Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Penyebab Inflasi?

Inflasi adalah situasi di mana sebuah negara mengalami kenaikan harga secara berkelanjutan dan dalam jangka waktu yang lama. Penyebab terjadinya inflasi bisa beragam. Namun pada umumnya ada dua hal yang menyebabkan inflasi. Yang pertama adalah kelebihan permintaan yang diakibatkan oleh pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat. Penyebab kedua adalah faktor dari sisi penawaran.

Selain kedua penyebab yang sering terjadi di atas, masih ada beberapa hal yang bisa memicu inflasi. Apa saja itu? Simak ulasan secara lebih lengkap dan detail apa-apa saja yang jadi penyebab inflasi di bawah ini.

  1. Permintaan Meningkat Secara Signifikan

Apakah hanya negara yang kondisi ekonominya lemah saja yang bisa terdampak inflasi? Ternyata tidak selalu begitu. Apabila negara sudah hampir mencapai kondisi full employment, kondisi di mana rakyatnya hampir semuanya memiliki pekerjaan, bisa juga mengalami inflasi. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Jika perusahaan sudah mencapai kapasitas penuh, mereka akan memberi respon dengan menaikkan harga barang. Hal ini bisa memicu inflasi. Di negara yang penduduknya sedikit dan semua sudah bekerja, maka bisa terjadi kekurangan tenaga kerja. Ini akan mengarah pada naiknya upah bagi para pekerja yang terpaksa harus lembur dan mengerjakan tugas di luar kewajibannya. Karena upah pekerja yang naik, maka daya beli mereka pun meningkat. Harga barang juga ikut meningkat.

Kondisi ini pernah terjadi di Inggris pada tahun 1980-an. Saat itu, Inggris mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Pemerintah pun memotong tarif pajak dan suku bunga. Kekayaan rakyat meningkat, menyebabkan harga properti naik hingga 30%. Pengeluaran rakyat meningkat, tabungan justru menurun, dan semakin banyak orang yang mengajukan pinjaman. Akibat permintaan yang besar, perusahaan pun gagal memenuhi permintaan dan mengarah pada inflasi.

  1. Meningkatnya Biaya Perusahaan

Jika perusahaan mengalami peningkatan biaya, maka produsen akan meneruskannya pada konsumen. Inflasi yang dikarenakan dorongan biaya ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Di antaranya adalah:

    • Upah Pekerja Meningkat

Jika pekerja bergerak secara bersamaan lewat serikat pekerja, mereka bisa menawar pada perusahaan untuk mendapat upah yang lebih tinggi. Jika terjadi secara serentak, maka kenaikan upah bisa menjadi penyebab utama inflasi. Bagi banyak perusahaan, upah pekerja adalah biaya yang paling signifikan. Karena itu naiknya upah pekerja berakibat pada perusahaan harus menekan biaya mereka.

Selain itu, upah pekerja yang lebih tinggi menjadikan daya beli pekerja meningkat. Hal ini biasanya akan mengarah pada permintaan yang meningkat. Jika perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan, maka ini akan memicu inflasi.

    • Biaya Impor Barang

Setiap negara tentu punya kebutuhan yang harus diimpor dari negara lain. Jika sebuah negara sedang terdampak devaluasi, maka biaya impor barang akan mengalami peningkatan. Hal ini pun bisa memicu inflasi. Devaluasi berarti nilai mata uang berkurang. Karena itu, untuk barang impor yang sama kita harus membayar lebih mahal.

    • Harga Bahan Mentah

Contoh yang paling baik adalah harga minyak. Kalau harga minyak meningkat 20%, ini bisa mengakibatkan perbedaan yang signifikan pada kebanyakan harga barang. Pada tahun 1974 contohnya, pernah terjadi kenaikan harga minyak yang tinggi. Akibatnya terjadi inflasi tinggi di seluruh dunia.

    • Produktivitas Produsen Berkurang

Ketika produsen mengalami penurunan produktivitas, karena alasan apa pun, ini dapat menyebabkan biaya meningkat. Pada akhirnya hal ini akan menyebabkan kenaikan harga yang tinggi. Terutama karena jumlah barang yang diproduksi semakin sedikit sementara permintaan tetap atau justru meningkat.

    • Meningkatnya Biaya Pajak

Jika pemerintah menaikkan pajak, ini bisa memicu ke peningkatan harga. Tetapi kenaikan pajak ini biasanya hanya terjadi satu kali saja. Sehingga inflasi yang diakibatkan juga sifatnya hanya sementara. Kecuali pemerintah menaikkan pajak tanpa perhitungan yang tepat.

    • Perusahaan Menaikkan Harga Barang

Pada negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi sangat kuat, perusahaan cenderung menaikkan harga barang. Tujuannya untuk menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi sebuah Negara. Hal ini tentu akan menaikkan tingkat inflasi.

