Trik Psikologi yang Berguna dalam Kehidupan Sehari-hari

Perilaku individu sering kali dipengaruhi oleh kondisi kejiwaannya. Ada kalanya merasa minder, terkadang juga penuh percaya diri ketika dihadapkan pada situasi dan lingkungan tertentu. Misalnya saat berada di lingkungan baru dengan orang-orang yang baru, Anda mungkin merasa canggung dan salah tingkah. Namun, ada juga yang mampu beradaptasi dengan cepat sehingga dapat menguasai diri dan berbaur dengan lingkungan tanpa mengalami masalah.
Disadari atau tidak perilaku Anda menunjukkan kondisi Anda secara psikologis. Apakah Anda gugup, takut, gelisah, cemas, sedih, bahagia, percaya diri, atau yang lainnya akan tercermin dari perilaku Anda. Bahasa tubuh mampu mengisyaratkan kondisi psikologis Anda ketika berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.
Dalam berkomunikasi dan berinteraksi sering kali orang tak mengetahui minat atau ketertarikan lawan bicara, sehingga percakapan menjadi kurang berkesan. Sebenarnya banyak trik psikologis yang sangat bermanfaat untuk diketahui. Dengan trik psikologis tersebut, Anda akan lebih mampu menguasai diri, membaca gerak-gerik atau bahasa tubuh orang lain, dan menemukan solusi atas kendala yang dihadapi selama berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.
- Perhatikan bahasa tubuh
Tanpa disadari bahasa tubuh mampu mengutarakan ketertarikan seseorang yang menjadi lawan bicara Anda terhadap usaha percakapan yang dibangun. Secara verbal, seseorang bisa saja menyangkal jika ia sebenarnya tidak tertarik untuk berbincang dengan Anda sebagai wujud dari kesopanan, namun tidak dengan bahasa tubuhnya.
Untuk mengetahui seseorang berminat dan tertarik dengan percakapan yang Anda bangun, bisa dilihat dari bahasa tubuhnya. Ketika Anda mengajak seseorang berkomunikasi, namun orang tersebut hanya mencondongkan tubuhnya tanpa menggerakkan kakinya mendekati Anda, maka ia tidak berminat untuk berbincang lebih lanjut dengan Anda. Sebaliknya, jika orang tersebut menggerakkan kakinya untuk mendekati Anda, maka ia tertarik untuk menjalin percakapan lebih lanjut dengan Anda.
- Diam dan jaga kontak mata
Mata merupakan cerminan dari diri setiap orang. Dari mata dapat diketahui seseorang sedang berusaha menutupi sesuatu, enggan bicara banyak, atau bahkan berbohong. Dalam kondisi dan situasi tertentu, seseorang bisa saja tak ingin mengungkapkan banyak hal pada lawan bicaranya. Hal ini akan diwujudkannya dengan memberikan jawaban singkat dan seperlunya saja, apalagi jika ia menyembunyikan sesuatu dan berbohong dengan memberi jawaban yang tidak jujur.
Ketika menjalin suatu percakapan, tentu tidak asyik dan sangat tidak memuaskan jika hanya salah satu pihak saja yang aktif, sedangkan pihak lainnya pasif. Apabila Anda berada dalam situasi ini, di mana lawan bicara Anda tergolong pasif dan enggan bicara banyak, maka tatap matanya dalam-dalam dan tetap jaga kontak mata dengannya.
Secara psikologis, tatapan mata mampu menyihir lawan bicara. Saat Anda menatap mata lawan bicara lekat-lekat, akan timbul rasa tidak nyaman padanya, bahkan tak jarang ia akan tertekan karena merasa diintimidasi. Akibatnya, ia akan terdorong untuk berbicara dan mengungkap lebih banyak hal yang ingin Anda ketahui.
- Menuliskan pikiran negatif dan membuangnya ke tempat sampah
Ada kalanya diri merasa tertekan dengan kondisi, situasi, dan segala permasalahan yang dihadapi. Rasa takut akan kegagalan, tidak diterima lingkungan, menjadi korban bullying, tekanan kerja yang terlalu tinggi, beban hidup yang dirasa terlalu berat, dan masih banyak lagi permasalahan yang dapat mengganggu Anda secara psikologis.
Gangguan psikologis memang tak selalu tervisualisasi dan berpengaruh pada fisik. Namun jika tidak mendapat pengatasan segera, gangguan-gangguan psikologis yang dirasakan akan menggoncang mental sehingga bisa menimbulkan akibat yang lebih buruk.
Lantas bagaimana trik mengatasinya? Mudah saja. Tuliskan pikiran-pikiran negatif yang mengganggu benak Anda pada secarik kertas. Sesudahnya, buang kertas tersebut ke tempat sampah. Hal tersebut akan meningkatkan suasana hati, sehingga Anda tidak lagi terbelenggu dengan berbagai ketakutan dan pikiran negatif yang muncul dalam benak Anda.
