Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

10 Modus Pegawai Bank Mengelapkan Uang

Ada banyak modus atau cara yang dilakukan oleh pegawai bank untuk menggelapkan dan membawa lari uang nasabah. Namun umumnya, kejahatan mereka pasti terungkap, dan sesuai konsekuensinya, mereka pun harus menjalani hukuman di tahanan. Berikut ini kami susun beberapa contoh kasus penipuan para pegawai bank yang sempat menghebohkan.

1. Penggelapan dana bantuan SMK

Seorang teller dari BRI kedapatan melakukan aksi penggelapan dana bantuan untuk siswa miskin. Dana yang berasal dari Kemendikbud sebesar Rp. 2,09 Miliar untuk 41 siswa SMK, namun hingga kasus tersebut terkuak, nyatanya masih ada sekitar 1.039 orang siswa dari 32 SMK yang belum menerima dana tersebut. Tidak tanggung-tanggung dananya sebesar Rp 725.500.000,00.

Pencairan dana sebelumnya memang hanya dilakukan oleh NH selaku petugas yang ditunjuk. Prosesnya melalui virtual account itulah yang dimanfaatkan NH untuk melakukan kejahatannya. Agar tidak terkesan mencurigakan, pelaku melakukan pencairan secara bertahap, yaitu antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Uangnya pun langsung dibelanjakan.

2. Membobol nasabah Citibank Citigold selama 4 tahun

Masih ingat dengan Malinda Dee? Malinda Dee adalah terdakwa khasus pencucian uang yang membobol dana nasabah Citigold Citibank selama 4 tahun mulai dari tahun 2007 hingga tahun 2011. Selama kurun waktu tersebut, Malinda Dee berhasil mengelabui 37 nasabah dengan menggunakan uang mereka tanpa izin guna memenuhi kebutuhan pribadinya.

Malinda melakukan transaksi pemindahan dana tersebut sebanyak 64 transaksi dalam rupiah, dan 53 transaksi dalam dollar AS. Jika ditotal, maka uang yang berhasil dikeruk dari puluhan nasabahnya adalah sebesar Rp. 46,1 Miliar.

Malinda melakukan aksinya tersebut dengan meminta tandatangan nasabah dalam formulir transfer yang masih kosong atau menandatangi sendiri formulir tersebut. Setelah diisi dengan data-data palsu, Malinda menyerahkan formulir tersebut ke bagian teller untuk menuntaskan transaksinya.

3. Menggelapkan 59 kg emas

Seorang Junior Account Officer I gedung Kantor BRI Wilayah Jakarta 2 digugat dalam kasus hilangnya emas seberat 59 kg milik seorang nasabah berinisial RD.

Kasus ini terungkap manakala RD yang meminjam dengan jaminan emas seberat 59 kg dalam bentuk safety box, bermaksud untuk memindahkan kreditnya ke bank lain. namun pimpinan BRI Wilayah Jakarta 2 mempertahankannya dan meminta untuk mengajukan permohonan kredit tambahan. Saat proses inilah diketahui bahwa emas RD telah berubah fisik dan tidak sesuai dengan keterangan pada sertifikatnya.

4. Mengambil uang nasabah yang jarang diambil

Kali ini khasus terjadi di kota Surabaya. KG yang merupakan seorang teller di BRI Unit Gubeng Kertajaya diduga melarikan dana nasabah hingga sebesar 1,09 miliar.

Demi melancarkan aksinya KG mencari nasabah yang memiliki nilai simpanan besar. Setelah itu, KG mulai mengidentifikasi apakah nasabah tersebut jarang mengambil uang tabungannya. Terakhir, KG dengan sengaja memindahkan uang nasabah tersebut ke rekeningnya.

Aksi KG tersebut akhirnya terbongkar setelah pihak BRI melakukan audit internal. Sebenarnya pihak BRI telah meminta KG untuk segera mengembalikan uang tersebut, namun karena tidak ada maksud baik, maka BRI pun memperkarakan KG ke Kejari Surabaya.

5. Pembobolan brankas

Karean terlilit utang, Mangarahut Sitorus, Kepala BRI Unit Marihat, Pematangsiantar, Sumut, nekad melakukan aksi pembobolan brankas. Kejadian bermula saat 3 orang kasir bermaksud untuk menyetorkan uang kas ke Mangarahut yang selanjutnya akan dimasukkan ke dalam brankas.

