Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Teknik Zero Based Thinking (ZBT)?

Ada banyak cara dan metode untuk menyelesaikan setiap masalah. Salah satunya adalah Zero Based Thinking (ZBT). ZBT adalah sebuah proses pengembilan keputusan dengan cara membayangkan dimana diri Anda berada sebelum keputusan dibuat dan hasil apa yang mungkin Anda dapatkan.

Metode ini dapat digunakan dalam berbagai macam masalah seperti pembelian aset berharga, mempekerjakan orang-orang tertentu atau memilih jalan pada karir Anda di antara banyaknya kemungkinan yang ada. Tujuan dari metode ini adalah menghindari kesalahan yang sama seperti di masa lalu dan mendorong tindakan-tindakan yang positif.

Hidup Anda ada di tangan Anda sendiri. Inilah prinsip dasar dari ZBT. Anda-lah yang berhak untuk memilih jalan terbaik untuk hidup Anda dan meminimalisir semua hal negatif yang bisa membuat Anda tertekan.

Prinsip Dasar Zero Based Thinking

Sebelum menerapkan ZBT dalam pengambilan keputusan, ada satu pertanyaan dasar yang harus selalu Anda tanyakan pada diri sendiri, “Dengan apa yang sudah saya ketahui hari ini, berdasarkan situasi yang pernah saya alami di masa lalu dan bagaimana saya menanganinya, apakah saya akan melakukan hal yang sama hari ini?

Jawaban dari pertanyaan tersebut hanya ada dua:

  • Jika iya, maka Anda bisa menyusun langkah-langkah yang tepat dan melanjutkan prosedur yang pernah Anda buat dan sukses, untuk mendapatkan hasil yang Anda inginkan kali ini.
  • Jika jawabannya adalah tidak, maka Anda harus kembali lagi ke titik nol dan menghindari situasi tersebut. Namun jika sudah terlanjur terjadi, keluarlah sesegera mungkin.

Penerapan Zero Based Thinking bisa dilakukan melalui hal-hal berikut ini:

  1. Membuat Keputusan yang Sulit

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah meninjau kembali semua keputusan yang pernah Anda buat. Apa yang And dapatkan dari keputusan tersebut harus menjadi dasar dari tindakan yang akan Anda ambil saat ini. Inti dari ZBT adalah melawan semua dogma tradisional tentang cara menyelesaikan sebuah masalah. Banyak orang cenderung melakukan tindakan yang sama meski mereka tahu hal itu merugikan diri mereka sendiri.

  1. Ketahui Kapan Masalah Datang

Ketika Anda terjaga sepanjang malam dan sulit tidur, itu artinya sedang ada yang mengganggu pikiran Anda. Indikator terbesar dari ZBT adalah situasi yang sulit dan menekan. Jika Anda merasa tidak menemukan solusi terbaik, maka lakukan hal yang paling sederhana: berhentilah melakukan hal yang menambah masalah buat Anda. Solusi ini akan menyelesaikan masalah Anda dengan sangat cepat dan mudah.

  1. Putuskan untuk Berhenti

Jalani hidup seperti Anda sedang mengendarai sebuah mobil. Anda-lah pengemudinya. Anda yang menentukan kapan harus mengerem, berhenti, dan putar balik. Ketika apa yang Anda jalani—hubungan, bisnis, pekerjaan—berjalan kearah yang tidak Anda harapkan, tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya.

Ketika Anda sudah memutuskan untuk berhenti, akan ada banyak harapan dan kemungkinan baru di depan. Anda akan terkejut bagaiman keputusan Anda bisa mengubah hidup Anda di masa depan.

  1. Menghindari Kerugian

ZBT adalah metode pengambilan keputusan yang sanga baik diterapkan pada manajemen keuangan dan investasi. Sebelum Anda membeli saham, property, atau bentuk investasi lainnya, Anda bisa menentukan apakah hal tersebut akan membuat Anda mengalami kerugian. Namun jika Anda merasa kesulitan untuk mengambil keputusan, lagi-lagi tanyakan pada diri Anda, “Dengan apa yang saya tahu saat ini, apakah saya masih akan membeli (barang/benda) tersebut?”

Pertanyaan tersebut menyederhanakan masalah yang paling rumit sekalipun. Jika jawabannya adalah tidak, jangan ragu untuk berhenti saat itu juga dan mencari alternatif investasi yang lain.

  1. Pahami Biaya Peluang dan Hukum Keunggulan Komparatif

Biaya Peluang dan Hukum Keunggulan Komparatif yang digagas oleh ekonom Inggris David Ricardo, umumnya digunakan pada perekonomian dan perdagangan internasional. Namun teori tersebut juga bisa Anda terapkan untuk mengembangkan diri Anda secara personal.

Ingatlah bahwa setiap tindakan dan keputusan memiliki biaya peluang yang berpengaruh baik secara langsung atau tidak pada peluang yang lain. Sebelum mengambil sebuah keputusan atau melakukan sesuatu, baiknya Anda bertanya pada diri sendiri, “Kesempatan apa yang saya lewatkan karena melakukan hal ini? Apakah kesempatan itu lebih baik dari yang ini?”

  1. Buat Pemahaman Secara Keseluruhan

Banyak orang tidak menyadari bahwa keputusan tertentu yang mereka ambil saat ini hanya menahan mereka dari kesempatan lain yang lebih baik. Bahkan ada yang menyadari namun tetap berada di jalan yang salah. Kini saatnya Anda untuk bertindak kejam pada diri sendiri. Gunakan jurus Dengan Apa yang Saya Tahu Saat Ini untuk meninjau kembali semua keputusan yang telah Anda buat.

Jangan pernah ragu untuk meninggalkan sesuatu yang buruk dan memulai kembali untuk sesuatu yang lebih baik. Meskipun jika itu berarti Anda harus keluar dari zona nyaman Anda saat ini.

  1. Memulai Kembali

Beri kesempatan kedua pada diri Anda untuk memulai semua dari awal lagi. Jangan ragu dan takut jika memang itu adalah pilihan terbaik. Akan ada banyak jalan dan kebaikan di depan Anda. Anda tidak pernah terlambat untuk memulai sesuatu, kapanpun itu. Tidak peduli sejauh apa Anda berjalan di jalur yang salah, Anda selalu bisa berhenti dan berputar.

Saat Anda menerapkan ZBT sebagai metode pengambilan keputusan, Anda harus bisa menilai sebuah situasi dengan sangat hati-hati. Demikian pula ketika Anda memutuskan untuk melanjutkan atau menghentikannya secara total. Prinsip dasar dari ZBT adalah tahu kapan waktu yang tepat untuk berhenti, dan jika diperlukan, benar-benar meninggalkan situasi sulit tersebut.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang teknik Zero Based Thinking (ZBT), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Hidup Pengen Berkembang, Ikuti Teknik Berikut
Teknik untuk Mencegah Pemalsuan Uang dan Fitur yang Tidak Ada di Uang Palsu
Pertanyaan yang Sering Diajukan dalam Wawancara Kerja
Apa itu Cost Benefit Analysis (Analisis Biaya Manfaat)?
Hal-Hal yang Menyebabkan Orang “Gagal Kaya”
Perbedaan EBIT vs EBITDA
Hobi dan Aktivitas yang Masih Bisa Dilakukan Dengan Menjaga Jarak Selama Pandemi
Apa itu Economic Order of Quantity (EOQ)
Perbedaan Costs (Biaya) dan Expenses (Beban)
Aplikasi Untuk Kasir di Android


Bagikan Ke Teman Anda