- Kunyah permen karet untuk meminimalisir rasa gugup
Setiap orang memiliki tingkat kepercayaan diri yang berbeda. Setinggi apa pun kepercayaan diri seseorang, pasti ia pernah menghadapi situasi yang membuatnya gugup. Misalnya saja, berbicara di depan publik atau forum penting, saat wawancara kerja, meminang gadis pujaan, bertemu calon mertua, olahraga yang memicu adrenalin, dan banyak lagi yang lainnya.
Rasa gugup yang mendera sering kali memicu kesalahan baik dalam bersikap maupun berbicara. Hal ini tentu akan memicu ketidaknyamanan, tak hanya pada diri Anda tetapi juga lawan bicara. Jika tak segera diatasi, bisa menimbulkan kesalahpahaman, miskomunikasi, dan misinterpretasi antara para pihak yang berinteraksi.
Untuk meminimalisir kegugupan yang dirasakan, trik psikologis yang bisa dilakukan adalah dengan mengunyah permen karet sebelum berinteraksi atau beraktivitas. Gerakan mengunyah akan menciptakan rasa tenang dan santai, sehingga dapat membantu untuk menghadapi situasi yang ‘menegangkan’ atau ‘berbahaya’.
- Diam dan tenang untuk memenangkan argumen
Diskusi bisa menjadi debat kusir yang tak lagi mengedepankan otak tetapi lebih pada otot. Banyak hal yang didiskusikan berakhir dengan perdebatan. Misalnya saja, ketika menjelang Pemilu, di mana adu gagasan dan program untuk menyejahterakan rakyat, berubah menjadi adu mulut untuk mempertahankan argumen masing-masing. Hal yang sama juga sering terjadi dalam diskusi-diskusi panel yang notabene ilmiah dan diikuti oleh para intelektual.
Ketika emosi dan kekuatan otot lebih dominan dibandingkan dengan kekuatan otak dalam menghasilkan ide yang cemerlang, percakapan atau diskusi tak lagi sehat. Jika Anda menghadapi lawan diskusi yang sudah mulai mendebat argumen Anda bahkan sampai berteriak, menuding, bahkan menggebrak meja, maka jangan sekali-kali Anda membalasnya dengan berteriak juga. Trik psikologi yang ampuh digunakan untuk menghadapinya adalah tetap diam, tenang, dan tersenyum. Dengan sikap tersebut, maka lawan diskusi atau debat Anda akan semakin kesal dan meradang serta agresif.
- Terus berbicara agar teman bersedia membawakan barang Anda
Berpetualang atau hanya sekadar jalan-jalan dengan teman-teman tentu merupakan kegiatan yang sangat mengasyikkan. Tak hanya berbagi kebahagiaan, tetapi juga semakin mengakrabkan satu sama lain. Tak heran jika saking dekatnya pertemanan, teman-teman mengetahui kebiasaan-kebiasaan Anda bahkan yang terburuk sekalipun.
Bicara tentang hangout bersama teman-teman, Anda mungkin harus membawa tas berisi barang-barang yang dibutuhkan, apalagi kaum perempuan. Tas atau barang bawaan tak jarang membatasi kebebasan dalam bergerak. Terkadang, teman enggan untuk membawakan barang Anda, meski Anda memintanya. Tak perlu khawatir, Anda dapat membuat teman bersedia membawakan tas atau barang Anda secara sukarela. Caranya adalah dengan terus berbicara. Ketika Anda berbicara tanpa henti, serahkan tas atau barang yang membatasi mobilitas ke teman Anda. Secara refleks, teman Anda akan dengan terbuka menerimanya tanpa ‘melawan’ atau protes.
- Memberi pilihan yang tidak disukai bagi mereka yang suka bilang ‘terserah’
Urusan memilih menu makanan, restoran, atau film tak jarang menjadi permasalahan tersendiri bagi setiap pasangan atau teman. Ketika diajak untuk makan atau nonton film, sering kali mereka bilang ‘terserah’ seolah tak memiliki keinginan dan pendirian. Kata ‘terserah’ ini menunjukkan bahwa orang yang bersangkutan tidak mau dibebani dengan tanggung jawab mengambil keputusan.
Jika Anda memiliki pasangan atau teman yang demikian, maka berilah mereka pilihan yang tidak disukainya. Secara otomatis tanpa disadari mereka akan menolak dan langsung memberikan pendapat sesuai dengan pilihannya. Misal untuk urusan makan, mereka akan memilih restoran dan menu makanan yang diinginkannya, sehingga tak lagi muncul kata ‘terserah’. Jadi, tak perlu bersitegang bahkan adu mulut untuk menentukan menu makanan yang akan disantap, restoran yang akan dikunjungi, atau film yang akan ditonton.
- Perhatikan gerakan kaki
Dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara umum, ada etika yang harus dijunjung tinggi. Intinya, setiap berperilaku harus diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisinya, sehingga mampu membatasi dan mengendalikan diri dari tindakan-tindakan bodoh dan merugikan, baik diri sendiri maupun orang lain.
Tentu akan sangat tidak nyaman jika Anda sedang melakukan percakapan dengan seseorang, tiba-tiba datang orang lain yang ‘nimbrung’ dalam obrolan Anda, apalagi jika topik yang sedang dibicarakan adalah penting. Anda tentu tak ingin terganggu selama melakukan percakapan, apalagi berada pada posisi sebagai pengganggu itu, bukan?