  1. Meningkatnya Harga Properti

Harga properti yang meningkat memang tidak akan berpengaruh langsung pada terjadinya inflasi. Tapi kenaikan harga properti berarti terjadi efek kesejahteraan rakyat yang positif dan ini akan mengarah pada pertumbuhan ekonomi. Secara tidak langsung naiknya harga properti bisa menyebabkan inflasi karena permintaan yang meningkat.

  1. Hadirnya Teknologi dan Strategi Pemasaran Baru

Di tengah masyarakat global yang sangat sensitif dengan perubahan teknologi seperti sekarang, hadirnya teknologi baru juga bisa menjadi penyebab inflasi. Inflasi sebuah aset bisa mendorong kenaikan harga yang meluas ke berbagai produk lainnya. Inflasi aset ini juga termasuk salah satu bentuk inflasi. Hal ini bisa berpengaruh lebih besar jika dipadukan dengan strategi pemasaran baru yang inovatif.

Contohnya, di tahun 2005 Apple menggunakan strategi branding untuk meningkatkan penjualan berbagai produknya. Strategi pemasaran ini sukses dan membuat produknya mendapatkan harga yang lebih tinggi dibandingkan pesaing. Perbedaan harganya bahkan cukup signifikan. Hal ini berakibat pada naiknya harga berbagai produk lainnya, bahkan pasar properti pun ikut naik.

  1. Negara Mencetak Uang Lebih Banyak

Jika bank sentral sebuah negara mencetak uang lebih banyak dari seharusnya, maka tak dapat dielakkan inflasi bisa terjadi. Ini karena persediaan uang punya peran penting dalam menentukan harga barang dan jasa. Kalau uang yang beredar ada banyak untuk mengejar produk yang sama, maka harga otomatis akan naik. Hiperinflasi biasanya disebabkan karena persediaan uang yang meningkat secara ekstrem.

Tapi bukan berarti negara sama sekali tidak boleh mencetak uang dalam jumlah lebih banyak. Di beberapa situasi khusus, seperti resesi dan likuiditas yang terhambat, negara bisa memperbanyak persediaan uang tanpa menyebabkan inflasi. Ini karena pada saat resesi, uang yang dicetak kemudian disimpan. Bank tidak akan meningkatkan pinjaman.

  1. Terjadi Praktik Monopoli di Pasar

Apabila sebuah negara memiliki industri yang dikendalikan secara monopoli oleh pihak tertentu, maka ini bisa mengakibatkan inflasi. Ini karena perusahaan sebagai pekau monopoli bisa menaikkan harga dengan kekuatan yang mereka punya.

Perusahaan ini tahu betul bahwa masyarakat membutuhkan barang yang mereka jual. Jadi meski harga dinaikkan, permintaan akan tetap ada. Maka mau tidak mau terjadilah yang namanya inflasi.

  1. Pengeluaran Negara yang Berlebihan

Belanja negara yang meningkat hingga melebihi jumlah yang bisa dibayar oleh modal dan pajak akan memicu inflasi. Karena itu, untuk pengeluaran negara yang ekstra, pemerintah akan mengusahakan hal lain untuk mengatasi defisit. Salah satunya adalah dengan mencetak uang lebih banyak dan membelanjakannya.

  1. Meningkatnya Sirkulasi Uang

Hal ini biasanya terjadi pada negara yang ekonominya mengalami fase booming. Karena meningkatnya pendapatan, orang cenderung akan membelanjakan uangnya lebih cepat dari biasanya. Ini menyebabkan peredaran uang bergerak dengan sangat cepat.

  1. Pertumbuhan Populasi

Jika terjadi baby booming, di mana angka kelahiran meningkat, ini akan mengakibatkan pertumbuhan populasi. Hal ini otomatis akan menyebatkan meningkatnya total permintaan di pasar. Jika berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang, maka akan terjadi permintaan yang berlebihan. Selanjutnya, inflasi akan terpicu.

  1. Penimbunan Komoditas

Barang yang banyak dibutuhkan masyarakat ditimbun untuk meningkatkan harga bukan rahasia lagi terjadi di pasar. Ini sering dilakukan oleh pihak tertentu untuk mencapai berbagai tujuan, biasanya adalah untuk menaikkan harga dan mendapat keuntungan lebih banyak. Karena barang ditimbun, maka permintaan meroket.

Kelebihan permintaan yang terjadi akibat penimbunan memang sengaja dibuat. Tetapi hal ini juga merupakan salah satu penyebab inflasi. Apalagi kalau terus-menerus dilakukan dalam waktu lama.

  1. Produksi Barang Berkurang

Di masa tertentu, bisa saja jumlah produksi barang tertentu berkurang. Faktor penyebabnya bisa beragam, salah satunya adalah karena kurang pasokan bahan baku. Tidak adanya bahan baku tentu saja akan menyebabkan produksi barang berkurang. Akibatnya, penawaran jadi lebih sedikit dari permintaan. Harga pun naik dan memicu inflasi.

