Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

10 Krisis Perbankan Abad 21

Sektor perbankan jika tidak dikelola dengan benar bisa menimbulkan krisis keuangan dan berakibat fatal pada masyarakat. Selama abad 21, banyak sekali krisis perbankan dan keuangan/finansial yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Di antaranya krisis terjadi di Uruguay, Myanmar, Amerika Serikat, Belgia, Islandia, Ukraina, Spanyol, Irlandia, Venezuela dan Ghana. Berikut ini penjelasan singkat dari masing-masing negara yang mengalami krisis perbankan abad 21:

1. Krisis Perbankan di Uruguay (2002)

Krisis perbankan di Uruguay tepatnya terjadi pada bulan Juli 2002, juga merupakan dampak dari bank run yang terjadi di Argentina. Hal ini dikarenakan Uruguay terlalu bergantung pada Argentina dan membiarkan bank-bank internasional yang mengatur, sedangkan Uruguay sedikit lambat merespon krisis.

Pada 1990, anak perusahaan JPMorgan Chase melakukan akuisisi terhadap Desdner Bank latinamerika dan Credit Suisse Frtst Boston, Banco Comercial del Uruguay. Akibatnya, kerugian ditafsir sangat besar dan banyak perusahaan keuangan kolaps.

2. Krisis Perbankan di Myanmar (2003)

Krisis perbankan di Myanmar terjadi bulan Februari 2003, diawali dengan bank-bank kecil yang kolaps sampai permasalahan likuiditas bank swasta besar. Krisis juga mengakibatkan kelangkaan mata uang, terjadi bank run terus-menerus pada bank swasta besar di Myanmar. Di antaranya seperti Asia Wealth Bank, Yoma Bank, dan Kanbawza Bank.

Sebenarnya, krisis di Myanmar sudah berlangsung cukup lama yaitu sejak penggulingan pemerintahan pada era 1900-an. Lalu terjadi ketidakstabilan keuangan bahkan sebelum masa krisis tahun 2003.

3. Krisis Subprime Mortgage (2007-2010)

Krisis keuangan nasional terjadi di Amerika Serikat, Subprime Mortgage, selama tahun 2007 sampai 2010. Krisis diawali dengan runtuhnya lembaga-lembaga keuangan utama dan berujung pada pergeseran harga perumahan serta pinjaman hipotek subprime.

Pada tahun 2008 hingga 2009, krisis menyebabkan 9 juta pekerjaan hilang dan pengangguran semakin meningkat. Dan tahun 2010 berakhir dengan runtuhnya bank-bank akibat hipotek yang tak terkendali.

4. Krisis Finansial di Belgia (2008-2009)

Krisis berawal pada pertengahan tahun 2008, dan merupakan krisis keuangan besar di Belgia pada masa itu. Dua bank negara terbesar yaitu Fortis dan Dexia mulai tumbang dan menjadi tak terkendali. Ditambah lagi dengan keadaan bank-bank di seluruh dunia yang juga sedang dihantam masalah keuangan, permasalah saham yang anjlok.

Pemerintah pun berupaya keras dengan memeberi talangan dana, menjual aset, memperluas asuransi pinjaman dan menasionalisasikannya. Fortis dibagi menjadi dua bagian, bagian Belanda dinasionalisasi, bagian Belgia dijual. Dexia pun begitu, kelompoknya dibagi lalu dinasionalisasi.

5. Krisis Finansial di Islandia (2008-2011)

Krisis finansial di Islandia merupakan yang terburuk yang pernah dialami negara mana pun dalam sejarah ekonomi dunia. Krisis ini menyebabkan depresi ekonomi parah dan kerusuhan politik yang signifikan. Penyebab utamanya adalah masalah pembiayaan kembali hutang jangka pendek yang terjadi pada tiga bank komersial swasta, Kaupthing, Landsbanki, dan Glitnir.

Adanya krisis berakibat fatal pada perekonomian di Islandia, nilai mata uang menurun tajam, pengangguran meningkat, kesulitan transaksi mata uang asing dan kapitalisasi pasar bursa saham Islandia turun drastis.