Ketika mendekati dua atau sekelompok orang yang sedang berbicara, perhatikanlah gerakan kakinya. Jika saat Anda mendekat, kedua orang atau sekelompok orang yang sedang berbicara tersebut hanya menolehkan kepala atau badannya, tanpa diikuti dengan gerakan kaki, maka sebaiknya Anda urungkan niat Anda untuk mendekati mereka. Sebab, itu artinya mereka sedang terlibat dalam pembicaraan serius dan penting, sehingga tidak ingin terganggu dengan kehadiran Anda.
Sebaliknya, apabila mereka menoleh sekaligus memutar badan dan kaki, maka artinya kehadiran Anda tidak mengganggu percakapan mereka. Bahkan bisa jadi, dengan hadirnya Anda di tengah-tengah mereka bisa memecah kekakuan dan menghilangkan rasa bosan yang mendera mereka.
- Menempatkan cermin di dinding ruangan customer service
Customer service merupakan garda terdepan dalam pemberian layanan kepada pelanggan. Tak hanya dituntut untuk ramah, customer service juga harus memiliki product knowledge sehingga mampu memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pelanggan. Namun, tak jarang customer service juga mengalami perlakuan yang kurang baik bahkan buruk dari pelanggan yang merasa dikecewakan oleh kualitas produk atau aturan dan kebijakan perusahaan.
Untuk meminimalisir atau bahkan menghindari kemarahan pelanggan sebagai pelampiasan rasa kecewa atau ketidakpuasan yang dialaminya, perusahaan bisa memasang atau menempatkan cermin pada dinding di ruangan customer service. Keberadaan cermin tersebut secara psikologis mampu meredakan amarah dan kekecewaan pelanggan ketika mereka melihat dirinya di cermin.
- Anggukan kepala saat berbicara untuk mendapatkan respon positif
Apa yang Anda rasakan ketika berbicara dengan seseorang tetapi orang tersebut justru melengos dan memberikan respon yang tidak diharapkan? Tentu kesal, marah, dan mungkin juga malu. Namun apa daya, toh Anda tidak bisa memaksanya untuk memberikan respon positif, bukan?
Berbicara dengan orang lain bukanlah aktivitas sembarang. Ada banyak hal yang harus Anda ketahui dan praktikkan agar orang yang Anda ajak bicara tertarik dan memberikan respon positif. Pertama, pastikan keberadaan dan kehadiran Anda tidak mengganggu mereka. Selanjutnya, anggukan kepala saat Anda berbicara.
Secara psikologis, anggukan kepala menunjukkan kesopanan yang tanpa disadari memiliki kekuatan manipulatif, terutama bagi orang yang sugestif, dalam arti orang yang mudah menerima saran. Ketika Anda mengangguk saat menyampaikan pesan, tanpa disadari orang yang diajak bicara akan membalas anggukan sambil berbicara. Anggukan kepala memancing orang lain yang diajak bicara untuk setuju dengan Anda, sehingga terjalinlah suatu komunikasi. Trik ini sering kali digunakan oleh perusahaan untuk memasarkan atau mempromosikan produknya. Semakin banyak orang yang terpengaruh, maka potensi untuk mendapatkan pelanggan juga semakin besar.
- Merasa diperhatikan di tengah keramaian
Bagi sebagian orang, menyendiri di ruang publik dirasa memiliki sensasi tersendiri. Tak hanya menenangkan, tetapi juga mengasyikkan. Namun, pernahkah Anda ketika sedang menikmati kesendirian di tengah-tengah keramaian tiba-tiba merasa diperhatikan oleh seseorang. Hal ini tentu bukan aktivitas indigo atau sejenisnya, tapi secara psikologis orang akan merasakan ketika dia diperhatikan dari kejauhan.
Jika ada seseorang yang memperhatikan gerak-gerik Anda, maka praktis Anda akan berusaha mencarinya dengan menoleh kanan kiri atau berpindah posisi duduk. Sayangnya, Anda mungkin kesulitan untuk menemukan orang yang memperhatikan Anda di tengah keramaian tersebut. Menjadi target tatapan dari kejauhan sering kali menimbulkan rasa gugup, canggup, dan tidak nyaman.
Untuk mengatasinya, cobalah Anda menguap secara elegan sambil melihat orang-orang di sekitar Anda. Secara psikologis, orang yang sedang memperhatikan Anda akan ikut menguap. Namun hal ini berlaku bagi orang yang memiliki kejiwaan normal. Jika orang yang memperhatikan Anda seorang dengan gangguan jiwa seperti psikopat, maka ia tidak akan ikut menguap, karena ketidakmampuannya bersimpati kepada sesama.
Artikel Terkait
- Cara Memodifikasi Otak Agar Lebih Cepat
- 11 Tips Untuk Mengoptimalkan Otak Anda
- Keuntungan dan Kerugian Kloning Manusia
- Bagaimana Mengubah Hidup Lebih Baik Dengan Cepat
Demikianlah artikel tentang trik psikologi yang berguna dalam kehidupan Sehari-hari, semoga bermanfaat bagi Anda semua.










