Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Kelebihan Dan Kekurangan Monopoli dalam Perdagangan

Pernahkah kamu bermain Monopoli? Dalam permainan itu, kita berusaha untuk bisa membeli wilayah sebanyak-banyaknya dan memonopoli wilayah yang ada di papan permainan. Dalam dunia perdagangan yang sebenarnya, keadaannya pun tidak jauh berbeda. Bisnis yang dikuasai oleh satu pihak akan dinamakan monopoli.

Jika sebuah perusahaan menyediakan produk atau layanan yang dibutuhkan banyak orang, maka bisa menyebabkan perusahaan tersebut tidak memiliki pesaing. Dalam situasi ini, tentu saja perusahaan tersebut bisa mendapat keuntungan secara maksimal yang berakhir dengan praktek monopoli.

Tetapi apakah monopoli hanya sebatas penguasaan satu pihak atas produk tertentu? Tentu saja tidak. Kenali terlebih dahulu ciri-ciri monopoli dalam bisnis atau perdagangan.

Kenali Ciri-Ciri Monopoli

Baik dalam perekonomian lokal maupun internasional, monopoli memiliki ciri yang kurang lebih sama. Ciri-cirinya adalah berikut ini:

  1. Hanya Ada 1 Penjual

Baik itu menyediakan barang atau jasa, pasar monopoli hanya memiliki 1 penjual saja. Tentu saja harga ditentukan langsung oleh si penjual, tanpa ada campur tangan dari pihak lainnya. Dalam pasar monopoli, penjual atau produsen atau penyedia jasa juga berfungsi sebagai price maker.

Karena hanya ada 1 penjual atau produsen, maka konsumen mau tidak mau harus membeli dari produsen tersebut. Masalah biasanya harganya terbilang merugikan bagi konsumen. Terutama jika barang atau jasa yang disediakan sangat penting untuk berlangsungnya aktivitas sehari-hari.

  1. Ada Banyak Pembeli

Monopoli bisa terjadi jika ada banyak pembeli yang membutuhkan produk atau jasa tertentu yang disediakan produsen tunggal tersebut. Karena banyaknya permintaan dan hanya 1 produsen, maka keadaan ini bisa disebut sebagai monopoli.

  1. Perusahaan Baru Sulit Tumbuh

Jika ada perusahaan baru yang ingin bergerak di bidang yang sama, maka akan menemui kesulitan. Hal ini bisa dikarenakan oleh sulitnya mendapat hak paten yang sudah dikuasai oleh pihak produsen tunggal.

Bisa juga karena bahan baku atau sumber daya untuk menghasilkan produk tersebut sudah dikuasai oleh si produsen tunggal. Produsen tersebut bisa mengatur batas penggunaan bahan tertentu. Karena itulah, cukup sulit bagi perusahaan baru untuk tumbuh.

Penyebab Adanya Pasar Monopoli

Pasar monopoli bisa terbentuk karena beberapa hal, di antaranya adalah:

  1. Hukum yang Berlaku

Di beberapa negara, termasuk Indonesia, ada hukum yang mengatur produksi dan penjualan barang-barang tertentu yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Barang-barang ini hanya bisa disediakan oleh suatu badan atau lembaga yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Dengan adanya hukum seperti ini, tentu tidak mungkin bagi pihak lain membuat bisnis dalam bidang yang sama.

  1. Keterbatasan Lisensi atau Ijin

Biasanya pihak yang melakukan monopoli akan mematenkan hak cipta atau hak paten secara resmi. Ini dilakukan agar pihaknya dijamin bisa menguasai bisnis secara keseluruhan. Hal ini tentu akan menutup kemungkinan bagi pihak lain untuk membuat bisnis di bidang yang sama.

  1. Terjadi dengan Sendirinya

Terkadang pasar monopoli terjadi dengan sendirinya. Artinya, si produsen tunggal tidak bermaksud memonopoli perdagangan. Tetapi karena tidak ada pesaing yang tumbuh, atau karena hanya produsen tersebut yang piawai dalam bidangnya, maka otomatis menjadi produsen tunggal.

Misalnya di akhir tahun 1990-an sampai awal 2000-an, ada 1 brand telepon genggam yang merajai dunia, yaitu Nokia. Brand asal Finlandia ini sangat sukses karena menyasar penggunaan yang mudah. Nokia pun memproduksi telepon genggam yang harganya sangat terjangkau namun kualitasnya tetap baik.

Pada masa itu, tidak ada produsen lain yang berhasil menyaingi kemudahan yang ditawarkan Nokia. Sehingga brand ini dengan sendirinya mampu menguasai dunia. Sampai kemudian hadir iPhone dari Apple yang menawarkan teknologi yang jauh lebih canggih dengan desain lebih cantik.

Lalu apakah monopoli merugikan bagi perekonomian? Atau ada keuntungannya juga?

Kelebihan Pasar Monopoli

Walau seolah-olah tampak menyebabkan kerugian bagi banyak pihak, sebenarnya monopoli juga memiliki keuntungan. Apa saja keuntungan pasar monopoli?

