencuri informasi pribadi Anda. Siapa saja yang memiliki password Wi-Fi dan memiliki keahlian sebagai hacker bisa melihat data-data apa saja yang Anda tuliskan di internet selama jaringan Anda terhubung dengan Wi-Fi publik. Mereka bisa mencuri informasi penting Anda melalui input data tersebut.

  • Situs tidak terenkripsi

Sebelum Anda menggunakan sebuah situs internet untuk melakukan transaksi keuangan, pastikan situs tersebut telah terenkripsi. Anda bisa melihatnya dari aplikasi peramban Anda. Situs yang aman ditandai dengan munculnya tanda gembok pada sektor URL dan alamat URL tersebut mengandung “https” yang mengindikasikan keamanan situs yang bersangkutan.

Metode ini termasuk ke dalam cybercrime yang dilakukan melalui sambungan telepon atau email. Berhati-hatilah ketika Anda menerima telepon atau email dengan nomor dan nama yang terlihat meyakinkan. Terlebih lagi jika mereka meminta informasi pribadi yang sifatnya sensitif.

Anda bisa mengantisipasi hal ini dengan melihat seperti apa email yang Anda terima. Kesalahan dalam pengetikan, kalimat yang tidak tersusun dengan rapi.

Tanda-tanda peringatan pencurian identitas

Beberapa hal bisa mengindikasikan Anda akan menjadi korban pencurian identitas. Anda harus tahu apa saja tanda-tanda peringatan bahwa Anda mungkin menjadi korban dari penjahat yang mungkin akan memanfaatkan data-data pribadi Anda.

Berikut ini merupakan tanda-tanda peringatan pencurian identitas yang patut Anda waspadai:

  • Adanya penarikan dari rekening bank yang tidak pernah Anda lakukan.
  • Anda tidak menerima tagihan atau surat apapun yang rutin Anda terima sebelumnya.
  • Anda menerima telepon dari debt collector yang menagih utang atas nama Anda, namun Anda tidak pernah mengajukan utang pada pihak yang bersangkutan.
  • Anda menerima tagihan medis untuk berbagai pelayanan yang tidak pernah Anda terima.
  • Perusahaan atau bank tempat Anda biasanya melakukan transaksi dan bekerja sama mengirimkan notifikasi bahwa informasi pirbadi Anda diakses dalam pencurian data.

Apa yang harus Anda lakukan setelah mengalami pencurian identitas

Begitu Anda menyadari bahwa Anda telah menjadi korban dalam pencurian identitas, Anda harus bisa bereaksi dengan cepat dan tepat. Tidak perlu panik, ada beberapa langkah yang harus Anda tempuh jika Anda telah menjadi korban.

  • Hubungi instansi terkait dimana pencurian atau penyalahgunaan identitas terjadi (misalnya perusahaan asuransi, bank, dan lain sebagainya), informasikan pada mereka bahwa Anda merasa mungkin ada pencurian identitas terhadap Anda. Minta mereka untuk memblokir sementara atau menutup akun tersebut secara permanen.
  • Laporkan pada pihak kepolisian sesegera mungkin.
  • Pertimbangkan pembekuan akun yang lebih kuat dibandingkan peringatan penipuan sehingga Anda bisa memastikan tidak ada siapapun yang bisa mengakses akun Anda.
  • Segera ganti password Anda yang lebih unik dan kuat pada semua akun online

Cara melindungi identitas Anda

Setiap orang memiliki resiko yang sama untuk menjadi korban dari pencurian identitas. Anda bisa melindungi identitas Anda untuk mengurangi resiko tersebut. Inilah beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam melindungi identitas penting Anda.

