Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Faktor Utama Yang Menyebabkan Kredit Macet

Kredit Bank di Indonesia dikenal memiliki dua golongan kredit bank, yaitu kredit lancar dan kredit bermasalah.

Di mana kredit bermasalah digolongkan menjadi tiga, yaitu kredit kurang lancar, kredit diragukan, dan kredit macet. Kredit macet inilah yang sangat dikhawatirkan oleh setiap bank, karena akan mengganggu kondisi keuangan bank, bahkan dapat mengakibatkan berhentinya kegiatan usaha bank.

Bank yang memiliki fungsi sebagai penyedia jasa keuangan dalam perkembangannya bisa saja mengalami fase Non Performance Loan (NPL) atau dalam bahasa umum biasa disebut Kredit Macet. Keadaan semacam ini sangat berpotensi menghambat perkembangan pihak Bank selaku penyedia jasa keuangan.

Kredit Macet ini disebabkan oleh berbagai macam faktor yang sangat berpengaruh terhadap kestabilan perbankan, namun pada dasarnya hanya ada 2 Faktor Utama penyebab Kredit Macet pada bank, yaitu:

  1. Faktor Eksternal

Kredit macet atau problem loan adalah kredit yang mengalami kesulitan pelunasan akibat adanya faktor-faktor atau unsur kesengajaan atau karena kondisi di luar kemampuan debitur. (Siamat, 1993, hal: 220).

Debitur atau nasabah dalam hal ini adalah sebagai pihak luar yang tidak sedikit dari mereka mengalami kondisi penurunan keuangan, usaha yang dijalankan oleh nasabah tidak stabil atau bisa jadi ada faktor kesengajaan dalam pembayaran tagihan yang tidak tepat waktu.

Selain kegagalan usaha debitur atau faktor kesengajaan dari debitur seperti disebut di atas, menurunnya kegiatan ekonomi dan tingginya suku bunga kredit juga mempengaruhi kestabilan bank.

Hal semacam ini seharusnya mudah untuk dicegah, cukup pantau keadaan sebuah perusahaan. Apabila terjadi penundaan yang tidak normal dalam penerimaan laporan keuangan, pembayaran cicilan atau dokumen lainnya. Kemudian ada penyelidikan yang tidak terduga dari lembaga-lembaga keuangan lainnya mengenai nasabah tersebut.

Berikut ciri-ciri yang mengaskan bahwa sebuah perusahaan mengalami krisis keuangan:

  1. Keluarnya anggota eksekutif perusahaan;
  2. Terjadi perubahan kegiatan usaha misalnya masuknya pesaing baru atau produk baru yang sejenis;
  3. Meningkatnya penggunaan fasilitas overdraft;
  4. Perusahaan nasabah mengalami kekacauan;
  5. Ditemukannya kegiatan ilegal atas usaha nasabah;
  6. Permintaan tambahan kredit;
  7. Permohonan perpanjangan atau penjadwalan kembali kredit;
  8. Usaha nasabah yang terlalu ekspansif;

Atau biasanya kreditur lain melakukan proteksi atas kredit yang diberikan dengan meminta tambahan jaminan atau melakukan pengikatan notaris atas barang jaminan. Dengan mencermati gejala-gejala terjadinya kredit macet tersebut, maka bukanlah sesuatu yang mustahil untuk mencegah terjadinya kredit macet, atau paling tidak dapat mengurangi/menekan sekecil mungkin kasus-kasus kredit macet yang ada.

  1. Faktor Internal

Dalam hal ini penyebab utama Kredit Macet justru disebabkan oleh kelalaian dari pihak bank itu sendiri. Setiap penyaluran kredit untuk nasabah yang dilakukan oleh bank tentu mengandung resiko, karena manusia sebagai mahluk hidup normal memiliki keterbatasan kemampuan dalam memprediksi masa yang akan datang. Terlebih situasi dan kondisi ‘lingkungan’ yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian seperti sekarang ini.

