Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Variable Cost?

Dalam dunia akuntansi, biaya dibagi menjadi beberapa kategori. Salah satunya dikenal dengan nama variable cost atau biaya variable. Lantas, apa sih yang dimaksud dengan variable cost ini?

Apa itu Variable Cost?

Pengertian variable cost adalah perubahan biaya yang terjadi karena adanya produksi atau aktivitas bisnis. Dengan kata lain, biaya variabel ini adalah jumlah biaya marjinal semua bentuk unit yang diproduksi. Kebalikan dari variable cost adalah fixed cost atau biaya tetap.

Variable cost juga disebut biaya tak tetap karena jumlahnya berubah-ubah mengikuti intensitas pemakaian sumber biaya. Perubahan bisa dipengaruhi oleh besarnya volume produksi atau strategi produksi yang diterapkan perusahaan.

Variable cost umumnya masuk ke dalam kelompok direct cost atau biaya langsung. Meski ada juga variable cost yang masuk ke dalam biaya tak langsung, misalnya yang berada di luar proses produksi. Intinya, biaya variabel ini mengacu pada biaya elemen yang seringkali mengalami perubahan saat terjadi perbedaan tingkat aktivitas.

Jenis dan Contoh Variable Cost

Ada beberapa contoh atau jenis variable cost, di antaranya sebagai berikut:

1. Bahan langsung

Bahan langsung atau bahan yang berkaitan erat dengan proses produksi secara langsung. Biasanya, bahan-bahan ini juga dikenal dengan sebutan bahan baku.

2. Tenaga kerja langsung

Sebagian perusahaan mempekerjakan tenaga kerja berstatus tetap. Dengan demikian, tak semua tenaga kerja masuk dalam variable cost. Hanya tenaga kerja yang berhubungan dengan produksi dan menerima upah langsunglah yang masuk kategori variable cost. Sementara karyawan yang menerima gaji bulanan, bukan variable cost tetapi fixed cost.

3. Pemenuhan kebutuhan alat produksi

Berikutnya yang termasuk variable cost adalah biaya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan alat produksi. Sebenarnya, biaya ini tidak berkaitan langsung dengan kegiatan produksi. Namun lebih terkait dengan alat untuk memproduksi suatu produk.

4. Upah lembur untuk karyawan

Perlu diketahui, bahwa tidak semua upah lembur bisa dikatakan sebagai variable cost. Pasalnya, ada banyak perusahaan yang masih memberi upah untuk karyawan berdasarkan hitungan hari, bukannya jam.

Oleh sebab itulah, seberapa banyak pun jumlah jam kerja yang digunakan untuk memproduksi suatu produk, gaji karyawan akan tetap sama. Inilah yang membuat angka tersebut harus dimasukkan ke dalam fixed cost.

5. Komisi

Contoh selanjutnya dari variable cost adalah komisi. Biaya yang diperoleh dari penjualan produk tertentu ini masuk dalam kategori biaya variabel. Sebab, komisi biasanya dihitung dari keberhasilan atau pencapaian penjualan produk dalam jumlah tertentu.

Fungsi Variable Cost

Biaya variabel atau variable cost memiliki beberapa fungsi, antara lain:

1. Membantu mengendalikan biaya perusahaan

Berkat kehadiran biaya variabel ini, biaya tetap bisa dipisahkan dari laporan keuangan. Dengan begitu, perusahaan terkait jadi lebih fokus terhadap perilaku biaya tetap secara keseluruhan.

2. Memudahkan batasan kontribusi yang berguna

Fungsi berikutnya adalah memudahkan perusahaan untuk mengetahui batas kontribusi yang berguna dalam penentuan rencana besaran laba berdasarkan volume, biaya, dan laba. Alhasil, perusahaan bisa mengendalikan kondisi operasional yang berjalan dan bisa mengambil keputusan secara tepat.

3. Membantu menetapkan penilaian

Perusahaan bisa menetapkan penilaian akan efektivitas produksi suatu barang yang sedang berlangsung. Bukan itu saja, perusahaan tersebut juga bisa melakukan pertanggungjawaban secara mudah terhadap departemen lain yang ada di dalam manajemen.

Variable Cost Vs Fixed Cost

Istilah variable cost kerap diikuti dengan istilah fixed cost. Kedua hal tersebut sama-sama masuk dalam jenis biaya tetapi dibedakan sesuai variabilitas. Lalu, apa sih yang membuat kedua biaya tersebut berbeda?