  • Sering-sering cek statement kartu kredit dan rekening bank Anda. Teliti satu per satu transaksi yang terjadi dan lihat apakah ada transaksi yang tidak dikenali.
  • Ketahui kapan jatuh tempo pembayaran tagihan Anda. Jika Anda tidak menerima tagihan seperti biasa, cari tahu apa yang terjadi.
  • Bacalah lampiran dari asuransi kesehatan Anda. Pastikan klaim yang diajukan sesuai dengan pelayanan yang sudah Anda dapatkan.
  • Sobek-sobek semua dokumen yang berisi informasi personal dan finansial.

Cara menghindari pencurian dan penipuan identitas

Pencurian identitas bisa dihindari dengan langkah-langkah sederhana berikut ini untuk menghindarkan diri Anda dari pencurian identitas:

  • Jika Anda menerima email mencurigakan atau panggilan telepon dari bank atau perusahaan yang meminta detail identitas Anda, jangan pernah menunjukkan password Anda secara penuh, detail login atau nomor akun.
  • Sebuah bank tidak akan menanyakan pin Anda, nomor akun, atau password, baik itu melalui panggilan telepon atau via email. Anda tidak perlu membagikan semua informasi ini secara mendetail kepada siapa saja.
  • Buatlah password yang kuat untuk penggunaan online dan jangan pernah menggunakan password yang sama untuk semua situs dimana Anda melakukan login. Jika Anda merasa kesulitan untuk mengingat semua password yang Anda buat, gunakan password manager untuk mencatatnya.
  • Lindungi gawai-gawai Anda yang memiliki koneksi internet dengan software keamanan yang terbaru dan pastikan Anda memasang aplikasi resmi.
  • Jangan sembarangan meninggalkan struk atau tagihan sembarangan dan mudah dilihat oleh banyak orang.
  • Jangan membuang segala sesuatu yang berisi nama Anda, alamat, atau detail finansial lainnya tanpa merobeknya terlebih dahulu.
  • Jika Anda menunggu statement bank atau kartu kredit namun tidak kunjung datang, hubungi instansi terkait.
  • Jangan menerima undangan pertemanan dari orang yang tidak dikenal di situs media sosial. Sebaiknya Anda juga memisahkan profil personal dan profesional.
  • Berhati-hatilah dalam menggunakan jaringan Wi-Fi. Jangan pernah menggunakan jaringan publik untuk mengakses situs atau aplikasi sensitif seperti mobile banking.

Di masa modern ini, jenis kejahatan semakin bervariasi dan semakin membahayakan. Salah satunya adalah pencurian identitas yang sangat merugikan ini. Berhati-hatilah dalam memberikan informasi pribadi kepada siapa saja.

Setiap orang berada dalam resiko yang sama untuk menjadi korban dari pencurian identitas. Oleh sebab itu, dimana saja Anda berada dan kapan saja, jangan pernah memberikan informasi yang penting dan sensitif terkait dengan PIN, password, hingga nomor KTP.

Demikian juga ketika Anda sedang bertransaksi di mesin ATM atau EDC, pastikan Anda melindungi PIN yang Anda masukkan. Anda tidak pernah tahu siapa saja yang berniat buruk dan mencoba menipu Anda. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah waspada dengan berbagai modus pencurian identitas yang mungkin dilakukan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu pencurian identitas, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Contoh-Contoh Kasus Pencurian Identitas
Tips Melindungi Diri Dari Penipuan Dan Pencurian Identitas
Tips Melindungi Diri dari Pencurian Kartu Kredit
Kejahatan Berupa Pencurian Identitas (Identity Theft)
Kalkulator ROI Ternak Akun/NFT – Aset Digital Kalkulator
Kalkulator Biaya Pernikahan: Estimasi Budget Undangan, Gedung, Souvenir, dll
Kalkulator Kopi vs Aset: Hitung Hasil Investasi Uang Jajan Kopi
Cara Menghitung AOV (Average Order Value)
Bagaimana Menghentikan Cyberbullying tanpa Menghindari Akses ke Internet
Contoh Surat Peringatan Aparat Desa


Bagikan Ke Teman Anda