  1. Pengurangan Pajak

Nilai pajak pada umumnya meningkat dari waktu ke waktu. Tetapi ada kalanya pajak diturunkan oleh pemerintah untuk mengalami tujuan tertentu. Misalnya untuk meningkatkan popularitas pihak tertentu dalam pemerintahan agar mendapat simpati lebih dari masyarakat. Rakyat tentu merasa senang karena mereka bisa memegang lebih banyak uang.

Karena orang punya uang lebih banyak, maka mereka cenderung menghabiskan lebih banyak. Jika dilakukan secara serempak, maka permintaan akan meningkat yang dapat mengarah pada inflasi.

  1. Gagal Memenuhi Kebutuhan Ekspor

Dalam perekonomian sebuah negara, total produksi harus memenuhi permintaan yang berasal dari dalam dan luar negeri. Jika pemerintah gagal memenuhi permintaan tersebut, maka terjadi kegagalan ekspor. Hal ini dapat menciptakan inflasi untuk perekonomian dalam negeri.

  1. Alasan di Luar Ekonomi

Ada alasan lain di luar ekonomi yang bisa menyebabkan inflasi. Salah satunya adalah bencana alam. Misalnya terjadi banjir besar atau gunung berapi yang meletus. Kedua bencana alam ini bisa merusak pertanian dan perkebunan. Ini akan sangat berpengaruh pada suplai produk pertanian. Berkurangnya pasokan pertanian ini dapat mengakibatkan kenaikan harga komoditas.

Contoh alasan lain di luar ekonomi adalah aktivitas yang dilakukan oleh manusia sendiri. Misalnya memancing dengan cara merusak lingkungan. Ini bisa menyebabkan rusaknya populasi ikan tertentu. Akhirnya suplai makanan laut jadi jauh berkurang dan harga pun meningkat.

Siapa yang Diuntungkan dari Inflasi?

Saat terjadi inflasi, rakyat sebagai konsumen adalah yang banyak mengalami kerugian dari inflasi. Di sisi lain, investor justru dapat menikmati keuntungan jika mereka memiliki aset di pasar yang kebetulan terpengaruh oleh inflasi. Misalnya investor memiliki saham di bidang perminyakan. Saat harga saham pasar minyak naik akibat inflasi, maka investor tentu saja akan diuntungkan.

Pihak lain yang juga bisa diuntungkan dari inflasi adalah perusahaan sebagai produsen. Ini terjadi di saat permintaan akan barang melonjak tinggi. Perusahaan punya kewenangan untuk menaikkan harga barang. Inflasi dapat memberi pelaku bisnis kekuatan dalam menentukan harga dan meningkatkan keuntungan mereka. Apalagi kalau pelaku bisnis sampai menahan pasokan di pasar dan melepaskannya kemudian dengan harga yang meroket.

Tetapi ini bukan berarti pelaku bisnis akan selalu diuntungkan saat terjadi inflasi. Mereka juga bisa merugi karena inflasi. Terutama jika inflasi yang terjadi disebabkan oleh meningkatnya biaya produksi. Ada saatnya pelaku bisnis tidak bisa meningkatkan harga jual, jadi mereka terpaksa menanggung biaya produksi yang lebih tinggi.

Solusi untuk Tetap Bertahan Saat Inflasi

Sering kali inflasi tidak bisa dihindari dalam suatu negara. Entah itu hanya berlangsung sesaat dan dapat segera ditangani oleh pemerintah, atau berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Yang terpenting adalah bagaimana rakyat bisa tetap bertahan dan melewati inflasi dengan baik. Bagaimana caranya?

Memiliki tabungan dan dana darurat selalu menjadi saran kapan pun dan di mana pun. Termasuk saat terjadi inflasi. Hal lain yang bisa dilakukan adalah melakukan investasi di luar tabungan. Contohnya investasi emas, properti, saham, dan aset lainnya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa penyebab inflasi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Sebagian Besar Orang Sebenarnya Bangkrut! Mengapa?
10 Negara dengan Inflasi Terbesar di Dunia
Contoh Pengangguran Friksional Beserta Dengan Penyebabnya
Hubungan Redenominasi dan Inflasi
Alasan Mengapa Deflasi Pada Akhirnya Akan Menyebabkan Terjadinya Inflasi
Pengaruh Inflasi terhadap Pengangguran
Ini Penyebab Krisis Ekonomi Hiperinflasi (Hyperinflation) di Venezuela
Apa Saja Keuntungan dan Kerugian Inflasi?
Jenis-Jenis Inflasi
Hubungan Antara Inflasi dengan Pengangguran


Bagikan Ke Teman Anda