Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Bimbang dengan Hidup? Mungkin Quarter Life Crisis Telah Kamu Alami

Tanpa sadar, banyak orang yang mengalami Quarter life crisis atau krisis usia seperempat abad, begitu mereka menginjak usia 25 tahun. Ada yang merasakan dampak krisis ini dalam kadar yang cukup berat, namun ada pula yang ringan.

Ada yang berlangsung lama, ada yang pula yang hanya sesaat. Biasanya mereka yang mengalami Quarter life crisis merasakan kepanikan bahkan ketakutan menjadi orang dewasa. Tetapi ada juga yang bisa melewati usia seperempat abad tanpa krisis sama sekali.

Lantas, apa sebenarnya quarter life criris?

Pengertian Quarter Life Crisis

Quarter life crisis adalah kondisi psikologi di mana seseorang mengalami kepanikan, pada umumnya disebabkan oleh kebimbangan arah dan kualitas hidup. Quarter life crisis cenderung dialami orang di rentang usia awal 20-an sampai pertengahan 30-an. Tetapi, kondisi ini juga bisa dimulai di usia 18 tahun.

Pada masa quarter life crisis, seseorang akan mengalami rasa tidak aman, keraguan, dan kekecewaan dalam hidupnya. Ini bisa dipicu oleh karir, hubungan dengan sekitar, dan juga keadaan finansial. Bukan berarti mereka selalu gagal dalam aspek-aspek kehidupannya. Bahkan orang yang terlihat sukses dari luar pun bisa mengalami quarter life crisis.

Misalnya saja seorang selebriti yang sukses di usia muda, punya segalanya dan tampak menjalani kehidupan yang sempurna. Dia bisa saja mengalami kondisi ini, karena merasa ada yang kurang dari hidupnya.

Misalnya tidak punya hubungan dekat dengan teman, keluarga, atau orang terkasih. Bisa juga dia mulai merasa ragu akan piilihan karir yang ia jalani, walaupun sudah merasakan kesuksesan.

Contoh lain dari Quarter life crisis adalah orang yang menikah di usia muda. Ia bisa saja mempertanyakan keputusannya setelah menikah. Apakah ia bisa mendapat kesempatan lain yang lebih bagus seandainya ia tidak menikah, misalnya karir yang gemilang, atau kesempatan melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Intinya, semua orang dalam kondisi apapun bisa mengalami quarter life crisis.

Penyebab Quarter Life Crisis

Kondisi psikologis ini biasanya akan dialami seseorang setelah ia merasakan dunia yang sebenarnya. Setelah lulus kuliah dan harus mencari penghasilan sendiri, membayar ini itu sendiri. Atau setelah seseorang keluar dari rumah orangtuanya dan harus hidup mandiri, melakukan semua hal sendiri.

Perubahan yang dirasakan di “dunia yang sebenarnya” inilah yang mulai membuat beberapa orang kebingungan. Karena ini adalah pengalaman pertama mereka memasuki masa tersebut. Arah hidup, pekerjaan yang dipilih, hubungan dengan sesama, semuanya bisa menjadi pemicu kepanikan ini.

Rasa kuatir yang berlebihan ini tak jarang juga disebabkan oleh lingkungan. Melihat teman sebaya yang lebih sukses, atau yang tampak lebih bahagia, bisa membuat seseorang mempertanyakan pencapaian dirinya sendiri. Walaupun sebenarnya ia berada dalam keadaan yang baik-baik saja, bahkan lebih dari cukup.

Gol yang tidak tercapai di usia tertentu juga bisa menjadi penyebab quarter life crisis. Misalnya seseorang memiliki cita-cita tertentu ‘di umur 25 tahun sudah harus bekerja di perusahaan A’ atau di umur 27 tahun sudah harus menikah’, tapi kenyataannya tidak sesuai. Maka ia akan mulai mempertanyakan tujuan hidupnya.

Tanda Seseorang Mengalami Quarter Life Crisis

Kamu berada di usia awal 20-an sampai pertengahan 30-an dan bertanya-tanya apakah sudah melewati fase psikologis ini? Kalau kamu pernah merasakan beberapa tanda-tanda yang dialami saat Quarter life crisis di bawah ini, berarti kamu pernah mengalami masa ini.

