Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengapa Orang Miskin Akan Tetap Miskin?

Kenyataan pahit yang harus diterima adalah tentang betapa sulitnya mengangkat seseorang dari kemiskinan. Sekalipun telah banyak program bantuan sosial yang diluncurkan pemerintah untuk mengatasi masalah ini, namun nampaknya itu belum cukup.

Lalu apa masalahnya? Ada dua faktor yang mempengaruhi kemiskinan, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari diri mereka sendiri dan tentang bagaimana mereka (mau atau tidak mau) berjuang melawan kemiskinan tersebut.

Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar atau lingkungan sekitar yang tidak mendukung. Berikut ulasan lengkapnya.

Alasan Mengapa Orang Miskin Akan Tetap Miskin

Faktor Internal

1. Orang bermental miskin tidak mengerti arti investasi

Berikan uang Rp. 1 juta pada dua orang berbeda. Yang satu bermental kaya dan yang satu bermental miskin. Anda akan menemukan bahwa si “kaya” akan menggunakan separuh uangnya untuk berbelanja barang kebutuhan, dan separuhnya lagi untuk disimpan atau diinvestasikan.

Namun di tangan si “miskin”, uang Rp. 1 juta tersebut akan berakhir di mall, restoran, atau untuk melunasi hutang. Hari selanjutnya mereka akan kembali merenungi nasib tanpa sepeser uang pun di kantong mereka.

2. Terjerat dalam lingkaran setan

Seorang pria lahir dari keluarga yang tidak berpendidikan, lalu ia menikah dengan wanita yang memiliki latar belakang keluarga yang sama. Mereka melahirkan banyak anak dan terus berjuang untuk sepiring nasi di meja sepanjang hidup mereka.

Pendidikan tidaklah penting, karena yang utama adalah bagaimana mereka mendapatkan uang sejak dini. Alhasil, anak-anak tumbuh tanpa memiliki akses pendidikan memadai untuk bekal mencari pekerjaan yang lebih baik.

Dan buruknya, mereka memiliki pola pemikiran yang sama dengan orang tua mereka. Maka hal tersebut nantinya akan diwariskan pada generasi selanjutnya. Itulah bagaimana lingkaran setan kemiskinan bekerja.

3. Gaya hidup

Lucunya, orang “miskin” selalu ingin dianggap sebagai orang berada. Mereka menghabiskan hampir seluruh pendapatan mereka untuk memuaskan hasrat sosialita mereka.

Membeli jam tangan bermerk, perhiasan mahal, atau mendatangi kafe-kafe setiap malam. Mereka ingin menjadi individu yang dipandang, tanpa menyadari bahwa kepopuleran mereka semu belaka.

Mereka membeli barang yang tidak dibutuhkan dengan uang yang sebenarnya tidak mereka miliki untuk menyenangkan orang-orang yang sebenarnya tidak mereka sukai. Pengeluaran mereka jelas lebih besar dibanding dengan pendapatan.

4. Malas

Orang “miskin” selalu merasa cukup dengan hidup mereka saat ini. Mereka tidak mau beranjak ke level selanjutnya, atau mempelajari hal baru untuk mengubah nasib mereka.

Bekerja untuk sekedar mencukupi kebutuhan hidup adalah prinsip mereka. Mereka enggan melampaui batas untuk mengejar masa depan yang lebih baik.

5. Menyalahkan nasib

Ini sungguh klasik. Orang “miskin” berpikir bahwa kemiskinan yang mereka alami hari ini adalah nasib dan warisan dari pendahulu mereka. Oleh sebab itu, sangat sulit untuk mengajak mereka beranjak dari tempat mereka saat ini.

Faktor Eksternal

1. Lingkungan

Lingkungan tempat tinggal memberi pengaruh besar terhadap gaya hidup seseorang. Jika seseorang tinggal di lingkungan yang senang berpesta, maka ia cenderung menghabiskan uangnya untuk berpesta dan bersenang-senang.