Satu jam berselang, Mangarahut meminta kasirnya untuk mengambil kunci brankas dengan alasan hendak menghitung ulang uang di dalamnya. Setelah selesai menghitung uang, Mangarahut berpura-pura mengunci kembali tiga lapis kunci tersebut dan segera mengembalikan kunci pada kasir.

Barulah menjelang tengah malam saat keadaan sedang sepi, Mangarahut memasukkan isi brankas ke dalam kardus untuk dibawa pulang. Aksi tersebut baru ketahuan setelah pihak BRI mengadakan audit internal. Mangarahut pun mengaku telah membawa kabur uang sebesar Rp 2,9 miliar.

6. Penggelapan pajak

Dua orang pegawai Bank Maluku Cabang Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat bekerja sama untuk melakukan aksi penggelapan pajak senilai Rp 12 miliar. Kedua pelaku yang berinisial MH dan HM akhirnya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dan denda masing-masing Rp 300 juta rupiah.

7. Mengganti uang dalam bundelan

Kebanyakan kasus penggelapan uang di bank dilakukan oleh kasir, seperti halnya yang terjadi di Bank Windu kantor Kas ITC Serpong, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan. Salah seorang kasirnya yang berinisial DA, usia 23 tahun diketahui menggelapkan uang sebesar Rp 241,13 juta.

Berdasarkan pemeriksaan, DA  melakukan aksi penggelapan dengan cara mengganti sejumlah uang Rp 100.000 dengan uang pecahan Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000 dalam satu bundelan bertuliskan Rp 10.000.000.

Kasus ini baru terbongkar saat pihak kepala cabang menggantikan posisi tersangka di bagian kasir. Saat itulah sang kepala cabang menemukan uang pecahan Rp 2.000 dan Rp 5.000 yang diselipkan diantara uang yang diikat dengan tulisan Rp 10.000.000 tersebut.

8. Mengambil uang ATM

BRI Cabang Jalan Pandanaran, Semarang, Jawa Tengah mengalami kerugian karena seorang pegawainya bernama Dominico Bagus Aditya melakukan pencurian uang yang seharusnya dimasukkan ke dalam ATM.

Tersangka yang sehari-hari bertugas sebagai teller berani mengambil uang di kas ATM BRI. Uang yang seharusnya disetorkan dalam brankas ATM, oleh Dominico dikurangi sebagian dan sisanya dimasukkan ke kantong pribadi tersangka.

Setelah dilakukan audit, maka ketahuanlah uang yang telah raib dalam periode 2013 – 2015 sebesar Rp 2,1 miliar.

9. Memalsukan tanda tangan nasabah

Modus yang dilakukan oleh terbilang cukup nekat. Tersangka berani menggandakan slip penyetoran dan penarikan, lalu memalsukan tanda tangan nasabah. Misalnya nasabah menyetor uang Rp 10 juta, maka slip penyetoran yang diterima nasabah nilainya sama, namun slip laporan yang disetorkan ke BRI diubah menjadi Rp 5 juta.

10. Pencurian uang oleh tukang servis ATM

Dua orang karyawan pengiriman uang di mesin ATM  bekerja sama untuk mengambil uang Rp 1,4 miliar dalam kurun waktu 3 bulan saja. Tugas mereka sebenarnya adalah memperbaiki mesin ATM yang rusak, namun yang terjadi, justru saldo di dalam ATM diambil sebagian.

Aksi tersebut akhirnya diketahui oleh perusahaan yang memperkejakan keduanya, dan laporan pun akhirnya dilakukan untuk segera ditindaklanjuti oleh kepolisian setempat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 10 modus pegawai bank mengelapkan uang, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Cara Mengirimkan Uang ke Negara Lain secara Murah
Modus-modus Penipuan Melalui Telepon
12 Cara Menghentikan Pengeluaran Uang dalam Jumlah Banyak
Apakah Kita Hidup untuk Uang?
Tidak Ada Uang? Jual Beli dengan Barter? Apa yang Terjadi?
Ngontrak Rumah dan Punya Banyak Uang atau Beli Rumah tapi Tak Punya Uang, Mana yang Lebih Baik?
10 Fakta tentang Uang yang Belum Kamu Ketahui
Mengapa Kita Butuh Uang?
Cara Terburuk Menyia-nyiakan Uang dan Hidup Anda
Apa Itu Kakeibo, Seni Menyimpan Uang Ala Jepang?


Bagikan Ke Teman Anda