Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Tipe-Tipe Uang Masa ke Masa

Uang dalam bahasa Inggris adalah ‘money’, berasal dari bahasa Latin ‘moneta’. Jika didefinisikan, sederhananya uang adalah sebuah objek yang bisa digunakan untuk alat transaksi berupa pembelian barang atau jasa. Bisa juga digunakan untuk membayar hutang.

Bentuk dan tipe uang bisa beragam. Namun yang paling umum dan bisa diterima di mana saja saat ini adalah uang dalam bentuk kertas dan koin. Nah, pada dasarnya apapun yang bisa dilihat dan ada wujudnya bisa dijadikan uang. Asalkan memenuhi syarat sebagai fungsi uang. Lalu apa saja fungsi uang?

Fungsi Uang

Sesuatu bisa dikatakan sebagai uang apabila memiliki 3 fungsi. Ketiga fungsi tersebut adalah:

  1. Sebagai Alat Tukar

Fungsi utama dan sekaligus yang paling penting dari uang adalah bisa digunakan sebagai alat tukar barang dan jasa. Sebagai bentuk pembayaran yang diterima secara luas, uang harus bisa jadi alat tukar, agar si pemilik uang bisa menggunakannya untuk mendapatkan apa yang ia butuhkan dengan mudah.

Tanpa uang, orang harus menggunakan cara barter, yaitu kondisi di mana orang harus saling menukar barang atau jasa. Cara ini juga baik, apabila kedua belah pihak yang melakukan barter bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan.

Contohnya, jika seseorang mau menukar daging sapi dengan seseorang yang memiliki ikan dalam nilai yang sama, dan kedua pihak setuju, maka mereka akan sama-sama puas.

Tapi, sistem barter memiliki kekurangan. Yaitu ketika salah satu pihak tidak memiliki barang apapun untuk ditukar yang nilainya sama. Misalnya si A mau menukar 10 ekor sapi, tapi si B hanya punya 10 ekor ayam. Nilai 10 ekor sapi dan 10 ekor ayam tentu sangat jauh berbeda. Dalam keadaan ini mereka tidak bisa melakukan barter, kecuali jika jumlah sapi dikurangi.

  1. Sebagai Satuan Hitung

Uang harus bisa dijadikan satuan hitung. Yaitu sebagai dasar untuk mengukur nilai sebuah barang atau jasa. Nilainya harus relatif konsisten, sehingga orang mampu menghitung nilai harga antara daging rendang seharga Rp 15.000 dengan daging steak seharga Rp 75.000.

Sebagai satuan hitung, uang akan memudahkan orang untuk menilai. Selain itu, orang jadi lebih mudah untuk memberi dan menawar harga. Orang juga bisa memperkirakan harga sebuah benda jika uang memiliki satuan hitung.

  1. Punya Nilai Simpan

Uang juga harus punya nilai penyimpanan. Artinya, uang akan menahan nilainya dari waktu ke waktu. Uang harus bisa disimpan, ditabung, dan ditarik, dan tetap berfungsi sebagai alat tukar yang terpercaya.

Sebagai analogi, misalnya pada jaman dahulu orang menukar sejumlah ekor ikan untuk 1 peti buah apel. Satu peti apel ini tidak akan bisa disimpan dalam waktu lama dan bisa meningkatkan harta mereka, bukan? Seiring berjalannya waktu, apel akan bernilai lebih rendah saat sudah mulai layu. Apel tidak akan ada harganya jika sudah membusuk.

Walau memang uang tidak selamanya punya nilai simpan, karena adanya inflasi dan nilai uang yang selalu fluktuatif. Tetapi pada dasarnya setiap negara memiliki uang yang punya nilai tersendiri.

Tipe-Tipe Uang

Dari masa ke masa, ada beberapa tipe uang yang pernah digunakan manusia. Beberapa diantaranya adalah Uang Komoditas, Uang Fiat, Uang Represntatif, Uang Gadai, Uang Bank Komersial dan lainya. Supaya lebih jelas, simak penjelasannya masing-masing di bawah ini.

  1. Uang Komoditas

Uang komoditas adalah uang yang punya nilai simpan. Uang komoditas bisa berfungsi hanya jika uang tersebut dapat diterima dan dihargai oleh semua orang, kualitasnya tidak berubah. Selain itu, jumlah uang komoditas haruslah terbatas dan mudah dibawa ke mana saja.

Emas dan perak sempat menjadi uang komoditas yang nilainya global. Namun dengan semakin pesatnya perkembangan jaman, emas sebagai alat tukar mulai ditinggalkan. Jumlah emas sangat terbatas dan tidak bisa dimiliki banyak orang, sehinga proses transaksi menjadi semakin sulit. Perkembangan produksi dan transaksi barang sudah semakin sulit diatasi dengan emas. Akhirnya emas pun mulai ditinggalkan sebagai alat transaksi.