Jika variable cost adalah biaya yang kerap berubah sesuai strategi dan volume produksi perusahaan, maka fixed cost adalah biaya yang sifatnya statis dalam ukuran tertentu.

Fixed cost atau biaya tetap ini akan selalu keluar tanpa harus repot menghitung berapa banyak jumlah produksi di suatu perusahaan. Intinya, biaya ini akan selalu memiliki besar yang sama.

Adapun perbedaan mendasar yang bisa ditemukan dalam biaya variabel dan biaya tetap adalah sebagai berikut:

  • Variable cost selalu berkaitan erat dengan volume produksi. Sementara fixed cost hanya terkait dengan waktu.
  • Variable cost sangat tidak pasti atau hanya dibayar saat terjadi proses produksi. Pun sebaliknya, fixed cost merupakan biaya yang sudah pasti keluar atau dibayarkan, meskipun tak ada kegiatan produksi apapun di suatu perusahaan.
  • Variable cost ini bisa mengalami sejumlah perubahan tergantung dari output dan input kegiatan produksi. Akan tetapi, fixed cost bakal tetap bernilai sama meskipun volume produksi perusahaan terkait sedang naik ataupun turun.

Cara Menghitung Variable Costs

Sebenarnya, variable cost memiliki dua karakteristik utama. Karakteristik yang pertama adalah total biaya yang ada akal berubah secara proporsional sesuai perubahan volume. Semakin besar kapasitasnya, maka semakin besar pula total biaya yang dimaksud. Begitu pun sebaliknya, semakin kecil kapasitas yang digunakan sudah pasti semakin kecil pula total biaya yang harus dikeluarkan.

Kedua, biaya per unit akan memiliki nilai yang tetap. Misalnya saja, biaya untuk penggunaan bensin pada suatu kendaraan akan dihitung sesuai jarak yang ditempuh. Akan tetapi, harga pembelian bensin per liternya termasuk dalam fixed cost karena tidak dipengaruhi oleh jarak tempuh.

Contoh kasus:

Harga bahan bakar kendaraan jenis Pertamax dijual dengan harga Rp 9.000 per liter dan setiap satu liter bahan bakar bisa digunakan untuk berkendaraan hingga 54 kilometer. Berapa biaya variabel per unitnya?

Dari soal di atas, bisa disimpulkan bahwa biaya bensin per satu kilometer sama dengan,

Jadi,

Maka, perhitungan dari variable cost tersebut,

Biaya per liter bensin

(Rp)

Jarak yang ditempuh (Km) Total biaya pengeluaran bensin

(Rp)

166,66 100 16.666
166.66 300 49.998
166,66 500 83.330

Total dari variable cost pada contoh kasus di atas merupakan total biaya untuk pemakaian bahan bakar kendaraan. Besar kecil biaya tersebut disesuaikan dari jarak tempuh tiap kendaraan. Biayanya semakin besar seiring dengan semakin jauh jarak tempuhnya. Akan tetapi, biaya variabel dari tiap unit tersebut tidak berubah, yakni di angka Rp 166,66

Ketika kamu mengetahui variable cost untuk suatu proses produksi, maka kamu bisa menyusun anggaran, membuat analisis keuangan, dan membuat laporan keuangan yang akurat. Dari langkah tersebut, perusahaan kamu pun akhirnya bisa menentukan langkah bisnis yang tepat beserta pengambilan keputusan secara bijaksana.

Plagiasi:

https://smallseotools.com/view-report/75e938e23594376c16202a55b757fb87/

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu variable cost, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



10 Kota Paling Murah Biaya Hidupnya 2019
Apa itu Cost Benefit Analysis (Analisis Biaya Manfaat)?
Cara Menghitung Average Fixed Costs & Average Variable Costs
Perbedaan Opportunity Cost vs Real Cost
Cara Menghemat Biaya Bahan Bakar
Perkiraan Biaya Kuliah dan Biaya Hidup di Australia
Mengenal Apa Itu Total Cost, Marginal Cost dan Hubungannya
Perkiraan Biaya Kuliah dan Biaya Hidup di NTU (Nanyang Technological University) Singapura
Apa itu Opportunity Cost? Definisi Opportunity Cost
Menghitung Biaya Peluang


Bagikan Ke Teman Anda