Kalau yang belum pernah, mungkin saja akan mengalaminya si masa depan. Ingatlah, bahwa keadaan ini wajar. Beberapa tanda seseorang mengalami Quarter life crisis adalah:

  1. Mulai Mempertanyakan Tujuan Hidup

Untuk apa lahir? Untuk apa hidup? Di saat mengalami krisis ini pertanyaan semacam ini sering muncul. Bahkan bagi beberapa orang yang sudah mencapai golnya sekalipun, ia bisa mempertanyakan tujuan hidupnya selanjutnya. Atau apakah ia sudah berada di jalan yang benar.

  1. Merasa Tidak Mencapai Apa-Apa dalam Hidup

Kenapa gaji hanya segini? Kenapa belum punya pasangan? Kenapa belum punya rumah? Dan masih banyak lagi hal-hal lain yang membuat seseorang merasa tidak memiliki pencapaian dalam hidupnya. Padahal sebenarnya tidak begitu, hanya diri sendiri saja yang merasa demikian.

Jika memperhatikan banyak hal kecil di sekitar, maka banyak hal yang sudah dimiliki atau dicapai. Namun perasaan semacam ini wajar dialami pada saat mengalami quarter life crisis.

  1. Mulai Merasa Panik Saat Melihat Teman-Teman di Media Sosial

Kalau dulu scroll media sosial terasa menyenangkan, di saat mengalami Quarter life crisis tidak lagi. Ada saja hal kecil yang membuat seseorang iri. Kenapa si A bisa jalan-jalan keliling Indonesia? Kenapa si B bisa punya pekerjaan di luar negeri? Kenapa si C sudah menikah dan punya anak?

Hal-hal yang dimiliki orang lain, bahkan teman terdekat pun bisa membuat seseorang mempertanyakan arah hidupnya dan kenapa ia tidak memiliki apa yang orang lain miliki.

  1. Dilema dalam Karir

Mau mencapai karir yang tinggi tanpa perlu memikirkan passion atau passion yang dikedepankan? Pilih pekerjaan dengan gaji besar tapi tidak punya waktu untuk santai atau pekerjaan dengan gaji standar tapi bisa menikmati kualitas hidup dengan orang terdekat? Dilema ini sering muncul di saat mengalami quarter life crisis.

  1. Mempertanyakan Hubungan Asmara

Terlalu banyak saran dan pendapat tentang hubungan asmara terkadang membuat seseorang tidak tau apa sebenarnya yang dia inginkan. Yang satu bilang menikah cepat itu baik, yang satu bilang supaya berpuas-puas dulu menikmati masa muda dan mengejar karir, yang mana yang benar?

Sisi Positif dari Quarter Life Crisis

Meskipun bukan merupakan fase yang menyenangkan, tetapi quarter life criris juga memiliki sisi positif. Lewat fase ini, seseorang bisa mulai menata lagi hidupnya. Menetapkan gol-gol baru, atau bisa juga malah lebih santai menjalani hidup. Tidak perlu terlalu kaku pada gol tertentu, yang penting menjalani apa yang disuka dan berada di jalur yang benar.

Apapun itu, fase ini bisa menjadi cara untuk mengatur ulang hidup dan pastinya jadi kesempatan untuk bisa lebih dewasa.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu quarter life crisis telah kamu alami, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Bimbang dengan Hidup? Mungkin Quarter Life Crisis Telah Kamu Alami
Apa Itu Money Multiplier?
10 Negara dengan Penduduk Terbanyak di Dunia
10 Negara Dengan Operasi Plastik Terbanyak
10 Negara Penghasil Gandum Terbanyak Di Dunia
10 Negara dengan PDB Tertinggi di Dunia, Indonesia Termasuk?
Mengapa Biaya Kuliah Untuk Mahasiswa Internasional Lebih Mahal?
10 Negara Kepulauan Terbesar di Dunia
10 Negara Ini Paling Berbahaya untuk Perempuan Traveling Sendirian
Modus Baru Pembobolan ATM Lewat Struk, Jangan Buang Sembarangan


Bagikan Ke Teman Anda