Namun, meski sudah tidak digunakan sebagai alat tukar, emas masih memiliki nilai. Emas bisa disimpan dan harganya bisa meningkat di masa depan. Karena itulah, emas adalah contong dari uang komoditas yang sempurna. Terlihat wujudnya, bisa dilihat, bisa dipegang.

Uang komoditas memiliki nilai yang disepakati oleh banyak atau semua orang. Uang komoditas punya nilai intrinsik, yaitu nilai atau fungsi lain walaupun tidak digunakan sebagai alat tukar. Contohnya emas atau perak yang sudah tidak bisa digunakan sebagai alat tukar, tetap bisa dijadikan perhiasan atau disepuh.

Kenapa Pakai Uang Komoditas?

Uang komoditas dulu digunakan karena memiliki nilai simpan yang tinggi. Misalnya emas, semua orang percaya emas punya nilai tinggi. seperti di dunia modern di mana kita percaya pada nilai uang, di masa lalu orang percaya dengan nilai emas. Bahkan garam dan tembakau pun merupakan uang komoditas yang terpercaya. Karena orang tau, garam dan tembakau dicari banyak orang.

Barang yang banyak dibutuhkan masyarakat seperti garam dan tembakau di masa lalu, bisa ditukar dengan mudah dengan barang atau jasa lainnya. Walaupun si A sudah punya banyak garam, tapi dia tetap menerima pembayaran dengan garam, karena dia toh bisa menukarnya lagi dengan barang atau jasa yang lain.

Nilai intrinsik yang dimiliki uang komoditas inilah yang membuatnya dipercaya dan diterima secara luas.

  1. Uang Fiat

Uang fiat awalnya berasal dari Dinasti Tang di China, tepatnya pada abad ke-11. Pada abad ke-12, uang fiat sudah digunakan secara luas di China dan disebut sebagai jiaozi, guanzi, atau huizi. Lalu pada abad ke-13, marco Polo mendeskripsikan uang fiat yang digunakan oleh Dinasti Yuan, dalam bukunya yang berjudul The Travels of Marco Polo.

Pada masa itu, uang fiat berupa secarik kertas yang diperlakukan dengan sangat berharga, seolah-olah nilainya sama dengan emas atau perak. Di setiap kertas tersebut, yang bersangkutan harus menulis nama mereka dan memberi semacam cap saat melakukan transaksi.

Uang fiat hanya bisa memiliki nilai apabila orang percaya terhadpa nilainya. Rasa percaya ini dibangun oleh pemerintah, sebagai pihak yang menyatakan uang tersebut sebagai alat pembayaran yang sah.

Dengan begitu, semua lapisan masyarakat dan segala bentuk bisnis menerimanya sebagai bentuk pembayaran. Rasa percaya ini semakin bertambah ketika pemerintah menyatakan alat pembayaran yang lain menjadi tidak sah.

Tidak seperti uang komoditas yang punya nilai intrinsik, uang fiat tidak punya nilai intrinsik. Uang fiat hanya berfungsi sebagai alat pembayaran saja. Uang fiat didukung oleh pemerintah dan diproduksi oleh bank sentral. Karena tidak ada batasan akan peredarannya, maka inflasi bisa terjadi.

Pemerintah dan bank sentral bisa saja memproduksi lebih saat dibutuhkan. Tetapi tentu setiap langkah yang diambil akan memiliki resiko. Karena itu, tugas pemerintah dan bank sentral untuk membatasi jumlah uang yang diproduksi dan diedarkan dalam suatu negara.

Tipe Uang Fiat

Saat ini uang fiat digunakan secara luas di seluruh dunia. Tipe uang fiat pada umumnya adalah berupa uang kertas dan uang koin. Tiap negara memiliki mata uang yang berbeda-beda, dengan desain yang berbeda pula. Namun semuanya tetap bernilai asalkan sudah ditetapkan secara hukum oleh pemerintah dan bank sentral.

Penyebab Naiknya Penggunaan Uang Fiat

Ada masanya ketika dunia menggunakan emas dan perak sebagai standar alat tukar, namun emas lah yang paling populer. Masalah muncul ketika persediaan emas dan perak sangat terbatas, karena hanya bisa dimiliki oleh kalangan tertentu. Selain itu tidak semua negara punya banyak emas.

Dengan begitu, negara yang tidak memiliki emas tidak bisa bertransaksi dengan dunia luar. Kalaupun bisa, maka prosesnya akan sangat sulit. Hal ini bisa menyebabkan rakyat kehilangan kepercayaan kepada negara.

Karena negara dianggap miskin secara global dan sulit melakukan perdagangan dengan dunia luar. Tentu saja pertukaran dengan emas ini membawa masalah bagi banyak negara, karena hanya sedikit negara yang kaya akan emas.

Jumlah emas yang terbatas pun tidak bisa mengimbangi kebutuhan manusia yang semakin banyak. Produksi barang juga semakin bertambah seiring dengan perkembangan ekonomi. Karena itu, dicari cara lain agar masyarakat bisa memiliki alat pembayaran yang lebih stabil dan lebih mudah diperoleh oleh semua kalangan.