  1. Memberi Keuntungan dalam Jumlah Besar Bagi Pemegang Saham dan Komunitas Lokal

Karena tidak ada kompetisi sama sekali, maka secara otomatis akan lebih mudah mendapat keuntungan. Tak tanggung-tanggung, keuntungan yang didapatkan pasti dalam jumlah yang tinggi. Pasar monopoli bisa menjamin investasi masa depan yang baik.

Keuntungan yang didapat produsen bisa untuk membiayai berbagai hal. Misalnya peningkatan standar produk dan berinovasi untuk produk baru ke depannya. Di tengah kemajuan industri dan telnologi, hal ini bisa menguntungkan banyak pihak. Baik produsen maupun konsumen.

Misalnya industri game online yang kian digemari oleh masyarakat. Gamers sejati tidak segan mengeluarkan biaya besar hanya untuk bermain dengan maksimal. Produsen game yang baik akan menggunakan keuntungan yang mereka dapat untuk mengembangkan game tersebut. Sehingga bisa diproduksi versi sekuelnya atau berinovasi untuk game yang sama sekali baru.

  1. Dapat Merubah Skala Ekonomi

Pasar monopoli dapat meningkatkan output produk atau jasa. Ini berarti, harga produk bisa turun, karena ada lebih banyak produk yang ditawarkan dan diproduksi. Pada akhirnya, konsumen pun bisa diuntungkan. Karena perubahan ini berpengaruh pada harga akhir yang ditawarkan kepada konsumen di pasaran.

Dalam bisnis telepon pintar, misalnya. Saat ini beberapa produsen menawarkan harga yang rendah dengan spesifikasi tinggi. Ini dimungkinkan karena produsen mendapat keuntungan dalam jumlah besar. Keuntungan tersebut digunakan untuk berinovasi menciptakan produk yang lebih terjangkau.

  1. Mampu Membuat Bisnis Tertentu Bersaing di Skala Internasional

Memang benar, dengan akses internet yang sangat mudah didapat di berbagai belahan dunia saat ini, perdagangan berskala internasional bisa dengan mudah dilakukan. Namun tidak semua orang berhasil melakukannya. Terutama bila harus bersaing dalam skala besar.

Monopoli bisa menyebabkan sebuah brand dikenal dengan luas di seluruh belahan dunia secara mudah. Kemudian, brand tersebut bisa bersaing di pasar internasional.

  1. Dibutuhkan Produk atau Layanan yang Berkualitas untuk Membangun Pasar Monopoli

Kita tidak bisa menciptakan sesuatu, lalu dengan mudah menyatakan bahwa sedang menjalankan pasar monopoli. Hanya karena belum ada yang membuat produk tersebut sebelumnya. Kualitas barang atau layanan yang disediakan harus benar-benar bagus dan berkualitas.

Konsumenlah yang menentukan terjadinya monopoli. Contohnya, secara tidak sadar kebanyakan orang memilih Google dibandingkan Bing untuk mencari sesuatu di internet. Hal ini mungkin karena mereka merasa lebih nyaman saat menggunakan Google.

Kenapa hal ini menguntungkan? Perusahaan ataurodusen akan berlomba-lomba menciptakan produk atau layanan yang bagus untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Akhirnya, konsumen lah yang diuntungkan karena bisa mendapatkan produk yang bagus dan berkualitas tinggi.

Kekurangan Pasar Monopoli

Tak dapat dipungkiri, pasar monopoli juga memiliki sisi negatif. Terutama bagi pihak konsumen dan pengusaha baru yang ingin membuka usaha di bidang yang sama. Apa saja kekurangan pasar monopoli?

  1. Membatasi Kompetisi Perdagangan, Harga Pun Kecil Kemungkinan Akan Turun

Kebanyakan pelaku monopoli akan coba membuat biaya internal sehemat mungkin. Tentu saja ini tidak berarti uang konsumen akan bisa dihemat juga. Pelaku monopoli hanya berpikir untuk membuat keuntungan sebanyak-banyaknya.

Apalagi jika mereka memiliki produk atau layanan yang hanya ada satu di pasaran. Terlebih lagi jika produk ini sangat penting bagi kelangsungan hidup sehari-hari. Maka kebanyakan konsumen akan membayar berapa saja untuk mendapatkannya. Karena itulah, keuntungan yang maksimal bisa dicapai produsen.

Dalam keadaan seperti ini, sangat kecil kemungkinan harga barang akan diturunkan oleh produsen. Meskipun demikian, pemerintah juga bisa menentukan agar pihak produsen tidak menaikkan harga terlalu tinggi.

  1. Tidak Adanya Inovasi dan Proses Kreatif Terhenti

Satu-satunya cara untuk bisa sepenuhnya bersaing dengam pasar monopoli adalah dengan berinovasi. Ciptakan sebuah produk atau layanan yang lebih inovatif dan mampu menyaingi yang sudah ada di pasaran. Namun berinovasi bukanlah perkara mudah. Diperlukan biaya yang tidak sedikit dan riset yang serius untuk menciptakan produk berkualitas.

