Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengapa Sangat Berat untuk Keluar dari Kemisikinan?

Banyak orang yang percaya bahwa mengentaskan kemiskinan merupakan hal yang mudah, tapi statistik menunjukkan bahwa mayoritas tidak dapat diangkat dari garis kemiskinan begitu saja. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 70% mereka yang lahir di bawah garis kemiskinan tidak akan bisa mengangkat statusnya ke kelas menengah.

Tujuh belas persen yang lahir di bawah garis kemiskinan dapat meningkatkan statusnya saat mereka dewasa, 9% naik ke kelas ekonomi atas, dan 4% lagi bisa mendapatkan penghasilan tertinggi di Amerika Serikat. Mengapa bisa begitu? Apa yang membedakan orang-orang ini?

Berikut analisis singkat mengenai alasan mengapa keluar dari kemiskinan masih merupakan hal yang berat untuk dilakukan baik di negara yang sedang berkembang maupun negara maju sekalipun:

Pendidikan

Bukanlah suatu kejutan bila salah satu alasan sebagian orang memiliki pendapatan yang lebih tinggi atau lebih baik dari orang lain karena tingkat pendidikan mereka. Pendidikan merupakan hal yang penting dan dapat memberikan perbedaan berarti bagi kehidupan seseorang.

Bila seseorang yang berada dalam kelas ekonomi bawah memiliki gelar sarjana, ada 86% kemungkinan mereka akan mampu menaikkan status ekonomi mereka dan 53% kemungkinan mereka dapat naik ke status ekonomi menengah ke atas.

Sehingga orang-orang kelas ekonomi bawah yang tidak memiliki tingkat pendidikan yang baik akan dianggap tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mendapatkan pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik. Inilah yang membuat orang-orang ekonomi kelas bawah sulit keluar dari kemiskinan.

Salah satu indikator kesuksesan seorang anak bukanlah tentang seberapa keras ia bekerja, namun seberapa banyak uang yang dimiliki oleh orangtuanya. Anak-anak dari kelas ekonomi menengah ke atas, tidak peduli seberapa pintar mereka, akan cenderung mampu belajar dan lulus dari bangku perguruan tinggi ketimbang mereka yang datang dari keluarga dengan ekonomi bawah. Kenyataan ini tidak dapat dipungkiri.

Kemiskinan merupakan siklus yang kompleks

Poin ini berkaitan dengan poin sebelumnya, di mana tingkat pendidikan rendah yang dialami masyarakat ekonomi kelas bawah juga kerap merupakan siklus yang kompleks dan tidak mudah untuk dibongkar.

Secara sederhana, orang miskin bisa jadi sama dengan orang yang tidak miskin, kecuali mereka memiliki uang yang lebih sedikit saat ini. Namun orang yang miskin secara kronis (tipe kemiskinan yang memengaruhi banyak keluarga maupun sebuah komunitas, masyarakat di area tertentu, misalnya) tidaklah sama dengan sekadar tidak memiliki uang. Kemiskinan bukanlah status temporer bagi kebanyakan orang dan keluarga. Ia merupakan siklus yang terus berkembang dan memburuk dari waktu ke waktu.

Kemiskinan merupakan sistem yang menjebak dan terus dirajut dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari ketersediaan dan kemudahan akses mereka pada sekolah, sarana kesehatan, kesempatan bekerja (dari keluarga maupun jaringan alumni; bagaimana bisa mereka mendapatkan hal ini bila tidak ada anggota keluarga yang memiliki pekerjaan atau bersekolah tinggi dan memiliki koneksi yang baik?).

Kurangnya akses semacam itu menambah berat perjuangan mereka untuk menaikkan status ekonominya. Belum lagi halangan fisik dan psikologis yang dipengaruhi oleh kemiskinan sejak kecil; kemiskinan yang dialami sejak kecil terbukti dapat memengaruhi fungsi otak seseorang.

Rendahnya penghasilan

Berkaitan dengan poin pertama dan kedua, hal ini tentunya merupakan salah satu faktor yang memberatkan seseorang untuk keluar dari kemiskinan. Upah minimum regional yang ditetapkan pemerintah terkadang tidak ditepati oleh pemberi kerja, atau hanya diberikan pada mereka yang memiliki kriteria tertentu yang sesuai dengan standar mereka, misal bergantung pada tingkat pendidikan dan posisi pekerjaan mereka.

Banyaknya pabrik yang menghentikan kegiatan produksi pun membuat ribuan pekerja kehilangan pekerjaan. Dan mayoritas di antaranya merupakan buruh atau orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan rendah yang harus dikorbankan. Bila sumber penghasilan yang rendah saja sudah menjadi ganjalan bagi seseorang untuk mendapatkan akses yang lebih baik, bagaimana bila penghasilan tersebut dihilangkan?

Stereotip untuk keluar dari kemiskinan

Ingat poin sebelumnya di mana seseorang bisa mendapatkan kekayaan dari orangtuanya?

Memang fasilitas yang mereka dapatkan akan membantu mereka untuk belajar lebih lama atau lebih jauh dan mereka boleh atau bisa saja mengalami kegagalan tanpa harus menghadapi risiko yang mengerikan (karena masih ada jaring pengaman di kekayaan keluarga mereka). Namun tidak berarti mereka yang mendapatkan fasilitas serupa dari orangtuanya tidak bekerja keras atau usaha mereka tidak memiliki arti.

Sebaliknya, kecilnya keinginan seseorang untuk sukses dan kurang kerasnya mereka bekerja untuk mencapai kesuksesan tersebut juga merupakan stereotip yang kerap menempel pada orang-orang yang mengalami kemiskinan.

Kita tidak boleh membesar-besarkan stereotip ini hingga tidak mampu menemukan alasan atau akar utama yang berkontribusi pada kemiskinan yang terjadi. Karena kestabilan finansial dan kekayaan yang dimiliki oleh seseorang pun tidak selalu berarti mereka memerolehnya dengan kerja keras.

Bekerja keras memanglah salah satu komponen kesuksesan, namun hal tersebut bukanlah jaminan atau jalur yang tepat untuk membawa seseorang keluar dari jalur kemiskinan, sehingga ada baiknya bila kita berhenti untuk menumpukan tekanan serupa pada mereka yang sedang berusaha untuk mengentaskan diri dari kemiskinan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang mengapa sangat berat untuk keluar dari kemisikinan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Kemiskinan Membuat Anak Stres dan Mengalami Gangguan Otak
Pengaruh Kemiskinan Pada Otak Manusia? Kemiskinan Membuat IQ Turun!
Cara Mengatasi Kemiskinan Diri Sendiri
Apa itu Devisa?
Bagaimana Modus Rekrutmen Perusahaan Palsu?
Kesalahan yang Sering Dilakukan di Bandara
Kesalahan Umum Pengusaha UMKM
Definisi Too Big to Fail
Sifat-sifat Umum yang Dimiliki Orang Kaya
Kesalahan Umum Pembeli Rumah Pertama


Bagikan Ke Teman Anda