Kenapa Pakai Uang Fiat?

Uang fiat dianggap lebih stabil dibandingkan uang komoditas. Ini disebabkan karena uang fiat diproduksi oleh pemerintah dan bank sentral. Jadi rakyat bisa mendapatkannya dengan lebih mudah dengan cara bekerja, menabung, dan lain sebagainya. Sementara uang komoditas, seperti emas, tidak mudah didapatkan oleh semua kalangan.

Uang fiat memberi pemerintah dan bank sentral kontrol yang lebih untuk memproduksi dan mengedarkannya. Uang fiat lebih mudah beradaptasi dengan situasi ekonomi. namun tentunya pemerintah harus menggunakan strategi yang tepat untuk produksi dan sirkulasi uang, agar negara terbebas dari inflasi dan deflasi.

  1. Uang Bank Komersial

Uang bank komersial pada dasarnya adalah hutang yang berasal dari sistem cadangan pecah. Uang bank komersial bisa digunakan saat mengajukan kepada bank untuk pembelian barang maupun jasa. Caranya bisa melalui menarik langsung di bank, via cek, mengambil uang di mesin ATm, atau lewat online banking.

Bank hanya menyimpan sebagian kecil dari uang yang tersimpan di dalamnya. Sementara sisanya diberikan kepada pihak lain dalam bentuk pinjaman. Dengan cara ini, bank mendapat tambahan uang dari bunga dan biaya-biaya tertentu yang harus dibayar oleh nasabah. Singkatnya, bank menggunakan uang nasabah yang disimpan untuk diputar, memberikan pinjaman ke pihak lain, dan mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman tersebut.

Awal Mula Uang Bank Komersial

Tipe uang ini sudah digunakan pada abad pertengahan. Di Florence, Italia, ada 3 bank yang menggunakan sistem uang bank komersial. Ketiga bank tersebut adalah Bardi, Peruzzi, dan Acciaiuoli. Pada abad ke-12, ketiga perusahaan ini menjadi pihak peminjam yang pertama di Eropa.

Sistem inilah yang digunakan bank di masa modern. Bank memberi pinjaman dan mendapat keuntungan dari bunga yang diberikan nasabah.

  1. Uang Representatif

Seperti halnya uang fiat, uang representatif tidak memiliki nilai lain selain sebagai uang representatif. Namun bedanya dengan uang fiat adalah uang representatif memiliki komoditas di baliknya. Uang representatif bisa ditukar dengan metal berharga, seperti emas yang disimpan di bank.

Daripada membawa-bawa emas atau menyimpannya di rumah, emas lebih aman disimpan di bank. Sebagai jaminannya, nasabah akan mendapat uang representatif. Bentuk uang representatif biasanya berupa sertifikat.

  1. Uang Gadai

Tidak seperti uang fiat, uang gadai tidak diumumkan secara legal oleh pemerintah sebagai alat pembayaran yang sah. Orang tidak harus menerimanya sebagai alat pembayaran. Harus ada kepercayaan antara kedua belah pihak dalam perjanjian agar uang gadai bisa tetap memiliki nilai. Contoh uang gadai adalah cek dan banknote.

  1. Cryptocurrency (Bitcoin)

Cryptocurrency sebenarnya bukan hanya bitcoin saja, tetapi kebanyakan orang secara luas menyebut cryptocurrency adalah bitcoin. Padahal bitcoin hanyalah salah satu produk cryptocurrency. Cryptocurrency adalah transaksi digital yang dihubungkan secara peer-to-peer untuk menukar uang secara digital.

Dibanding dengan semua tipe uang, bitcoin memiliki tingkat keamanan yang sangat baik. Bahkan dibandingkan dengan uang kertas ataupun uang digital lainya. Tipe uang ini sebenarnya baru berkembang seiring dengan perkembangan jaringan internet, tetapi kini bisa kita gunakan untuk transaksi secara digital.

Itulah beberapa tipe uang, tentu uang tidak hanya uang kertas saja. Sebab selama sebuah benda memiliki fungsi uang, maka bisa disebut sebagai uang.

 Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tipe-tipe uang masa ke masa, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa yang Dilakukan Ketika Saudara Meminjam Uang?
Bagaimana Cara Dapat Uang di Twitch?
Kebiasaan Buruk yang Menyebabkan Anda Kehilangan Uang
Wire Transfer dan Cara Mengirim Uangnya
5 Tips Menggadaikan Motor untuk Mendapat Uang Secara Cepat
Berbagai Fakta Tentang Uang
Antara Cinta atau Uang: Penting Mana?
Dilarang Menghabiskan Uang pada Hal-hal Berikut
Kesalahan dalam Menyimpan Uang
Cara Mencuci Uang


Bagikan Ke Teman Anda