Beberapa hal penting yang harus dilakukan oleh bank dalam menekan atau mengurangi seminimal mungkin resiko pemberian kreditnya, adalah:

  1. Memperkuat tim analis kartu kredit
  2. Pihak Bank sebaiknya tidak terlalu ekspansif mengejar target
  3. Meneliti riwayat keuangan nasabah dengan teliti
  4. Tidak menjadikan Agunan sebagai satu-satunya faktor aman analisa
  5. Tepat waktu dalam merealisasikan pengajuan kredit
  6. Menetapkan Plafon kredit sesuai dengan kebutuhan nasabah

Dampak kerugian dari Kredit Macet (Non Performance Loan) tidak hanya dirasakan oleh nasabah saja, pihak bank selaku penyedia jasa keuangan juga akan mengalami kerugian. Sebagaimana kita ketahui dampak negatif yang dirasakan oleh nasabah adalah nasabah harus menanggung kewajiban kepada bank. Mengingat setiap pinjaman dari bank (konvensional) memiliki bunga yang cukup memberatkan nasabah, maka jumlah kewajiban nasabah semakin lama akan semakin bertambah besar jika belum dilunasi.

Sedangkan dampak negatif yang dialami oleh bank jauh lebih serius, karena selain dana yang disalurkan untuk kredit berasal dari masyarakat, kredit macet juga mengakibatkan bank kekurangan dana sehingga mempengaruhi kegiatan usaha bank.

Dibalik masalah Kredit Macet yang menghantui kedua belah pihak baik dari pandangan sebagai nasabah atau pandangan sebagai bank, tentunya ada cara penyelesaian yang dapat ditempuh oleh keduanya sebagai solusi agar terhindar dari fase terburuk yang bisa saja dialami oleh kedua pihak. Sebagai pengingat, ada banyak peristiwa krisis keuangan yang telah terjadi di Indonesia.

Kasus Century yang terjadi pada tahun 2008 akibat penyelewengan dana nasabah dan tragedi kerusuhan pada tahun 1998 dimana perekonomian Indonesia berada pada titik terburuk. Dua peristiwa tersebut sama-sama memiliki dampak negatif terhadap nasabah maupun pihak bank.

Kesimpulan yang dapat diambil dari masalah kredit macet ini adalah masyarakat selaku nasabah yang telah dibantu oleh pihak bank diharapkan dapat menanamkan sikap disiplin dalam membayar setiap tagihan. Lebih teliti dalam membaca perjanjian kredit (akad kredit) sebelum menandatangani (menyetujui) perjanjian kontrak yang diberikan oleh pihak bank.

Perhatikan poin-poin penting yang tertera dalam surat perjanjian tersebut, seperti Annual Fee (Iuaran Tahunan) yang biasanya dibebankan pada nasabah. Dan pihak Bank selaku penyedia jasa keuangan diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas tim penganalisa riwayat calon kreditur. Memperbaiki ketepatan waktu dalam merealisasikan pengajuan kredit, karena nasabah juga memiliki jadwal sendiri dalam mengatur pengeluaran.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang faktor-faktor yang menyebabkan kredit macet.



Bagaimana Bila Kartu Kredit Hilang
Apa yang Terjadi Bila Kartu Kredit Tidak Diaktifkan, Hilang, atau Tidak Dipakai?
Pilih Mana Kartu Kredit vs Kartu Debit?
Kartu Kredit dari BCA
Kartu Kredit Yang Cocok Untuk Ibu Rumah Tangga
Apa yang Harus Dilakukan Apabila Kartu Kredit Expired?
Menggunakan Kartu Kredit Bisa Lebih Hemat dari Uang Tunai
Apa Itu Asuransi Kartu Kredit?
Apa itu Secured Credit Card?
Anda Butuh Uang Cepat? Pilih KTA atau Kartu Kredit?


Bagikan Ke Teman Anda