Dalam pasar monopoli, hal ini lebih sulit lagi karena sumber dikuasai oleh pihak produsen tunggal. Tidak ada pihak lain yang bisa mendapatkannya. Ini berarti inovasi dalam bidang tersebut pun otomatis sangat terbatas.

  1. Kualitas Produk atau Layanan Kurang Terjaga

Karena tidak adanya persaingan yang sehat dalam pasar monopoli, ini bisa menyebabkan produsen atau penyedia jasa menjadi ceroboh dalam menjaga kualitas. Tentu tidak semua bisnis monopoli melakukan hal ini. Ada juga yang tetap menjaga kualitas mereka. Namun, monopoli bisa menjadi penyebab produsen lalai dalam segi perawatan.

Contohnya jika dalam jarak 10 kilometer hanya ada 1 supermarket di suatu daerah. Maka mau tidak mau, penduduk di sekitarnya harus belanja di supermarket tersebut. Mengetahui hal ini, si pemilik supermarket bisa jadi mengurangi kontrol kualitas supermarketnya. Misalnya kurang menjaga kebersihan, tidak mengganti lampu yang mati, dan masih banyak hal lain yang bisa mengurangi kenyamanan konsumen.

  1. Jumlah Produksi Bisa Dikontrol untuk Memanipulasi Kelangkaan

Saat barang yang dibutuhkan oleh banyak orang jumlahnya langka, maka secara otomatis harganya akan naik. Bisnis yang dimonopoli sangat mungkin memanipulasi situasi semacam ini. Mereka bisa membuat seolah-olah produksi barang berkurang, barang pun menjadi langka, harga akan naik. Keuntungan besar pun dengan mudah dikantongi.

Padahal kenyataanya bisa saja barang tersebut tersedia. Bahkan tidak ada masalah sama sekali dengan produksinya. Namun karena bisnis tersebut dimonopoli, maka akan sulit untuk mengetahui kebenarannya. Apakah kelangkaan barang tersebut dimanipulasi atau memang benar adanya.

Contoh Monopoli di Indonesia

Di Indonesia, kita bisa menemukan beberapa sektor yang dikuasai secara monopoli. Misalnya layanan pesawat telepon dari Telkom. Hanya ada 1 perusahaan saja yang melayani pesawat telepon di Indonesia hingga saat ini. Walaupun kini penggunaan pesawat telepon sudah banyak berkurang dengan adanya telepon pintar.

Untuk layanan listrik, masyarakat Indonesia juga hanya bisa menggunakan layanan dari PLN. Ketika tagihan listrik naik, masyarakat hanya bisa mengeluh tetapi tentu akan tetap menggunakan layanannya. Karena listrik sangat dibutuhkan untuk kelangsungan kegiatan sehari-hari. Dan tidak ada produsen lain yang menawarkan layanan ini.

Untuk sektor transportasi, ada PT KAI dengan kereta apinya. Semua kereta api di Indonesia berada di bawah KAI. Mau tidak mau, masyarakat Indonesia hanya bisa menggunakan layanan mereka. Namun, beberapa tahun belakangan ini, kereta api di Indonesia mengalami kemajuan yang kian pesat. Sehingga konsumen pun lebih puas walau harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk naik kereta.

Kesimpulan

Bisa disimpulkan bahwa monopoli bisa memiliki pro dan kontra, tergantung dari kebijakan produsen yang melakukan praktek monopoli. Beberapa produsen yang baik akan menggunakan keuntungan yang mereka dapat dari monopoli untuk terus meningkatkan produk dan layanan mereka. Sehingga konsumen pun terus mendapatkan kualitas.

Sementara di sisi lain, ada juga produsen yang hanya mau mengeruk keuntungan sebanyak mungkin. Investasi untuk kualitas yang lebih baik, biaya perawatan, dan inovasi ke depan bukan menjadi prioritas mereka. Produsen semacam inilah yang menyebabkan pasar monopoli rapuh dan berbahaya bagi masyarakat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang kelebihan dan kekurangan monopoli dalam perdagangan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Untung Rugi Praktik Dumping dalam Perdagangan Internasional
Kelebihan & Kekurangan Universal Basic Income
Kekurangan dan Bahaya Cashless Society
Keunggulan dan Kekurangan Sumber Energi yang Dapat Diperbaharui
Apa Itu Usaha Waralaba, Kelebihan dan Kekurangan?
Kelebihan dan Kekurangan Menjalankan Bisnis Bersama Pasangan
Apa Beda Monopoli dan Oligopoli?
Perbedaan GPN, Visa, dan Mastercard Serta Dampaknya pada Perdagangan Internasional
Memahami Apa itu Monopoli Alamiah (Natural Monopoly)?
Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik


Bagikan Ke Teman Anda