6. Krisis Finansial di Ukraina (2008-2009)

Krisis finansial di Ukraina dimulai pada akhir tahun 2008 di mana bank-bank khususnya bank lokal mulai menghentikan pinjaman. Dan sontak para nasabah pun mulai melakukan panrikan simpanan mereka.

Sedangkan kemerosotan output industri juga terus menerus terjadi pada produksi baja, penyulingan minyak, output kimia dan lainnya. Hal ini menyebabkan gaji karyawan berkurang bahkan tak terbayar, pemecatan karyawan berujung pada pengangguran, bahkan beberapa pabrik terpaksa ditutup.

7. Krisis Finansial di Spanyol (2008-2014)

Krisis finansial di Spanyol dipicu oleh kurangnya atau longgarnya pengawasan sektor keuangan sehingga bank-bank mampu menyembunyikan kerugian dan volatilitas pendapatan. Sehingga pada akhirnya memicu masalah pinjaman real estate atau perumahan. Hal ini menyebabkan penurunan ekonomi di Spanyol secara drastis, peningkatan pengangguran dan bangkrutnya perusahaan-persahaan besar.

8. Krisis Perbankan di Irlandia (pasca-2008)

Krisis perbankan di Irlandia disebabkan oleh pengawasan yang kurang optimal terhadap resiko pinjaman internasional sehingga aliran keuangan perbankan mengalami kehancuran. Banyak pinjaman internasional yang dilakukan oleh bank-bank lokal khususnya enam bank utama di Irlandia. Di antaranya Bank Irlandia, Bank Irlandia Sekutu, Bank Irlandia Anglo, Bank Kehidupan dan Permanen Irlandia, Masyarakat Pembangunan Nasional Irlandia, dan Masyarakat Irlandia Educational Building Society.

Resikonya mulai terlihat saat terjadi pembekuan pasar antar bank dunia pada krisis keuangan tahun 2007-2008. Tanpa uang baru, tidak tersedia pinjaman, penarikan pun ditangguhkan.

9. Krisis Perbankan di Venezuela (2009-2010)

Krisis perbankan di Venezuela menyebabkan lebih dari sepuluh bank diambil alih oleh pemerintah. Umunya, dikarenakan kekurangan modal dan ketidaksanggupan membayar pinjaman atau mengelola bank itu sendiri. Selain itu, pemerintah juga memecat dan menangkap banyak bankir terkait kasus korupsi. Hingga menteri Jesse Chacon pun mengundurkan dari pemerintahan karena saudaranya juga tersangka korupsi.

10. Krisis Perbankan di Ghana (2017-2018)

Krisis perbankan di Ghana diawali  pada 14 Agustus 2017, Bank Sentral Ghana mengambil alih dua bank yang hampir kolaps. Setelah itu, beberapa bank juga diambil alih dan menyebabkan kehancuran dunia perbankan. Hal ini dikarenakan pengelolaan yang buruk, penyimpangan regulasi lisensi, penggelapan dana, manajemen kredit yang buruk, pinjaman, hutang dan lainnya.

Itulah 10 krisis perbankan abad 21 yang melanda negara-negara di dunia. Umumnya, diakibatkan karena bank run atau pengelolaan bank yang buruk. Dan menyebabkan banyak kerugian bukan hanya bagi pihak bank itu sendiri tapi juga untuk kesejahteraan negaranya. Dalam hal ini, pemerintah sangat perlu melakukan pengawasan ketat agar terhindar dari krisis.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 10 krisis perbankan abad 21, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Itu Remittance? Definisi Remittance
Nomor Call Center BCA
Contoh Tugas Bank Umum yang Perlu Diketahui
Hal-hal yang Harus Dilakukan Ketika Krisis Ekonomi
Ambil Pelajaran dari Krisis di Venezuela
Perbedaan GPN, Visa, dan Mastercard Serta Dampaknya pada Perdagangan Internasional
Fungsi dan Tugas Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Indonesia
Apa itu Collateral? Definisi Collateral
Analisis CAMEL untuk Kesehatan Perbankan
Memahami Keajaiban Bunga Berbunga


Bagikan Ke Teman Anda