Lingkungan serta pendidikan adalah pondasi penting yang mampu mengubah seseorang dari miskin menjadi kaya. Jika Anda merasa lingkungan pergaulan Anda kurang mendukung, maka sebaiknya segera tinggalkan.

Karena kelompok teman sebaya atau kerabat yang lemah dan tidak menginspirasi atau memotivasi satu sama lain biasanya akan tetap miskin.

2. Kurangnya kesempatan

Bagaimana pun harus diakui, bahwa orang miskin dengan pendidikan rendah kurang dipercaya saat mereka masuk ke dalam lingkungan baru atau pekerjaan yang lebih baik.

Padahal ada beberapa orang miskin yang berusaha keluar dari nasib mereka dengan mengandalkan keterampilan yang mereka miliki. Sayangnya, kesempatan itu sulit sekali didapatkan.

Tidak hanya dalam hal pekerjaan, namun dalam hal pinjaman modal pun, orang miskin akan kesulitan untuk mendapatkannya.

Andai mereka diberi pinjaman modal, jumlahnya nampak tidak sebanding dengan bunga dan cicilan yang harus mereka kembalikan.

3. Program sosial tidak membantu

Banyak program sosial yang diluncurkan pemerintah untuk mengatasi permasalah kemiskinan ini. Namun sayangnya, program tersebut sering kali berlalu begitu saja.

Banyak ketimpangan selama pelaksanaannya. Tidak tepat sasaran, penyalah gunaan, hingga korupsi di berbagai tingkat membuat angka kemiskinan di suatu negara tidak beranjak turun.

4. Keluarga yang tidak harmonis

Permasalahan keluarga memang pelik, bahkan bisa menimbulkan kemiskinan. Seorang pria meninggalkan istrinya dan menikah lagi tanpa memberi nafkah pada keluarga lamanya. Maka sang ibu pun harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Beruntung jika anak-anak tumbuh dalam kondisi yang stabil dan akses pendidikan yang masih memadai. Namun berbeda jika anak-anak tumbuh dengan kondisi mental yang sudah rusak, ditambah lagi pendidikan yang terhenti, kisah selanjutnya bisa Anda bayangkan sendiri.

5. Budaya

Percayalah bahwa budaya turut membangun kemiskinan itu sendiri. Terbukti bahwa di negara maju jumlah kemiskinan jauh lebih rendah jika dibanding dengan negara miskin atau berkembang.

Budaya yang masih menempatkan posisi perempuan sebagai makluk kasta kedua yang hidupnya bergantung sepenuhnya pada pria kerap menjadi batu sandungan tersendiri.

Perempuan yang hanya diberi tugas untuk melayani suami dan anak tanpa diberi kesempatan meraih pendidikan yang setara adalah akar dari sebuah kemiskinan. Jangan lupa pula bahwa pernikahan dini turut ambil bagian dari rantai kemiskinan pada suatu masyarakat.

Menjadi tetap miskin atau beranjak kepada hidup yang lebih baik adalah pilihan masing-masing individu. Namun peran lingkungan sekitar dan keperdulian sesama juga bisa mengentaskan seseorang dari jerat kemiskinan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang mengapa orang miskin akan tetap miskin, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



13 Saran Menabung Bagi Anak Muda Generasi Milenial
Perbedaan Cara Berpikir Orang Kaya dan Orang Miskin
Mengapa Ada Orang yang Kaya dan Ada Orang yang Miskin di Dunia?
Kamu Tidak Akan Bisa Kaya Jika Melakukan 7 Hal Ini
Tip Finansial untuk Kelas Menengah
Mengapa Tidak Semua Orang Cerdas Menjadi Kaya?
Cara Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak
Mengatur Keuangan Pribadi dengan Model 70/10/10/10
Tip Finansial untuk Kelas Menengah
Mengapa Orang Miskin Benci Orang Kaya?


Bagikan Ke Teman Anda